Archive for Januari, 2012

h1

Robin van Persie : Pemain Belanda Nomor 10 di Klub Mancanegara

Januari 18, 2012

Robin van Persie mungkin layak disebut sebagai ‘jagoan utama’ Arsenal musim 2011/12 ini. Menjadi pemain paling berpengaruh di klubnya sejak kepergian Cesc Fabregas dan Samir Nasri, pemain kelahiran Rotterdam pada 6 Agustus 1983 tersebut juga menjadi kapten sekaligus penyerang paling produktif bagi The Gunners. Satu hal lagi yang khas, Robin van Persie merupakan pemain Belanda masa kini bernomor 10 di sebuah klub di luar negaranya, tepatnya di Inggris. Dalam beberapa tahun terakhir, setidaknya sudah ada tiga pemain Belanda yang melakukannya.

Mereka adalah Clarence Seedorf (AC Milan – Italia), Wesley Sneijder (Inter Milan – Italia), dan Arjen Robben (Bayern Muenchen – Jerman). Ketiga pemain Belanda yang kebetulan pernah memperkuat Real Madrid tersebut telah menunjukkan kedigdayaannya ketika mengenakan nomor 10 di klubnya masing-masing.

Seedorf pernah mempersembahkan gelar Liga Champion dan scudetto bagi Rossoneri. Sneijder bahkan pernah meraih tiga trofi (treble winner) dalam satu musim untuk Nerazzuri. Robben pun pernah membawa FC Holywood menjadi juara Liga dan Piala Jerman dalam musim yang sama.

Musim ini Seedorf kian kerap dipercaya menjadi kapten Milan (meski tidak selalu turun dalam semua pertandingan), tapi sayangnya Sneijder dan Robben lebih sering berkutat dengan cedera sehingga absen membela timnya masing-masing.

Lantas bagaimana dengan Robin van Persie? Dengan penampilan cemerlangnya selama separuh musim, mantan penyerang Feyenoord itu sangat diharapkan sanggup membawa Arsenal meraih trofi, yang pastinya akan membahagiakan para pendukung The Gunners, yang sudah sangat lama merindukan sebuah gelar juara.

Kita tunggu saja kiprah pemain Belanda bernomor 10 di Arsenal pada akhir musim nanti, apakah akan mengikuti jejak prestasi gemilang Seedorf, Sneijder, dan Robben pada musim-musim sebelumnya?

# Tulisan ini dimuat di rubrik Interaktif majalah BolaVaganza No.123/Januari 2012.

Iklan
h1

Kiprah Mantan Pemain Persija di Persib

Januari 18, 2012

Ada hal yang menarik ketika kita melihat materi pemain Persib Bandung di ISL 2011/12. Tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat tersebut justru banyak diperkuat oleh mantan pemain Persija Jakarta. Setelah sebelumnya sudah ada Atep dan Abanda Herman, musim ini Maung Bandung menyambut kedatangan Aliyudin, M.Ilham, M. Nasuha, dan Jendri Pitoy dari klub asal ibukota tersebut. Hubungan antara kedua tim dan para pemainnya selama ini memang baik-baik saja. Hal itu kian terbukti dengan transfer pemain antara Persib dan Persija yang relatif tanpa masalah.

Tapi bagaimana dengan para pendukung Persib dan Persija yang selama ini menjadi musuh bebuyutan? Semoga saja di tahun 2012 ini suporter setia kedua kubu dapat senantiasa menyemangati tim kesayangannya dengan positif dan konstruktif, tanpa mengedepankan rasa permusuhan lagi. Apalagi saat ini baik Persib maupun Persija sama-sama bermain di liga yang dicap ilegal oleh PSSI Djohar Arifin, sehingga para pemain terbaik Indonesia di kedua tim dilarang memperkuat Skuad Garuda kebanggaan kita bersama.

# Tulisan ini dimuat di BOLA Edisi 2.300/Senin-Rabu, 16-18 Januari 2012


h1

PSSI Menanam Bom Waktu

Januari 18, 2012

Apakah PSSI di bawah pimpinan Profesor Djohar Arifin Husin memiliki sesuatu yang namanya kewibawaan? Kita mungkin tak yakin bahwa PSSI memiliki hal itu. Andai saja selama ini PSSI membuat sejumlah keputusan yang masuk akal, jujur, taat pada norma (terutama Statuta dan hasil Kongres PSSI yang masih berlaku secara sah), dan akhirnya mengundang simpati dari para pemangku kepentingan (stakeholder) sepak bola Indonesia, maka masalah dualisme kepemimpinan klub maupun dualisme liga barangkali tidak perlu terjadi. Namun PSSI ternyata lebih suka menanam bom waktu yang bakal meledak satu demi satu dalam wujud beragam masalah yang tak berkesudahan. PSSI tampaknya tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan segala problema tersebut secara elegan. Yang ada, mereka malah mengancam akan memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang tidak sepaham dengannya, termasuk dengan menutup pintu bagi para pemain Indonesia berbakat untuk memperkuat Skuad Garuda. Ironisnya, pemain-pemain terbaik di negeri ini justru memilih bermain di liga yang dianggap ilegal oleh Djohar Arifin dkk. Siapkah PSSI menghadapi gugatan rakyat Indonesia yang kecewa lantaran timnas gagal lagi, gara-gara tidak diperkuat oleh para pemain terbaiknya? Patut dipertanyakan pula, mengapa para pengelola klub dan para pemain yang tidak mengikuti kompetisi liga yang direstui PSSI berani serta tidak gentar terhadap gertakan PSSI yang akan menghukum mereka? Jika memang PSSI berwibawa, tentunya mereka akan respek dan taat pada organisasi yang mestinya mengayomi seluruh anggota PSSI tanpa kecuali.

Jadi, PSSI sebaiknya tidak menerus mengecilkan pihak yang berbeda pendapat sebagai lawan politik yang tidak penting dan mesti dihancurkan. PSSI seyogyanya mendengarkan aspirasi klub anggota PSSI yang selama ini –dengan kelebihan maupun kekurangannya- sudah membuat sepak bola nasional tetap eksis. Apalagi merekalah sesungguhnya yang berperan besar mengantarkan Djohar Arifin dkk berkuasa di PSSI saat ini. PSSI seharusnya mampu membangun kebersamaan untuk memajukan sepak bola nasional dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang ada, termasuk klub-klub yang memilih bermain di ISL (Indonesia Super League) dan bukan hanya klub anggota IPL (Indonesian Premier League).

Tapi entahlah jika ada kepentingan seseorang atau sekelompok orang yang lebih utama untuk diperhatikan oleh PSSI. Sekiranya para pemimpin PSSI masa kini sudi melihat kembali sejarah berdirinya PSSI sebagai alat perjuangan bangsa, yang saat sekarang pun sejatinya masih tetap relevan, maka setiap PSSI membuat keputusan signifikan, pasti yang lebih diutamakan adalah kepentingan umum – bangsa dan negara Indonesia, bukan kepentingan pribadi atau segelintir pihak belaka. Namun masalah pokoknya adalah apakah Profesor Djohar Arifin Husin yang terhormat bersedia bersikap seperti itu? Kita sudah lupa atau bahkan tidak pernah tahu, apa sesungguhnya visi dan misi sang profesor, ketika tempo hari berniat memimpin organisasi sepak bola di negeri ini.

Yang jelas, selama kisruh dan karut marut tetap memberi warna kusam pada PSSI, mohon maaf saja, kita tak layak berharap sepak bola Indonesia akan berprestasi membanggakan dan bersinar cerah. Semua solusi sebenarnya ada di tangan PSSI sendiri, silakan memilih jalan yang terbaik.

# Tulisan ini dibuat pada November 2011 dan (versi edit) dimuat di rubrik PSSI-Watch majalah BolaVaganza No.123/Januari 2012.

h1

Hidup Itu Berani Bermimpi

Januari 18, 2012

Hidup itu sederhana, berani bermimpi lalu mewujudkannya. Hidup itu sederhana, menggerakkan arang jadi intan permata. (Para Pemimpi – Silentium)

h1

Album Terbaik Indonesia 2011

Januari 13, 2012

Melanjutkan kebiasaan sejak tahun 2008, kembali saya menyusun senarai album musik Indonesia yang saya dengar sepanjang 2011 -yang tidak banyak juga- dan layak menjadi yang terbaik. Maka jelas bahwa pilihan saya sangat subjektif lantaran alasannya adalah saya senang menyimak lagu-lagunya, lalu kata hati maupun benak saya bagus belaka, serta tentu saja dengan selera musik dan keterbatasan wawasan yang saya miliki.

Sebelum menyusun daftar tersebut, saya sudah lebih dahulu membaca 20 Album Terbaik Indonesia 2011 versi majalah Rolling Stone Indonesia (RSI). Hal itu memang agak di luar kebiasaaan. Ternyata ada banyak album dengan genre rock dan jazz yang mendominasinya. Tercatat hanya empat nama yang pernah saya dengar serta masuk dalam daftar saya, yaitu : Barry Likumahuwa Project (Generasi Synergy), Trisum (Five in One), Naif (Planet Cinta), dan Sheila on 7 (Berlayar). Selain itu saya cukup penasaran ingin mendengarkan Gugun Blues Shelters (Satu untuk Berbagi), LLW (Long Live Wisdom), dan Tohpati Bertiga (Riot). Album anyar GBS menarik karena mayoritas lirik lagunya dalam bahasa Indonesia. Bahkan RSI menjadikan singel ’Jangan Berkata dalam Hati’ sebagai salah satu lagu terbaik Indonesia 2011. LLW (Lesmana Likumahuwa Winarta) adalah aksi kibordis senior Indra Lesmana bersama dua musisi muda berbakat, Barry Likumahuwa (bass) dan Sandy Winarta (drum). Sementara Tohpati Bertiga adalah proyek terbaru gitaris Tohpati bersama Indro Hardjodikoro (bass) dan Bowie (drum, anggota GBS). Saya pernah melihat aksi live mereka ketika bermain di Ngayogjazz 2011 yang berlangsung di halaman rumah pelukis sepuh Djoko Pekik. Tohpati terkesan lebih ngerock dan bermain cepat dalam aksinya tersebut.

Berikut ini daftar album pilihan saya di tahun 2011 yang disusun berdasarkan urutan abjad nama artis/albumnya belaka.

  1. A Tribute to KLa Project
Setelah pada 2010 KLa Project merilis album baru Exellentia, maka di tahun 2011 Lilo KLa menjadi produser album A Tribute to KLa Project. Sejumlah nama band kondang maupun penyanyi solo tenar turut mengisi album yang hanya dijual di minimarket terkenal yang tersebar di seluruh Indonesia itu.
Mereka adalah Ungu, Maliq n D’Essentials, Kerispatih, RAN, The Upstairs, Ahmad Dhani, Vidi Aldiano, dan Pongki Barata. Ada pula nama yang relatif baru seperti Babas dan Violet. Nama terakhir merupakan trio vokalis sekaligus violis yang terdiri dari tiga perempuan muda yang cantik (Sherrin, Ava, Mia).
Meski tidak banyak yang memberi tafsir baru pada sejumlah hits KLa, namun setidaknya generasi muda saat ini bisa berkenalan dengan lagu-lagu pop berkualitas milik musisi Indonesia yang pernah sangat digemari di masa lalu.
Lagu favorit saya : Meski Tlah Jauh, Bahagia Tanpamu, Prasangka, Semoga, Tentang Kita, dll.
  1. Anggun : Echoes
Anggun tetap menunjukkan konsistensinya dalam bermusik dengan merilis album terbarunya di tahun 2011. Penyanyi internasional kebanggaan Indonesia tersebut belakangan tampak semakin eksis dengan kerap tampil menjadi bintang iklan berbagai produk di media cetak maupun elektornik. Lagu ’Berkilaulah’ merupakan lagu yang sangat inspiratif dan paling saya sukai.
Lagu favorit saya : Berkilaulah, Hanyalah Cinta, Silent Vow, Eternal, dll.
  1. Barry Likumahuwa Project : Generasi Synergy
Barry Likumahuwa adalah pemain bass muda yang permainannya disegani banyak musisi Indonesia. Bahkan seorang Fariz RM pun mengajaknya ketika di tahun 2011 sempat pentas di Jogja. Setelah di album sebelumnya, Barry tampil dengan namanya sendiri, maka kali ini ia beraksi bersama kelompoknya. Materi lagu dalam album ini asyik sekali di kuping, seolah terus memberi semangat, dan jelas tidak membosankan. Ada beberapa lagu dengan vokal, sementara selebihnya merupakan nomor instrumentalia.
Lagu favorit saya : Generasi Synergy, Twitter Jam, Heart Keeper, Saat Kau Milikku, Kappanya, dll.
  1. Gigi : Sweet 17
Tanpa terasa sebuah band bernama Gigi telah berusia 17 tahun. Setelah sempat bergonta-ganti personel, tampaknya kuartet Armand Maulana, Dewa Budjana, Thomas Ramdhan, dan Gusti Hendy sudah menjadi komposisi band yang paling solid hingga hari ini.
Lagu favorit saya : Sahabat, Distorsi Manusia, Bunga Syurgawi, Mana Hati, Smoga Saja, dll.
  1. Jubing Kristianto : Kaki Langit
Yang paling menarik dari album terbaru Jubing yaitu adanya lagu anak-anak ’Gembira Berkumpul’ hasil karya Pak AT Mahmud yang pernah populer oleh Tasya tempo hari.
Lagu favorit saya : Wangi Hujan, Bengawan Solo, Gembira Berkumpul, Sarinande, Blackbird, dll.
  1. Komunitas Jazz Kemayoran : Compilation Chapter One
Terdapat 10 artis artis yang terlibat dalam album ini. Mereka adalah 416, D’Etudiant, Zarro, Laconiek, Sketsa, Beben Jazz, Soultrain, Earth, Zinnia, dan Vodka. Ada sejumlah lagu instrumentalia, sementara yang dengan vokal ada yang berlirik Inggris, Indonesia, maupun bahasa daerah (La La Laya dari Zarro).
Lagu favorit saya : Above The Sky, La La Laya, Alexa, Satu yang Pasti, Where Do We Go From Here, dll.
  1. Musikal Laskar Pelangi (Original Cast Recording)
Setelah sukses tampil di panggung, lagu-lagu dalam Musikal Laskar Pelangi hadir dalam sebuah album. Lagu ciptaan Erwin Gutawa dan Mira Lesmana ternyata tetap dapat dinikmati tanpa harus melihat pertunjukannya. Dira Sugandi dan Eka Deli yang sudah teruji kualitas vokalnya ditemani oleh penyanyi remaja bersuara emas seperti Cristoffer Nelwan atau Hilmi Faturrahman.
Lagu favorit saya : Anak Pelangi, Jari-jari Cantik, Sahabat Alam, Menanti Ayah Menanti Lintang, dll.
  1. Naif : Planet Cinta
Naif tampil dengan lagu-lagu yang sebenarnya semua layak menjadi hits. Meski jenis musiknya variatif, tapi tetap ada benang merah Naif-nya. Sayang sekali mereka nyaris tidak pernah tampil di televisi lagi. Kita pasti ingat bahwa mereka pernah sangat terkenal dengan lagu dan videoklip ‘Posesif’.
Singel ‘Karena Kamu Cuma Satu’ menjadi salah satu lagu terbaik dan videoklip terbaik versi majalah RSI. Oya, bagi para pendengar radio, Naif sepanjang bulan Januari 2011 akan bersiaran di I-Radio (Jakarta, Bandung, Jogja, Medan, dan Makassar) setiap Selasa malam pukul 20.00 – 22.00 dalam acara ‘Naif Sabotase I-Radio’.
Lagu favorit saya : Karena Kamu Cuma Satu, Apa Adanya, Planet Cinta, Cuek, Berjalan di Bulan, Pemimpi, dll.
  1. Raisa
Raisa Andriana menjadi fenomena tersendiri akhir-akhir ini. Tidak hanya karena bersuara khas sebagai penyanyi, dia pun berparas sangat cantik dan berwaruga apik, maka layaklah jika sudah memiliki banyak penggemar. Asta Andoko (RAN), Ramadhan Handy, dan Adrianto Ario Seto (Soulvibe) merupakan produser album solo pertama Raisa yang berjudul sama dengan namanya.
Lagu favorit saya : Serba Salah, Apalah (Arti Menunggu), Could It Be, Inginku, Terjebak Nostalgia, dll.
  1. Sheila on 7 : Berlayar
Sheila on 7 ternyata masih tetap bertaji! Setelah pernah mengalami masa penuh kejayaan, lantas sempat rada tenggelam (meski sebenarnya tetap merilis album), Eross Candra dkk kembali menelurkan sejumlah hits lewat album terbarunya. Lagu-lagu seperti ’Hari Bersamanya’, ’Pasti Ku Bisa’, atau ’Hujan Turun’ terasa sangat akrab di telinga kita, seperti dahulu kita pernah menyukai ’Kita’, ’Dan’, ’Sephia’, ’Seberapa Pantas’, ’Berhenti Berharap’, ’Pejantan Tangguh’ dan masih banyak lagi hits mereka.
Lagu favorit saya : Pasti Ku Bisa, Hujan Turun, Hari Bersamanya, Berlayar Denganku, Bait Pertama, dll.
  1. Trisum : Five in One
Trio gitaris papan atas Indonesia : Dewa Budjana, Tohpati, dan Balawan menelurkan album keduanya. Echa Sumantri (drum) dan Indro Hardjodikoro (bass) mendukung sepenuhnya aksi mereka bertiga dalam Five in One. Ada sebuah lagu yang lucu, mendengarnya saja bisa membuat kita tersenyum, apalagi melihat aksi mereka bertiga lewat Youtube. Judulnya ‘All U Can Eat’.
Lagu favorit saya : Unyil, Love To Be Around You, Pulang, Rahwana, All U Can Eat, dll.
  1. Ubiet & Dian HP : Komposisi Delapan Cinta (Puisi : Nirwan Dewanto & Sritok Srengenge)
Komposisi Delapan Cinta merupakan musikalisasi pusi karya Nirwan Dewanto dan Sritok Srengenge oleh Dian HP dan Ubiet. Jika kebanyakan lagu hasil musikalisasi puisi lebih sering diiringi gitar akustik, maka selalu ada suara piano Dian HP yang mengirigi suara unik Ubiet dalam album yang sebagian materinya direkam di Bangun Jiwo Yogyakarta tersebut. Selebihnya ada suara akordeon, cello, flute, klarinet, biola, marimba, dan kontra bas yang memperindah lagu. Di antara lagu-lagu sendu nan syahdu, ada Kuintet (puisi Nirwan Dewanto) yang sangat energik dan menghibur. Setidaknya terdapat dua videoklip dari album ini yang pernah saya simak di Youtube.
Lagu favorit saya : Menulis Cinta, Kuintet, Penghujung Musim Hujan, Air, dll.
h1

Ada yang Baru dalam Asaku

Januari 4, 2012

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.

(QS. Al Ankabuut [29] : 57)

Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula).

(QS. Az Zumar [39] :30)

Akhir tahun 2011 lalu, dalam dua hari berturut-turut kuterima kabar wafatnya dua orang yang kukenal. Jadi ada dua orang adik mendiang ibuku yang tutup usia di tahun yang sama. Kemudian ada sedikit diskusi dengan teman lama (lewat sms) yang mengatakan bahwa kita pada dasarnya hanya mengantri untuk ketemu (kembali) dengan-Nya. Dan semoga kita menjadi orang pintar yang selalu ingat mati, begitu ucap temanku.

Maka sejak menjelang pergantian tahun kemarin kupikirkan satu hal yang menjadi asaku di tahun baru :

Ya Allah, jika di tahun 2012 ajal hamba tiba, semoga hamba meninggal dunia secara khusnul khatimah dalam Iman dan Islam, serta telah memiliki cukup bekal untuk menempuh perjalanan di alam selanjutnya. Amin ya rabbal ’alamin…

Dengan kalimat yang lebih sederhana : Semoga di tahun 2012 hidupku atau matiku sebagai orang baik. Amin.

Tentu saja aku belum ingin malaikat maut datang mencabut nyawaku dalam waktu dekat, namun menyambut datangnya kematian merupakan sesuatu yang harus selalu disiapkan. Jika pun belum terjadi padaku lebih dulu, toh hal itu bisa tiba-tiba menjadi takdir orang-orang yang dekat dalam hidupku, siapa saja tanpa kecuali.

Maka aku ingin seperti apa kata Satyagraha Hoerip –sastrawan tempo doeloe- sekaligus harapanku yang bersahaja :

Kematian yang ikhlas adalah kematian yang ideal. Kalaulah memang sudah saatku, mauku bisalah matiku itu terjadi dengan kerelaan yang pas.

Semoga Allah SWT berkenan atas doaku itu.