Arsip untuk ‘Musik’ Kategori

h1

Album Terbaik Indonesia 2008

Januari 7, 2009

Terinspirasi oleh apa yang dilakukan oleh Bung Denny Sakrie, pengamat musik nomor wahid di negeri ini, saya mencoba melakukan hal yang sama dengan versi yang -tentu saja- berbeda. Tapi karena keterbatasan pengetahuan saya, maka tidak ada pembahasan khusus untuk masing-masing album yang masuk daftar. Secara garis besarnya, saya sudah pernah mendengarkan sebagian besar lagu di dalam album tersebut, banyak yang saya sukai, dan menurut saya bagus. Sesederhana itu saja pertimbangannya.
Silakan bagi para pencinta musik Indonesia, jika akan membuat versi sendiri tentang album terbaik Indonesia.
Berhubung banyak album yang dirilis pada tahun 2007, tapi lagu-lagunya justru populer di tahun 2008, maka tertulis pula album terbaik Indonesia 2007 di bawah ini.

Album Terbaik Indonesia 2008
1. Sore : Ports of Lima
2. OST Laskar Pelangi
3. Tohpati : It’s Time
4. Dewi Lestari : Rectoverso
5. Sheila on 7 : Menentukan Arah
6. D’Masiv : Perubahan
7. Afgan : Confession No.1
8. Sabila : Langit ke 7
9. Mulan Jameela : Makhluk Tuhan Paling Sexy
10. Kerispatih : Tak Lekang Oleh Waktu
11. RAN : Ran for Yor Life
12. Jubing Kristianto : Hujan Fantasy

Album Terbaik Indonesia 2007
1. GIGI : Peace Love & Respect
2. Tompi : Playfull
3. Nidji : Top Up
4. Yovie & Nuno : The Special One
5. Andra & The Backbone
6. Erwin Gutawa Rockestra
7. Gita Gutawa : Kembang Perawan
8. Letto : Don’t Make Me Sad
9. D’Cinnamons : Good Morning
10. Glenn Fredly : Happy Sunday
11. Krishna New Spectrum : Light from Heaven
12. J Rocks : Spirit

# Setelah kubuat daftar ini ternyata kutemukan bahwa masih ada beberapa album keren lainnya,  seperti : Padi (TakHanya Diam), Drive (Esok Lebih Baik dan Kita Untuk Selamanya), dan Opick (Cahaya Hati).

h1

Pengaruh Coldplay dan Muse dalam Lagu Indonesia

Oktober 30, 2007

Pencinta musik pasti tahu begitu besar pengaruh Coldplay dan Muse dalam perkembangan musik di dunia, termasuk di Indonesia. Selama ini ada Nidji yang sering dijuluki sebagai ‘Coldplay Indonesia’ karena besarnya pengaruh Coldplay dalam album pertamanya. Mereka sendiri mengaku lebih terpengaruh pada ‘britpop’ pada umumnya dan tak sekadar Coldplay, meski lagu-lagu seperti : Child, Sudah, Hapus Aku, atau Bila Aku Jatuh Cinta sangat beraroma Coldplay. Kalau pengikut Muse di Indonesia namanya Taboo dengan vokalisnya Arie Untung, tapi entah masih ada atau tidak band ini.

Sebenarnya masih banyak lagi lagu Indonesia yang terinfeksi ‘racun’ Coldplay dan Muse. Inilah beberapa di antaranya :

Coldplay’s influence :

Kosong(Dewa), Merindukanmu(Minoru), Manja(ADA Band), Surga Menangis(Katon B),Tak Pantas Untukmu(Jikustik), Aku Harus Pergi(Ari Lasso,cipt:Pay/Sandy/Ari,arr:Pay), Ijinkan Aku Menyayangimu(Iwan Fals,cipt:Rieka,arr: Erwin Gutawa), Tentang Kita(Channel), Andai Ku Tahu(Ungu), Rasa Ini(The Titans), Bersama Bintang(Drive), Bunga di Malam Itu(Letto).

Muse’s influence :

Patah Hati(Ari Lasso,cipt:Maysal/Ari,arr:Denny Chasmala), Cinta Gila(Dewa), Dealova(Once,cipt:Opick,arr:Addie MS), Irhamna dan Takdir(Opick,arr:Dede Kumala), Kamu Kamulah Surgaku(Ahmad Dhani & The Rock).

Tidak tertutup kemungkinan bahwa para musisi Indonesia tersebut bukannya terpengaruh oleh Coldplay dan Muse, melainkan justru ada kesamaan referensi dengan kedua grup musik tersebut. Muse sendiri konon banyak terinspirasi oleh Radiohead. Mohon maaf jika ada yang keberatan dengan opini ini. Jika ada yang ingin mengoreksi hasil pengamatan bodoh seorang pencinta musik ini, silakan saja. Terima kasih atas perhatiannya.

(95 % tulisan ini pernah kupasang di milis musik_indonesia pada bulan Maret 2007)

h1

Dewiq – the hitsmaker

Oktober 22, 2007

Tentang seniman dan karyanya

Karya seorang seniman kadang jauh lebih populer ketimbang si penciptanya sendiri. Seperti itulah yang terjadi pada seorang Dewiq. Pencinta musik Indonesia mungkin banyak yang sudah mengenal judul lagu-lagu berikut ini. Mulai dari Dunia Belum Berakhir(Shaden), Bukan Cinta Biasa(Siti Nurhaliza), Temui Aku(Audy), Setelah Kau Pergi(Bunga Citra Lestari-OST Dealova), Dosa Termanis dan Pencuri Hati(Tere), hingga Cinta di Ujung Jalan(Agnes Monica), Sunny(Bunga Citra Lestari), Jenuh(Rio Febrian), 50 Tahun(Warna), Bukan Permainan(Gita Gutawa), I Love You(Dewi Sandra), Masih Bisa Cinta(Iwan Fals), juga singel terbaru Once yang judulnya masih disayembarakan. Tapi mungkin banyak yang belum tahu bahwa penulis lagu tersebut adalah orang yang sama, yaitu Dewiq. Kalo tidak salah, singel pertama album debut Nina Tamam(Nanana…Aku Bahagia) dan singel kedua album debut Mike Mohede(Terbaik) pun hasil karyanya. Para pendatang baru dalam musik Indonesia pun masih mengandalkan lagu ciptaannya, seperti : Judika(Malaikat), Ussy(Klik), dan T2 yang terdiri dari duo jebolan AFI : Tiwi & Tika(OK).

Ternyata variatif sekali penyanyi yang membawakan lagu-lagu Dewiq dan dari beragam jenis musik pula. Padahal dulu seingatku Dewiq sendiri nyanyinya nge-blues dan kurang mendapat sambutan hangat. Tapi kini nama isteri gitaris Parlin Burman alias Pay ini mungkin tetap tidak sengetop lagu-lagunya, walaupun pasti populer sekali di mata penyanyi, musisi, dan produser musik di Indonesia. Lagu ciptaan Dewiq kini sudah menjadi jaminan bakal selalu menjadi hits. Pokoknya memang lagi laris banget yang namanya Dewiq. Bahkan sekarang salah satu produk sepeda motor telah menjadikan Dewiq sebagai model iklannya, pastinya sekaligus dengan jingle-nya pun hasil karyanya. Tapi nama Dewiq -bernama asli Cynthia Dewi Bayu Wardani- yang kalah populer ketimbang karyanya itu, jadi membedakannya dengan hitsmaker lainnya di Indonesia, seperti : Ahmad Dhani, Yovie Widianto, Melly Goeslaw, Pongky Barata, dan Eross Chandra, yang karena popularitasnya kadang menjadi objek berita gosip.

Buat seorang seniman sejati, ketenaran diri mungkin memang bukan sesuatu yang penting. Bisa jadi Dewiq pun begitu. Yang penting baginya adalah terus berkarya selagi masih bernyawa sampai ajal tiba. Namun entahlah, apakah hal itu masih relevan di masa kini?