h1

Déjà vu Kegagalan Timnas

Juli 16, 2011

Mungkin belum hilang dari ingatan kita, betapa popularitas timnas sepak bola Indonesia menjulang tinggi berkat aksi Firman Utina dkk dalam Piala AFF 2010. Kendati hasil akhirnya tetap gagal juara, namun para pencinta sepak bola tanah air bagaikan kembali melihat secercah harapan bahwa di masa depan skuad Merah Putih akan mampu berprestasi. Namun kisruh yang terjadi di tubuh PSSI selama berbulan-bulan ternyata membawa dampak negatif yang cukup siginifikan bagi perjalanan timnas. Bulan Juli 2011 ini timnas senior dan timnas U-23 memiliki agenda penting. Timnas senior akan menghadapi Turkmenistan dalam Pra-Piala Dunia 2014 pada 23 dan 28 Juli 2011, sementara timnas U-23 bakal menjalani turnamen Piala AFF U-23 yang berlangsung di Palembang. Alfred Riedl selaku pelatih kepala telah menentukan sejumlah pemain yang akan memperkuat kedua tim. Sayangnya, Badan Tim Nasional (BTN) tidak bisa segera menggelar pemusatan latihan dengan alasan ketiadaan dana. Anggaran yang telah diajukan BTN kepada berbagai pihak yang berkompeten belum direspons dengan positif. PSSI sebagai induk organisasi -yang untuk sementara dipimpin oleh Komite Normalisasi- sedang berkonsentasi penuh pada pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Solo. Joko Driyono selaku pejabat sementara Sekjen PSSI pun telah menyatakan bahwa kas PSSI saat ini memang kosong. Bahkan kemungkinan terburuknya timnas senior tidak akan berangkat ke Turkmenistan, jika dana belum juga tersedia mendekati waktu pertandingan.

Gerak Cepat

Beruntung, KLB PSSI yang diadakan pada 9 Juli 2011 berhasil memilih ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota komite eksekutif PSSI yang baru. Ketua umum PSSI terpilih mesti segera membentuk pengurus yang solid dan bergerak cepat mencari dana untuk memenuhi segala kebutuhan timnas. Jangan sampai untuk memenuhi jadwal pertandingan resmi FIFA pun timnas tidak mampu. Kita berharap BTN bisa mencari dana talangan untuk membiayai timnas lebih dahulu. Semoga pengurus PSSI mendatang berhasil mendapatkan dana yang memadai untuk agenda timnas berikutnya. Namun dengan masa persiapan yang sangat mepet, kita memang harus realistis bahwa tim asuhan Alfred Riedl akan sangat susah lolos dari hadangan Turkmenistan. Demikian pula timnas U-23 yang dilatih oleh Rahmad Darmawan dalam Piala AFF U-23 pun tidak akan mudah untuk berprestasi. Daftar kegagalan timnas sudah hampir pasti semakin panjang lagi.

Apa yang terjadi saat ini sebenarnya hampir sama dengan rentetan peristiwa pada tahun 2007. Penampilan pasukan Garuda sempat dipuji kala mampu mengimbangi permainan tim-tim papan atas Asia dalam Piala Asia 2007 yang berlangsung di Jakarta. Meski akhirnya gagal lolos ke babak selanjutnya, asa membumbung tinggi bahwa tim asuhan Ivan Kolev bakal bisa tampil lebih baik dalam ajang selanjutnya. Ternyata timnas Indonesia kemudian takluk dari Suriah dalam Pra-Piala Dunia 2010. Pada saat itu terjadi, ketua umum PSSI Nurdin Halid baru saja masuk penjara lagi tanpa sudi melepas jabatannya di PSSI. Perhatian pengurus PSSI seakan tersita untuk lebih mengurusi bosnya ketimbang timnas yang membawa nama bangsa dan negara. Kegagalan timnas senior di Pra-Piala Dunia 2010 saat itu berlanjut pada timnas U-23 yang tampil dalam SEA Games 2007, meski sempat menjalani latihan di Argentina. Kegagalan timnas Indonesia seolah senantiasa menjadi déjà vu yang terus terulang dari masa ke masa. Namun demikian, semoga di akhir tahun ini timnas U-23 masih mungkin menjadi juara SEA Games 2011 di Palembang. Apalagi KLB PSSI sukses sehingga sepak bola Indonesia lolos dari hukuman FIFA.

* Tulisan ini dimuat di rubrik Oposan tabloid BOLA No.2.222/Kamis-Jumat, 14-15 Juli 2011.

2 komentar

  1. mungki timnas bisa pakai arema


  2. terus terang saya sudah berprasangka buruk pada nasib timnas, syukurlah kenyataannya ada kejutan yang menyenangkan, semoga nasib timnas terus membaik menghadapi iran, bahrain, dan qatar..



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: