h1

Alasan Nurdin Halid Harus Tetap Ketua Umum

Februari 10, 2011

Biarpun orang berkata apa, sudah terang benderang sampai menyilaukan mata, bahwa Nurdin Halid pasti akan kembali mencalonkan diri sebagai ketua umum PSSI. Dan jika tidak ada keajaiban yang serta merta datang, maka jelas Nurdin akan melanggengkan jabatannya sebagai orang nomor satu di organisasi sepak bola nasional, paling tidak sampai tahun 2015. Barangkali sudah bukan rahasia lagi untuk semua orang, mengapa Nurdin ngeyel tenan alias keukeuh pisan untuk tetap bertahan adalah karena PSSI menjadi lumbung yang amat besar untuk menumpuk harta kekayaan sebanyak-banyaknya bagi para pengurusnya.

Jika Nurdin sendiri yang bicara, tentu saja alasannya karena dia begitu mencintai sepak bola dan ambisinya yang mulia pastilah membawa nama sepak bola Indonesia berjaya di kancah persepakbolaan internasional. Ketika orang mengkritiknya bahwa selama delapan tahun dia berkuasa, timnas malah tambah terpuruk dan memperpanjang puasa juaranya, dia mudah saja menjawabnya, ”Lha kan sebelum saya menjadi ketua umum, sudah lama juga kita tidak menjadi juara? It’s not fair jika hanya saya yang disalahkan.”

Mungkin dia tidak ingat bahwa ketua umum PSSI sebelumnya tidak ada yang kembali mencalonkan diri sesudah dalam satu periode kepemimpinannya gagal membawa timnas berprestasi. Lagi pula di antara semua pendahulu Nurdin, tak seorang pun yang menjadi narapidana kasus korupsi (apalagi sampai dua kali) ketika menjadi ketua umum PSSI. Semua orang juga sudah tahu bagaimana Nurdin cs dengan kelihaiannya merekayasa pasal-pasal dalam Statuta FIFA supaya dia tetap aman di kursinya selama-lamanya, mungkin sampai maut menjemputnya.

Perlawanan yang dilakukan oleh media massa, komunitas di dunia maya, kelompok suporter pro-perubahan, maupun kelompok pimpinan Arifin Panigoro (konsorsium LPI), dan tim-tim yang membelot ke LPI, sejauh ini masih belum mampu menggoyahkan soliditas Nurdin Halid dan kroninya sebagai penguasa otoriter PSSI. Jika uang sudah bicara, maka abang Nurdin pasti tetap disayang oleh mereka yang memiliki hak memilih ketua umum dan pengurus PSSI di Pulau Bintan nanti.

Kemudian alasan apa lagi yang membuat Nurdin percaya diri bahwa dia harus tetap menjadi penguasa PSSI? Kita layak menduga bahwa hal itu merupakan bentuk manuver politik. Seperti yang sudah kita lihat bersama, ketika timnas belum rampung menjalankan tugasnya, namun euforia telanjur membahana, maka Nurdin telah membawa Firman Utina dkk sowan kepada tuan besarnya, sang ketua umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Waktu itu Nurdin telah mengumumkan kepada semua orang bahwa keberhasilan timnas (padahal akhirnya gagal maning jadi juara) tidak terlepas dari jasa keluarga Bakrie. Tak lama berselang, Nurdin pun dengan bangganya berujar bahwa sukses timnas (yang mana ya?) adalah berkat Golkar. Sepertinya lebih banyak orang yang tidak menyetujui pernyataan gombal tersebut, tapi mana peduli Nurdin dengan hal itu.

Jadi sudah cetha wela-wela mengapa Nurdin harus tetap memimpin PSSI adalah untuk menjadikan timnas sebagai alat kampanye yang efektif bagi Aburizal Bakrie sebagai kandidat RI-1 dan Golkar sebagai parpol besar agar makin eksis pada Pemilu 2014 kelak. Tentu saja hal itu bakal menjadi nyata jika skuad Garuda berhasil menjadi juara SEA Games 2011, juara Piala AFF 2012, dan lolos ke Piala Dunia 2014 di Brasil. Maka Nurdin akan lantang berteriak dengan menepuk dadanya (sampai terbatuk-batuk), ”Sukses timnas adalah keberhasilan saya, dengan dukungan penuh keluarga Bakrie dan partai kebanggaan saya, Golkar. Maka pilihlah Golkar supaya menang dalam pemilu dan pilihlah Pak Ical sebagai presiden kita! Sepak bola Indonesia pasti tambah jaya!” Bagaimana jika ternyata seluruhnya berujung pada kegagalan? Kita tunggu saja, lantaran semua itu toh belum terjadi.

 

(Penulis adalah seseorang yang sekadar rindu melihat sepak bola Indonesia berjaya dan mengalami kemajuan serta bersikap masa bodoh dengan segala manuver politik)

 

Yogyakarta, 31 Januari 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: