h1

Tiada Rotasi, Kalah pun Jadi

Desember 18, 2008

Sebelum tampil di semifinal Piala AFF Suzuki 2008, Benny Dollo (pelatih Indonesia) banyak dikritik karena tidak pernah melakukan rotasi pemain. Dalam tiga pertandingan penyisihan grup A, Benny selalu menurunkan starting line-up yang sama. Hasilnya timnas kalah 0-2 dari Singapura di pertandingan ketiga. Kekalahan itulah yang menjadikan Indonesia mesti bertemu dengan Thailand di semifinal. Benny beralasan ingin meraih kemenangan atas Singapura dengan tetap menurunkan the winning team, yang telah sukses mengandaskan Myanmar 3-0 dan Kamboja 4-0. Sebenarnya bisa saja Benny merotasi pemainnya di pertandingan kedua. Tapi mungkin dia tidak lupa dengan kisah kegagalan dua pelatih timnas sebelumnya.

Ketidaksuksesan Peter Withe di Piala AFF 2007 dan Ivan Kolev di SEA Games 2007 meloloskan timnas ke semifinal, mungkin justru karena kedua pelatih melakukan rotasi pada pertandingan kedua. Kebetulan hasilnya hanya mampu bermain imbang dan timnas sama-sama gagal menang pada pertandingan ketiga. Akhirnya Withe dan Kolev dipecat gara-gara langkah timnas terhenti di penyisihan grup. Bagi kedua pelatih asal Eropa tersebut, rotasi berbuah pahit. Tapi bagi Benny Dollo, tanpa rotasi pun timnas kalah. Syukurlah, timnas telah dipastikan lolos ke semifinal ketika kemenangan ketiga kandas diraih.

bambang-p

Indonesia telah tampil di semifinal pertama Piala AFF hari Selasa (16/12) kemarin. Sayang, hasilnya timnas kita kalah 0-1 dari Thailand. Para pemain tim Merah Putih tampil kurang tenang dan gugup, sehingga permainan tidak berkembang, terutama di awal pertandingan. Pelatih Benny Dollo sendiri telah melakukan perubahan susunan pemain inti, dengan menurunkan Nova Arianto dan Irsyad Aras sejak menit pertama. Bahkan Richardo Salampessy dan Boaz Solossa konon dipanggil pula ke Jakarta, kendati tidak diturunkan dalam pertandingan kemarin. Entah karena tidak dalam kondisi terbaiknya atau memang strategi brilian dari Peter Reid (pelatih Thailand), Firman Utina dan Budi Sudarsono, yang biasanya mampu leluasa mengobrak-abrik pertahanan lawan pun tampak tak berkutik sama sekali. Semoga saja pada semifinal kedua yang berlangsung di Thailand hari Sabtu (20/12), timnas mampu membalikkan keadaan. Barangkali Benny perlu melakukan rotasi yang lebih cermat, misalnya dengan menurunkan Richardo atau Boaz sebagai pemain inti. Lantas perubahan strategi pun mutlak dilakukan pelatih. Siapa tahu, hal itu mampu membuat Indonesia ganti menundukkan Thailand di kandangnya, untuk kemudian bisa tampil di final. Semoga Charis Yulianto dkk dapat tampil kian percaya diri, lebih tenang, dan penuh konsentrasi, dengan dibekali sebuah pikiran positif bahwa kita bisa menang. Terus kobarkan semangat : maju tak gentar!

Iklan

One comment

  1. Hai, lam kenal yaa..

    Yang menag di bolanova kan??

    Alhamdulillah aku juga..

    Punya FS gak??

    Add FS aku di tharie_celico@yahoo.co.id ya

    Thx b4 ^^



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: