Archive for Desember, 2008

h1

Kandas Lagi (Elegi buat Timnas Indonesia)

Desember 23, 2008

Hanya sekian menit awal
sempat sesaat asa mengemuka
ketika gol pun tercipta
Namun angin berbalik arah
begitu cepat sehabis itu

Berpuluh-puluh menit
serangan datang begitu gencar
tekanan pun pasti sangat besar
sampai akhirnya kebobolan pun mesti dua kali
Sudah tak sanggup lagi rasanya menjaga
keperawanan gawang sendiri
Sementara telah kian berat kaki melangkah
makin kencang pula nafas terengah-engah
Nyaris tiada daya sama sekali
untuk balas menggebrak seperti di awal laga

Perjalanan pun terhenti sudah
Kandas lagi asa menjadi juara
Entahlah, apa lagi yang mampu dikata
selain terluka dan kecewa

20 Desember 2008

Iklan
h1

Tiada Rotasi, Kalah pun Jadi

Desember 18, 2008

Sebelum tampil di semifinal Piala AFF Suzuki 2008, Benny Dollo (pelatih Indonesia) banyak dikritik karena tidak pernah melakukan rotasi pemain. Dalam tiga pertandingan penyisihan grup A, Benny selalu menurunkan starting line-up yang sama. Hasilnya timnas kalah 0-2 dari Singapura di pertandingan ketiga. Kekalahan itulah yang menjadikan Indonesia mesti bertemu dengan Thailand di semifinal. Benny beralasan ingin meraih kemenangan atas Singapura dengan tetap menurunkan the winning team, yang telah sukses mengandaskan Myanmar 3-0 dan Kamboja 4-0. Sebenarnya bisa saja Benny merotasi pemainnya di pertandingan kedua. Tapi mungkin dia tidak lupa dengan kisah kegagalan dua pelatih timnas sebelumnya.

Ketidaksuksesan Peter Withe di Piala AFF 2007 dan Ivan Kolev di SEA Games 2007 meloloskan timnas ke semifinal, mungkin justru karena kedua pelatih melakukan rotasi pada pertandingan kedua. Kebetulan hasilnya hanya mampu bermain imbang dan timnas sama-sama gagal menang pada pertandingan ketiga. Akhirnya Withe dan Kolev dipecat gara-gara langkah timnas terhenti di penyisihan grup. Bagi kedua pelatih asal Eropa tersebut, rotasi berbuah pahit. Tapi bagi Benny Dollo, tanpa rotasi pun timnas kalah. Syukurlah, timnas telah dipastikan lolos ke semifinal ketika kemenangan ketiga kandas diraih.

bambang-p

Indonesia telah tampil di semifinal pertama Piala AFF hari Selasa (16/12) kemarin. Sayang, hasilnya timnas kita kalah 0-1 dari Thailand. Para pemain tim Merah Putih tampil kurang tenang dan gugup, sehingga permainan tidak berkembang, terutama di awal pertandingan. Pelatih Benny Dollo sendiri telah melakukan perubahan susunan pemain inti, dengan menurunkan Nova Arianto dan Irsyad Aras sejak menit pertama. Bahkan Richardo Salampessy dan Boaz Solossa konon dipanggil pula ke Jakarta, kendati tidak diturunkan dalam pertandingan kemarin. Entah karena tidak dalam kondisi terbaiknya atau memang strategi brilian dari Peter Reid (pelatih Thailand), Firman Utina dan Budi Sudarsono, yang biasanya mampu leluasa mengobrak-abrik pertahanan lawan pun tampak tak berkutik sama sekali. Semoga saja pada semifinal kedua yang berlangsung di Thailand hari Sabtu (20/12), timnas mampu membalikkan keadaan. Barangkali Benny perlu melakukan rotasi yang lebih cermat, misalnya dengan menurunkan Richardo atau Boaz sebagai pemain inti. Lantas perubahan strategi pun mutlak dilakukan pelatih. Siapa tahu, hal itu mampu membuat Indonesia ganti menundukkan Thailand di kandangnya, untuk kemudian bisa tampil di final. Semoga Charis Yulianto dkk dapat tampil kian percaya diri, lebih tenang, dan penuh konsentrasi, dengan dibekali sebuah pikiran positif bahwa kita bisa menang. Terus kobarkan semangat : maju tak gentar!

h1

Satu Rahasia

Desember 18, 2008

Kuberi satu rahasia padamu, Kawan. Buah paling manis dari berani bermimpi adalah kejadian-kejadian menakjubkan dalam perjalanan menggapainya. (Andrea Hirata dalam Maryamah Karpov)

h1

Badai Cedera Melanda Madrid

Desember 2, 2008

1ea05a20330da071

Sungguh laksana badai, cedera pemain yang melanda kubu Real Madrid. Satu demi satu pemain terkapar, hingga ada sembilan pemain tak bisa bermain selama sekian waktu. Padahal sebagian besar di antara mereka adalah pilar utama pasukan Bernd Schuster, seperti : Fabio Cannavaro, Pepe, Mahamadou Diarra, Arjen Robben, dan Ruud van Nistelrooy. Nama terakhir bahkan telah dipastikan absen hingga akhir musim. Sementara pengganti Van Nistelrooy yang mulai tampil cemerlang, Gonzalo Higuain malah menyusul didera cedera pula.

Mungkin inilah saat-saat terberat bagi Schuster selama menangani Madrid. Dengan materi pemain yang tak pernah lengkap, Madrid dua kali kalah dari Juventus di Eropa, tersingkir oleh klub kecil di Copa del Rey, dan mengalami kekalahan ketiga pada pekan ke-13 La Liga. Masih beruntung, Madrid sudah lolos ke babak knock out Liga Champion setelah menang 1-0 atas BATE Borisov di matchday kelima.

Tetap memertahankan Schuster sebagai pelatih mungkin pilihan paling bijak dari pihak manajemen. Toh, siapa pun pelatihnya memang sangat sulit berbuat banyak di Madrid, mengingat keterbatasan amunisi yang tersisa. Namun jika Madrid ingin berubah dan masih berharap meraih trofi di akhir musim, maka menghadirkan pemain baru mutlak dilakukan pada jendela transfer musim dingin nanti. Ada sejumlah nama yang diincar, hanya belum ada yang pasti hingga tiba saat yang tepat. Salju mungkin sudah mulai turun di seantero Eropa, termasuk di Spanyol. Tapi badai akan segera berlalu dari Madrid, berganti langit cerah yang menaunginya, seiring pulihnya para pemain dari cedera dan datangnya pemain baru yang semoga lekas menyatu dengan tim. Madrid pun bakal bangkit dari keterpurukannya dan siap bersaing dengan tim-tim lainnya untuk meraih kejayaannya kembali.