Arsip untuk ‘Sepakbola’ Kategori
Oktober 26, 2009

Kaka merana saat bereuni dengan mantan rekan-rekannya dari Milan di Madrid. Bagaimana saat bermain di San Siro nanti?
Rangkaian kejutan besar telah terjadi di matchday 3 Liga Champion yang berlangsung pada 20-21 Oktober silam. Barcelona dikalahkan Rubin Kazan (1-2), Liverpool kandas di tangan Olympique Lyon (1-2), Glasgow Rangers dibantai Unirea Urziceni (1-4), dan Real Madrid bertekuk lutut pada AC Milan (2-3) di kandangnya masing-masing. Selain itu Bordeaux sukses menundukkan FC Hollywood Bayern Muenchen (2-1) dan Inter Milan yang bertabur bintang hanya bermain seri dengan tamunya Dynamo Kyiv (2-2) ketika bermain kandang.
Matchday 4 yang diputar pada 3-4 November mendatang akan langsung menjadi saatnya tiba pembalasan, karena mereka semua bakal kembali berjumpa. Pelatih Pep Guardiola (Barcelona), Rafael Benitez (Liverpool), Walter Smith (Rangers), dan Manuel Pellegrini (Madrid) jelas berpikir sangat keras, bagaimana mesti meraih kemenangan justru saat bertandang, setelah tiga angka telah melayang di kandang. Louis van Gaal (Muenchen) pasti berharap anak asuhnya mampu meraih poin penuh saat bermain di Allianz Arena. Jose Mourinho (Inter) pun jelas tak sudi Wesley Sneijder dkk memperpanjang rekor bermain imbang, sudah saatnya kemenangan dapat diraih di Eropa. Namun tim-tim yang telah meraih hasil memuaskan di pertemuan sebelumnya pasti ingin melanjutkan catatan gemilang yang ada jua. Hal itu akan memperbesar peluang untuk lebih cepat lolos ke fase knock out. Maka matchday 4 dapat dipastikan berlangsung tak kalah seru dengan yang sudah terjadi.
Ditulis dalam Esai/Opini, Sepakbola | Bertanda AC Milan, Barcelona, kejutan, Liga Champion, matchday, Real Madrid | Leave a Comment »
Oktober 23, 2009

Pato bermain cemerlang dengan mencetak dua gol ke gawang Madrid.
Sebelum menghadapi AS Roma (18/10) di Liga Italia dan Real Madrid (21/10) di Liga Champion, AC Milan seolah sedang melangkah di jalan yang sesat. Konon pelatih Leonardo bahkan sempat mendapat ultimatum akan dipecat, jika tak mampu membawa I Rossoneri meraih kemenangan. Sebuah misi yang sangat berat bagi sang pelatih muda pastinya. Namun ternyata Andrea Pirlo dkk justru mampu mendulang poin penuh dalam dua pertandingan itu. Milan menang 2-1 atas Roma di San Siro, dengan gol yang dicetak oleh Ronaldinho dan Alexandre Pato. Sehabis itu skuad Merah Hitam unggul 3-2 atas Madrid di Santiago Bernabeu, lewat satu gol dari Pirlo dan dua gol dari Pato. Hasil dua pertandingan tersebut seakan telah mengembalikan Milan untuk melangkah di jalan yang tepat. I Rossoneri telah menunjukkan jati dirinya sebagai salah satu tim besar Italia dan Eropa, yang mesti selalu diperhitungkan kiprahnya. Semoga Pato cs tak bakal salah jalan lagi. Forza Milan!
Ditulis dalam Esai/Opini, Sepakbola | Bertanda AC Milan, Andrea Pirlo, jalan tepat, Leonardo, Liga Champion, Pato, Real Madrid, Ronaldinho, Santiago Bernabeu | 4 Komentar »
Oktober 10, 2009
AC Milan tengah berada dalam masalah besar. Hingga pekan ke-7 Milan masih terdampar di peringkat 12 klasemen sementara Serie A. Hanya 9 poin yang berhasil diraih dari dua kali menang dan sekali imbang, lantas defisit gol 4-7 sungguh tak layak disandang oleh klub dengan reputasi sebesar Milan. Sementara di Liga Champion, setelah menang 2-1 atas Marseille saat tandang, tim asuhan Leonardo itu kalah 0-1 dari Zurich, sebuah tim antah berantah, justru saat bermain di San Siro. Pada pertandingan Liga Champion selanjutnya (Rabu, 21/10) Milan akan berhadapan dengan Real Madrid di Santiago Bernabeu.
Di kubu Neo Galacticos saat ini terdapat mantan anak emas I Rossoneri, yaitu Ricardo Kaka. Pemain asal Brasil itu bermain cukup cemerlang di klub anyarnya. Gol dan assist telah dicetak Kaka untuk membawa Madrid meraih sejumlah kemenangan. Hingga pekan ke-6 Madrid bertengger di peringkat 2 klasemen sementara Primera Liga dan memuncaki grup C Liga Champion. Maka kita mungkin bakal sibuk menerka bagaimana sikap Kaka ketika berjumpa kembali dengan bekas klubnya, yang kebetulan sedang begitu terpuruk saat ini?
Sebagai seorang profesional sejati, Kaka pasti akan menampilkan yang terbaik bagi Madrid. Untuk sementara barangkali akan dilupakannya segala kenangan indah bersama Andrea Pirlo dkk, yang bahkan membuat Kaka pernah menjadi pemain terbaik dunia.
Tapi bagaimana perasaannya ketika performa apiknya nanti malah kian menenggelamkan Milan, terutama jika dia mencetak gol ke gawang Tim Merah Hitam?
Ditulis dalam Esai/Opini, Sepakbola | Bertanda AC Milan, Kaka, Liga Champion, Real Madrid, reputasi, terpuruk | 3 Komentar »
September 14, 2009

Kaka akan segera bertemu rekan-rekannya di Milan lagi.
Perjumpaan dua tim besar Italia dengan dua klub raksasa Spanyol dalam babak penyisihan grup Liga Champion musim 2009-2010 menjadi isu terhangat penikmat sepakbola dunia saat ini. Dua kali pertandingan keempat tim tersebut akan sangat dinanti kedahsyatannya. AC Milan, juara 7 kali Piala/Liga Champion bakal ketemu dengan Real Madrid, juara 9 kali Piala/Liga Champion di grup C. Sementara itu Inter Milan, juara Italia akan berhadapan dengan Barcelona, juara Spanyol sekaligus juara bertahan Eropa di grup F.
Sejumlah pemain top akan merasakan peristiwa reuni dini dalam pertandingan besar dobel itu. Kaka yang kini menghuni Madrid akan kembali bersua dengan teman-teman lamanya di Milan, klub yang enam musim diperkuatnya dan pernah membesarkan namanya. Sebaliknya di Milan ada Klaas-Jan Huntelaar yang sempat menjadi pemain Madrid selama setengah musim. Huntelaar justru belum sempat bersinar ketika bermain di Madrid.
Lalu Zlatan Ibrahimovic, Maxwell, dan Samuel Eto’o juga akan sama-sama reuni ketika Inter ketemu Barca. Pertemuan juara Italia dan Spanyol pada hari Rabu (16/9) merupakan pertandingan besar yang layak menjadi gong pembuka kompetisi terbaik antarklub Eropa musim ini.
Ditulis dalam Esai/Opini, Sepakbola | Bertanda AC Milan, reuni, Real Madrid, Barcelona, Kaka, Liga Champion, Klaas-Jan Huntelaar, Inter Milan, Zlatan Ibrahimovic, Samuel Eto'o | 2 Komentar »
September 3, 2009

Ronaldinho dan Eto'o reuni di San Siro Milano.
Banyak hal menarik yang terjadi dalam pertandingan ‘derby di Milano’ antara AC Milan versus Inter Milan di Stadion San Siro pada akhir bulan Agustus lalu. Pertama adalah terjadinya reuni antar pemain. Sesama mantan anggota skuad Barcelona (Spanyol), Ronaldinho dan Gianluca Zambrotta (Milan) mesti melawan Samuel Eto’o (Inter). Lantas dua eks pemain Real Madrid (Spanyol) asal Belanda pun saling berhadapan, yaitu Klaas-Jan Huntelaar (Milan) dan Wesley Sneijder (Inter). Demikian pula yang terjadi pada Alessandro Nesta (Milan) dan Dejan Stankovic (Inter) yang pernah bermain bareng di Lazio.
Ada pula pemain-pemain yang pernah memperkuat klub yang sama, meski dulu tidak bermain bersama. Clarence Seedorf (Milan) dan Walter Samuel (Inter) pernah bermain di Madrid. Dari Ajax Amsterdam (Belanda) tersebutlah Seedorf dan Huntelaar (Milan) serta Christian Chivu dan Sneijder (Inter). Kemudian ada Marco Borriello (Milan), Thiago Motta dan Diego Milito (Inter) yang pernah menjadi andalan Genoa.
Kendati Milan dan Inter merupakan klub Italia, namun jumlah pemain Italia yang menjadi starter Milan ternyata kalah jumlah dari pemain Brasil yang memperkuat kedua tim. Ada enam pemain Italia, yaitu : Marco Storari, Zambrotta, Nesta, Genarro Gattuso, Andrea Pirlo, dan Borriello di kubu tim merah hitam. Sementara itu malah ada tujuh pemain Brasil, yaitu : Thiago Silva, Ronaldinho, dan Pato (Milan), ditambah dengan Julio Cesar, Maicon, Lucio, dan Thiago Motta (Inter).
Ditulis dalam Esai/Opini, Sepakbola | Bertanda AC Milan, Brasil, derby, Inter Milan, Italia, reuni | 3 Komentar »
September 3, 2009

Debut cemerlang Robben di Muenchen.
Dua pemain Belanda, Arjen Robben dan Wesley Sneijder telah memilih jalan yang benar dengan meninggalkan Real Madrid. Kurang dari seminggu bergabung, mereka telah memberi sumbangsih berharga bagi klub anyarnya. Kendati baru bermain sejak babak kedua, Robben langsung mencetak dua gol bagi Bayern Muenchen yang akhinya menang 3-0 atas Wolfsburg, juara bertahan Bundesliga.
Sementara itu Sneijder menjalani debutnya di Inter Milan -sebagai pemain inti- ketika timnya menang 4-0 atas AC Milan di Liga Italia Serie A. Biarpun belum mencetak gol, Sneijder bermain trengginas sebagai trequartista, satu posisi yang selama ini dicari-cari pelatih Inter Jose Mourinho untuk melengkapi timnya. Uniknya, baik Robben maupun Sneijder dipercaya untuk mengenakan kostum nomor 10, sebuah nomor milik pemain bertalenta istimewa. Bersama tim barunya, mereka boleh lebih optimis menatap masa depannya.
Masih ada satu pemain Belanda eks Madrid yang juga menjalani debutnya pekan lalu, yaitu Klaas-Jan Huntelaar di Milan. Sayangnya dia tidak menjalani debut manis seperti kedua rekannya karena Milan kalah dari Inter yang justru diperkuat oleh Sneijder.
Ditulis dalam Esai/Opini, Sepakbola | Bertanda Belanda, Real Madrid, Bayern Muenchen, Klaas-Jan Huntelaar, Inter Milan, Arjen Robben, Wesley Sneijder | Leave a Comment »
September 3, 2009

Ronaldinho dan Pato tak berdaya menghadapi Inter.
Harapan pencinta Liga Italia di Indonesia untuk menyaksikan derby della Madonnina secara langsung di layar kaca memang telah kesampaian. Global TV berbaik hati menyiarkannya menemani saat sahur kita. Namun bagi para penggemar AC Milan, pertandingan yang berlangsung Minggu dini hari (30/8) itu terasa menyesakkan dada. Tim asuhan Leonardo mesti kalah telak 0-4 dari Inter Milan, tim sekota sekaligus musuh bebuyutan Milan. Sempat bisa menekan lawan di awal laga, Rossoneri seperti lesu darah ketika Nerazurri mencetak gol pertama dan kedua. Apalagi Genarro Gattuso, kapten Milan malam itu bermain bodoh hingga diganjar kartu merah di menit ke-40. Gol ketiga dan keempat Inter pun tinggal menunggu waktu saja terjadinya. Berbekal sepuluh pemain menghadapi lawan yang sudah di atas angin membuat Milan akhirnya menerima kenyataan pahit di pertandingan kedua Serie A. Pekan depan liga diistirahatkan untuk pertandingan internasional antar negara. Sejumlah pemain Milan mesti bergabung dengan timnas masing-masing, seperti : Gianluca Zambrotta dan Andrea Pirlo (Italia), Marek Jankulovski (Republik Ceska), atau Klaas-Jan Huntelaar (Belanda). Namun sebagian besar pemain masih bisa berlatih bersama, sebut saja nama Marco Storari, Alessandro Nesta, Thiago Silva, Massimo Ambrosini, Clarence Seedorf, Ronaldinho, dan Marco Borriello. Semoga Leonardo dapat memanfaatkan watu yang ada dengan segera membenahi timnya supaya kembali dapat meraih kemenangan saat Milan bertandang ke markas Livorno pada pertandingan yang berlangsung pada hari Minggu (13/9) nanti. Kekalahan dari Inter mesti menjadi pelajaran berharga dalam perjalanan Milan mengarungi musim ini, hingga tak perlu terjerembab lagi.
Ditulis dalam Esai/Opini, Sepakbola | Bertanda AC Milan, Ronaldinho, Pato, derby, Inter Milan, Global TV | Leave a Comment »
Agustus 25, 2009

Pato mencetak dua gol Milan saat melawan Siena.
Kendati aksinya belum dapat disaksikan di layar kaca, berita kemenangan AC Milan 2-1 atas Siena pada Sabtu lalu (22/8) cukup menyejukkan hati para penggemar Rossoneri di Indonesia. Hasil buruk selama pramusim layak memunculkan keraguan bahwa Milan memang belum siap bertarung memperebutkan scudetto. Tapi hasil pertandingan pertama Serie A musim ini telah memberi harapan baru dan langkah Milan akan lebih kencang melaju. Alexandre Pato, penyerang muda Brasil bermain cemerlang memborong dua gol Milan. Ronaldinho mampu tampil gemilang dan menjadi kreator terciptanya tiga poin pertama Milan. Kombinasi bek tua-muda Alessandro Nesta dan Thiago Silva menjadi benteng tangguh sektor pertahanan, sementara Mathieu Flamini bermain bagus di lini tengah. Bahkan Marco Borriello pun tidak mengecewakan turun sebagai starter berduet dengan Pato, kendati belum mencetak gol.
Pada Sabtu depan (29/8) akan terjadi ‘grande partita’ ketika Milan menjamu Inter Milan di San Siro. Semoga tren positif Milan bakal berlanjut di pekan kedua nanti. Kita juga masih menunggu debut Klaas-Jan Huntelaar, penyerang Belanda pindahan dari Real Madrid yang di pekan pertama belum bisa tampil karena menjalani hukuman larangan bermain. Mudah-mudahan kita sudah dapat menjadi saksi serunya pertandingan ‘derby Milano’ tersebut di rumah kita masing-masing.
Ditulis dalam Esai/Opini, Sepakbola | Bertanda AC Milan, Ronaldinho, Leonardo, Alessandro Nesta, Klaas-Jan Huntelaar, Alexandre Pato, Marco Borriello, Inter Milan, derby Milano | Leave a Comment »