h1

Lagu Hujan dan Kerinduan

April 26, 2008

Sendiri belaka aku di rumah

Kudentingkan nada piano sementara terdengar rintik hujan

Kubawakan lagu-lagu bertema hujan :

Setia, Yang Pernah Terlupakan, Cintamu T’lah Berlalu, Satu Rindu …

Ketika kunyanyikan Satu Rindu (yang bercerita kerinduan pada Ibu)

Ternyata perasaanku terbawa sepenuhnya

Benar-benar aku rindu pada “satu wajah penuh cinta,

penuh kasih, penuh dengan kehangatan…”

Air mata pun tak bisa kutahan lagi

mengalir dengan sendirinya

Kuhentikan permainan piano

dan kubiarkan diriku menangis

Seraya berdoa mohon pada-Nya :

Semoga Ibunda baik-baik saja di alam sana

(Amin)

Meski rasanya sudah ikhlas melepasnya pergi

tapi kerinduanku pada Ibu

tak mampu kusirnakan dari hati

Kerinduanku tak cukup dalam derai air mata

karena lantas aku bermimpi :

Ibu hadir di dunia lagi !

Kusadari …

Kenyataannya Ibu memang tak pernah pergi

dan selalu hidup di hatiku

Senantiasa menjadi inspirasi maupun motivasi

untukku terus melangkah menggapai yang lebih baik

di sisa hidupku

(Amin)

25-26 April 2007

(Ketika kerinduan pada yang telah tiada menjelma, hanya bisa berdoa dan (kadang) menangis. Sebuah wujud kerinduanku pada mendiang Ibu, kutulis setahun lalu)

Iklan

2 komentar

  1. bagus, jadi pengen belajar jadi penyair nich… ajarin ya?


  2. Saya suka kangen ma Ibu dan Bapak saya, kalau kangen suka sedih dan takut benar kehilangan keduanya



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: