Archive for November, 2011

h1

Kita Boleh Kalah, Tapi Kita Tidak Boleh Putus Asa

November 25, 2011

Acara ’Hitam Putih’ episode hari Kamis, 24 November 2011 di Trans 7 menampilkan enam pemain timnas U-23 Indonesia, yaitu : Gunawan Dwi Cahyo, Abdul Rahman, Oktovianus Maniani, Titus Bonai, Patrich Wanggai, dan Diego Michiels.

Selain mereka yang duduk di depan sebagai tamu bagi Deddy Corbuzier, ada pula pelatih Rahmad Darmawan yang duduk di kursi penonton dan sempat mendapat sedikit pertanyaan dari Deddy Corbuzier sebagai pembawa acaranya. Di antara kita mungkin banyak yang menyaksikan acara tersebut, jadi saya tidak akan menceritakan apa yang mereka bicarakan.

Saya hanya ingin mengutip apa yang dikatakan oleh Deddy Corbuzier di pengujung acara, yaitu : Kita boleh kalah, tapi kita tidak boleh putus asa. Sebuah kalimat yang memang sederhana, tapi sangat menggugah bagi mereka yang baru mengalami kekalahan, yang pasti rasanya menyesakkan dada ketika hal itu baru terjadi. Pernyataan tersebut semakin bermakna jika dilanjutkan dengan lirik lagu dari D’Masiv, yaitu : Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah. Tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik. Jangan menyerah…

Pada hari Rabu, 23 November 2011, selain mereka menjalani syuting ’Hitam Putih’, para pemain tersebut juga direkam untuk acara televisi ’Bukan Empat Mata’ di Studio Trans 7. Disamping keenam pemain tersebut, ada pula Ramdani Lestaluhu dan Syamsir Alam yang menjadi tamu bagi Tukul Arwana. Tapi mohon maaf, saya tidak tahu apakah episode tersebut sudah ditayangkan atau belum. Saya sebatas melihat beritanya di acara Sport 7 hari Kamis, 24 November 2011. Jadi saya tidak paham pula apa yang dibilang Tukul sebagai kesimpulan atas perjumpaannya dengan para pesepak bola masa depan Indonesia itu.

 

Iklan
h1

Meski Kalah di Final, Itulah Prestasi Terbaik Timnas U-23 dalam SEA Games

November 25, 2011

Penantian selama dua puluh tahun untuk Skuad Garuda kembali meraih medali emas cabang sepak bola SEA Games di Jakarta masih belum menjadi nyata di tahun 2011. Kendati mendapat dukungan dari puluhan ribu penonton yang langsung hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan membawa harapan dari jutaan rakyat Indonesia, namun tim asuhan Rahmad Darmawan mesti menelan pil pahit berupa kekalahan lewat adu penalti.

Penampilan memukau dengan gol-gol cantik dari Patrich Wanggai, Titus Bonai, maupun pemain lainnya sejak menghadapi Kamboja, Singapura, dan Thailand di babak penyisihan grup, lalu mengungguli Vietnam di semifinal seperti tak artinya, ketika mesti takluk lagi dari Malaysia di partai final SEA Games ke-26.

Kendati gagal memenuhi asa kita bersama, namun sesungguhnya itulah prestasi terbaik Indonesia sejak pertandingan sepak bola SEA Games hanya dikhususkan untuk para pemain U-23 pada tahun 2001. Dalam SEA Games 2001, tim asuhan Benny Dolo lolos ke semifinal, namun Bambang Pamungkas dkk gagal mendapat medali perunggu. Hal itu terulang kembali pada SEA Games 2005. Peter Withe (Inggris) yang menangani Mahyadi Panggabean dkk juga tak berhasil meraih medali seusai gagal di semifinal.

Pada SEA Games 2003, 2007, dan 2009, timnas Indonesia U-23 yang masing-masing dilatih oleh Serghei Dubrovin (Moldova), Ivan Kolev (Bulgaria), dan Alberto Bica (Uruguay) malah tidak mampu lolos dari babak penyisihan grup. Padahal di timnas U-23 kala itu ada nama-nama pemain, seperti : Jendri Pitoy dan Bambang Pamungkas (2003); M.Roby, M.Nasuha, Ahmad Bustomi, dan Eka Ramdani (2007); Egi Melgiansyah, Dirga Lasut, Yongki Aribowo, dan Boaz Solossa (2009). PSSI selama ini memang seperti kurang sepenuh hati dalam mendukung persiapan timnas U-23, jadi pantaslah kiranya belum ada satu pun medali bisa dimiliki.

Skuad Garuda Muda di bawah Rahmad Darmawan telah menuliskan sejarah baru, yaitu untuk pertama kalinya timnas U-23 mampu meraih medali. Memang jadi terasa hambar jika mengingat bahwa medali emas sepak bola terakhir kali diraih Indonesia pada tahun 1991. Tapi setidaknya Egi Melgiansyah dkk sudah memberikan harapan bahwa para pemain muda kita mampu berprestasi, jika dipersiapkan secara sungguh-sungguh, meski itu pun belum maksimal. Jika PSSI tidak membuat sejumlah keputusan yang aneh dan kontroversial lagi, mestinya ada hasil yang lebih baik dapat diwujudkan oleh Tim Merah Putih di masa depan. Yang paling dekat adalah Piala AFF 2012, yang dilanjutkan dengan SEA Games 2013. Kita lihat saja ada di mana posisi timnas Indonesia dalam dua turnamen tersebut.


h1

Siapa yang Masih Akan Nonton Aksi Timnas Senior?

November 14, 2011

Timnas U-23 Indonesia asuhan Rahmad Darmawan telah kembali membuat Stadion Utama Gelora Bung Karno kembali merah dan bergairah manakala mereka berhasil menang 3-1 atas Thailand dalam babak penyisihan Grup A di ajang SEA Games ke-26 pada Minggu (13/11) malam kemarin. Hasil pertandingan tersebut telah meloloskan Egi Melgiansyah dkk ke babak semifinal dan menjadi sesuatu yang layak disyukuri mengingat prestasi tim sepak bola kita dalam beberapa SEA Games terakhir cukup buruk. Apalagi jika kita mengingat kiprah timnas senior yang hancur lebur ditangani Wim Rijsbergen dalam Pra-Piala Dunia 2014.

Pertandingan terakhir Grup A antara Indonesia dengan Malaysia yang berlangsung pada Kamis (17/11) kemungkinan bakal kembali dipenuhi oleh sorak sorai pendukung Tim Garuda Muda di Senayan dan mereka yang juga bersemangat besar menyaksikan siaran langsungnya di televisi. Semoga demikian pula ketika timnas bermain pada babak semifinal  dan -Insya Allah- pada pertandingan final yang digelar pada hari-hari berikutnya.

Tapi apa yang terjadi ketika timnas senior Indonesia mesti menjamu Iran dalam pertandingan kelima Pra-Piala Dunia 2014 pada Selasa (15/11) malam? Setelah melihat Tim Merah Putih kalah empat kali berturut-turut, asa apakah yang tersisa di benak penonton ketika hadir di SUGBK kembali? Jika kita berpikir realistis, barangkali kita hanya bisa mengharapkan agar Hendro Kartiko/Ferry Rotinsulu/Samsidar (entah siapa yang akan diturunkan oleh Wim nanti)  tidak lebih banyak lagi memungut bola dari gawangnya, dan Christian Gonzales atau Boaz Solossa (pemain lainnya pun bolehlah)  mampu mencetak gol ke gawang lawan kembali.

Jadi, siapa yang masih akan menyaksikan langsung aksi Bambang Pamungkas dkk ketika menjamu tim asuhan Carlos Queiroz? Apakah Gelora Bung Karno akan kembali meriah seperti ketika Patrich Wanggai dkk yang bermain? Dan apakah kita yang hanya menyaksikannya lewat televisi akan menyetel saluran yang menyiarkan pertandingan tersebut, memilih menonton acara lainnya, atau malah mending pergi dari rumah untuk melakukan kegiatan lainnya?

h1

Nomor Unik Pemain Milan

November 14, 2011

Jika kita mencermati daftar pemain AC Milan musim 2011/12, terdapat
banyak nomor pemain yang unik. Tampaknya hal tersebut tak dapat
ditemui di klub-klub terkenal Eropa lainnya.

Pertama, ada lima pemain yang nomornya terdiri dari dua angka yang
sama. Mereka adalah Zlatan Ibrahimovic (11), Antonio Nocerino (22),
Thiago Silva (33), Luca Antonini (77), dan Antonio Cassano (99).
Kelima pemain tersebut pernah turun bersama sebagai tim inti di Liga
Italia Serie A maupun Liga Champion Eropa.

Ada pula pemain yang menggunakan tahun kelahirannya sebagai nomor
kostumnya, yaitu : Mario Yepes (76) dan Stephan El Shaarawy (92).

Selain nomor 33, 77, 99, 76, dan 92, maka masih ada beberapa nomor
yang tak lazim lainnya di skuad I Rossoneri. Nomor tersebut menjadi
milik Kevin-Prince Boateng (27), Urby Emanuelson (28), Flavio Roma
(30), Christian Abbiati (32), dan Robinho (70).

 

# Tulisan ini dimuat di rubrik Interaktif majalah BolaVaganza No.121/November 2011.

h1

11-11-11 dan Olah Raga Indonesia

November 11, 2011

Tanggal 11 November 2011 atau 11-11-11 tampaknya menjadi tanggal yang sangat spesial bagi banyak pihak, termasuk bagi dunia olah raga di Indonesia. Pada tanggal tersebut SEA Games ke-26 dibuka secara resmi oleh Presiden SBY di Palembang. Semoga saja pergelaran olah raga se-Asia Tenggara yang berlangsung di Palembang dan Jakarta tersebut berlangsung sukses dan mulus, meski begitu banyak masalah yang menyertai persiapannya. Indonesia sebagai tuan rumah sudah selayaknya mampu menjadi juara umum dan menjamu para tamunya dengan sebagus mungkin.

Uniknya, pada tanggal tersebut dua timnas sepak bola Indonesia pun berlaga di dua ajang resmi yang berbeda. Timnas U-23 akan berhadapan dengan Singapura dalam babak penyisihan Grup A SEA Games di Jakarta Indonesia. Sementara itu timnas senior akan dijamu oleh Qatar dalam pertandingan lanjutan di Grup E Pra-Piala Dunia 2014 Zona Asia di Doha Qatar. Setelah menang 6-0 atas Kamboja, semoga saja tim asuhan Rahmad Darmawan mampu kembali memenangkan pertandingan sehingga peluang lolos ke semifinal dapat lebih dini diwujudkan. Lawan memang semakin berat, namun tentu tak mustahil bagi Egi Melgiansyah dkk untuk meraih poin penuh lagi. Sementara itu tim asuhan Wim Rijsbergen memang hanya melakukan laga formalitas setelah kalah tiga kali berturut-turut, namun semoga Bambang Pamungkas dkk setidaknya mampu mencuri poin dari tuan rumah Qatar serta dapat tampil membanggakan bagi para pendukungnya di tanah air.

Selamat berjuang, para atlet Indonesia! Semoga berjaya demi mengharumkan nama bangsa dan negara!

h1

Eks Anggota Timnas SEA Games 2009 Berharap Nasib Berubah di SEA Games 2011

November 8, 2011

Di antara 20 pemain timnas U-23 yang telah dipilih oleh pelatih Rahmad Darmawan untuk berlaga di SEA Games 2011, terdapat empat pemain yang telah bermain di SEA Games 2009.  Mereka adalah Stevie Bonsapia, Egi Melgiansyah, Mahadirga Lasut, dan Yongki Aribowo. Seperti yang kita ingat, dua tahun silam tim asuhan Alberto Bica (Uruguay) gagal total ketika bermain di Laos. Dari tiga pertandingan grup, Egi dkk hanya bisa bermain imbang dengan Singapura serta dua kali kalah dari Laos dan Myanmar. Sebuah hasil yang sangat buruk karena Skuad Garuda Muda tidak hanya gagal lolos ke semifinal, namun juga berada di posisi juru kunci grup.

Pertandingan pertama dalam babak penyisihan Grup A SEA Games 2011 yang berlangsung di Jakarta telah dimainkan pada hari Senin, 7 November 2011. Hasilnya telah kita ketahui bersama, Indonesia menang 6-0 atas Kamboja yang merupakan tim terlemah di grup. Singapura, Thailand, dan Malaysia merupakan lawan berat yang masih harus dihadapi oleh tim asuhan Rahmad Darmawan.

Yang menarik, tiga pemain alumni timnas SEA Games 2009 diturunkan saat mengandaskan Kamboja. Stevie Bonsapia dan Egi Melgiansyah (kini menjadi kapten) turun penuh, sementara Yongki Aribowo turun sebagai pengganti Patrich Wanggai (pencetak dua gol ke gawang Kamboja). Jika mengingat kenangan buruk di Laos, layaklah jika Stevie, Egi, Yongki, dan Dirga kini bisa tersenyum karena bersama kawan-kawan barunya kini, Skuad Garuda Muda telah meraih tiga poin pertama.

Tentu saja perjalanan masih panjang, masih harus ada kerja keras dan usaha maksimal untuk meraih kembali medali emas SEA Games yang terakhir diperoleh 20 tahun silam. Semoga saja aksi Egi dkk semakin baik dalam pertandingan selanjutnya. Kita berharap kontroversialnya PSSI akhir-akhir ini tidak menularkan faktor ‘sial’-nya pada timnas U-23. Harapan mantan anggota timnas SEA Games 2009 agar nasib mereka berubah jadi lebih baik tahun ini sudah pasti merupakan asa kita bersama. Doa pencinta sepak bola Indonesia pasti selalu menyertai langkah mereka dan semoga Tuhan mengabulkan doa kita. Amin…

Daftar 20 nama skuad timnas U-23 diajang SEA Games 2011 : Kurnia Meiga, Andritany Ardhiyasa, Gunawan Dwi Cahyo, Septia Hadi, Diego Michiels, Yericho Cristiantoko, Hasyim Kipuw, Abdulrahman; Egi Melgiansyah, Mahadirga Lasut, Stevie Bonsapia, Oktovianus Maniani, Ferdinand Sinaga; Titus Bonai, Yongki Aribowo, Patrich Wanggai, Andik Vermansyah, Lucas Mandowen, Ramdhani Lestaluhu, Hendro Siswanto.

h1

Sepak Bola Tertanam dalam Jiwa Manusia

November 8, 2011

Saya mengingatkan para pemimpin FIFA dan UEFA bahwa sepak bola populer bukan karena uang. Olah raga ini populer karena telah tertanam dalam hati dan jiwa manusia. (Aiva Pohlak – Presiden FA/asosiasi sepak bola Estonia)