Archive for Oktober, 2007

h1

Tidak Ada yang Sia-Sia

Oktober 30, 2007

Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik.
Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia.
Pasti ada tujuan. Pasti ada maksud. Mungkin saja anda mengalami
pengalaman buruk yang tak mengenakkan, maka keburukan itu hanya
karena anda melihat dari salah satu sisi mata uang saja. Bila
anda berani menengok ke sisi yang lain, anda akan menemukan
pemandangan yang jauh berbeda.

Anda tidak harus menjadi orang tersenyum terus atau menampakkan
wajah yang ceria. Optimisme terletak di dalam hati, bukan hanya
terpampang di muka. Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu
rumit untuk dipandang dengan mengerutkan alis.

Setiap tetes air yang keluar dari mata air tahu mereka mengalir
menuju ke laut. Meski harus melalui anak sungai, selokan, kali
keruh, danau dan muara, mereka yakin perjalanan mereka bukan
tanpa tujuan. Bahkan, ketika menunggu di samudra, setiap tetes
air tahu, suatu saat panas dan angin akan membawa mereka ke
pucuk-pucuk gunung. Menjadi awan dan menurunkan hujan. Sebagian
menyuburkan rerumputan, sebagian tertampung dalam sumur-sumur.
Sebagian kembali ke laut. Adakah sesuatu yang sia-sia dari
setiap tetes air yang anda temui di selokan rumah anda?

h1

Pengaruh Coldplay dan Muse dalam Lagu Indonesia

Oktober 30, 2007

Pencinta musik pasti tahu begitu besar pengaruh Coldplay dan Muse dalam perkembangan musik di dunia, termasuk di Indonesia. Selama ini ada Nidji yang sering dijuluki sebagai ‘Coldplay Indonesia’ karena besarnya pengaruh Coldplay dalam album pertamanya. Mereka sendiri mengaku lebih terpengaruh pada ‘britpop’ pada umumnya dan tak sekadar Coldplay, meski lagu-lagu seperti : Child, Sudah, Hapus Aku, atau Bila Aku Jatuh Cinta sangat beraroma Coldplay. Kalau pengikut Muse di Indonesia namanya Taboo dengan vokalisnya Arie Untung, tapi entah masih ada atau tidak band ini.

Sebenarnya masih banyak lagi lagu Indonesia yang terinfeksi ‘racun’ Coldplay dan Muse. Inilah beberapa di antaranya :

Coldplay’s influence :

Kosong(Dewa), Merindukanmu(Minoru), Manja(ADA Band), Surga Menangis(Katon B),Tak Pantas Untukmu(Jikustik), Aku Harus Pergi(Ari Lasso,cipt:Pay/Sandy/Ari,arr:Pay), Ijinkan Aku Menyayangimu(Iwan Fals,cipt:Rieka,arr: Erwin Gutawa), Tentang Kita(Channel), Andai Ku Tahu(Ungu), Rasa Ini(The Titans), Bersama Bintang(Drive), Bunga di Malam Itu(Letto).

Muse’s influence :

Patah Hati(Ari Lasso,cipt:Maysal/Ari,arr:Denny Chasmala), Cinta Gila(Dewa), Dealova(Once,cipt:Opick,arr:Addie MS), Irhamna dan Takdir(Opick,arr:Dede Kumala), Kamu Kamulah Surgaku(Ahmad Dhani & The Rock).

Tidak tertutup kemungkinan bahwa para musisi Indonesia tersebut bukannya terpengaruh oleh Coldplay dan Muse, melainkan justru ada kesamaan referensi dengan kedua grup musik tersebut. Muse sendiri konon banyak terinspirasi oleh Radiohead. Mohon maaf jika ada yang keberatan dengan opini ini. Jika ada yang ingin mengoreksi hasil pengamatan bodoh seorang pencinta musik ini, silakan saja. Terima kasih atas perhatiannya.

(95 % tulisan ini pernah kupasang di milis musik_indonesia pada bulan Maret 2007)

h1

Mimpi Sore

Oktober 25, 2007

Lama tak berjumpa

Bertemu lagi dalam mimpi

Ayahanda tercinta

Ada gembira dalam mimpi itu

Tapi jadi aneh ketika si bocah berlari

Mengikuti langkah Ayah

Menuju kegelapan

Adakah ini sebuah firasat

Atau sekadar bunga tidur ketika sakit?

020497

h1

Tujuh Keajaiban Dunia

Oktober 22, 2007

Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari “Tujuh
Keajaiban Dunia”. Pada awal dari pelajaran, mereka diminta
untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan “Tujuh
Keajaiban Dunia” saat ini. Walaupun ada beberapa ketidak-
sesuaian, sebagian besar daftar berisi;
1) Piramida
2) Taj Mahal
3) Tembok Besar Cina
4) Menara Pisa
5) Kuil Angkor
6) Menara Eiffel
7) Kuil Parthenon

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan
seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum
mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertanya
kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.

Gadis pendiam itu menjawab, “Ya, sedikit. Saya tidak bisa
memilih karena sangat banyaknya.” Sang guru berkata, “Baik,
katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami
bisa membantu memilihnya.”

Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, “Saya pikir, “Tujuh
Keajaiban Dunia” adalah,
1) Bisa melihat,
2) Bisa mendengar,
3) Bisa menyentuh,
4) Bisa menyayangi,

Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan,
5) Bisa merasakan,
6) Bisa tertawa, dan
7) Bisa mencintai

Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi
kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya
“keajaiban”. Sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan
karuniakan untuk kita, kita menyebutnya sebagai “biasa”.
Semoga anda hari ini diingatkan tentang segala hal yang betul-
betul ajaib dalam kehidupan anda.

h1

Menulis Cerpen

Oktober 22, 2007

TIPS MENULIS CERPEN PENULIS SENIOR (disalin dari majalah MATA BACA September 2005)

Hamsad Rangkuti :

-Semakin banyak membaca, semakin banyak yang bisa diperoleh.

-Dialog dan narasi akan datang susul menyusul, begitu latar, tokoh, dan peristiwa ditemukan.

Isbedy Stiawan :

-Siap disiplin terhadap waktu, pikiran, dan jangan sampai mengabaikan disiplin.

-Dimuat atau ditolak, selalu menanamkan diri untuk berprasangka baik, bagus untuk pengembangan mental kita saat menulis.

-Berusahalah semaksimal mungkin. Setelah naskah jadi, tugas redaktur mau memuatnya/tidak.

Kurnia Effendi :

-Jika mood hilang, lakukan pekerjaan rutinmu atau mengerjakan yg disukai. Jangan menunggu mood!

-Disiplin dalam menulis sangat dianjurkan, tapi jangan perlakukan diri seperti robot.

-Harus arif menerima jika cerpen ditolak. Tidak semua cerpen cocok untuk media massa tertentu.

h1

Usikan

Oktober 22, 2007

Ada bagian masa silam yang ingin kulupakan

Sekian lama sudah tak lagi kupedulikan

Kujalani masa apa adanya dengan banyak perubahan

Kusyukuri, kuterima dengan hati riang

Kendati sedih dan kecewa hadir terkadang

Namun mengapa terusik kembali bagian itu?

Tak kuduga, yang terlupakan kembali jadi sesuatu

Tak nyaman adanya perasaanku

Kutahu, atas dasar sayang perhatian itu

Menjadi asanya bakal kian apik hari-hariku

Telah kupilih jalan yang ini

Mungkin bukan yang terbaik, namun mohon maklumi

Tetap ada harapan bahagia, itu kuyakini

Maka biarkanlah jalan ini kutapaki

Mohon doanya agar Allah tansah meridhoi

(Amin)

071007

(kadang perhatian berlebihan bisa membuat hati tak berkenan)

h1

Dewiq – the hitsmaker

Oktober 22, 2007

Tentang seniman dan karyanya

Karya seorang seniman kadang jauh lebih populer ketimbang si penciptanya sendiri. Seperti itulah yang terjadi pada seorang Dewiq. Pencinta musik Indonesia mungkin banyak yang sudah mengenal judul lagu-lagu berikut ini. Mulai dari Dunia Belum Berakhir(Shaden), Bukan Cinta Biasa(Siti Nurhaliza), Temui Aku(Audy), Setelah Kau Pergi(Bunga Citra Lestari-OST Dealova), Dosa Termanis dan Pencuri Hati(Tere), hingga Cinta di Ujung Jalan(Agnes Monica), Sunny(Bunga Citra Lestari), Jenuh(Rio Febrian), 50 Tahun(Warna), Bukan Permainan(Gita Gutawa), I Love You(Dewi Sandra), Masih Bisa Cinta(Iwan Fals), juga singel terbaru Once yang judulnya masih disayembarakan. Tapi mungkin banyak yang belum tahu bahwa penulis lagu tersebut adalah orang yang sama, yaitu Dewiq. Kalo tidak salah, singel pertama album debut Nina Tamam(Nanana…Aku Bahagia) dan singel kedua album debut Mike Mohede(Terbaik) pun hasil karyanya. Para pendatang baru dalam musik Indonesia pun masih mengandalkan lagu ciptaannya, seperti : Judika(Malaikat), Ussy(Klik), dan T2 yang terdiri dari duo jebolan AFI : Tiwi & Tika(OK).

Ternyata variatif sekali penyanyi yang membawakan lagu-lagu Dewiq dan dari beragam jenis musik pula. Padahal dulu seingatku Dewiq sendiri nyanyinya nge-blues dan kurang mendapat sambutan hangat. Tapi kini nama isteri gitaris Parlin Burman alias Pay ini mungkin tetap tidak sengetop lagu-lagunya, walaupun pasti populer sekali di mata penyanyi, musisi, dan produser musik di Indonesia. Lagu ciptaan Dewiq kini sudah menjadi jaminan bakal selalu menjadi hits. Pokoknya memang lagi laris banget yang namanya Dewiq. Bahkan sekarang salah satu produk sepeda motor telah menjadikan Dewiq sebagai model iklannya, pastinya sekaligus dengan jingle-nya pun hasil karyanya. Tapi nama Dewiq -bernama asli Cynthia Dewi Bayu Wardani- yang kalah populer ketimbang karyanya itu, jadi membedakannya dengan hitsmaker lainnya di Indonesia, seperti : Ahmad Dhani, Yovie Widianto, Melly Goeslaw, Pongky Barata, dan Eross Chandra, yang karena popularitasnya kadang menjadi objek berita gosip.

Buat seorang seniman sejati, ketenaran diri mungkin memang bukan sesuatu yang penting. Bisa jadi Dewiq pun begitu. Yang penting baginya adalah terus berkarya selagi masih bernyawa sampai ajal tiba. Namun entahlah, apakah hal itu masih relevan di masa kini?