Archive for April, 2011

h1

Serba-serbi Semifinal Liga Champion Eropa 2010/11

April 27, 2011

Persaingan Sponsor Apparel

Perjumpaan keempat tim dalam babak semifinal Liga Champion 2010/11 merupakan duel antara tim yang disponsori oleh Adidas (Schalke dan Real Madrid) menghadapi tim yang disponsori oleh Nike (Manchester United dan Barcelona). Dalam lima tahun terakhir, tim Nike empat kali sukses menjadi juara, yaitu : Barcelona (2006 dan 2009), Manchester United (2008), dan Inter Milan (2010). Tim Adidas hanya sekali melakukannya lewat AC Milan (2007). Barangkali Nike masih akan melanjutkan hegemoninya di Eropa atau justru Adidas yang akan kembali berjaya.

Kemenangan Ganda di Perempat Final

Sebelum sampai di babak empat besar, semua tim semifinalis menang kandang dan tandang di babak perempat final. Schalke menaklukkan Inter Milan 5-2 dan 2-1. United mengalahkan Chelsea 1-0 dan 2-1. Madrid mengandaskan Tottenham Hotspur 4-0 dan 1-0. Barca menundukkan Shaktar Donetsk 5-1 dan 1-0. Konon fakta tersebut merupakan rekor baru karena belum pernah terjadi di babak perempat final tahun-tahun yang silam.

Tiga (Pernah Juara) Banding Satu (Belum Pernah Juara)

Tiga dari keempat tim semifinalis boleh dikata langganan juara di Piala/Liga Champion. Madrid (9), Barca (3), dan United (3) sedang berlomba mempertajam rekor juaranya, sementara Schalke bakal membuat rekor baru jika mampu menjadi juara.

Pada sisi pelatih pun demikian adanya. Sir Alex Ferguson (United) dan Jose Mourinho (Madrid) berusaha meraih trofi ketiganya, sedangkan Pep Guardiola (Barca) mencoba mendapatkan trofi keduanya di Liga Champion. Sementara itu Ralf Rangnick (Schalke) masih bermimpi menggapai trofi pertamanya di Eropa.

Fenomena Brasil dan Spanyol

Kendati sekian tahun terakhir ini prestasinya meredup, namun Brasil -pemegang rekor 5 kali juara Piala Dunia- tetap menjadi negara yang konsisten menghadirkan pemain hebat di berbagai kompetisi liga di dunia. Buktinya, keempat tim semifinalis memiliki pemain asal Brasil, yaitu : Edu (Schalke), Rafael, Fabio, Anderson (United), Marcelo, Kaka (Madrid), Dani Alves, Adriano, dan Maxwell (Barcelona).

Spanyol adalah juara Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010, serta pemuncak klasemen antarnegara FIFA dalam dua tiga tahun terakhir ini. Dua klub Spanyol berjumpa di semifinal Liga Champion musim ini, Madrid vs Barca. Maka jumlah pemain Spanyol pun mendominasi babak empat besar. Selain Barcelona dan Madrid yang diperkuat mayoritas pemain Spanyol (Valdes, Puyol, Pique, Xavi, Villa, Casillas, Ramos, Alonso, dll), Schalke juga memiliki Sergio Escudero, Jose Manuel Jurado, dan Raul Gonzalez yang berasal Spanyol.

h1

Okto, Bintang Nomor 10 Terbaru

April 13, 2011

Salah satu fenomena dari aksi timnas Indonesia di Piala AFF 2010 adalah munculnya kembali bintang bernomor 10 dalam skuad Garuda. Pemain yang dipercaya mengenakannya adalah Oktovianus Maniani. Lelaki bertubuh mungil yang lahir 10 Oktober 1990 itu tampil sangat trengginas di sektor sayap dan memberi kontribusi cukup besar bagi tim. Satu gol pun telah dicetaknya sepanjang turnamen, namun sayang ia absen dalam final kedua menghadapi Malaysia dan Indonesia pun gagal lagi menjadi juara.

Sebenarnya sudah cukup lama tidak ada pemain bernomor 10 yang menjadi tulang punggung timnas Merah Putih di beragam turnamen. Barangkali hal itu menjadi sebuah anomali, mengingat bagi kebanyakan tim sepak bola, pemain bernomor 10 hampir pasti adalah seorang bintang.

Selama Piala AFF 2008 Aliyudin hanya menjadi pemain cadangan meski bernomor 10. Pada Piala Asia 2004, Piala AFF 2007, dan Piala Asia 2007 malah tidak ada pemain yang memakai nomor 10 dalam skuad Garuda. Sebenarnya ada Rahmat Rivai yang bernomor 10 dalam skuad Piala Asia 2007, namun namanya dicoret menjelang turnamen karena menderita cedera parah.

Pemain bernomor 10 terakhir yang menjadi bintang timnas adalah Kurniawan Dwi Yulianto, yaitu sejak pertengahan dekade 1990-an hingga awal 2000-an. Kurniawan terakhir kali memperkuat skuad Garuda di Piala AFF 2004 yang berakhir dengan kegagalan di partai final. Okto tampaknya memang layak memakai nomor pemain bintang itu. Nomor 10 kerap dipakai oleh banyak bintang dunia, dari masanya Pele, Diego Maradona, Lothar Matthaeus, Zinedine Zidane, hingga kini ada Francesco Totti, Wesley Sneijder, Wayne Rooney, dan Lionel Messi. Bukti bahwa Okto pantas bernomor 10, sebuah situs sepak bola asing (soccernet) pernah memasukkan nama Oktovianus Maniani sebagai salah satu pemain muda Asia yang potensial bermain di Eropa. Dan yang terbaru, sebuah majalah sepak bola (FourFourTwo Indonesia) memberinya penghargaan sebagai Pemain Muda Terbaik Indonesia 2010 dengan mengalahkan Kurnia Meiga, Dendi Santoso, Yongki Aribowo, dan Irfan Bachdim.

Satu hal lagi yang menarik, ketika Uruguay bertandang ke Jakarta, Edinson Cavani (salah satu bintang Uruguay) ternyata memilih bertukar kaos dengan Okto, tidak dengan pemain Indonesia lainnya. Padahal kita tahu bahwa Cavani saat ini merupakan salah satu pencetak gol terbanyak Liga Italia Serie A bersama klub Napoli yang merupakan kandidat peraih scudetto.

Dengan usianya yang masih muda, masa depan Okto bersama timnas Merah Putih masih sangat panjang. Yang paling dekat adalah pertandingan SEA Games 2011 bersama timnas U-23 dan babak penyisihan awal Pra-Piala Dunia 2014 bersama timnas senior.

Semoga saja Okto bersedia terus belajar meningkatkan kualitas permainannya, kian bersinar kariernya, dan bisa menjadi bagian dari sukses timnas Indonesia di masa depan, serta tetap menjadi pribadi yang rendah hati.

# Tulisan ini dimuat di rubrik ‘Interaktif’ majalah BolaVaganza No.114/April 2011.

 

h1

Benang Merah 8 Besar Liga Champion

April 6, 2011

Ternyata ada benang merah atau faktor persamaan yang mewarnai setiap pertandingan babak 8 Besar Liga Champion Eropa musim 2010/11 ini.

Perjumpaan Real Madrid dan Tottenham Hotspur adalah berjumpanya dua tim berkaos putih. Pertemuan Manchester United dan Chelsea adalah bertemunya dua tim papan atas Liga Primer Inggris sekaligus bersuanya dua pelatih yang pernah dua kali meraih trofi Liga Champion Eropa (Sir Alex Ferguson dan Carlo Ancelotti). Perjumpaan Barcelona dan Shaktar Donetsk adalah berjumpanya dua tim berkaos garis vertikal dua warna (biru-merah dan oranye-hitam) yang disponsori oleh Nike. Pertemuan Inter Milan dan Schalke 04 adalah bertemunya dua tim berkaos biru sekaligus bersuanya dua pelatih yang baru menangani timnya pada pertengahan musim ini (Leonardo dan Ralf Rangnick).

Mantan Juara vs Calon Juara

Selain itu, undian perempat final Liga Champion ternyata mempertemukan empat tim yang pernah menjadi juara Piala/Liga Champion dengan empat tim yang masih memimpikan trofi pertamanya. Madrid (9 kali juara) menghadapi Hotspur yang sukses menyingkirkan AC Milan, Manchester United (3 kali juara) melawan sesama klub Inggris Chelsea, Barcelona (3 kali juara) ditantang tim kejutan asal Ukraina : Shaktar Donetsk, dan Inter (3 kali juara) sang juara bertahan dijajal kekuatannya oleh Schalke 04 sebagai satu-satunya wakil Jerman.

Menarik dinanti, apakah tim yang pernah menjadi kampiun masih memiliki mental juara yang lebih baik atau justru giliran tim yang belum pernah juara yang justru akan berjaya.

Lalu di antara delapan tim tersebut, tercatatlah empat nama pelatih yang pernah membawa timnya menjadi juara Liga Champion, yaitu : Jose Mourinho, Pep Guardiola, Sir Alex Ferguson, dan Carlo Ancelotti. Empat pelatih klub yang lain -Harry Redknapp, Mircea Lucescu, Leonardo, dan Ralf Rangnick- belum pernah membawa timnya menjadi yang terbaik di Eropa. Akan kita lihat, apakah satu di antara empat pelatih akan menambah daftar trofinya atau justru sebuah nama pelatih baru yang akan membawa timnya juara.

h1

Beberapa Hal Menarik dalam AC Milan vs Inter Milan

April 6, 2011

Ada beberapa hal menarik yang bisa dicatat dari pertandingan antara AC Milan dan Inter Milan yang berlangsung Sabtu malam (2/4) waktu Italia. Yang bukan rahasia lagi, tentu saja perjumpaan kembali pelatih Inter Leonardo dengan mantan anak asuhnya di Milan.

Kemudian ada beberapa pemain dari sejumlah negara yang sama berada di dua kubu yang berbeda. Terdapat 9 pemain Italia, yaitu : Christian Abbiati, Ignazio Abate, Alessandro Nesta, Gianluca Zambrotta, Gennaro Gattuso, dan Antonio Cassano (Milan) berhadapan dengan Andrea Ranocchia, Thiago Motta, dan Giampaolo Pazzini (Inter). Lalu ada 5 pemain Brasil, yaitu : Thiago Silva, Pato, dan Robinho (Milan) melawan Julio Cesar dan Maicon (Inter). Selanjutnya ada 4 pemain Belanda, yaitu : Mark van Bommel, Clarence Seedorf, dan Urby Emanuelson (Milan) mengepung Wesley Sneijder (Inter). Selain itu terdapat pula 2 pemain Afrika, yaitu : Kevin-Prince Boateng (Ghana/Milan) dan Samuel Eto’o (Kamerun/Inter). Inter juga diperkuat oleh 3 pemain Argentina, yaitu : Javier Zanetti, Esteban Cambiasso, dan Diego Milito. Tercatat pula 3 pemain Eropa Timur di kubu Nerazzuri, yaitu : Christian Chivu (Rumania). Pemain lain yang diturunkan adalah Mathieu Flamini (Prancis/Milan) dan Oscar Cordoba (Kolombia/Inter). Jadi, derby della Madonnina pada giornata 31 musim 2010/11 di San Siro tersebut melibatkan 28 pemain dari 11 negara. Jumlah itu mungkin saja bertambah seandainya Zlatan Ibrahimovic (Swedia/Milan), Alexander Merkel (Jerman/Milan), Houssine Kharja (Maroko/Inter), atau Yuto Nagatomo (Jeoang/Inter) diturunkan pula oleh kedua tim.

Pertandingan yang akhirnya dimenangkan oleh Rossoneri dengan skor 3-0 itu juga menjadi tempat bertemunya kembali mantan penghuni dua klub raksasa Spanyol, Real Madrid dan Barcelona. Mereka yang pernah bermain di Los Blancos, yaitu : Seedorf, Robinho, Cassano (Milan), dan Sneijder (Inter). Sementara mereka yang pernah memperkuat Azulgranas, yaitu : Zambrotta dan Van Bommel (Milan) dengan Motta dan Eto’o (Inter). Ibrahimovic juga pernah memperkuat Barca, namun dia absen karena mendapat sanksi skorsing.

Yang juga unik, kedua tim sama-sama diperkuat oleh pemain bernomor 4, 5, 7, 8, 10, 13, 19, dan 27. Ada benang merah menyangkut pemain dengan dua nomor. Pemain bernomor 7 sama-sama berposisi sebagai penyerang, yaitu : Pato (Milan) dan Pazzini (Inter). Sedangkan pemain bernomor 10 malah punya banyak persamaan. Seedorf (Milan) dan Sneijder (Inter) adalah pemain Belanda, berposisi sebagai gelandang serang, serta pernah sama-sama memperkuat Ajax Amsterdan dan Real Madrid.

Satu lagi yang menarik, baik Milan maupun Inter ternyata masing-masing menurunkan dua pemain berkepala pelontos, yaitu : Abbiati dan Seedorf (Milan) dengan Maicon dan Cambiasso (Inter). Bisa jadi masih ada hal-hal unik/menarik lainnya yang belum sempat tercatat, mungkin Anda yang bisa menemukannya. Yang jelas, kemenangan tim asuhan Massimiliano Allegri atas tim sekotanya membuat peluang merebut scudetto musim ini menjadi kian benderang.