h1

Teman Bicara

November 13, 2007

Menurut Mbah Kahlil Gibran dalam ‘Sang Nabi’, “Kalian berbicara ketika pikiran tidak tenang. Ketika tidak tahan lagi berdiam dalam hati, kalian hidup melalui bibir – dan kata yang bersuara menjadi satu-satunya pengobat jiwa.”

Bagi orang yang terbiasa berdialog dan berdiskusi dalam kesehariannya, mungkin terasa seperti sebuah siksaan, ketika tiada orang lain yang dapat diajaknya berbincang. Kendati dalam keseharianku relatif pendiam, pernah kurasakan jua betapa sepinya tanpa teman bicara. Bahkan saat itu lantas kutuliskan rangkaian kata, yang menjelma sebagai lirik sebuah lagu bertajuk ‘Kesenjangan’. Bagian yang terasa menohok dari lirik tersebut, “Berkurang nian wahana ‘tuk curahan hati. Hampa menyapa saat segala suka duka kurasakan sendiri.”

Sejak akhir tahun lalu, rasanya kian berkurang saja teman bicara dalam hidupku. Sebuah kehilangan besar, tentu saja adalah wafatnya Ibunda tercinta pada hari pertama tahun 2007 lalu. Begitu banyak materi pembicaraan yang pernah kumiliki bersama Ibu. Sudah mustahil terjadi lagi dialog di antara kami. Baru dalam beberapa bulan terakhir, seiring bertambahnya kenalan baruku dan terjadinya pertemuan dengan teman-teman lamaku, jadi ada teman bicara lagi.

Tapi syukurlah, masih kusadari bahwa sesungguhnya selalu ada teman bicara bagiku yang paling mengasyikkan sepanjang waktu. Meski Dia tak pernah secara langsung menanggapi kata-kataku, namun kuyakin bahwa Dia selalu mendengarkanku, dan akhirnya selalu ada jawaban-jawaban-Nya untukku. Insya Allah, Amin.

Tak lupa, kuucapkan juga beribu terima kasih bagi para penemu teknologi : komputer, internet, email, telepon, dan SMS yang membuat pembicaraan bisa berlangsung tanpa kita mesti bertatap muka.

Kembali kata Mbah Kahlil, “Di antara kalian ada yang mencari kawan yang pandai bicara, karena takut akan tertimpa sepi. Padahal kesunyian yang kalian menjauhinya, adalah mata yang akan membuka kekurangan diri.”

Iklan

2 komentar

  1. […] Loushevaon7’s Weblog Just another WordPress.com weblog « Teman Bicara […]


  2. like the words…”kesunyian, adalah mata yg membuka kekurangan diri…”

    kadang kita memang perlu waktu sendiri, berintrospeksi, untuk kemudian beranjak lagi…



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: