Archive for Februari, 2009

h1

Sinar Bambang Pamungkas Belum Pungkas

Februari 18, 2009

Bambang Pamungkas masih mampu bersinar lagi.

Bambang Pamungkas masih mampu bersinar lagi.

Melihat penampilan Bambang Pamungkas bersama timnas Indonesia di Piala AFF dan Pra Piala Asia mengesankan bahwa kebintangannya telah mulai meredup. Sebenarnya di Piala AFF pun Bambang masih mencetak dua gol. Dia hanya kalah dari Budi Sudarsono yang membuat empat gol. Lalu dalam lima pertandingan terakhir timnas, belum ada seorang pemain pun yang sanggup mencetak gol lagi, tidak hanya Bambang seorang.

Namun bersama Persija, pemain yang kerap juga dipanggil BP itu ternyata masih menunjukkan tajinya. Tiga gol telah dicetaknya dalam dua pertandingan lanjutan Indonesia Super League (ISL), ketika Persija menjamu Persela (1 gol) dan Persiwa (2 gol). Kemenangan Persija 6-1 atas Persiwa membuat Persija sempat menjadi pemuncak klasemen sementara ISL pada pekan kedua Februari 2009. Koleksi 13 gol yang dicetak Bambang Pamungkas menyamai Marcio Souza (Persela) dan semakin mendekati raihan Christian Gonzales (Persik/Persib) dan Ngon A Djam (Sriwijaya FC) dengan 14 gol. Bambang pun menjadi striker lokal paling produktif di ISL musim ini. Koleksi gol striker timnas lain, seperti : Boaz Solossa, TA Musafri, dan Budi Sudarsono masih jauh di bawah Bambang. Mestinya ada striker lokal produktif lainnya yang dapat melapis BP di timnas dan menjadi penggantinya kelak. Sayangnya mayoritas pelatih ISL masih lebih percaya pada para pemain asing sebagai mesin gol klub mereka.

Iklan
h1

Prediksi Gullit dan Kiprah Beckham

Februari 18, 2009
Beckham dan Owen, bintang Inggris yang pernah bermain di luar Inggris.

Beckham dan Owen, bintang Inggris yang pernah bermain di luar Liga Inggris.

Ada yang menarik jika kita mengingat apa yang pernah diprediksi oleh Ruud Gullit tentang David Beckham sekian tahun lalu. Ketika masih menjadi pelatih di klub Liga Inggris (entah Chelsea atau Newcastle United – saya lupa), Ruud Gullit pernah mengatakan bahwa hanya Beckham dan Michael Owen pemain Inggris (saat itu) yang pantas bermain di Liga Italia atau Liga Spanyol. Berbeda dengan saat ini, beberapa tahun silam Liga Inggris belum menjadi liga sepakbola paling top di dunia. Gullit sendiri pernah bermain di Liga Italia (AC Milan dan Sampdoria) maupun di Liga Inggris bersama Chelsea.

Apa yang terjadi kemudian, Beckham dan Owen lantas bergabung dengan Real Madrid di Liga Spanyol. Owen boleh dikata gagal bersinar karena tidak pernah dipercaya penuh oleh pelatih Madrid dan akhirnya kembali bermain di Inggris. Beckham sendiri lumayan sukses karena sekali ikut mempersembahkan gelar juara La Liga. Yang jelas dia berhasil mendatangkan keuntungan finansial bagi Madrid lewat penjualan merchandise atas namanya. Setelah empat tahun bermain di Madrid, tanpa diduga Beckham justru hijrah ke LA Galaxy, klub Major League Soccer (Liga Amerika Serikat) yang kualitasnya jelas di bawah klub-klub Liga Inggris dan Liga Spanyol. Ketika di tahun 2009 Beckham dipinjam AC Milan, tentu banyak suara skeptis menanggapinya. Selain sudah cukup berumur, selama sekitar dua tahun Beckham hanya bermain di liga dengan level yang tidak setinggi di Inggris, Spanyol, dan Italia. Ternyata Beckham mampu menjawab semua keraguan, sekaligus membuktikan apa kata Gullit bahwa dia memang pantas bermain di Liga Italia. Bahkan Milan kini ingin Beckham bisa tinggal lebih lama dari masa peminjamannya karena kontribusinya terbukti nyata bagi I Rossoneri.

Sementara itu, kendati belum pernah dipanggil Fabio Capello ke timnas dan sering cedera, nama Michael Owen ternyata sempat dihubung-hubungkan dengan Inter Milan, tim sekota AC Milan. Memang belum pasti Owen jadi bermain di Liga Italia, tapi prediksi Gullit dahulu ternyata memang jitu. Faktanya belum ada lagi pemain Inggris, selain Beckham dan Owen yang pernah bermain di Italia atau Spanyol hingga kini. Namun tidak mustahil Wayne Rooney, Theo Walcott, atau Ashley Young kelak memperkuat klub-klub elite di Liga Italia atau Spanyol. Tentu saja jika ada tawaran yang datang dan mereka berani mencoba tantangan baru berkarier di luar negeri, seperti halnya David Beckham.

* Tulisan ini pernah dimuat di www.bolanova.com

h1

Ada Kekuatan Dalam Diri Kita

Februari 18, 2009

Ada kekuatan dalam cinta. Orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat, karena ia bisa mengalahkan keinginannya untuk mementingkan diri sendiri.

Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan. Orang tertawa gembira adalah orang yang kuat, karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan.

Ada kekuatan dalam kedamaian diri. Orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuat, karena ia tidak pernah tergoyahkan dan tidak mudah diombang-ambingkan.

Ada kekuatan dalam kesabaran. Orang yang sabar adalah orang yang kuat, karena ia sanggup menanggung segala sesuatu dan ia tidak pernah merasa disakiti.

Ada kekuatan dalam kemurahan. Orang yang murah hati adalah orang yang kuat, karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya untuk melakukan yang baik bagi sesamanya.

Ada kekuatan dalam kebaikan. Orang yang baik adalah orang yang kuat, karena ia bisa selalu mampu melakukan yang baik bagi semua orang.

Ada kekuatan dalam kesetiaan. Orang yang setia adalah orang yang kuat, karena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan pribadi

Ada kekuatan dalam kelemahlembutan. Orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat, karena ia bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam.

Ada kekuatan dalam penguasaan diri. Orang yang bisa menguasai diri adalah orang yang kuat,karena ia bisa mengendalikan segala nafsu keduniawian.

………

Ternyata kita memiliki cukup kekuatan untuk mengatasi segala permasalahan dalam hidup ini.

Dimanapun, seberat dan serumit apapun juga.

Karena cobaan-Nya tidak akan pernah dibiarkan melebihi kekuatan kita. (Motivasinet)

***

Tulisan ini rencananya akan menjadi salah satu materi Buletin Tamtama versi cetak dan telah terpajang pula di www.buletintamtama.wordpress.com.

h1

Merah Putih Hitam Beckham

Februari 10, 2009

Kostum Beckham tak pernah lepas dari warna merah, putih, dan hitam.

Kostum Beckham tak pernah lepas dari warna merah, putih, dan hitam.

Sepanjang kariernya sebagai pemain sepakbola, ternyata David Beckham tidak pernah lepas dari warna merah, putih, dan/atau hitam. Setiap tim yang dihuninya selalu mengandung unsur warna tersebut. Manchester United, klub pertama yang diperkuat Beckham memiliki kostum utama kaos merah dengan celana putih atau hitam. Kostum kedua MU sendiri pernah ada yang berwarna serba putih dan serba hitam. Di Real Madrid, Beckham mengenakan kostum utama putih-putih dan kostum kedua hitam-hitam. Demikian pula ketika dia memperkuat LA Galaxy di Major League Soccer. Ketika mantan kapten Inggris itu hijrah ke AC Milan, kaos merah hitam merupakan warna kostum utamanya dan putih-putih adalah warna kostum keduanya. Bersama timnas Inggris, jika tidak menggunakan kostum kaos putih dan celana hitam atau putih, maka Beckham pasti akan menggunakan kostum merah putih sebagai alternatifnya. Jika masih ada tim lain yang akan diperkuat Beckham kelak, apakah warna kostum tim itu juga mengandung warna merah, putih, dan/atau hitam? Menarik juga untuk dinanti.

Note :

Tapi kalau boleh memilih, Beckham lebih menyukai putih-putih. Menurut kabar, ia termasuk penderita OCD – Obsessive Compulsive Disorder, dimana penderitanya biasanya suka warna serba putih. Menurut keterangan seorang teman yang pernah belajar psikologi, OCD adalah penyakit mental yang membuat seseorang melakukan sesuatu terus-menerus tanpa dia sadari.

* Tulisan ini telah dimuat di majalah BOLAVaganza No.88/Februari 2009.

h1

Jika Malu Berbuat Baik

Februari 10, 2009

Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah ia tidak akan bertemu dengan kemajuan selangkah pun. (Bung Karno)

h1

Benang Merah Trio M (MU, Madrid, Milan)

Februari 4, 2009

David Beckham, salah satu benang merah Trio M.

David Beckham, salah satu benang merah Trio M.

Manchester United, Real Madrid, dan AC Milan merupakan klub-klub favorit saya di Eropa. Catatan panjang prestasi dan penampilan impresif mereka membuat saya layak saja mengagumi mereka. Ada sejumlah persamaan di antara ketiga tim tersebut. Pertama, tentu saja kota tempat mereka berasal yang berawalan huruf ‘M’. Lalu ketiga tim sudah berkali-kali menjadi juara liga di negaranya masing-masing, juara Eropa, maupun juara dunia. Beberapa pemain pernah menjadi pemain terbaik dunia ketika memperkuat klub-klub itu, seperti : Cristiano Ronaldo (MU), Zinedine Zidane (Madrid), dan Ricardo Kaka (Milan).

Di awal tahun 2009 ada sebuah benang merah baru yang menghubungkan trio M. Benang merah itu adalah David Beckham. Mantan kapten timnas Inggris itu barangkali satu-satunya pemain yang pernah memperkuat MU, Madrid, dan Milan sekaligus. Selain Beckham, ada sejumlah pemain yang hanya memperkuat dua dari trio M. Mereka adalah Christian Panucci (Milan dan Madrid), Clarence Seedorf (Madrid dan Milan), Jaap Stam (MU dan Milan), Ruud van Nistelrooy (MU dan Madrid), Gabriel Heinze (MU dan Madrid), Emerson (Madrid dan Milan), dan Ronaldo (Madrid dan Milan). Daftar itu bisa bertambah panjang karena di antara ketiga tim itu selalu ingin saling merekrut pemain, seperti : Madrid pada Kaka (Milan) dan Cristiano Ronaldo (MU), atau Milan pada Sergio Ramos (Madrid). Terakhir, Fabio Capello merupakan pelatih yang pernah membawa Milan dan Madrid meraih gelar juara ketika ditanganinya.