h1

Mengikuti Jejakmu

Oktober 18, 2007

 
 
                 Kepada Ags. Arya Dipayana
 
 Adalah doamu mulai terjawab
 Jawaban-Nya bukan seperti yang kaumau
 
 Tatkala kautanam ari-ari itu
 Tak menjadi inginmu
 Si jabang bayi mengikuti jejakmu
 
 Mengapa begitu ?
 
 Padahal jejak langkahmu megah
 Kendati bersahaja
 Tanpa perlu bermewah-mewah
 
 Lagipula sosokmu adalah panutan
 Bijakmu dapat menjadi tempat berpijak
 Bestarimu tak pernah segan kaubagi
 Keberadaanmu adalah berkah bagi dunia ini
 
 Sejatinya tak menjadi hasrat si pemuda jelmaan sang bayi
 Untuk menapaki jalan yang pernah kautempuh
 Sekiranya sejak awal pun sudah terlampau jauh
 Sungguhlah berbeda riwayat hidup
 Yang nyaris tak bertaut
 
 Si pemuda sekadar ingin :
 
 Merasakan cinta kasih sayang
 Yang kautebarkan pada sebanyak-banyaknya orang
 Yang kauterima kembali dari orang-orang
 
 Menjadi insan bijak bestari
 Menjelmakan karya tanpa henti
 Yang membuat semangat hidupmu terus menyala
 Kendati angin kencang menerpa
 Tak mudah padam begitu saja
 
 Masihkah salah
 Jika mengikuti jejakmu ?
 
 Juni 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: