h1

Adakah Hikmah Kekalahan Terbesar Sepanjang Masa Itu?

Maret 5, 2012

Tidak mudah untuk melupakan kekalahan telak Indonesia dari Bahrain pada 29 Februari 2012 yang telah sekian hari berlalu. Mungkin saya termasuk terlambat mengomentarinya di sini karena pasti sudah banyak yang melontarkan segala amarah, makian, kegalauan, maupun kesedihan atas kenyataan pahit itu. Tapi saya tetap merasa perlu melontarkan uneg-uneg saya lewat media sosial ini.

Ternyata harapan saya agar Aji Santoso dan anak asuhnya membawa sedikit gol saja ketika pulang ke Jakarta gagal menjadi nyata. Yang ada justru kekalahan terbesar sepanjang masa tim nasional sepak bola Indonesia telah tercatat dalam buku sejarah dan tak bakal terhapus begitu saja. PSSI di bawah komando Profesor Djohar Arifin Husin telah berhasil mencetak rekor baru dan sukses mempermalukan nama Indonesia di mata dunia. Sang profesor ternyata masih tetap percaya diri dengan tidak akan mundur dari jabatannya sebagai ketua umum PSSI. Lantas apa wujud tanggung jawabnya telah membuat aib besar bagi bangsanya?

Sebenarnya ada pilihan yang cukup elegan jika Djohar memang tak sudi mundur. Kita berharap sang profesor akhirnya bersedia membuka pintu rekonsiliasi dan bersedia duduk bersama dengan pihak-pihak yang tidak sependapat dengan kebijakan PSSI selama ini. Tentunya pihak yang menentang PSSI juga mesti mau jika sudah diajak bicara baik-baik. Kongres PSSI yang rencananya akan berlangsung di dua tempat oleh dua pihak yang berbeda pada 18 Maret nanti bisa dijadikan satu saja. KONI dan Menpora atau mungkin AFC dan FIFA bisa dimintai tolong agar kongres tersebut tetap berlangsung sesuai dengan prosedur serta menghasilkan keputusan positif yang legal dari segala aspek.

Sekiranya perdamaian dapat terjadi di antara para pihak yang bertikai, maka barangkali itulah hikmah dari kekalahan terbesar sepanjang masa itu. Semua pemain terbaik Indonesia dapat kembali bermain dalam satu Liga Indonesia dan tak ada diskriminasi lagi untuk memperkuat Skuad Garuda. Kita pasti mampu bangkit dari keterpurukan ini asal kita bersatu dalam damai dan cinta. Tapi kalau mereka yang terlibat dalam konflik tetap memilih untuk memusuhi saudara sebangsanya sendiri, saya sudah kehabisan kata-kata untuk mengomentarinya lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: