h1

Sepakbola Hantu Pemilu?

Maret 19, 2009

Mengapa Kepolisian Republik Indonesia memandang pertandingan sepakbola sebagai sesuatu yang begitu mengerikan dan menjadi potensi besar kacaunya pelaksanaan pemilihan umum di negeri ini? Apakah sepakbola merupakan hantu yang menakut-nakuti pemilu, maka Kapolri melarang pelaksanaan pertandingannya, sehingga ISL dan kompetisi divisi utama terpaksa berhenti selama masa kampanye hingga masa penyontrengan?

Saya tidak tahu, apakah pernah ada sebuah penelitian atau survey yang menjawab, sebenarnya ada berapa persentase kerusuhan yang terjadi dalam satu musim kompetisi sepakbola di negeri ini? Jika memang ada, apakah angkanya demikian besar, sehingga polisi merasa tidak sanggup jika harus mengurusi kampanye pemilu dan pertandingan sepakbola sekaligus? Lalu apakah polisi sudah bertindak benar selama ini, jika terjadi kerusuhan dalam sepakbola kita? Adakah yang bisa menjawab sejumlah tanya tersebut?

Tapi kita sebagai orang Indonesia –menurut asumsi saya, bukan hasil penelitian- memang biasa berpikir negatif dan berprasangka buruk terhadap siapa saja atau dalam banyak hal. Termasuk ketika kita melihat para caleg yang memasang gambarnya di mana-mana. Jadi jika pak polisi tidak percaya bahwa penonton sepakbola nasional bisa tertib, ya mohon dimaklumi saja barangkali.

Salah satu potret kerusuhan sepakbola di Indonesia

Salah satu potret kerusuhan sepakbola di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: