h1

Sukses AC Milan Meraih Scudetto ke-18

Mei 24, 2011

AC Milan sudah memastikan scudetto ke-18 dalam sejarah klub tersebut pada giornata ke-36 musim 2010/11 ketika bermain imbang dengan AS Roma 0-0 di Olimpico (7/5). Penyerahan trofi juara Serie A telah dilakukan pada giornata ke-37 dengan hasil kemenangan Milan atas Cagliari 4-1 di San Siro (14/5). Rossoneri terakhir kali juara Liga Italia pada musim 2003/04 dan meraih trofi Liga Champion, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Klub pada tahun 2007. Sudah sekian musim Milan mengalami puasa gelar, sehingga kesuksesan menjadi juara Italia disambut dengan sangat suka cita oleh Tim Merah Hitam beserta Milanisti di seluruh dunia. Massimilano Allegri sebagai pelatih merupakan kunci utama keberhasilan Milan musim ini. Adriano Galliani yang mampu menghadirkan sejumlah pemain baru, seperti : Zlatan Ibrahiovic, Robinho, Kevin-Prince Boateng, Mark van Bommel, dan Antonio Cassano juga layak dipuji kiprahnya. Sinergi apik sang pelatih dengan semua pemain –lama maupun baru- menghasilkan sesuatu yang konkrit dan positif, yaitu scudetto.

Salah satu kehebatan Allegri adalah kecerdasannya memanfaatkan materi pemain yang dimilikinya dengan skema yang tepat. Musim ini Milan tampak tidak lagi memiliki ketergantungan terhadap sejumlah nama seperti beberapa musim sebelumnya. Pada paruh musim pertama, seakan sempat terjadi dependensi pada sosok Ibra, tapi ketika Ibra absen, nyatanya Clarence Seedorf dkk tetap meraih kemenangan. Demikian pula ketika Alessandro Nesta atau Andrea Pirlo absen –yang di masa lalu bisa menjadi masalah besar- tak lagi menjadi kendala, lantaran selalu ada solusi alternatif dari Allegri. Bahkan Ronaldinho akhirnya dilepas Milan dengan ringan hati di pertengahan musim dan Pirlo juga siap dijual karena perannya tak lagi signifikan seperti dulu. Selain hadirnya pemain anyar, pemain lawas Milan juga tetap besar peranannya. Senioritas Christian Abbiati, Alessandro Nesta, Gianluca Zambrotta, Genaro Gattuso, dan Clarence Seedorf, yang diimbangi dengan semakin matangnya permainan Thiago Silva dan Pato, mampu bersatu padu dengan Robinho, Ibrahimovic, Prince, Mark van Bommel, dan Antonio Cassano.

Satu hal yang unik dari Rossoneri musim ini adalah jabatan kapten tim yang tidak hanya dimonopoli oleh seorang pemain. Selain Massimo Ambrosini sebagai kapten pertama, tercatat ada nama Gattuso, Pirlo, Seedorf, dan Nesta yang juga pernah menjadi kapten Milan. Kendati berganti-ganti pemimpin di lapangan, namun tak ada masalah dengan skema permainan Milan. Jika ada hal yang patut disayangkan barangkali adalah kandasnya Milan di tangan Tottenham Hotspur di perdelapan final Liga Champion dan keoknya Milan dari Palermo di semifinal Piala Italia. Agar sukses musim ini bisa berlanjut musim depan, sejumlah pemain senior mungkin tidak diperpanjang kontraknya dan peremajaan pemain di San Siro mesti digiatkan lagi. Thiago Silva (27), Ignazio Abate (25), Alexander Merkel (19), Prince (24), Robinho (27), dan Pato (22) memerlukan lebih banyak teman sebaya agar skuad Milan lebih segar dan kompetitif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: