h1

Mitos yang Masih Berlaku di Piala Dunia 2010

Juli 8, 2010

Ada sejumlah data dan fakta sejarah dalam Piala Dunia yang akhirnya
menjadi mitos tersendiri setiap kali turnamen berlangsung dari masa ke masa. Ketika Piala Dunia 2010 diselenggarakan di Afrika Selatan,
ternyata ada mitos yang masih tetap berlaku, seperti yang tersebut di
bawah ini.

Juara bertahan Piala Dunia selalu gagal mempertahankan gelarnya
sejak Piala Dunia 1966. Hanya Italia (1934 dan 1938) serta Brasil
(1958 dan 1962) yang berhasil meraih gelar dua kali berurutan. Italia
–juara Piala Dunia 2006- sudah harus pulang awal dari Afrika Selatan
karena gagal di babak penyisihan.

Belum pernah ada tim juara Piala Konfederasi, lalu berhasil menjadi
juara Piala Dunia. Setelah menjadi juara Piala Konfederasi 2009,
Brasil pun kandas di perempat final Piala Dunia 2010.

Setiap kali Brasil dan Belanda bertemu di babak knock-out Piala
Dunia, pemenang pertandingan tersebut selalu tampil di final. Brasil
mengalaminya di tahun 1994 dan 1998, sementara Belanda membuktikannya
di tahun 1974 dan 2010.

Sejak Piala Dunia 1998, salah satu tim finalis pasti berkostum
Adidas, yaitu : Prancis (1998), Jerman (2002), Prancis (2006),
dan Spanyol (2010).

Pemain bemomor 13 di tim Jerman selalu pemain yang memiliki peranan
penting. Di Afrika Selatan ada nama Thomas Mueller sebagai salah satu
bintang Jerman yang bersinar terang. Jaman dahulu tersebutlah nama
Gerd Mueller, Rudi Voeller, dan Michael Ballack yang terkenal dengan
kostum nomor 13.

Masih ada mitos lain, seperti Belanda yang selalu gagal menjadi juara,
meski pernah dua kali berurutan tampil di final Piala Dunia (1974 dan
1978). Jika Belanda kalah lagi di final Piala Dunia 2010, maka ada
satu mitos lagi yang belum pupus.

Sementara itu ada pula sebuah fakta baru, yaitu bahwa tim dari Eropa
ternyata mampu menjadi juara dunia di luar benuanya sendiri. Kedua
finalis Piala Dunia Afrika Selatan adalah tim-tim benua biru, sehingga
juaranya pun sudah pasti wakil zona Eropa. Selama ini ada mitos bahwa
hanya Brasil yang mampu menjadi juara di luar benuanya, terbukti
mereka mampu menjadi juara di Eropa (Swedia 1958) dan Asia
(Korea-Jepang 2002), selain di benua Amerika sendiri (Cili 1962,
Meksiko 1970, dan Amerika Serikat 1994).

One comment

  1. Kekalahan Belanda untuk ketiga kalinya saat final Piala Dunia 2010 memperpanjang mitos ‘Belanda tak pernah menang di final Piala Dunia’.
    Tulisan ini dimuat pula di tabloid BOLA edisi Sabtu, 10 Juli 2010 silam.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: