Arsip untuk Oktober, 2009

h1

Alasan Sesungguhnya

Oktober 29, 2009

Hingga saat ini barangkali masih menjadi teka-teki, alasan apa sesungguhnya yang membuat ibu mantan presiden tak sudi hadir dalam pelantikan presiden di gedung wakil rakyat. Apa benar masih bersemayam dendam kesumat di hatinya terhadap penggantinya? Padahal sang suami yang dahulu setia senantiasa mendampinginya bahkan menjadi pemimpin sidang pelantikan.
Tanpa sepengetahuan banyak orang, lima tahun silam si ibu ternyata pernah berjanji, sekiranya dia gagal menjadi presiden lagi, maka selamanya dia tak bakal kembali menapakkan kakinya di istana presiden maupun gedung wakil rakyat. Sebagai seorang yang setia kepada janji, maka pantang baginya untuk melakukan hal yang tak sesuai dengan isi janji tersebut.

29 Oktober 2009

(sebuah fiksi mengenang peristiwa 20 Oktober 2009 dalam 100 kata)

h1

Sehabis Kejutan, Saatnya Tiba Pembalasan

Oktober 26, 2009

Kaka merana saat bereuni dengan mantan rekan-rekannya dari Milan. Bagaimana saat bermain di San Siro nanti?

Kaka merana saat bereuni dengan mantan rekan-rekannya dari Milan di Madrid. Bagaimana saat bermain di San Siro nanti?

Rangkaian kejutan besar telah terjadi di matchday 3 Liga Champion yang berlangsung pada 20-21 Oktober silam. Barcelona dikalahkan Rubin Kazan (1-2), Liverpool kandas di tangan Olympique Lyon (1-2), Glasgow Rangers dibantai Unirea Urziceni (1-4), dan Real Madrid bertekuk lutut pada AC Milan (2-3) di kandangnya masing-masing. Selain itu Bordeaux sukses menundukkan FC Hollywood Bayern Muenchen (2-1) dan Inter Milan yang bertabur bintang hanya bermain seri dengan tamunya Dynamo Kyiv (2-2) ketika bermain kandang.

Matchday 4 yang diputar pada 3-4 November mendatang akan langsung menjadi saatnya tiba pembalasan, karena mereka semua bakal kembali berjumpa. Pelatih Pep Guardiola (Barcelona), Rafael Benitez (Liverpool), Walter Smith (Rangers), dan Manuel Pellegrini (Madrid) jelas berpikir sangat keras, bagaimana mesti meraih kemenangan justru saat bertandang, setelah tiga angka telah melayang di kandang. Louis van Gaal (Muenchen) pasti berharap anak asuhnya mampu meraih poin penuh saat bermain di Allianz Arena. Jose Mourinho (Inter) pun jelas tak sudi Wesley Sneijder dkk memperpanjang rekor bermain imbang, sudah saatnya kemenangan dapat diraih di Eropa. Namun tim-tim yang telah meraih hasil memuaskan di pertemuan sebelumnya pasti ingin melanjutkan catatan gemilang yang ada jua. Hal itu akan memperbesar peluang untuk lebih cepat lolos ke fase knock out. Maka matchday 4 dapat dipastikan berlangsung tak kalah seru dengan yang sudah terjadi.

h1

Parade Foto Madrid vs Milan di Santiago Bernabeu (21/10)

Oktober 26, 2009
h1

Baik dan Buruk Sebagai Perbandingan

Oktober 26, 2009

Baik dan buruk harus ada sebagai perbandingan, tapi telah dianjurkan agar memilih cara positif jika hendak memperoleh hasil yang bermanfaat. (Fariz RM dalam ’Living in Harmony)

h1

Jalan Tepat Milan

Oktober 23, 2009
Pato bermain cemerlang dengan mencetak dua gol ke gawang Madrid.

Pato bermain cemerlang dengan mencetak dua gol ke gawang Madrid.

Sebelum menghadapi AS Roma (18/10) di Liga Italia dan Real Madrid (21/10) di Liga Champion, AC Milan seolah sedang melangkah di jalan yang sesat. Konon pelatih Leonardo bahkan sempat mendapat ultimatum akan dipecat, jika tak mampu membawa I Rossoneri meraih kemenangan. Sebuah misi yang sangat berat bagi sang pelatih muda pastinya. Namun ternyata Andrea Pirlo dkk justru mampu mendulang poin penuh dalam dua pertandingan itu. Milan menang 2-1 atas Roma di San Siro, dengan gol yang dicetak oleh Ronaldinho dan Alexandre Pato. Sehabis itu skuad Merah Hitam unggul 3-2 atas Madrid di Santiago Bernabeu, lewat satu gol dari Pirlo dan dua gol dari Pato. Hasil dua pertandingan tersebut seakan telah mengembalikan Milan untuk melangkah di jalan yang tepat. I Rossoneri telah menunjukkan jati dirinya sebagai salah satu tim besar Italia dan Eropa, yang mesti selalu diperhitungkan kiprahnya. Semoga Pato cs tak bakal salah jalan lagi. Forza Milan!

h1

Kesulitan adalah Guru

Oktober 20, 2009

Kesulitan adalah guru yang bisa membuatmu bijaksana. (nasihat seorang ayah kepada putrinya dalam film ’November 1828’ karya sutradara Teguh Karya)

h1

Prediksi Finalis Liga Champion

Oktober 10, 2009
real-madrid-v-olympique-marseille-09-10-kaka-gallery-images-photos-pictures-11

Real Madrid mungkin bakal tampil di partai puncak yang berlangsung di Santiago Bernabeu, stadion kandangnya sendiri.

Biasanya ditemukan siklus tertentu dari data dan fakta sejarah, yang bisa menjadi pijakan prediksi tentang siapa yang akan tampil di partai final Liga Champion. Bisa berdasarkan asal negara, dihubungkan dengan juara liga lokal, dan masih banyak lagi parameternya. Kali ini tinjauannya dilihat dari sponsor apparel atau kostum tim finalis dan siapa yang menjadi juaranya dalam empat musim terakhir. Tercatat hanya ada Nike dan Adidas yang terlibat dalam persaingan.

Tahun           Tim Finalis               Sponsor Kostum           Juara

2005/06 Barcelona-Arsenal         Nike-Nike         Barcelona (Nike)

2006/07 AC Milan-Liverpool   Adidas-Adidas  ACMilan (Adidas)

2007/08 ManUnited-Chelsea       Nike-Adidas    ManUnited (Nike)

2008/09 Barcelona-ManUnited  Nike-Nike         Barcelona (Nike)

Berdasarkan data tersebut, jika yang terjadi adalah siklus tiga tahunan, maka kedua tim yang kemungkinan menjadi finalis musim 2009/10 adalah klub-klub berkostum Adidas. Alasannya, di tahun 2009 kedua tim finalis berkostum Nike dan juaranya Barcelona merupakan ulangan kejadian di tahun 2006. Pada tahun 2007 Milan dan Liverpool yang berkostum Adidas yang tampil di partai puncak. Sejumlah tim unggulan yang disponsori oleh Adidas yang berlaga musim ini, yaitu : Real Madrid, Chelsea, Liverpool, Bayern Muenchen, dan AC Milan. Ada pula dua tim yang mungkin saja tampil mengejutkan, yaitu : Wolfsburg (Jerman) dan Marseille (Prancis). Barangkali dua di antara tujuh tim itulah yang akan tampil di Santiago Bernabeu dalam partai puncak liga para juara Eropa tahun 2010. Namun hal itu tentu tak akan dibiarkan terjadi dengan mudahnya. Barcelona, Manchester United, Arsenal, Inter Milan, dan Juventus adalah tim-tim unggulan lain yang justru disponsori oleh Nike. Dalam empat musim terakhir, tim-tim berkostum Nike tiga kali menjadi penguasa Liga Champion, yaitu Barca (dua kali) dan United. Tentu mereka juga ingin tetap memertahankan dominasi mereka di Eropa.

h1

Menerka Sikap Kaka

Oktober 10, 2009

real-madrid-v-olympique-marseille-09-10-kaka-gallery-images-photos-pictures-20AC Milan tengah berada dalam masalah besar. Hingga pekan ke-7 Milan masih terdampar di peringkat 12 klasemen sementara Serie A. Hanya 9 poin yang berhasil diraih dari dua kali menang dan sekali imbang, lantas defisit gol 4-7 sungguh tak layak disandang oleh klub dengan reputasi sebesar Milan. Sementara di Liga Champion, setelah menang 2-1 atas Marseille saat tandang, tim asuhan Leonardo itu kalah 0-1 dari Zurich, sebuah tim antah berantah, justru saat bermain di San Siro. Pada pertandingan Liga Champion selanjutnya (Rabu, 21/10) Milan akan berhadapan dengan Real Madrid di Santiago Bernabeu.

Di kubu Neo Galacticos saat ini terdapat mantan anak emas I Rossoneri, yaitu Ricardo Kaka. Pemain asal Brasil itu bermain cukup cemerlang di klub anyarnya. Gol dan assist telah dicetak Kaka untuk membawa Madrid meraih sejumlah kemenangan. Hingga pekan ke-6 Madrid bertengger di peringkat 2 klasemen sementara Primera Liga dan memuncaki grup C Liga Champion. Maka kita mungkin bakal sibuk menerka bagaimana sikap Kaka ketika berjumpa kembali dengan bekas klubnya, yang kebetulan sedang begitu terpuruk saat ini?

Sebagai seorang profesional sejati, Kaka pasti akan menampilkan yang terbaik bagi Madrid. Untuk sementara barangkali akan dilupakannya segala kenangan indah bersama Andrea Pirlo dkk, yang bahkan membuat Kaka pernah menjadi pemain terbaik dunia.

Tapi bagaimana perasaannya ketika performa apiknya nanti malah kian menenggelamkan Milan, terutama jika dia mencetak gol ke gawang Tim Merah Hitam?

h1

Kesabaran Modal Absolut

Oktober 8, 2009

Segala kesabaran, keseriusan, dan tanggung jawab adalah modal yang sangat absolut agar dunia apapun yang kita pijak tak menjadi sia-sia. (Chrisye)

h1

Dua Pekan Kemudian

Oktober 6, 2009

Tampil di acara berita kriminal televisi, menjadi orang yang kena gerebek aparat, sungguh ini sesuatu yang di luar bayangan Jojo sama sekali. Dadanya terasa sesak dan mungkin sudah sepucat air susu warna raut mukanya, saat sejumlah sorot lampu kamera televisi mengarah kepadanya, yang bersama para wanita serta beberapa pria lainnya digelandang ke atas truk, lantas dibawa ke kantor polisi. Entah apa kata keluarga dan teman-teman kuliahnya melihatnya begini. Padahal Jojo mahasiswa yang lumayan kondang karena kecerdasannya. Belum lagi kalau Netta, tunangannya yang tinggal berbeda kota dengannya juga melihat acara tersebut, meski yang dia tahu kekasihnya itu jarang sekali nonton televisi. Dia hanya bisa mengutuk diri sekeras-kerasnya dalam hati. Jika saja tabrakan dua pekan lalu tidak terjadi, pasti mustahil dia keluar dalam acara seperti itu. Barangkali mendingan tampil di televisi dikerjain Deddy Corbuzier atau Rommy Rafael, ketimbang jadi pesakitan yang sudah divonis bersalah sebagai pria bermoral bejat oleh publik seperti ini. Alternatif lainnya, jika pun dia ditangkap polisi, tapi sebagai tersangka kasus korupsi, mungkin Jojo santai dan tak semalu ini, karena para koruptor biasanya sudah kehilangan rasa malunya.

***

Berawal dari sebuah Jumat sore dua pekan lalu, Jojo mesti menjemput ibunya yang arisan di sebuah kompleks perumahan di pinggir kota. Menjelang mobilnya keluar dari jalan kompleks, tiba-tiba saja dari arah kanan sebuah sepeda motor melaju dengan kecepatan sangat tinggi. Si pengendara motor mencoba menyetop laju kendaraannya, tapi telat. Motornya malah zigzag dan gubrak…. motor pun menghantam mobil Jojo, sementara si pengendara motor terlempar beberapa meter dari motornya. Jojo mencoba tetap tenang, meski tentu saja cemas sekali hatinya. Diparkirnya mobil ke pinggir jalan, sementara dari arah belakang ada beberapa orang berlarian dan mendobrak-dobrak mobilnya. Keluar dari mobil, Jojo langsung menghampiri si pengendara motor yang sudah dirubung orang-orang. Seorang polisi -dari pos jaga terdekat- mendatangi Jojo, lantas meminta SIM dan STNK-nya. Sesaat kemudian Jojo telah membawa si pengendara motor ke rumah sakit dengan pengawalan polisi tadi. Si polisi meminta Jojo datang ke pos jaga tempatnya bertugas malam harinya. Rencananya, keluarga si pengendara motor akan diundang pula untuk menyelesaikan masalah yang timbul akibat tabrakan itu. Malamnya Jojo mengajak Ridwan, kakak iparnya untuk menemaninya dan menjadi juru bicaranya dalam pertemuan dengan keluarga pengendara motor yang menabrak mobilnya. Pertemuan di pos jaga jadi terlaksana, keluarga pengendara motor diwakili Pak Jarno, pria berusia 50-an berkumis tebal berpenampilan sangar, dan seorang wanita cantik yang entah siapanya pria itu. Si wanita tampak akrab dengan beberapa polisi yang sedang berjaga, termasuk yang mengurus kasus tabrakan itu. Pihak Jojo meminta masing-masing pihak yang terlibat dalam tabrakan menanggung kerugiannya sendiri. Tapi mereka ingin Jojo membantu biaya rumah sakit si pengendara motor. Malam itu belum tercapai kesepakatan, karena mereka ingin tahu dulu kondisi terakhir si pengendara motor, setelah semalam menginap di rumah sakit. Malam berikutnya Jojo dan Ridwan kembali ke pos jaga, ternyata Pak Jarno dan polisi yang mengurus kasus tabrakan tak hadir. Malah mereka diminta datang ke sebuah salon oleh Pak Jarno yang menghubungi Ridwan via telepon.

***

Maka pada Minggu pagi, sekitar jam sepuluh Jojo dan Ridwan telah menyusuri sepanjang jalan tempat salon yang ditunjuk berada. Letaknya masih di seputar lokasi tabrakan. Mesti berputar-putar beberapa kali, hingga sejam kemudian baru ketemulah salon itu. Tidak terlalu terbuka, kesannya tempat itu sangat sempit dari luar. Ada beberapa wanita berpenampilan mencolok mata di ruang depan salon. Jojo dan Ridwan saling memandang sejenak, mereka bisa menduga tempat itu bukan salon biasa. Ternyata Pak Jarno tak ada di situ, yang ada wanita cantik berusia 30-an yang mendampinginya malam itu. Rupanya dialah sang pemilik salon. Ternyata wanita bernama April itu tidak tahu masalah sesungguhnya. Dia tahunya cuma dititipi Pak Jarno STNK dan SIM Jojo dengan kuitansi biaya perawatan rumah sakit saudaranya, yaitu si pengendara motor yang menabrak mobil Jojo. April menyerahkan kuitansi dari rumah sakit pada Ridwan. Dia lalu mencoba menghubungi Pak Jarno lewat ponselnya. Ketika terhubung, mereka berdua malah terdengar berdebat. Sementara itu Jojo dan Ridwan duduk saja menunggunya.

“Sambil nunggu kalo mau creambath boleh lho, Mas,” kata wanita yang mengenakan tanktop pink dengan rada mendesah pada mereka.

“Atau sama yang lain juga silakan,” bisik temannya yang tanktop-nya bermotif kembang-kembang sambil tertawa kecil. Mereka lagi digoda rupanya.

“Nggak Mbak, makasih,” sahut Jojo sambil menoleh pada Ridwan yang hanya tersenyum. Ketika April keluar dari dalam, matanya terlihat agak sembab. Sepertinya ada perdebatan serius yang telah terjadi antara dia dengan Pak Jarno. Sambil membuka laci, dikeluarkannya STNK dan SIM Jojo.

“Pak Jarno minta surat-suratnya Mas dikembalikan. Terus biaya rumah sakitnya gimana?” tanya April.

“Kami hanya bisa bantu separo biayanya saja, Mbak. Ini ya,” sahut Ridwan sambil menyerahkan uang di dalam amplop. STNK dan SIM Jojo balas diserahkan oleh April. Semua pihak telah sepakat, Jojo dan Ridwan pun beranjak pergi dari tempat itu.

***

Dua pekan kemudian Jojo kembali ke salon itu. Setelah merasa suntuk berat di kampus karena ada kuliah sampai sore, dia ingin mendapatkan sesuatu yang mampu menyegarkan dirinya kembali. Entah kenapa, tiba-tiba saja terpikir olehnya tempat yang pernah dikunjunginya bersama Ridwan tempo hari. Dia penasaran ingin mencoba pengalaman baru. Sampai di salon, Jojo dipersilakan duduk di sebuah kursi.

“Selain potong rambut dan creambath, di salon ini bisa apa saja?” tanya Jojo.

“Masih banyak lainnya, Mas. Tapi kalau mau lainnya, ntar ndak di sini lho, tapi di kamar itu. Kamu mau apa, Mas?” goda wanita yang melayaninya. Berdebar-debar hati Jojo. Dia minta dipotong rambutnya dan ingin mencoba lainnya sehabis itu. Sementara itu, di samping Jojo ada seorang pria yang sedang dipotong rambutnya. Sekejab dia menoleh, eh… pria itu balas menatapnya! Mereka berdua sama-sama terkejut dan merasa pernah bertemu.

“Lho, kamu? Kayaknya saya pernah lihat kamu!” seru pria itu sambil menunjuknya. Pria itu lalu berdiri menghampiri Jojo yang setengah bergidik dan takut, karena badannya besar juga. Ternyata dialah pengendara motor yang menabrak mobilnya dua pekan lalu.

“Kamu yang mobilnya saya tabrak kan?” lanjut pria itu.

“Eh, apa ya? Tabrakan apa ya, Mas?” tanya Jojo keder.

“Anu Mas, saya cuma mau minta maaf kok. Dasar saya yang ngawur naik motornya waktu itu. Saya juga mau bilang terima kasih, karena waktu itu langsung dibawa ke rumah sakit. Mas nggak minta diganti apa-apa, eh… malah bantuin biaya rumah sakit saya. Terus mobilmu gimana, udah dibetulin? Pasti mahal ya?” ujarnya.

“Sudah kok, Mas. Ya, mungkin sama dengan biaya rumah sakit Anda. Oya, Mas itu apanya Pak Jarno dan Mbak April sih?” tanya Jojo.

“Aku sebetulnya ya langganan salon Mbak April ini. Tapi kebetulan Pak Jarno itu sering minta tolong sama aku, jadi seperti sudah dianggap saudara.” Di sela-sela pembicaraan mereka, seorang pria keluar dari kamar. Ternyata dia dikenal oleh Jojo dan pria tadi.

“Lho, pak polisi? Anda juga sering ke sini to?” sapa Jojo.

“Eh, halo Mas. Iya, saya memang langganan di sini. Teman-teman saya juga kok. Sama dengan yang nabrak mobil Mas itu. Sudah damai beneran ini?” ujar si polisi. Tak lama kemudian polisi itu pergi meninggalkan mereka. Pria di samping Jojo lebih dulu masuk kamar. Lantas dia dan wanita yang melayaninya masuk pula ke salah satu kamar yang tersedia. Jojo sempat ragu untuk melakukan itu. Sejenak dia ingat Netta, tunangannya yang bekerja di Jakarta. Tapi segera dilupakannya wajah wanita cantik yang sangat dicintainya itu. Ada perasaan takut berdosa juga di dalam hatinya. Dia pikir, apa yang akan dilakukannya toh sekadar bersenang-senang, tanpa melibatkan perasaan apa pun. Jojo mencoba santai ketika menjamah tubuh molek wanita itu. Sedang mulai berasyik masyuk kedua insan, tiba-tiba terdengar suara gaduh sejumlah orang. Pintu kamar tempat Jojo berada pun digedor keras. Ternyata ada razia untuk tempat-tempat maksiat berkedok salon malam itu.

“Ayo keluar! Ini ada razia dari POLDA!” seru seorang petugas. Jojo dan wanita itu segera keluar dari kamar dengan muka pucat. Yang terjadi selanjutnya adalah apa yang menjadi awal cerita ini.

***

Untunglah, malam itu Jojo tidak perlu menginap di kantor polisi. Dia hanya sempat diinterogasi untuk dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan. Ada kemungkinan dia akan diajukan ke pengadilan dan mendapat dakwaan melakukan tindak pidana ringan, yaitu melanggar pasal kesusilaan. Ridwan yang menjemputnya dari kantor polisi.

“Kamu sudah siap kalau mesti diadili? Mungkin hukumannya cuma denda kok,” ujar Ridwan.

“Iya, kalau itu aku siap, Mas. Denda sih nggak berat buatku, tapi malunya itu lho. Mas Ridwan tahu kan, tadi pas digerebek ada banyak kamera? Pasti tampangku bakal nongol di berita kriminal! Tapi ada yang bikin aku heran banget. Di salon itu kan ada polisi yang jadi pelanggan setia, dan pemilik salon itu juga dekat sama mereka, tapi kok bisa kena razia juga ya?” tanya Jojo retorik, karena Ridwan mustahil tahu jawabannya. Ternyata hal itu tak lepas dari renggangnya hubungan April dengan Pak Jarno kekasihnya. Selama ini keberadaan Pak Jarno membuat salon plus itu lolos dari razia karena hubungan baiknya dengan polisi setempat. Ketika petugas POLDA akan melakukan penggerebekan, ada seorang polisi kenalan Pak Jarno yang sempat mengabarinya. Karena dia masih marahan dengan kekasih gelapnya, maka justru dipersilakannya polisi menggerebek tempat yang sempat sering dikunjunginya itu. Dasar sial nasib Jojo, yang baru pertama kalinya menjadi konsumen dan akan menjalani sebuah pengalaman sensasional dalam hidupnya, kena dia ikut digerebek. Lebih sial lagi karena Netta ternyata mendapat info dari orang tuanya yang melihat Jojo tampil dalam acara berita kriminal. Tak ayal lagi wanita itu langsung meminta pertunangan mereka dibatalkan dan pupuslah asa Jojo menikahi kekasihnya.

TAMAT

# Cerpen ini pernah dimuat di Batam Pos Minggu, 4 Oktober 2009