h1

Anomali Sponsor LPI

Mei 30, 2012

Jaman Liga Primer Indonesia (LPI) yang kompetisi ilegal -dalam arti sesungguhnya- pertama kali digelar pada awal 2011, ada sejumlah perusahaan multinasional yang tampaknya bersedia bermitra kerja dengan Konsorsium LPI. Buktinya terlihat dari nama Coca-Cola, Microsoft, Air Asia, atau Rexona/Clear for Men (Unilever) di stadion-stadion saat pertandingan LPI disiarkan di televisi. Memang layak dipertanyakan mengapa mereka bersedia menjadi sponsor sebuah kompetisi liga sepak bola nasional yang tidak diakui oleh PSSI, AFC, dan FIFA. Tapi waktu itu ada rasa salut saya pada penyelenggara LPI hingga mampu memiliki sponsor produk terkenal yang bertaraf internasional.
Anehnya, ketika LPI yang nama resminya menjadi Indonesian Premier League (IPL) menjelma sebagai kompetisi legal yang digelar oleh PSSI pimpinan Djohar Arifin untuk musim 2011/2012 malah tak punya sponsor resmi, dan mayoritas klub pesertanya saat ini justru mengalami kesulitan keuangan yang kronis. Padahal konon ada sebuah konsorsium yang menanggung eksistensi klub-klub tersebut. Sungguh hal yang ironis sekaligus tragis. Apalagi jika kita mengingat produk IPL berupa para pemain yang memperkuat timnas pernah kalah 0-10 dari Bahrain di Pra Piala Dunia dan kalah 1-2 dari Palestina di semifinal Turnamen Al-Nakbah – yang notabene bukan turnamen resmi FIFA. Entah langkah apalagi yang akan diambil oleh Djohar Arifin dkk yang sudah telanjur serba salah.

# Tulisan ini (versi edit) dimuat di BOLA Edisi 2.357/2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: