Archive for Februari, 2008

h1

Pemain Mirip Satu Klub

Februari 27, 2008

Ada pembaca BOLA yang pernah menggambarkan kemiripan fisik Ronaldinho dan Giovani dos Santos, maupun Lionel Messi dan Bojan Krkic di Barcelona. Ya, mereka memang mirip satu dengan yang lain. Tapi sebenarnya masih ada beberapa pemain lagi yang penampilannya sekilas hampir sama dan juga bermain di satu klub. Mereka adalah Kaka dan Yoann Gourcuff di AC Milan, Robinho dan Marcelo di Real Madrid, serta Patrice Evra dan Luis Nani di Manchester United. Terus terang, saya dan kakak saya pernah salah menduga ketika melihat mereka bermain bersama membela timnya. Mungkin pemain tim lawan juga bisa salah menduga dan menjadi keuntungan tersendiri bagi tim yang diperkuat oleh pemain-pemain yang mirip tersebut.

454-5.jpg452-5.jpg

h1

Berselimut Kabut

Februari 27, 2008

 

Sekian bulan silam

Menjadi sebuah keheranan tersendiri

Menatap pagi di kotaku tampak remang-remang

Berselimut kabut kendati tipis belaka

 

Sekian bulan kemudian

Menjadi pengalaman menakjubkan

Merasakan hawa begitu dingin di dataran tinggi

Berselimut kabut sejati hingga pandangan terhalang

 

 

Dieng Plateau 2008 

Seperti negeri di angan

Hijau menghampar di beragam penjuru

Kesegaran nyaris selalu menerpa

Hingga kadang menggigilkan raga

 

Seperti negeri di awan

Berselimut kabut sepanjang waktu

Kendati kadang sinar surya menyibak

Membawa terang dan hangat sesekali

 

Dieng – Februari 2008

h1

Cerpen Horison Februari 2008

Februari 14, 2008

Saya hanya ingin sedikit berbagi sukacita, demi mensyukuri sebuah kenyataan indah. Cerpen saya yang bertajuk “Lelikuan Pernikahan Kedua” dimuat dalam majalah sastra Horison edisi bulan Februari 2008. Mungkin menjadi sesuatu yang unik ketika seorang lelaki yang belum pernah menikah, justru menulis tentang pernikahan kedua dari sudut pandang seorang perempuan. Terima kasih kepada Pak Jamal D.Rahman dan teman-teman di Horison yang telah memberikan kesempatan dan sudi memuat cerpen saya.Terima kasih atas perhatiannya. Sukses selalu bagi kita semua.

Wasalam…

h1

Rencana Temu Alumni Taman Muda IP Jogja

Februari 14, 2008

Menyongsong 3 Juli 2008, Komite Sekolah Taman Muda Ibu Pawiyatan Yogyakarta berencana mengadakan temu alumni akbar semua angkatan dengan beberapa agenda penting, terutama untuk revitalisasi pendidikan di Taman Muda Ibu Pawiyatan.  

Untuk konfirmasi awal, dimohon mengirim biodata serta email/hp/telp yang dapat dihubungi . Tolong disebar ke rekan-rekan alumni, baik melalui hp/sms/email/blog/friendster/iklan2 gratisan dan semua media lainnya . 

Hub : komitetamanmuda@yahoo.co.id

Terima kasih atas perhatiannya.

h1

Gita Merdumu

Februari 9, 2008

Gita merdumu dari sanubari, telah menggetarkan dawai-dawai hatiku, sehingga terciptalah sebuah harmoni,  yang meski begitu bersahaja, sungguh mengalun indah bagi kita berdua. Kian ngelangutkan jiwa ke angkasa, segala merdu lagumu, yang selalu kusambut dengan alunan musik jiwaku. Semoga kian sahda, rangkaian nada asmara yang tercipta.

h1

Musik dan Cinta

Februari 9, 2008

Jika lantunan musik adalah hidangan cinta, maka mainkanlah.
(Shakespeare)

h1

Aura Negatif Sepakbola Nasional

Februari 6, 2008

Peristiwa kerusuhan penonton, tawuran pemain, dan pelecehan peraturan yang terjadi di babak 8 besar Liga Indonesia membuat wajah sepakbola nasional kian kelam. Sebelumnya, timnas kita juga masih saja akrab dengan cerita kegagalan dan klub Indonesia absen lagi dalam Liga Champion Asia. Tampaknya aura negatif masih akan terus mewarnai perjalanan sejarah sepakbola kita, selama ketua umum PSSI masih tinggal di penjara dan tetap teguh pendiriannya dalam melanggar peraturan FIFA. Kita juga tahu bahwa segenap pengurus PSSI masih mendukung sepenuhnya kekuasaan sang ketua. Bayangkan saja jika setiap kebijakan sebuah organisasi diputuskan di sebuah tempat seperti penjara. Apakah PSSI sekarang memang sudah tidak ada bedanya lagi dengan organisasi kejahatan seperti mafia, yang wajar saja jika pemimpinnya tinggal di bui? Apalagi sang ketua dipidana bukan karena korban politik, melainkan karena kesalahannya sendiri, yaitu korupsi yang sudah terbukti di muka pengadilan. Dan keteguhan pendiriannya untuk melabrak norma-norma tentu saja semakin menginspirasi para pelaku sepakbola lainnya untuk mengikuti jejaknya, seperti yang sudah tergambar jelas dalam babak 8 besar Liga Indonesia lalu. Belum lagi, pelaku sepakbola nasional kita memang sepertinya masih harus belajar banyak soal sportivitas dan keikhlasan menerima kenyataan yang tak sesuai dengan harapan. Betapapun pesimisnya saya melihat kenyataan yang terjadi, saya tetap berdoa dan berpikir positif akan terjadinya perubahan di tubuh sepakbola Indonesia yang kini sedang sakit keras, hingga akhirnya bisa sembuh dan menjadi sehat di masa mendatang. Namun masalahnya kini, apakah mereka yang ada di dalam tubuh itu sendiri merasakan sakit dan perlu mengobati diri atau tidak?