Archive for Maret, 2012

h1

Dominasi Satu Nama di Perempat Final Liga Champion

Maret 28, 2012

Delapan klub terbaik Eropa siap tampil dalam babak perempat final Liga Champion 2011/12. Di antara kedelapan tim tersebut tersebutlah satu nama yang dominan. Ternyata enam tim perempat finalis memiliki sponsor kostum (jersey) yang sama, yaitu Adidas. Mereka adalah Real Madrid, Marseille, Bayern Muenchen, Benfica, Chelsea, dan AC Milan. Sementara itu sponsor Barcelona adalah Nike dan APOEL oleh Puma.

Di semifinal nanti sudah jelas ada wakil tim Adidas karena undian mempertemukan Marseille dan Muenchen maupun Benfica dan Chelsea di perempat final. Madrid kemungkinan besar mampu menyingkirkan si kuda hitam APOEL, sementara Milan memiliki tugas berat untuk menyingkirkan sang juara bertahan Barca. Jika Madrid dan Milan lolos ke semifinal, maka tim Adidas jelas menguasai sepenuhnya babak semifinal maupun final musim ini.

Dalam empat tahun terakhir, tim Nike selalu berjaya melalui Manchester United (2007/08), Inter Milan (2009/10), Barcelona (2008/09 dan 2010/11). Tim Adidas terakhir yang merajai Eropa adalah Milan (2006/07).

Tahun ini tim Adidas memang berhasil mendominasi babak delapan besar dan empat besar, tapi selama masih ada Barcelona, maka peluang tim Nike masih besar untuk tetap bercokol di puncak kejuaraan antarklub terbaik Eropa.

h1

Langkah APOEL Mungkin Terhenti di Tangan Madrid

Maret 26, 2012

 

Tim paling mengejutkan di Liga Champion Eropa 2011/2012 tentu saja adalah APOEL FC Nicosia (Siprus). Dalam debutnya di kompetisi antarklub terakbar di Benua Biru, APOEL sukses mencetak sejarah luar biasa karena untuk pertama kalinya lolos dari penyisihan grup, tampil di perdelapan final, dan akhirnya akan bertemu dengan Real Madrid di perempat final.

 

Berhasil mendampingi FC Porto (Portugal) dari Grup G dengan menyisihkan Shakhtar Donetsk (Ukraina) dan Zenit St Petersburg (Rusia) saja sudah menunjukkan kehebatan APOEL. Klub asal Siprus itu ternyata kembali mengejutkan dunia dengan mengalahkan Olympique Lyon (Prancis) yang jauh lebih berpengalaman tampil di Eropa dengan sejumlah pemain bintangnya, seperti : Hugo Lloris, Michel Bastos, Lisandro Lopes, dan Bafetimbi Gomis.

 

Tim yang akan dihadapi APOEL selanjutnya adalah pemegang rekor juara Piala/Liga Champion yang sedang mengejar trofi kesepuluhnya. Los Blancos di bawah asuhan Jose Mourinho sangat berambisi merajai Eropa kembali tahun ini. Dengan materi pemain internasional kelas satu, seperti : Iker Casillas, Sergio Ramos, Xabi Alonso, Mesut Oezil, Kaka, Cristiano Ronaldo, dan Karim Benzema, Madrid selama ini belum pernah kalah di Eropa dan sudah hampir pasti menjadi juara La Liga 2011/2012.

 

Oleh karena itu langkah APOEL mungkin akan terhenti di tangan Madrid. APOEL tampaknya masih bisa membuat kejutan dengan menahan imbang Madrid di kandangnya GSP Stadium (27/3). Namun ketika bermain tandang di Santiago Bernabeu (4/4), hasil paling baik menghadapi tim Mourinho barangkali hanya kalah 0-1. Madrid pun akan berlaga di semifinal menghadapi Marseille atau Muenchen. Tapi sebenarnya selama bentuk bola masih sama, kejutan APOEL tentu masih tetap dapat berlanjut riwayatnya.


h1

Keunikan Nama Depan Pemain Belanda Keturunan Indonesia

Maret 20, 2012

Jika kita memerhatikan nama para pemain sepak bola Belanda yang memiliki darah keturunan Indonesia, ternyata seperti ada benang merahnya dan menjadi keunikan tersendiri. Di antara mereka ada yang merupakan mantan pemain timnas Belanda, masih menjadi warga negara Belanda, sementara sebagian besar telah dinaturalisasi menjadi warga negara Indonesia.

Coba kita simak nama Giovanni van Bronckhorst, Diego Michiels, Ruben Wuarbanaran, Stefano Lilipaly, dan Sergio van Dijk. Nama Giovanni, Diego, Ruben, Stefano, dan Sergio biasanya kita temui di Italia, Spanyol, Portugal, Brasil, Argentina, atau negara-negara Amerika Latin lainnya. Contohnya saja ada nama-nama tenar, seperti : Giovanni Trappatoni (Italia), Diego Maradona (Argentina), Diego Forlan (Uruguay), Ruben Baraja (Spanyol), Stefano Eranio (Italia), Sergio Conceicao (Portugal), atau Sergio Ramos (Spanyol). Saya tidak tahu mengapa orang tua mereka lebih suka nama-nama tersebut atau memang ada faktor historis tertentu yang menjadi alasannya.

Sebagai perbandingannya kita mengenal banyak nama orang Belanda yang berkecimpung di dunia sepak bola, seperti : Johan Cruyff, Wim Rijsbergen, Henk Wullems, Ruud Gullit, Frank Rijkard, Ronald Koeman, Edgar Davids, Clarence Seedorf, Edwin van der Sar, Mark van Bommel, Robin van Persie, Arjen Robben, atau Wesley Sneijder.

Sebagian besar nama depan mereka sangat khas Belanda, seperti : Johan, Wim, Henk, atau Ruud. Mungkin hanya Marco van Basten dan Rafael van der Vaart yang nama depannya beraroma Italia dan Spanyol, seperti halnya para pemain Belanda keturunan Indonesia. 

h1

Generasi Baru Milan

Maret 20, 2012

AC Milan mampu mengakhiri mimpi buruknya menghadapi klub Inggris, setelah berhasil mengalahkan Arsenal pada first leg babak 16 besar Liga Champion 2011/12 di Stadion San Siro. Selama empat tahun terakhir, tiga kali langkah Rossoneri terhenti di tangan klub Inggris, yaitu : Arsenal (2007/08), Manchester United (2009/10) dan Tottenham Hotspur (2010/11). Peluang tim asuhan Massimilano Allegri melaju ke perempat final musim ini sangat besar seusai menundukkan tim asuhan Arsene Wenger dengan empat gol tanpa balas. Dan akhirnya Milan pun lolos dari hadangan Arsenal dengan skor agregat 4-3.

Ada hal menarik ketika kita menyimak materi pemain yang diturunkan oleh Allegri. Dalam skuad inti terdapat enam pemain yang baru bergabung dengan Tim Merah-Hitam dalam dua musim terakhir (2010/11 dan 2011/12), yaitu : Philippe Mexes, Mark van Bommel, Antonio Nocerino, Kevin-Prince Boateng, Robinho, dan Zlatan Ibrahimovic. Hanya tersisa Christian Abbiati, Ignazio Abate, Thiago Silva, Luca Antonini, dan Clarence Seedorf yang merupakan andalan Milan pada era Carlo Ancelotti dan Leonardo. Seedorf cuma bermain 12 menit karena cedera dan Urby Emanuelson yang menggantikannya menjadi bagian dari skuad Milan sejak awal tahun 2011. Para pencetak gol ke gawang The Gunners juga baru memasuki musim keduanya memperkuat Rossoneri. Robinho membakukan dua gol, sementara Kevin-Prince dan Ibra masing-masing menyumbang satu gol.

Kehadiran Allegri sejak musim 2010/11 telah mewujudkan generasi baru di tubuh AC Milan. Pada musim pertamanya yang menghasilkan scudetto, terdapat nama-nama anyar di San Siro, seperti : Robinho, Ibrahimovic, Kevin-Prince, Van Bommel, Emanuelson, dan Antonio Cassano. Pada musim 2011/12 bergabunglah Phillipe Mexes, Alberto Aquilani, Antonio Nocerino, dan Stephan El Shaarawy di awal musim, lalu datang pula Djamel Mesbah, Sulley Muntari, dan Maxi Lopez pada pertengahan musim. Nyatanya mereka pun mampu menjadi kekuatan baru bagi klub peraih tujuh trofi Piala/Liga Champion tersebut.

Proses regenerasi pemain dan transformasi tim sejauh ini berjalan cukup mulus di kubu Rossoneri. Mereka yang sudah sangat lama berada di San Siro, seperti : Alessandro Nesta, Gennaro Gattuso, Massimo Ambrosini, Clarence Seedorf, Filippo Inzaghi, atau Andrea Pirlo (yang dijual ke Juventus usai musim 2010/11) telah memperoleh pengganti sepadan untuk melanjutkan sukses klub di masa mendatang. Generasi baru Milan jelas masih memiliki ambisi besar menggapai banyak prestasi demi mengharumkan nama tim kesayangan Milanisti. Allegri tampaknya layak menjadi kandidat pelatih legendaris Tim Merah-Hitam berikutnya setelah Arrigo Sacchi, Fabio Capello, dan Carlo Ancelotti.

# Tulisan ini dimuat di rubrik Interaktif majalah BolaVaganza No.125/Maret 2012

 

h1

Jangan Main-main dengan Timnas

Maret 12, 2012

Jangan pernah main-main dengan tim nasional. Pertanggungjawabannya kepada seluruh bangsa Indonesia. (Rahmad Darmawan)

h1

Siapa Sekarang Mau Melatih Timnas Indonesia?

Maret 12, 2012

Seusai kekalahan terbesar Tim Merah Putih sepanjang sejarah sepak bola nasional, siapa sekarang yang mau menjadi pelatih timnas senior Indonesia? Siapa pun yang bersedia ibarat siap maju perang dengan hanya dibekali pedang tumpul tanpa perisai oleh PSSI. Pelatih sepak bola terbaik di dunia saat ini pun tidak akan mungkin membawa timnas meraih hasil bagus, jika PSSI tetap merasa benar sendiri dengan sikapnya yang membuat pelatih tak bisa bebas memilih pemainnya. Potensi pemain bagus di negeri ini begitu besarnya, tapi PSSI lebih suka menyia-nyiakannya entah demi apa.

PSSI tidak akan menjadi besar dengan cara mengecilkan atau bahkan menihilkan peran mereka yang selama ini ikut membangun sepak bola nasional, meski mereka pun tak lepas dari kekurangan. Mereka adalah klub-klub anggota PSSI yang menolak bermain di LPI beserta segenap pemain, pelatih, pengurus maupun para pendukungnya yang sejatinya merupakan anggota keluarga besar sepak bola Indonesia.

Semoga PSSI lekas sadar dari sikap kufurnya selama ini dan mau mensyukuri segala nikmat karunia Ilahi dengan memanfaatkan segala potensi yang ada demi memajukan sepak bola nasional bersama-sama dan bersatu dalam damai.

# Tulisan ini (versi edit) dimuat di BOLA Edisi 2.322/Kamis-Jumat, 8-9 Maret 2012.

h1

Transfer Sukses Milan

Maret 5, 2012

Pada jendela transfer pertengahan musim 2010/11 lalu, AC Milan menghadirkan Antonio Cassano (Sampdoria), Mark van Bommel (Bayern Muenchen), dan Urby Emanuelson (Ajax Amsterdam). Ketiga pemain baru tersebut ternyata memberikan kontribusi positif bagi tim asuhan Massimiliano Allegri. Liga Italia Serie A sukses dijuarai kembali oleh Rossoneri, setelah scudetto terakhir diraih pada musim 2003/04.

Barangkali terinspirasi kejadian setahun silam, Milan pun kembali mendatangkan sejumlah pemain anyar pada pertengahan musim 2011/12 ini. Mereka adalah Maxi Lopez (Catania), Djamel Mesbah (Lecce), dan Sulley Muntari (Inter Milan). Selain mereka, Alexander Merkel dipanggil pulang dari masa peminjamannya di Genoa. Berbeda dengan musim lalu, semua pemain yang bergabung pada musim dingin ditransfer dari sesama klub Serie A. Proses adaptasi memang dapat berlangsung lebih cepat. Para pemain baru sudah bisa diandalkan Allegri demi mengatasi krisis lantaran absennya sejumlah pemain pilar, baik yang didera cedera maupun yang mendapat skorsing. Saat ini Rossoneri masih memiliki peluang memperoleh trofi di Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champion Eropa. Hadirnya pemain anyar yang diikuti dengan kembali pulihnya pemain lawas ke dalam skuad inti menerbitkan harapan bagi Milanisti bahwa bakal ada gelar juara yang diwujudkan kembali akhir musim nanti. Forza Milan!

# Tulisan ini dimuat di BOLA Edisi 2.320/Sabtu-Minggu, 3-4 Maret 2012.