Ada yang pernah makan buah bisbul, atau yang punya nama lain : apel hutan, samolo, dan buah mentega? Bentuk dan warnanya merah mirip apel, kulitnya seperti beludru atau berbulu, sedangkan aromanya wangi. Kalau daging buahnya sendiri setelah dikupas sama sekali tidak beraroma. Sementara untuk rasanya, setiap orang yang baru pertama kali memakannya ternyata punya persepsi yang berbeda. Setidaknya, begitulah yang kualami dan kulihat sendiri. Ada yang bilang mirip sawo, pir, jambu mete, durian, sirsat, markisa, ubi, dan masih ada rasa lainnya yang tak kuingat saking beragamnya. Buah itu untuk pertama kalinya kucicipi ketika menunggui sakitnya nenekku di RS Fatmawati Jakarta tempo hari. Pohon buah itu terletak di halaman depan kamar rawat inap nenekku. Begitu banyak orang yang penasaran melihat buahnya dan setelah seorang saudaraku mengupas dan mencicipinya, kami pun lantas berlomba mencoba rasanya dan berpendapat tak sama mengenai rasanya. Mungkin jika buah itu dibuat jusnya, bisa jadi dikira mix fruit juice. Maka ada yang lantas menyebut buah unik itu sebagai “buah aneka rasa”.
Ketika aku kembali ke warnet, kucoba mencari ‘buah mentega’ di google. Ternyata buah tersebut memang salah satu buah yang terbilang langka di Indonesia, tapi menjadi salah satu buah khasnya kota Bogor, bahkan sering menjadi salah satu bagian dari rujaknya, meski kadang dimakan sebagai hidangan tersendiri. Mungkin jika aku sering ke kota hujan itu, sudah lama kutahu seperti apa bentuk dan rasanya buah mentega. Adapun kandungan gizinya yang menonjol dari buah ini adalah vitamin B, kalsium, dan zat besinya rata-rata lebih tinggi daripada buah tropika lainnya.
Untuk yang belum pernah memakannya, ada yang ingin mencobanya?
(tulisan ini pernah kupasang di blog fster pada 10 Mei 2007)