Archive for April, 2009

h1

Menjadi Pemimpin

April 28, 2009

Yang wajar menjadi pemimpin adalah seseorang yang di tengah masyarakat layaknya pemimpin, padahal dia bukan pemimpin mereka dan bila telah menjadi pemimpin, maka di tengah masyarakatnya dia laksana bukan pemimpin. (Umar bin Khatab)

Siapa yang menjadikan dirinya pemimpin masyarakat, maka hendaklah dia memulai dengan mengajar dirinya sebelum mengajar orang lain dan hendaklah pengajarannya itu melalui tindakannya sebelum lisannya. Pengajar diri lebih wajar dihormati daripada pengajar orang lain. (Ali bin Abi Thalib)

h1

Keistimewaan Barcelona

April 24, 2009

Selain kembali menjadi satu-satunya tim non-Inggris di semifinal Liga Champion 2008/2009, Barcelona dari Spanyol juga memiliki keistimewaan lain yang tidak dimiliki oleh ketiga tim Inggris pesaingnya. Hal spesial itu adalah sosok pelatih Jose ’Pep’ Guardiola. Dia menjadi pelatih termuda, belum pernah membawa timnya juara, sekaligus satu-satunya pelatih lokal yang menangani tim semifinalis. Ketiga pelatih tim Inggris (Sir Alex Ferguson, Guus Hiddink, dan Arsene Wenger) adalah pelatih kawakan dengan jam terbang puluhan tahun, memiliki segudang trofi, dan merupakan pelatih asing di Liga Inggris. Dari sisi usia dan reputasi, Pep memang tidak layak dibandingkan dengan Sir Alex, Hiddink, maupun Wenger. Namun kenyataannya kini, pelatih muda Spanyol itu telah berdiri sejajar dengan para seniornya, setelah menempatkan El Barca sebagai semifinalis liga terwahid Eropa di musim pertamanya menangani klub profesional. Kiprah Guardiola akan semakin cemerlang jika Barcelona berhasil menyingkirkan Chelsea dan kemungkinan menjadi juara di Roma pun ada di depan mata. Salut buat Pep Guardiola!

Pep Guardiola semasa menjadi pemain, kini sebagai pelatih Bacelona

Pep Guardiola semasa menjadi pemain, kini sebagai pelatih Bacelona

h1

Selalu Berharap

April 21, 2009

Dalam segala hal, berharap lebih baik ketimbang putus asa. (Goethe)

h1

Jadwal ISL Masih Kacau Pasca Pemilu

April 21, 2009

Pemilu legislatif yang didahului dengan masa kampanye telah berlangsung aman dan terkendali di segenap penjuru tanah air. Terjadinya permasalahan lebih banyak yang bersifat administratif, tidak berhubungan dengan kerumunan yang bisa berujung pada kerusuhan massal. Bahkan gesekan yang terjadi pada sesama simpatisan parpol pun gara-gara mereka bersenggolan ketika bergoyang dangdut belaka. Jadi penundaan jadwal ISL karena pemilu jelas bukan sesuatu yang tepat. Kekhawatiran aparat keamanan terhadap suporter sepakbola terlalu berlebihan. Bahkan sepakbola seolah dipandang sebagai hantu yang menakutkan bagi pemilu (baca ’Sepakbola Hantu Pemilu’, pen). Faktanya, pertandingan yang tetap digelar di tanah Papua (Jayapura dan Wamena) maupun Palembang selama masa kampanye berlangsung lancar tanpa masalah. Sudah seyogyanya aparat keamanan di daerah lain dapat bersikap seperti rekan mereka ketika mengamankan pertandingan kandang Persipura, Persiwa, Sriwijaya FC, dan PSMS tersebut.

Sayangnya, pasca pemilu ternyata masih ada kepolisian daerah yang ketakutan memberikan ijin pertandingan ISL. Hal itu tentu saja membuat jadwal ISL kembali kacau. Padahal PSSI –yang tetap bertahan dengan inkonsistensinya- telah membatalkan jadwal sentralisasi yang semula direncanakan digelar di Jawa Timur. Namun semoga kompetisi ISL masih bisa berakhir tidak terlalu jauh dari rencana semula, kendati sudah pasti tidak tepat waktu.

Untuk ke depannya, PSSI dengan seluruh stakeholder sepakbola Indonesia bersama-sama aparat keamanan harus lebih saling percaya serta berpikir positif satu sama lain. Maka yang terjadi adalah pertandingan ISL tetap berlangsung aman seiring sejalan dengan pemilu. Untuk seluruh pihak yang merugi, semoga selalu sabar dan tetaplah tegar. Jangan sampai seperti para caleg yang gagal, hingga mengalami gangguan jiwa. Sepakbola kita masih perlu orang-orang ‘gila’ seperti Anda semua. Bravo sepakbola Indonesia!

h1

Blog Ini Tampil di BolaVaganza

April 14, 2009

08344_90-april09_122_117lo1

Saya merasa mendapatkan penghargaan ketika blog bersahaja ini dibahas di rubrik Surfing majalah BolaVaganza No.90 – April 2009. Berawal dari obrolan sederhana saya dengan Mas Suryo Wahono (wartawan BolaVaganza) di facebook, hingga beliau menawarkan agar blog saya dimuat di majalahnya. Tentu saja saya menyambutnya dengan hati riang. Terima kasih sekali untuk Mas Suryo yang memberi kesempatan salah satu hasil kreasi saya ini akhirnya terpajang di sebuah media cetak bertaraf nasional. Semoga hal itu memotivasi saya untuk terus mengembangkan materi blog ini sebagai wahana berbagi pemikiran, perasaan, dan pengetahuan.

h1

Boaz Solossa, Top Scorer, dan SEA Games

April 7, 2009
Aksi Boaz ketika Indonesia menjamu Australia. (foto : goal.com)

Aksi Boaz ketika Indonesia menjamu Australia. (sumber foto : http://www.goal.com)

Boaz Solossa, penyerang timnas Indonesia yang memperkuat klub Persipura semakin garang dalam mencetak gol di Indonesia Super League (ISL). Hingga 26 pertandingan yang telah dilakoni Persipura, Boaz telah membuat 16 gol, sama dengan Alberto ’Beto’ Goncalves, rekan setimnya yang berasal dari Brasil. Raihan gol Boaz semakin mendekati Christian Gonzales (Persib) dengan 17 gol dan Ngon A.Djam (Sriwijaya FC) yang menjadi top scorer sementara ISL dengan 18 gol. Boaz kini menjadi penyerang lokal tersubur meninggalkan Bambang Pamungkas (Persija) yang baru mencetak 13 gol. Boaz memang lebih beruntung ketimbang BP. Persipura tidak terkena larangan bermain dari kepolisian Papua, sehingga timnya sudah 26 kali bermain. Sementara itu Persija -dan lebih banyak tim lainnya- dilarang menggelar pertandingan selama kampanye pemilu. Yang jelas Boaz sangat layak diunggulkan menjadi pencetak gol terbanyak ISL musim ini.

Di timnas senior Boaz telah dua kali bermain kembali, setelah lama absen karena cedera. Kendati belum mencetak gol, tapi kehadiran Boaz membawa warna baru bagi timnas yang meraih dua hasil imbang melawan Oman dan Australia di Pra Piala Asia bulan Januari 2009 lalu. Boaz juga dipanggil untuk memperkuat timnas U-23 yang akhir tahun nanti akan tampil di SEA Games Laos. Tahun 2009 merupakan kesempatan terakhir Boaz berlaga di pekan olahraga Asia Tenggara tersebut. Pemain kelahiran tahun 1986 itu sebenarnya bisa memperkuat timnas SEA Games tahun 2005 dan 2007, tapi selalu ada kendala menghadangnya. Setelah tampil cemerlang bersama timnas senior di Piala AFF 2004, Boaz terpaksa dicoret dari timnas SEA Games 2005 karena mendapatkan skorsing dari PSSI atas pelanggaran yang dilakukannya di Liga Indonesia. Di tahun 2007, cedera parah yang menimpa Boaz menjelang Piala Asia membuatnya mesti absen lagi di SEA Games. Semoga saja di SEA Games satu-satunya dalam kariernya, Boaz mampu tampil cemerlang mencetak gol demi gol, mengobrak-abrik pertahanan tim lawan, dan mempersembahan medali emas sepakbola bagi Indonesia tercinta. Apalagi rekan-rekan Boaz di timnas U-23 tahun ini cukup berpengalaman tampil di ISL dan di timnas junior sebelumnya, seperti : Ian Kabes, Immanuel Wanggai, Jajang Mulyana, Tony Sucipto, dan Achmad Jufriyanto. Sukses buat Boaz, bersama Persipura maupun timnas indonesia!

h1

Selama Masih

April 7, 2009

Sebagaimana layaknya saja

Hari-hari pun silih berganti

Hanya terasa terlampau cepat

Cepat bergulir perubahan sang waktu

.

Tanpa gairah hidup yang nyala

Terasa berat kaki melangkah

Tiada kuasa coba mengejar

Aliran waktu yang kian cepat melaju

.

Semoga kembali gairah hidupku

Dan selalu kusadari bahwa :

Selama sukma masih di dalam raga

Mestinya hidup begitu bermakna

Selagi usia masih terbilang muda

Mestinya kuyakin adanya asa

.

Akan kutempuh jalan yang panjang

Menyusuri kehidupan masa depan

Yang penuh angan dan harapan

.

Hidup di dunia hanya sementara

Tapi tetaplah mesti berarti

Lakukan s’gala doa dan upaya

Biar tak percuma waktu yang terus berlalu