h1

Cara Guardiola dan Wenger Menyikapi Kekalahan

September 13, 2011

Kekalahan timnas Indonesia dari Bahrain 0-2 dalam ajang Pra-Piala Dunia 2014 pada Selasa (6/9) masih terus berbuntut panjang. Cara pelatih Wim Rijsbergen menyikapi kekalahan dengan menyalahkan para pemainnya –di depan umum dalam konferensi pers- terkesan tidak simpatik serta mengundang kritik dari publik pencinta sepak bola nasional. Belum lagi komentar para pengurus PSSI –Djohar Arifin, Bob Hippy, dan Benhard Limbong- yang justru lebih membela si orang Belanda (seolah-olah dia lebih dicintai) ketimbang menghargai usaha para pemain timnas yang sudah mati-matian di atas lapangan demi Indonesia, negara tercintanya. Hal itu jelas kian memperkeruh suasana. Para pemain timnas seolah tak hanya terpuruk di atas lapangan, tapi juga tersungkur lagi seusai pertandingan. Bagaimana perjalanan timnas selanjutnya, terutama menghadapi Qatar pada 11 Oktober 2011 memang masih menjadi teka-teki hingga hari ini. Kita tinggal menanti saja apa langkah revolusioner PSSI berikutnya.

Di sini saya hanya ingin mengungkapkan bagaimana cara dua pelatih sepak bola bernama besar yang berkelas internasional dalam menyikapi sebuah kekalahan. Kendati masih berusia 41 tahun, tidak ada pencinta sepak bola di seluruh dunia yang meragukan kehebatan seorang Josep ‘Pep’ Guardiola selama menangani Barcelona. Sejak tahun 2008 hingga kini sudah 12 gelar juara diraihnya bersama Blaugrana, termasuk dua trofi Liga Champion Eropa dan tiga trofi La Liga. Belum lama ini Pep mendapatkan penghargaan tertinggi Gold Medal of Achievement dari Parlemen Catalonia pada 9 September 2011. Pep tak hanya dinilai sebagai atlet hebat dan pelatih jenius, tapi juga mereprentasikan nilai-nilai khas Catalonia, seperti : sportivitas, kerja keras, dan selalu memperbaiki diri. Berikut ini kutipan pidato sambutan Senor Guardiola ketika menerima penghargaan kesekian yang pernah diterimanya.

“Apa yang saya capai adalah berkat kepercayaan orang-orang yang menunjuk saya sebagai pelatih Barcelona. Saya berterima kasih kepada semua pesepak bola yang bermain bersama saya, semua pelatih yang menangani saya, dan semua pemain yang saya latih. Saya belajar banyak dari mereka. Saya belajar bagaimana meraih kemenangan dan merayakannya tanpa berlebihan. Saya belajar bagaimana menerima kekalahan yang tentu menyakitkan. Tidak ada gunanya beralasan. Bila kalah, maka itu adalah tanggung jawab saya, begitu juga ketika semua berjalan tidak sesuai rencana. Olah raga ini dan Barcelona mengajari saya soal itu.”

Barangkali kita masih mengingat kekalahan tragis Arsenal 2-8 dari Manchester United di Liga Premier tempo hari (27/8), yang menjadi rekor kekalahan terbesar dalam sejarah Arsenal menghadapi United maupun karier kepelatihan Arsene Wenger. Mari kita simak apa kata Monsieur Wenger pasca-kekalahan tersebut.

”Saya tak mau berkomentar. Kekalahan ini sungguh menyakitkan dan memalukan. Bila saya banyak bicara, hanya akan terlihat mencari-cari alasan.

Setelah itu kita tahu bahwa tanpa basa-basi Arsenal langsung membuat kejutan dengan merekrut sejumlah pemain baru berkualitas, seperti : Per Mertesacker, Mikael Arteta, Yossi Benayoun, dan Park Chu-young untuk memperbaiki penampilan timnya. Setidaknya Arsenal lantas mampu menang 1-0 atas Swansea dalam lanjutan pertandingan Liga Premier (10/9). Pendukung The Gunners pasti dapat melihat timnya dengan pikiran positif kembali.

Lalu langkah nyata apa yang akan dilakukan Meneer Rijsbergen, selain ucapan menyakitkan hati bagi anak asuhnya maupun menyalahkan situasi dan kondisi? Mau memanggil pemain baru dari mana, sementara kompetisi liga belum tahu kapan digulirkan PSSI? Apa mungkin dia bakal memanggil para pemain klub LPI yang lebih dikenalnya selama ini? Bagaimanapun harus diakui bahwa Bambang Pamungkas dkk adalah para pemain terbaik produk ISL musim 2010/11, sehingga mereka dipilih oleh Alfred Riedl jaman dahulu kala, sebelum Djohar Arifin berkuasa di PSSI dan memilih jalan sarat kontroversi sampai saat ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: