h1

Tak Semudah Membalik Tangan

Januari 17, 2008

“Apakah Liga Super bisa memperbaiki kualitas pemain-pemain nasional?”

Untuk pelaksanaan Liga Super, BLI (Badan Liga Indonesia) telah menetapkan sejumlah syarat yang berat. Salah satu syarat penting yang harus dipenuhi adalah infrastruktur stadion milik klub, terutama kualitas lapangan pertandingan yang berkualitas. Ivan Kolev pernah mengeluhkan buruknya lapangan-lapangan di Indonesia yang menghambat penerapan strategi permainan dari pelatih. Jadi renovasi atau bahkan pembangunan stadion baru mutlak dilakukan secara menyeluruh.

Kemudian setiap klub diwajibkan melakukan pembinaan terhadap pemain muda/junior dengan memiliki tim junior. Dalam hal ini para pembina harus jujur dan tidak boleh ada lagi masalah pemalsuan umur pemain, seperti yang selama ini kerap terjadi. PSSI mesti menggelar pula kompetisi liga level junior secara berkesinmabungan dan berkelanjutan. Dana APBD yang semula untuk membiayai klub bisa dialihkan untuk perbaikan/pembangunan stadion maupun pembinaan pemain muda tersebut. Pihak swasta yang peduli pada sepakbola nasional juga mesti diajak untuk turut berpartisipasi dan menjalin kerja sama yang saling menguntungkan.

Dengan pembatasan jumlah klub Liga Super, jadwal kompetisi yang selama ini amburadul mestinya bisa lebih tersusun rapi dan teratur, sehingga ada waktu bagi timnas melakukan pelatnas berkala, jangka pendek atau jangka panjang, baik untuk berujicoba maupun untuk mengikuti berbagai event. Komunikasi yang baik juga mesti terjalin antara BLI, BTN (Badan Tim Nasional), pelatih timnas, pelatih klub, dan pemain itu sendiri.

Selain itu, jumlah pemain asing yang selama ini maksimal lima orang harus dikurangi, cukup tiga pemain asing saja. BLI mesti berani mengubah regulasinya, jika sebelumnya telah ditentukan bahwa klub boleh mengontrak lima pemain asing lagi. Salah satu kelemahan timnas di sepanjang tahun 2007 adalah buruknya produktivitas para striker lokal, karena posisi tersebut didominasi oleh pemain asing. Pemain asing yang memperkuat klub Liga Super juga harus jelas kualitasnya dan mampu mentransfer hal-hal yang positif bagi para pemain lokal. AFC pun memberi batasan maksimal tiga pemain asing dalam Liga Champion Asia. Faktanya, Persik Kediri sudah pernah menahan imbang juara Asia, Urawa Red Diamonds(Jepang) serta mengalahkan Shanghai Shenhua(Cina) dan Sydney FC (Australia) dengan tiga pemain asing saja.

Paradigma sebagian pengurus dan suporter klub yang selalu mewajibkan kemenangan, lalu suporter mengamuk ketika tim kesayangannya kalah juga mesti diubah. Sportivitas dan keikhlasan menerima kekalahan setelah para pemain berjuang di lapangan mesti dijunjung tinggi oleh semua pihak yang masih ingin melihat sepakbola Indonesia melangkah maju. Menang dan kalah dalam olahraga adalah sebuah kewajaran belaka.

Yang juga tak kalah pentingnya adalah penegakan hukum serta peraturan yang adil, jujur, konsisten, dan konsekuen, mulai dari PSSI sendiri, baik itu dari ketua umum, exco, berbagai komisi dan badan di dalamnya(termasuk BLI tentu saja), hingga wasit dan perangkat pertandingan yang bertugas di lapangan.

Sekiranya PSSI, BLI, klub, dan segenap pihak yang berkepentingan mampu memenuhi syarat-syarat tersebut, bolehlah kita berharap akan terjadinya perubahan positif, yang bermuara pada perbaikan kualitas para pemain nasional dan timnas yang mampu mengukir prestasi gemilang di masa depan. Memang tak akan semudah membalikkan telapak tangan, karena perlu proses dan waktu yang panjang. Tapi harapan tak mustahil menjadi kenyataan. Terus berjuang bagi kebangkitan sepakbola Indonesia!

*Tulisan ini dimuat dalam rubrik PSSI-Watch majalah BOLAVAGANZA edisi No.75/Januari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: