h1

Sekilas Perjalanan Timnas Indonesia Menghadapi Turkmenistan

Agustus 2, 2011

Timnas Indonesia akhirnya lolos ke putaran grup Pra-Piala Dunia 2014 setelah menang 4-3 atas Turkmenistan dalam pertandingan di SUGBK (28/7). Skuad Garuda berada di grup E bersama dengan Iran, Qatar, dan Bahrain. Bulan September Fiman Utina dkk akan melanjutkan perjalanan menuju Piala Dunia Brasil dengan bertandang ke Iran (2/9) dan menjamu Bahrain di Jakarta (6/9).

Berikut ini catatan yang pernah saya tulis ketika Indonesia menghadapi Turkmenistan yang baru sempat saya pajang di sini.

Yang Berubah dari Aksi Timnas Indonesia

(ditulis dan dipasang di Kompasiana pada 24 Juli 2011)

Apa saja hal-hal yang berubah dari aksi timnas Indonesia dalam pertandingan resmi pertama di bawah pelatih Wim Rijsbergen? Secara teknis ternyata ada perubahan komposisi pemain, meski untuk formasi masih tetap 4-4-2,  sama dengan saat dilatih Alfred Riedl di Piala AFF 2010. Rasanya masih perlu waktu lebih lama bagi Wim untuk mencoba formasi 4-3-3 seperti yang diinginkannya, biarpun timnas pernah memakainya ketika ditangani Ivan Kolev di Piala Asia 2007.

Ferry Rotinsulu menggantikan Markus Horison yang memang tampil kurang konsisten saat membela Persib dan ia menjawab kepercayaan itu dengan baik. Pada posisi bek tengah, M.Roby dan Ricardo Salampessy juga merupakan duet anyar, sementara untuk bek sayap tetap ditempati Zulkifli dan M.Nasuha. Di sektor gelandang hanya ada nama M.Ilham yang menggantikan posisi Okto Maniani/Arif Suyono,  sementara tiga pemain lainnya tetap ditempati Firman Utina, A.Bustomi, dan M.Ridwan. Di depan Cristian Gonzales mendapat rekan baru pada diri Boaz Solossa. Keputusan Alfred Riedl memang tepat telah memanggil kembali Boaz, walaupun pelatih Austria itu tak bisa lagi menangani para pemain pilihannya.

Dengan masa persiapan sangat singkat, berbagai masalah lainnya sebelum berangkat ke Ashgabat, dan masih ditambah lagi kondisi lapangan di Turkmenistan yang buruk sekali, hasil imbang merupakan sesuatu yang harus disyukuri dan jelas cukup melegakan bagi pencinta timnas sepak bola Indonesia. Tapi melihat kualitas tim tuan rumah yang ternyata tidak istimewa,  sebenarnya Boaz dkk layak menang. Semoga kemenangan itu dapat diwujudkan di Senayan Jakarta.

Satu lagi hal yang baru dari timnas adalah kostum berwarna merah hijau, bukan merah putih (kostum utama) atau putih hijau (kostum kedua). Seingat saya timnas senior belum pernah mengenakannya dalam pertandingan internasional yang disiarkan langsung di televisi. Agak aneh saja melihat warna merah hijau dipakai oleh Firman Utina dkk, meski kita lantas jadi ingat bahwa Portugal juga memakai warna yang sama (tapi lebih gelap dan kesannya lebih serasi). Yang juga sedikit saya heran, kabarnya julukan tim Turkmenistan adalah The Green Man, tapi kenapa saat menjadi tuan rumah malah memakai kostum putih putih?

Perubahan lain juga bersifat non-teknis, yaitu pergantian nomor beberapa pemain. Pada tim inti ada dua pemain yang nomor kostumnya berubah, yaitu Ridwan (dari nomor 22 menjadi 6) dan Bustomi (dari 19 menjadi 18). Sementara itu Boaz memakai nomor 7 yang terakhir dipakai Benny Wahyudi dan Ilham memakai nomor 17 yang semula digunakan Irfan Bachdim. Yang membuat saya penasaran adalah kenapa Okto sekarang mengenakan nomor 11? Di Piala AFF 2010 pemain bertubuh mungil itu memakai nomor 10 yang sudah lama tidak hadir dalam skuad Merah Putih. Menurut dugaan saya, pemain yang akan diberi kepercayaan menggunakan nomor 10 adalah Irfan Bachdim, bintang asal klub Persema berdarah Indonesia- Belanda yang menjadi satu-satunya pemain dari klub LPI yang tergabung dalam timnas Pra-Piala Dunia 2014.

Turkmenistan vs Indonesia di Ashgabat (23/7) 1-1 (Gol : M.Ilham 29’)

12.Ferry – 3.Zulkifli/11.Okto, 4.Ricardo, 16.Roby, 2.Nasuha/5.Supardi; 17.Ilham, 15.Firman (k)/8.Eka, 18.Bustomi, 6.Ridwan; 7.Boaz, 9.Gonzales.

Akhirnya Tim Merah Putih Menang Juga

Dalam pertandingan kedua menghadapi Turkmenistan di SUGBK pada Sabtu, 28 Juli 2011, Tim Merah Putih sempat bermain apik dan unggul 3-0 lebih dahulu di babak pertama melalui dua gol Cristian Gonzales dan sebuah gol cantik M.Nasuha. The Green Men lantas menipiskan kekalahan di babak kedua lewat gol bunuh diri Nasuha, kemudian disusul gol dari M.Ridwan yang membuat skor menjadi 4-1. Dalam 10 menit terakhir gawang timnas mesti dua kali kebobolan hingga skor akhir adalah 4-3. Hasil itu menjadikan Indonesia unggul dengan skor agregat 5-4 atas Turkmenistan. Kondisi fisik yang turun drastis di babak kedua membuat permainan timnas tidak lagi stabil dan kiper Ferry Rotinsulu mesti tiga kali mengambil bola dari gawangnya. Boaz Solossa –meski tidak mencetak gol- bermain cemerlang memberi dua umpan manis yang dikonversi menjadi gol oleh Gonzales dan Ridwan. Semoga masa persiapan yang lebih panjang mampu meningkatkan permainan timnas menjadi lebih stabil, Boaz cs mencetak lebih banyak gol dan menghindarkan gawangnya mudah kebobolan.

Indonesia vs Turkmenistan di Jakarta (28/7) 4-3 (Gol : Gonzales 10’, 19’; M.Nasuha 43’; M.Ridwan 76’)

12.Ferry – 3.Zulkifli, 4.Ricardo/23.Hamka, 16.Roby, 2.Nasuha; 17.Ilham/11.Okto, 15.Firman (k)/19.Toni, 18.Bustomi, 6.Ridwan; 7.Boaz, 9.Gonzales.

2 komentar

  1. kita dukung terus team merah putih………. cayooooo

    salam persahabatan selalu dr MENONE


  2. tentu saja kita terus mendukung tim merah putih dan mendoakannya sukses di masa depan..

    salam persahabatan juga untuk MENONE.. 🙂



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: