Archive for November, 2009

h1

Alasan Sesungguhnya (2) : Takut Kuwalat

November 27, 2009

Aparat penegak hukum bukannya menganakemaskan pengusaha yang namanya sama dengan sepupu Anoman itu, melainkan mereka mungkin kadung menganggapnya bagaikan bapak mereka sendiri. Bapak yang membelikan mobil baru, membayari liburan ke luar negeri, atau sekadar mentraktir mereka masakan lezat dari restoran mewah. Jadi apa saja yang dia minta, mereka menurut saja seakan-akan mematuhi apa kata orang tuanya. Ketika bapak mereka tersandung masalah, jelas mereka berupaya keras menyelamatkannya. Mereka tak berani melakukan apa yang khalayak ramai inginkan, karena rupanya mereka takut kuwalat kepada si bapak yang baik hati. Mereka lupa, mestinya mereka berbakti semata kepada ibu pertiwi serta membela kebenaran dan keadilan.

 

25 November 2009

Iklan
h1

Karya Sastra dan Makna Peristiwa

November 24, 2009

Karya sastra tidak hanya berkisah tentang manusia, tingkah lakunya atau tentang tempat, tapi juga merenung tentang makna sebuah peristiwa, tentang akibat tingkah laku manusia. (Ismet Fanany)

h1

Nomor Unik di 100 Terbaik

November 18, 2009

Kaka, pemain nomor 8 ada di peringkat 8 dalam daftar 100 Pemain Terbaik versi FourFourTwo.

Prakata :

Majalah FourFourTwo merilis 100 Pemain Terbaik Dunia dalam edisi November 2009 yang telah terbit bulan lalu. Program tersebut sudah dilangsungkan sejak dua tahun lalu. Memang bukan sesuatu yang sederhana, karena pihak lain biasanya hanya menampilkan 5 besar atau 10 besar. Di sini saya sebatas menampilkan 10 besar pemain terbaik dunia versi FourFourTwo, yaitu :

1.) Lionel Messi, 2.) Cristiano Ronaldo, 3.) Xavi Hernandez dan Andres Iniesta, 5.) David Villa, 6.) Fernando Torres, 7.) Steven Gerrrard, 8.) Kaka, 9.) Samuel Eto’o, 10.) Wayne Rooney.

Tulisan di bawah ini -versi asli- merupakan hasil pengamatan saya terhadap 100 Pemain Terbaik Dunia versi FFT, yang dimuat dalam majalah FourFourTwo Indonesia edisi Desember 2009. Terima kasih untuk redaktur majalah tersebut atas perhatiannya.

Pertama, salut bagi FourFourTwo yang kembali menampilkan daftar 100 Pemain Terbaik Dunia. Sebuah kerja keras yang patut mendapatkan apresiasi. Barangkali pada umumnya kita sepakat dengan posisi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sebagai dua yang terbaik. Namun untuk urutan berikutnya tampak layak menjadi bahan perdebatan kita. Dan hal itu pasti terjadi dalam penyusunan daftar apa saja, karena setiap pilihan selalu bersifat relatif.

Saya sekadar ingin menyoroti hal menarik yang terjadi pada pemain dengan peringkat atau nomor urut 8 (Kaka), 9 (Samuel Eto’o), dan 10 (Wayne Rooney). Sungguh unik bahwa posisi mereka bertiga ternyata sama persis dengan nomor kostum masing-masing pada musim 2009/10 ini. Kaka adalah pemain nomor 8 Real Madrid, Samuel Eto’o mengenakan nomor 9 di Inter Milan dan timnas Kamerun (juga sebelumnya di Barcelona), sementara Wayne Rooney pemakai kostum nomor 10 Manchester United dan timnas Inggris. Bisa jadi hal yang bersifat kebetulan tersebut hanya terjadi sekali ini dan tak bakal terulang lagi.

Tanggapan redaktur FFT Indonesia :

Hai Satya, untuk posisi tiga pemain yang kamu sebut paling akhir, kami memang sengaja kok. Eh tidak, kami bercanda. Jujur, kamu lebih teliti dari kami soal nomor-nomor punggung tersebut.

h1

Madrid Belum Cukup Punya Mental Juara

November 14, 2009
FBL-EUR-C1-REAL-MADRID-MILAN

Aksi Kaka saat Madrid dikalahkan Milan di Liga Champion.

Hingga pertengahan November 2009, Real Madrid memang baru mengalami tiga kekalahan dalam tiga ajang resmi yang diikutinya pada musim 2009/10 ini. Los Blancos takluk 1-2 dari Sevilla di La Liga, tunduk 2-3 dari Milan di Champions League, dan digasak 0-4 oleh Alcorcon di Copa del Rey. Kekalahan di Liga Spanyol dan Eropa masih menjaga peluang Madrid untuk meraih gelar juara, karena ada hasil yang lebih baik sehabis itu. Namun kekalahan memalukan dari Alcorcon ternyata menyingkirkan Neo Galacticos dari Piala Raja. Madrid yang telah turun dengan Kaka, Raul, Ruud van Nistelrooy, Gonzalo Higuain, dan nama beken lainnya hanya mampu menang 1-0 lewat gol Rafael van der Vart, tak mampu mengejar defisit empat gol dari pertandingan sebelumnya. Ambisi Florentino Perez agar Madrid meraih seluruh gelar musim ini telah pupus.

Kegagalan di Copa del Rey mengindikasikan bahwa tim asuhan Manuel Pellegrini tersebut belum memiliki mental juara yang cukup kuat. Seperti tidak masuk akal bahwa klub sebesar Madrid bisa kalah telak dari sebuah klub antah berantah, kendati mereka turun dengan pemain cadangan sekali pun. Sementara Barcelona -pesaing utama Madrid- dengan mudahnya melenggang ke babak berikutnya, padahal mereka tampil dengan tim keduanya pula.

Jika tak ingin kandas lagi, Pellegrini mesti bekerja keras supaya Iker Casillas dkk tampil lebih konsisten meraih poin-poin berharga, dengan mengalahkan para pesaingnya hingga gelar juara dapat direngkuh akhir musim nanti. Seandainya pelatih asal Cili itu tidak mampu lekas membenahi timnya, sederet kandidat pelatih telah siap menggantikan posisinya. Seperti sudah menjadi bagian dari sistem Madrid –sejak era Los Galacticos- yang sangat hobi gonta-ganti pelatih. Pellegrini mesti menjawab tantangan tersebut, jika masih ingin namanya dicatat dengan tinta emas dalam buku sejarah Los Blancos.

h1

Sebuah Minggu Petang di Alun-alun Utara

November 10, 2009

Tengah asyik menikmati alunan musik ’jazz on the street’ di halaman Jogja

Gallery, serta merta terdengar suara sedikit gaduh.

Kualihkan pandangan ke sebelah kanan, tampaklah sebuah becak terbalik

di seberang jalan. Sejumlah orang lantas bergerak

mendekati tempat kejadian, meminggirkan becak yang rusak dan barang-

barang yang tumpah. Si tukang becak yang sudah tua dipapah ke pinggir

jalan, lalu duduk terpaku. Setidaknya kepalanya pasti

pening. Para penumpang yang terdiri dari seorang bapak, seorang ibu,

dan satu anak perempuannya hanya sedikit mengalami luka.

Bapak penumpang itu orang yang sungguh baik. Dia mengeluarkan

selembar seratus ribu seraya berharap tukang becak baik-baik saja.

Terlihat ada luka menganga di telinga sebelah kirinya. Beberapa orang

memintanya segera ke rumah sakit dan sudah ada yang sudi

mengantarkannya. Tapi mungkin dia masih berpikir-pikir,

mesti membayar dengan apa ketika lukanya diobati oleh dokter

nanti. Ternyata di situ ada ’malaikat penolong’ berupa dua orang

asing : perempuan dan lelaki. Yang perempuan langsung menyerahkan

beberapa ratus ribu kepada pak tua yang terluka. Sementara di

tangan si lelaki asing ternyata ada bercak darahnya, mungkin

kecipratan luka pak tua ketika dia menolongnya. Tukang becak itu

pun berangkat ke rumah sakit sebagai penumpang becak rekannya

tanpa terlalu cemas lagi.

5 November 2009

(tentang minggu petang 1 November 2009)

h1

Kita Harus Meneruskan Pekerjaan Mereka

November 4, 2009

Kalau pemimpin-pemimpin kita jatuh, kita tidak boleh berdiam diri

berpangku tangan. Kita harus meneruskan pekerjaan mereka.

Hanya satu obat saja yang dapat menyenangkan hati pemimpin-pemimpin

yang jadi korban pergerakan, yaitu melihat kawan-kawannya terus bergerak.

(Sartono – aktivis pergerakan nasional, rekan seperjuangan Bung Karno)

***

Sebuah dukungan kecil buat perjuangan Bibit S Rianto dan Chandra M

Hamzah bersama KPK memberantas korupsi di negara tercinta Indonesia.