Archive for Juni, 2009

h1

Hal Ihwal Semifinal Piala Konfederasi

Juni 23, 2009

Piala Konfederasi 2009 di Afrika Selatan diikuti oleh delapan negara. Grup A dihuni oleh Afrika Selatan, Spanyol, Irak, dan Selandia Baru. Grup B dihuni oleh Italia, Brasil, Mesir, dan Amerika Serikat. Sebelum berlangsungnya kejuaraan, ada tiga tim yang paling dijagokan untuk menjuarai turnamen resmi FIFA tersebut. Mereka adalah Brasil (juara Copa America 2007), Italia (juara Piala Dunia 2006), dan Spanyol (juara Euro Cup 2008). Mereka terang sangat layak menjadi kandidat juara. Brasil niscaya menjadi unggulan setiap kejuaraan berkat raihan 5 trofi Piala Dunia. Italia hanya kalah satu dari Brasil, pernah 4 kali juara Piala Dunia. Sementara itu Spanyol, juara Eropa edisi terakhir selalu menyajikan permainan atraktif yang berakhir dengan kemenangan.

Babak penyisihan grup Piala Konfederasi telah usai. Dua tim unggulan, Spanyol dan Brasil bakal tampil di semifinal sebagai juara grup dengan nilai sempurna. Tapi yang paling mengejutkan adalah kegagalan Italia. Tim asuhan Marcelo Lippi itu justru tersingkir oleh Amerika Serikat, yang dikalahkannya 3-1 di pertandingan pembuka. Anehnya, Mesir yang hanya kalah 3-4 dari Brasil dan mengalahkan Italia 1-0, justru kalah 0-3 dari AS di pertandingan terakhir. Sial bagi Italia yang di pertandingan terakhir kalah 0-3 pula dari Brasil.

Lolosnya tuan rumah Afrika Selatan ke semifinal juga rada mengejutkan. Penampilan Irak (juara Piala Asia 2007) sebenarnya lebih menjanjikan. Setelah menahan imbang Afsel 0-0, Irak hanya kalah 0-1 dari Spanyol. Padahal Afsel sendiri kalah 0-2 dari lawan yang sama, tapi mereka mampu mengalahkan Selandia Baru 2-0. Irak sendiri hanya mampu bermain imbang dengan Selandia Baru, sehingga gagal ke semifinal.

Spanyol vs Amerika Serikat dan Brasil vs Afrika Selatan akan menjadi pertemuan yang menarik di semifinal. Dua tim papan atas -bertabur bintang- sekaligus kandidat juara (Spanyol dan Brasil) akan bertemu dengan dua tim semenjana -nyaris tanpa bintang- yang menjadi kuda hitam (Amerika Serikat dan Afrika Selatan).

Siapa yang lebih baik di antara Adidas dan Nike juga akan terjadi di semifinal. Adidas diwakili oleh Spanyol dan Afrika Selatan, sementara Nike menjadi sponsor Amerika Serikat dan Brasil. Final impian akan terwujud jika Spanyol bertemu dengan Brasil di partai puncak. Namun kejutan masih mungkin berlanjut riwayatnya di Afrika Selatan.

Kaka dkk akan menyingkirkan AS untuk lolos ke final.

Kaka dkk mesti menyingkirkan AS untuk lolos ke final.

Iklan
h1

Jelang Jam 12 Selasa Siang

Juni 23, 2009

justru yang sempat terlintas di benak

atau apa yang sudah perlu diungkapkan

oleh kalbu tidak tersurat lebih dini

saat ini

.

justru sekadar ada coretan kata

yang serta merta belaka

tanpa perlu pikir panjang hingga

cukup jadinya begini

(tak usah lebih lagi)

.

16 Juni 2009

h1

Tiada CR7 di Madrid

Juni 17, 2009
Cristiano Ronaldo sangat mungkin tidak bernomor 7 di Madrid.

Cristiano Ronaldo sangat mungkin tidak bernomor 7 di Madrid.

Cristiano Ronaldo sangat identik dengan kostum nomor 7, baik di Manchester United maupun di timnas Portugal (pasca pensiunnya Luis Figo). Tak salah jika pemain terbaik dunia 2008 itu dikenal pula dengan nama CR7. Musim 2009/10 Ronaldo akan tampil bersama Real Madrid, klub terbarunya. Tapi sangat mungkin dia tidak akan menggunakan kostum nomor 7 lagi, selama masih ada Raul Gonzales di Madrid. Kita tahu bahwa Raul, sang legenda hidup Madrid juga identik sekali dengan nomor 7 dan mustahil melepaskan nomor itu sebelum dia pensiun. Kabarnya Ronaldo sudah ditawari untuk menggunakan nomor 9, yang dulu pernah pula dipakai oleh Ronaldo (dari Brasil). Jadi tidak akan ada CR7 di Madrid, karena mungkin akan menjadi CR9, CR10, CR17, atau yang lain.

h1

Pemimpi Luar Biasa

Juni 17, 2009

Semua orang yang berprestasi luar biasa adalah pemimpi luar biasa.

(Orison Swett Marden-penulis Amerika)

h1

Nomor Kostum Kaka di Madrid

Juni 17, 2009
Kaka, kini nomor 10 di timnas Brasil.

Kaka, kini nomor 10 di timnas Brasil.

Ricardo Izecson dos Santos Leite alias Kaka tengah menjadi buah bibir pencinta sepakbola dunia berkat kepindahannya dari AC Milan ke Real Madrid, yang biaya transfernya sungguh fantastis. Selain penampilan di lapangan hijau bersama klub barunya, yang menarik pula dinanti adalah kostum nomor berapa yang bakal dipakai Kaka di Madrid?

Selama enam musim memperkuat Milan, pemain kelahiran 22 April 1982 itu selalu mengenakan kostum nomor 22. Sementara di timnas Brasil, Kaka tidak selalu menggunakan nomor kostum yang sama. Di Piala Dunia 2006, sosok rendah hati dan religius itu memakai nomor 8. Sementara itu di Piala Konfederasi 2009 yang sedang berlangsung di Afrika Selatan, Kaka berkostum nomor 10. Sebelumnya nomor itu biasa dipakai oleh Ronaldinho. Ketika Ronaldinho tidak lagi dipanggil pelatih Dunga, memang Kaka yang paling layak mengenakan nomor 10 di timnas Brasil. Kaka telah menunjukkan kebintangannya di Afrika Selatan, ketika mencetak dua gol saat Brasil mengalahkan Mesir 4-3 pada Senin (15/6) lalu.

Pihak Madrid konon sudah menyiapkan kostum bernomor 5 untuk Kaka. Nomor itu sebelumnya pernah dipakai oleh Zinedine Zidane dan Fabio Cannavaro, yang pernah menjadi pemain terbaik dunia, seperti halnya Kaka. Tapi sebenarnya Kaka sangat pantas mengenakan nomor 10 di Madrid, apalagi jika Wesley Sneijder –pemain nomor 10 Madrid musim lalu- jadi hijrah ke klub lain.

Sumber foto : http://www.sportsya.com

h1

Jangan Sembunyikan Bakatmu

Juni 17, 2009

Jangan sembunyikan bakatmu. Supaya bergunalah ia tercipta. (Benjamin Franklin)

h1

Menunggu Kiprah Pelatih Baru

Juni 9, 2009
Ancelotti dan Leonardo, pelatih baru Chelsea dan AC Milan

Ancelotti dan Leonardo, pelatih baru Chelsea dan AC Milan

Musim kompetisi 2008/09 di liga-liga utama Eropa belum lama berakhir. Arus transfer pemain mulai riuh rendah demi menyambut musim depan. Gosip yang beredar melibatkan sejumlah nama besar, seperti : Kaka, Cristiano Ronaldo, dan Zlatan Ibrahimovic. Sementara itu di sektor pelatih pun telah terjadi pembaharuan di sejumlah klub papan atas.

Chelsea (Inggris) menunjuk Carlo Ancelotti, yang sebelumnya menjadi pelatih AC Milan (Italia). Ancelotti pernah sukses membawa Milan meraih dua trofi Liga Champion hanya dalam lima tahun (2003 dan 2007). Roman Abramovic tentu sangat berharap pelatih asal Italia itu mampu mengulangi suksesnya ketika menangani Chelski. Menjadi yang terbaik di Eropa hingga kini masih menjadi obsesi utama sang Roman.

Untuk menggantikan Ancelotti, Milan mengangkat Leonardo Nascimento de Araujo yang merupakan ‘orang dalam’ I Rossoneri. Bisa jadi Milan terinspirasi Barcelona, yang di bawah pelatih muda minim pengalaman -Pep Guardiola- mampu meraih prestasi hebat di musim pertamanya menangani tim senior. Selain itu, ada fakta sejarah yang menarik. Entah disengaja atau tidak, apa yang terjadi pada Leonardo seperti menapaktilasi Fabio Capello, salah satu pelatih besar yang pernah dimiliki Milan. Capello dan Leonardo adalah mantan pemain Milan, yang setelah pensiun menjadi salah satu direktur, dan akhirnya dipercaya sebagai pelatih I Rosoneri.

Sementara itu di Spanyol, di bawah presiden Florentino Perez yang kembali berniat membangun Los Galacticos, Real Madrid memilih Manuel Pellegrini. Pelatih asal Cili itu dinilai sukses mengangkat tim semenjana Villareal sebagai tim papan atas La Liga. Dengan materi pemain yang lebih berkualitas, Madrid berharap Pellegirini mampu mengangkat kembali prestasi Los Blancos.

Sejumlah asa sudah tersemat untuk para pelatih baru itu. Kita tinggal menunggu kiprah mereka sekian bulan mendatang di musim 2009/10. Semoga sukses!

Sumber foto : goal.com