Arsip untuk ‘Sepakbola’ Kategori
November 18, 2009

Kaka, pemain nomor 8 ada di peringkat 8 dalam daftar 100 Pemain Terbaik versi FourFourTwo.
Prakata :
Majalah FourFourTwo merilis 100 Pemain Terbaik Dunia dalam edisi November 2009 yang telah terbit bulan lalu. Program tersebut sudah dilangsungkan sejak dua tahun lalu. Memang bukan sesuatu yang sederhana, karena pihak lain biasanya hanya menampilkan 5 besar atau 10 besar. Di sini saya sebatas menampilkan 10 besar pemain terbaik dunia versi FourFourTwo, yaitu :
1.) Lionel Messi, 2.) Cristiano Ronaldo, 3.) Xavi Hernandez dan Andres Iniesta, 5.) David Villa, 6.) Fernando Torres, 7.) Steven Gerrrard, 8.) Kaka, 9.) Samuel Eto’o, 10.) Wayne Rooney.
Tulisan di bawah ini -versi asli- merupakan hasil pengamatan saya terhadap 100 Pemain Terbaik Dunia versi FFT, yang dimuat dalam majalah FourFourTwo Indonesia edisi Desember 2009. Terima kasih untuk redaktur majalah tersebut atas perhatiannya.
Pertama, salut bagi FourFourTwo yang kembali menampilkan daftar 100 Pemain Terbaik Dunia. Sebuah kerja keras yang patut mendapatkan apresiasi. Barangkali pada umumnya kita sepakat dengan posisi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sebagai dua yang terbaik. Namun untuk urutan berikutnya tampak layak menjadi bahan perdebatan kita. Dan hal itu pasti terjadi dalam penyusunan daftar apa saja, karena setiap pilihan selalu bersifat relatif.
Saya sekadar ingin menyoroti hal menarik yang terjadi pada pemain dengan peringkat atau nomor urut 8 (Kaka), 9 (Samuel Eto’o), dan 10 (Wayne Rooney). Sungguh unik bahwa posisi mereka bertiga ternyata sama persis dengan nomor kostum masing-masing pada musim 2009/10 ini. Kaka adalah pemain nomor 8 Real Madrid, Samuel Eto’o mengenakan nomor 9 di Inter Milan dan timnas Kamerun (juga sebelumnya di Barcelona), sementara Wayne Rooney pemakai kostum nomor 10 Manchester United dan timnas Inggris. Bisa jadi hal yang bersifat kebetulan tersebut hanya terjadi sekali ini dan tak bakal terulang lagi.
Tanggapan redaktur FFT Indonesia :
Hai Satya, untuk posisi tiga pemain yang kamu sebut paling akhir, kami memang sengaja kok. Eh tidak, kami bercanda. Jujur, kamu lebih teliti dari kami soal nomor-nomor punggung tersebut.
Ditulis dalam Esai/Opini, Sepakbola | Bertanda 100 Pemain Terbaik, Cristiano Ronaldo, FourFourTwo, Kaka, Lionel Messi, Samuel Eto'o, Wayne Rooney | Leave a Comment »
November 14, 2009

Aksi Kaka saat Madrid dikalahkan Milan di Liga Champion.
Hingga pertengahan November 2009, Real Madrid memang baru mengalami tiga kekalahan dalam tiga ajang resmi yang diikutinya pada musim 2009/10 ini. Los Blancos takluk 1-2 dari Sevilla di La Liga, tunduk 2-3 dari Milan di Champions League, dan digasak 0-4 oleh Alcorcon di Copa del Rey. Kekalahan di Liga Spanyol dan Eropa masih menjaga peluang Madrid untuk meraih gelar juara, karena ada hasil yang lebih baik sehabis itu. Namun kekalahan memalukan dari Alcorcon ternyata menyingkirkan Neo Galacticos dari Piala Raja. Madrid yang telah turun dengan Kaka, Raul, Ruud van Nistelrooy, Gonzalo Higuain, dan nama beken lainnya hanya mampu menang 1-0 lewat gol Rafael van der Vart, tak mampu mengejar defisit empat gol dari pertandingan sebelumnya. Ambisi Florentino Perez agar Madrid meraih seluruh gelar musim ini telah pupus.
Kegagalan di Copa del Rey mengindikasikan bahwa tim asuhan Manuel Pellegrini tersebut belum memiliki mental juara yang cukup kuat. Seperti tidak masuk akal bahwa klub sebesar Madrid bisa kalah telak dari sebuah klub antah berantah, kendati mereka turun dengan pemain cadangan sekali pun. Sementara Barcelona -pesaing utama Madrid- dengan mudahnya melenggang ke babak berikutnya, padahal mereka tampil dengan tim keduanya pula.
Jika tak ingin kandas lagi, Pellegrini mesti bekerja keras supaya Iker Casillas dkk tampil lebih konsisten meraih poin-poin berharga, dengan mengalahkan para pesaingnya hingga gelar juara dapat direngkuh akhir musim nanti. Seandainya pelatih asal Cili itu tidak mampu lekas membenahi timnya, sederet kandidat pelatih telah siap menggantikan posisinya. Seperti sudah menjadi bagian dari sistem Madrid –sejak era Los Galacticos- yang sangat hobi gonta-ganti pelatih. Pellegrini mesti menjawab tantangan tersebut, jika masih ingin namanya dicatat dengan tinta emas dalam buku sejarah Los Blancos.
Ditulis dalam Esai/Opini, Sepakbola | Bertanda Real Madrid, Kaka, Florentino Perez, Manuel Pellegrini, kekalahan, pupus, tinta sejarah, Los Blancos, Neo Galacticos | Leave a Comment »
Oktober 26, 2009

Kaka merana saat bereuni dengan mantan rekan-rekannya dari Milan di Madrid. Bagaimana saat bermain di San Siro nanti?
Rangkaian kejutan besar telah terjadi di matchday 3 Liga Champion yang berlangsung pada 20-21 Oktober silam. Barcelona dikalahkan Rubin Kazan (1-2), Liverpool kandas di tangan Olympique Lyon (1-2), Glasgow Rangers dibantai Unirea Urziceni (1-4), dan Real Madrid bertekuk lutut pada AC Milan (2-3) di kandangnya masing-masing. Selain itu Bordeaux sukses menundukkan FC Hollywood Bayern Muenchen (2-1) dan Inter Milan yang bertabur bintang hanya bermain seri dengan tamunya Dynamo Kyiv (2-2) ketika bermain kandang.
Matchday 4 yang diputar pada 3-4 November mendatang akan langsung menjadi saatnya tiba pembalasan, karena mereka semua bakal kembali berjumpa. Pelatih Pep Guardiola (Barcelona), Rafael Benitez (Liverpool), Walter Smith (Rangers), dan Manuel Pellegrini (Madrid) jelas berpikir sangat keras, bagaimana mesti meraih kemenangan justru saat bertandang, setelah tiga angka telah melayang di kandang. Louis van Gaal (Muenchen) pasti berharap anak asuhnya mampu meraih poin penuh saat bermain di Allianz Arena. Jose Mourinho (Inter) pun jelas tak sudi Wesley Sneijder dkk memperpanjang rekor bermain imbang, sudah saatnya kemenangan dapat diraih di Eropa. Namun tim-tim yang telah meraih hasil memuaskan di pertemuan sebelumnya pasti ingin melanjutkan catatan gemilang yang ada jua. Hal itu akan memperbesar peluang untuk lebih cepat lolos ke fase knock out. Maka matchday 4 dapat dipastikan berlangsung tak kalah seru dengan yang sudah terjadi.
Ditulis dalam Esai/Opini, Sepakbola | Bertanda AC Milan, Real Madrid, Barcelona, Liga Champion, kejutan, matchday | Leave a Comment »
Oktober 23, 2009

Pato bermain cemerlang dengan mencetak dua gol ke gawang Madrid.
Sebelum menghadapi AS Roma (18/10) di Liga Italia dan Real Madrid (21/10) di Liga Champion, AC Milan seolah sedang melangkah di jalan yang sesat. Konon pelatih Leonardo bahkan sempat mendapat ultimatum akan dipecat, jika tak mampu membawa I Rossoneri meraih kemenangan. Sebuah misi yang sangat berat bagi sang pelatih muda pastinya. Namun ternyata Andrea Pirlo dkk justru mampu mendulang poin penuh dalam dua pertandingan itu. Milan menang 2-1 atas Roma di San Siro, dengan gol yang dicetak oleh Ronaldinho dan Alexandre Pato. Sehabis itu skuad Merah Hitam unggul 3-2 atas Madrid di Santiago Bernabeu, lewat satu gol dari Pirlo dan dua gol dari Pato. Hasil dua pertandingan tersebut seakan telah mengembalikan Milan untuk melangkah di jalan yang tepat. I Rossoneri telah menunjukkan jati dirinya sebagai salah satu tim besar Italia dan Eropa, yang mesti selalu diperhitungkan kiprahnya. Semoga Pato cs tak bakal salah jalan lagi. Forza Milan!
Ditulis dalam Esai/Opini, Sepakbola | Bertanda AC Milan, Real Madrid, Ronaldinho, Pato, Liga Champion, Leonardo, jalan tepat, Andrea Pirlo, Santiago Bernabeu | 4 Komentar »
Oktober 10, 2009
AC Milan tengah berada dalam masalah besar. Hingga pekan ke-7 Milan masih terdampar di peringkat 12 klasemen sementara Serie A. Hanya 9 poin yang berhasil diraih dari dua kali menang dan sekali imbang, lantas defisit gol 4-7 sungguh tak layak disandang oleh klub dengan reputasi sebesar Milan. Sementara di Liga Champion, setelah menang 2-1 atas Marseille saat tandang, tim asuhan Leonardo itu kalah 0-1 dari Zurich, sebuah tim antah berantah, justru saat bermain di San Siro. Pada pertandingan Liga Champion selanjutnya (Rabu, 21/10) Milan akan berhadapan dengan Real Madrid di Santiago Bernabeu.
Di kubu Neo Galacticos saat ini terdapat mantan anak emas I Rossoneri, yaitu Ricardo Kaka. Pemain asal Brasil itu bermain cukup cemerlang di klub anyarnya. Gol dan assist telah dicetak Kaka untuk membawa Madrid meraih sejumlah kemenangan. Hingga pekan ke-6 Madrid bertengger di peringkat 2 klasemen sementara Primera Liga dan memuncaki grup C Liga Champion. Maka kita mungkin bakal sibuk menerka bagaimana sikap Kaka ketika berjumpa kembali dengan bekas klubnya, yang kebetulan sedang begitu terpuruk saat ini?
Sebagai seorang profesional sejati, Kaka pasti akan menampilkan yang terbaik bagi Madrid. Untuk sementara barangkali akan dilupakannya segala kenangan indah bersama Andrea Pirlo dkk, yang bahkan membuat Kaka pernah menjadi pemain terbaik dunia.
Tapi bagaimana perasaannya ketika performa apiknya nanti malah kian menenggelamkan Milan, terutama jika dia mencetak gol ke gawang Tim Merah Hitam?
Ditulis dalam Esai/Opini, Sepakbola | Bertanda AC Milan, Real Madrid, Kaka, Liga Champion, terpuruk, reputasi | 3 Komentar »
September 14, 2009

Kaka akan segera bertemu rekan-rekannya di Milan lagi.
Perjumpaan dua tim besar Italia dengan dua klub raksasa Spanyol dalam babak penyisihan grup Liga Champion musim 2009-2010 menjadi isu terhangat penikmat sepakbola dunia saat ini. Dua kali pertandingan keempat tim tersebut akan sangat dinanti kedahsyatannya. AC Milan, juara 7 kali Piala/Liga Champion bakal ketemu dengan Real Madrid, juara 9 kali Piala/Liga Champion di grup C. Sementara itu Inter Milan, juara Italia akan berhadapan dengan Barcelona, juara Spanyol sekaligus juara bertahan Eropa di grup F.
Sejumlah pemain top akan merasakan peristiwa reuni dini dalam pertandingan besar dobel itu. Kaka yang kini menghuni Madrid akan kembali bersua dengan teman-teman lamanya di Milan, klub yang enam musim diperkuatnya dan pernah membesarkan namanya. Sebaliknya di Milan ada Klaas-Jan Huntelaar yang sempat menjadi pemain Madrid selama setengah musim. Huntelaar justru belum sempat bersinar ketika bermain di Madrid.
Lalu Zlatan Ibrahimovic, Maxwell, dan Samuel Eto’o juga akan sama-sama reuni ketika Inter ketemu Barca. Pertemuan juara Italia dan Spanyol pada hari Rabu (16/9) merupakan pertandingan besar yang layak menjadi gong pembuka kompetisi terbaik antarklub Eropa musim ini.
Ditulis dalam Esai/Opini, Sepakbola | Bertanda AC Milan, Barcelona, Inter Milan, Kaka, Klaas-Jan Huntelaar, Liga Champion, Real Madrid, reuni, Samuel Eto'o, Zlatan Ibrahimovic | 2 Komentar »
September 3, 2009

Ronaldinho dan Eto'o reuni di San Siro Milano.
Banyak hal menarik yang terjadi dalam pertandingan ‘derby di Milano’ antara AC Milan versus Inter Milan di Stadion San Siro pada akhir bulan Agustus lalu. Pertama adalah terjadinya reuni antar pemain. Sesama mantan anggota skuad Barcelona (Spanyol), Ronaldinho dan Gianluca Zambrotta (Milan) mesti melawan Samuel Eto’o (Inter). Lantas dua eks pemain Real Madrid (Spanyol) asal Belanda pun saling berhadapan, yaitu Klaas-Jan Huntelaar (Milan) dan Wesley Sneijder (Inter). Demikian pula yang terjadi pada Alessandro Nesta (Milan) dan Dejan Stankovic (Inter) yang pernah bermain bareng di Lazio.
Ada pula pemain-pemain yang pernah memperkuat klub yang sama, meski dulu tidak bermain bersama. Clarence Seedorf (Milan) dan Walter Samuel (Inter) pernah bermain di Madrid. Dari Ajax Amsterdam (Belanda) tersebutlah Seedorf dan Huntelaar (Milan) serta Christian Chivu dan Sneijder (Inter). Kemudian ada Marco Borriello (Milan), Thiago Motta dan Diego Milito (Inter) yang pernah menjadi andalan Genoa.
Kendati Milan dan Inter merupakan klub Italia, namun jumlah pemain Italia yang menjadi starter Milan ternyata kalah jumlah dari pemain Brasil yang memperkuat kedua tim. Ada enam pemain Italia, yaitu : Marco Storari, Zambrotta, Nesta, Genarro Gattuso, Andrea Pirlo, dan Borriello di kubu tim merah hitam. Sementara itu malah ada tujuh pemain Brasil, yaitu : Thiago Silva, Ronaldinho, dan Pato (Milan), ditambah dengan Julio Cesar, Maicon, Lucio, dan Thiago Motta (Inter).
Ditulis dalam Esai/Opini, Sepakbola | Bertanda AC Milan, Brasil, derby, Inter Milan, Italia, reuni | 3 Komentar »
September 3, 2009

Debut cemerlang Robben di Muenchen.
Dua pemain Belanda, Arjen Robben dan Wesley Sneijder telah memilih jalan yang benar dengan meninggalkan Real Madrid. Kurang dari seminggu bergabung, mereka telah memberi sumbangsih berharga bagi klub anyarnya. Kendati baru bermain sejak babak kedua, Robben langsung mencetak dua gol bagi Bayern Muenchen yang akhinya menang 3-0 atas Wolfsburg, juara bertahan Bundesliga.
Sementara itu Sneijder menjalani debutnya di Inter Milan -sebagai pemain inti- ketika timnya menang 4-0 atas AC Milan di Liga Italia Serie A. Biarpun belum mencetak gol, Sneijder bermain trengginas sebagai trequartista, satu posisi yang selama ini dicari-cari pelatih Inter Jose Mourinho untuk melengkapi timnya. Uniknya, baik Robben maupun Sneijder dipercaya untuk mengenakan kostum nomor 10, sebuah nomor milik pemain bertalenta istimewa. Bersama tim barunya, mereka boleh lebih optimis menatap masa depannya.
Masih ada satu pemain Belanda eks Madrid yang juga menjalani debutnya pekan lalu, yaitu Klaas-Jan Huntelaar di Milan. Sayangnya dia tidak menjalani debut manis seperti kedua rekannya karena Milan kalah dari Inter yang justru diperkuat oleh Sneijder.
Ditulis dalam Esai/Opini, Sepakbola | Bertanda Arjen Robben, Bayern Muenchen, Belanda, Inter Milan, Klaas-Jan Huntelaar, Real Madrid, Wesley Sneijder | Leave a Comment »