Archive for Agustus, 2008

h1

Dagelan Lagi dari Sepakbola Indonesia

Agustus 30, 2008

Bertambah panjang lagi ‘dagelan’ yang terjadi dalam sepakbola Indonesia, setelah apa yang terjadi dalam pertandingan final Pertamina Independence Cup 2008 di Jakarta Jumat malam, 29 Agustus 2008. Timnas Indonesia A yang ditangani Benny Dollo menjadi juara setelah menang WO alias walk out karena Libya menolak bermain di babak kedua dengan alasan keamanan. Ketika Bambang Pamungkas dkk mendapatkan lawan sepadan sepanjang turnamen, para penonton sudah kembali mengisi bangku-bangku Stadion Utama Gelora Bung Karno yang sebelumnya kosong melompong, timnas justru tak sempat menunjukkan kedigdayaannya. Indonesia A tertinggal 0-1 di babak pertama setelah sejumlah peluang emas gagal berbuah gol. Terjadinya insiden saat jeda pertandingan merupakan faktor nonteknis yang membuat Libya melepas kesempatan menjadi juara. Entah apa yang lantas terpikir di kubu Libya, yang jelas ulah mereka membuat makin lucu saja perjalanan sejarah sepakbola Indonesia. Terutama ketika organisasi sepakbola Indonesia masih tetap dipimpin oleh seorang penghuni lembaga pemasyarakatan, entah sampai kapan.

Bagaimana pun timnas Indonesia telah merasakan lagi meraih gelar juara, kendati dengan cara yang tak elegan dan membanggakan. Para pemain timnas kini sudah pernah mengangkat piala dan dikalungi medali emas. Hadiah dari Pertamina pun menjadi rezeki tersendiri bagi mereka. Namun lebih baik hal itu mesti segera dilupakan. Turnamen Piala AFF segera berlangsung Desember nanti. Menjadi tugas Benny Dollo untuk membawa timnas menjadi juara di ajang regional tersebut. Apa yang sudah dilewati di Piala Kemerdekaan hanya bagian dari proses timnas untuk menjadi juara di kawasan Asia Tenggara. Masih ada waktu untuk melakukan pembenahan dan tampil lebih baik lagi. Semoga kebahagiaan dan kebanggaan sejati yang kita rasakan nanti di akhir 2008. Untuk Charis Yulianto cs : selamat berjuang kembali, tetap semangat, dan semoga berhasil !

h1

Skor Besar Timnas Indonesia

Agustus 23, 2008

Menjadi sesuatu yang istimewa ketika kita melihat timnas Indonesia mampu memenangkan pertandingan sepakbola dengan skor besar. Jumat malam lalu ( 15/8 ) timnas senior (Indonesia A) unggul 7-0 atas Kamboja dalam turnamen Piala Kemerdekaan yang bertajuk Pertamina Independence Cup 2008 di Jakarta. Budi Sudarsono menjadi bintang lapangan dengan mencetak empat gol. Sedangkan tiga gol lainnya dibagi rata oleh Charis Yulianto, M.Ilham, dan Bambang Pamungkas. Setelah sebelumnya hanya Bambang yang selalu mencetak gol untuk timnas, giliran Budi yang mampu tampil tajam kali ini. Semoga penampilan gemilang timnas di bawah Benny Dollo kemarin menambah motivasi pemain ketika menghadapi Myanmar dan lawan selanjutnya, hingga akhirnya dapat menjuarai Piala Kemerdekaan. Kendati dengan lawan yang kurang sepadan, namun dengan menjadi juara di Jakarta, semoga timnas tampil lebih apik lagi menghadapi turnamen Piala AFF akhir tahun 2008 nanti. Tentu saja menjadi juara Piala AFF menjadi harapan kita semua.

Bicara masalah skor besar timnas Indonesia, ternyata lawan terakhir yang dihujani gol pemain kita adalah Kamboja juga. Terjadi dalam turnamen Piala Tiger 2004, Indonesia menang 8-0 atas Kamboja. Ilham Jayakusuma mencetak trigol, Elie Aiboy dan Kurniawan Dwi Julianto membuat dua gol, dan Ortizan Solossa menyumbang satu gol. Sebelumnya timnas juga menang 6-0 atas Laos dalam turnamen yang sama. Boaz Solossa dan Ilham membuat dua gol, sementara Elie dan Kurniawan mencetak satu gol. Namun sayang, di pertandingan final Indonesia kalah dari Singapura dan impian jadi juara pun kandas. Peter Withe yang menjadi pelatih Indonesia ketika itu.

Sementara itu skor besar negatif bagi kita, terakhir adalah saat timnas kalah 1-5 dari Bayern Muenchen di Jakarta ( Mei 2008 ) dalam sebuah ujicoba. Dalam pertandingan resmi, terakhir timnas kalah 1-4 dari Suriah dalam Pra Piala Dunia di Jakarta pada November 2007. Pada pertandingan tandang, pelatih Ivan Kolev nekad membawa timnas U-23 -yang dalam masa persiapan ke SEA Games- dan hasilnya Eka Ramdani dkk digunduli 0-8! Di SEA Games timnas U-23 gagal ke semifinal, Ivan Kolev dipecat dan digantikan oleh Benny Dollo, yang -seperti Kolev- mendapat kesempatan kedua menangani timnas Indonesia. Semoga Om Bendol mampu membuktikan dirinya lebih baik ketimbang Withe dan Kolev.

Selebrasi yang dilakukan oleh Firman Utina, Budi Sudarsono, Charis Yulianto, dan Bambang Pamungkas.

Sumber foto : www.antarafoto.com

h1

Hidup adalah …

Agustus 14, 2008

Hidup adalah tantangan, hadapilah. Hidup adalah anugerah, terimalah. Hidup adalah petualangan, berjuanglah. Hidup adalah duka lara, tanggungilah. Hidup adalah tragedi, tuntaskanlah. Hidup adalah tugas, laksanakanlah. Hidup adalah cita-cita, capailah. Hidup adalah permainan, mainkanlah. Hidup adalah misteri, singkapkanlah. Hidup adalah lagu, nyanyikanlah. Hidup adalah kesempatan, ambillah. Hidup adalah perjalanan, jalanilah. Hidup adalah janji, penuhilah. Hidup adalah kasih sayang, bergembiralah. Hidup adalah keindahan, bersyukurlah. Hidup adalah perkelahian, bertarunglah. Hidup adalah jiwa, sadarilah. Hidup adalah teka-teki, pecahkanlah. (Rabindranath Tagore)