h1

Sebuah Minggu Petang di Alun-alun Utara

November 10, 2009

Tengah asyik menikmati alunan musik ’jazz on the street’ di halaman Jogja

Gallery, serta merta terdengar suara sedikit gaduh.

Kualihkan pandangan ke sebelah kanan, tampaklah sebuah becak terbalik

di seberang jalan. Sejumlah orang lantas bergerak

mendekati tempat kejadian, meminggirkan becak yang rusak dan barang-

barang yang tumpah. Si tukang becak yang sudah tua dipapah ke pinggir

jalan, lalu duduk terpaku. Setidaknya kepalanya pasti

pening. Para penumpang yang terdiri dari seorang bapak, seorang ibu,

dan satu anak perempuannya hanya sedikit mengalami luka.

Bapak penumpang itu orang yang sungguh baik. Dia mengeluarkan

selembar seratus ribu seraya berharap tukang becak baik-baik saja.

Terlihat ada luka menganga di telinga sebelah kirinya. Beberapa orang

memintanya segera ke rumah sakit dan sudah ada yang sudi

mengantarkannya. Tapi mungkin dia masih berpikir-pikir,

mesti membayar dengan apa ketika lukanya diobati oleh dokter

nanti. Ternyata di situ ada ’malaikat penolong’ berupa dua orang

asing : perempuan dan lelaki. Yang perempuan langsung menyerahkan

beberapa ratus ribu kepada pak tua yang terluka. Sementara di

tangan si lelaki asing ternyata ada bercak darahnya, mungkin

kecipratan luka pak tua ketika dia menolongnya. Tukang becak itu

pun berangkat ke rumah sakit sebagai penumpang becak rekannya

tanpa terlalu cemas lagi.

5 November 2009

(tentang minggu petang 1 November 2009)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: