h1

Meski Kalah di Final, Itulah Prestasi Terbaik Timnas U-23 dalam SEA Games

November 25, 2011

Penantian selama dua puluh tahun untuk Skuad Garuda kembali meraih medali emas cabang sepak bola SEA Games di Jakarta masih belum menjadi nyata di tahun 2011. Kendati mendapat dukungan dari puluhan ribu penonton yang langsung hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan membawa harapan dari jutaan rakyat Indonesia, namun tim asuhan Rahmad Darmawan mesti menelan pil pahit berupa kekalahan lewat adu penalti.

Penampilan memukau dengan gol-gol cantik dari Patrich Wanggai, Titus Bonai, maupun pemain lainnya sejak menghadapi Kamboja, Singapura, dan Thailand di babak penyisihan grup, lalu mengungguli Vietnam di semifinal seperti tak artinya, ketika mesti takluk lagi dari Malaysia di partai final SEA Games ke-26.

Kendati gagal memenuhi asa kita bersama, namun sesungguhnya itulah prestasi terbaik Indonesia sejak pertandingan sepak bola SEA Games hanya dikhususkan untuk para pemain U-23 pada tahun 2001. Dalam SEA Games 2001, tim asuhan Benny Dolo lolos ke semifinal, namun Bambang Pamungkas dkk gagal mendapat medali perunggu. Hal itu terulang kembali pada SEA Games 2005. Peter Withe (Inggris) yang menangani Mahyadi Panggabean dkk juga tak berhasil meraih medali seusai gagal di semifinal.

Pada SEA Games 2003, 2007, dan 2009, timnas Indonesia U-23 yang masing-masing dilatih oleh Serghei Dubrovin (Moldova), Ivan Kolev (Bulgaria), dan Alberto Bica (Uruguay) malah tidak mampu lolos dari babak penyisihan grup. Padahal di timnas U-23 kala itu ada nama-nama pemain, seperti : Jendri Pitoy dan Bambang Pamungkas (2003); M.Roby, M.Nasuha, Ahmad Bustomi, dan Eka Ramdani (2007); Egi Melgiansyah, Dirga Lasut, Yongki Aribowo, dan Boaz Solossa (2009). PSSI selama ini memang seperti kurang sepenuh hati dalam mendukung persiapan timnas U-23, jadi pantaslah kiranya belum ada satu pun medali bisa dimiliki.

Skuad Garuda Muda di bawah Rahmad Darmawan telah menuliskan sejarah baru, yaitu untuk pertama kalinya timnas U-23 mampu meraih medali. Memang jadi terasa hambar jika mengingat bahwa medali emas sepak bola terakhir kali diraih Indonesia pada tahun 1991. Tapi setidaknya Egi Melgiansyah dkk sudah memberikan harapan bahwa para pemain muda kita mampu berprestasi, jika dipersiapkan secara sungguh-sungguh, meski itu pun belum maksimal. Jika PSSI tidak membuat sejumlah keputusan yang aneh dan kontroversial lagi, mestinya ada hasil yang lebih baik dapat diwujudkan oleh Tim Merah Putih di masa depan. Yang paling dekat adalah Piala AFF 2012, yang dilanjutkan dengan SEA Games 2013. Kita lihat saja ada di mana posisi timnas Indonesia dalam dua turnamen tersebut.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: