h1

Mitos Mendukung Italia Maupun Spanyol

Juni 30, 2012

Italia dan Spanyol bersiap-siap mencetak sejarah baru dalam pertemuan mereka di partai puncak Euro 2012 Polandia-Ukraina pada Minggu malam (1/7) waktu setempat. Setelah bermain imbang dalam penyisihan Grup C di Polandia, Italia dan Spanyol kembali berjumpa dalam laga terakhir turnamen di Ukraina untuk menjadi tim nasional terbaik Benua Biru.
Tidak mudah untuk menebak siapa yang bakal menjadi pemenang melihat perjalanan kedua tim hingga final. Siapa pun yang akhirnya menjadi juara barangkali akan diraih dengan skor tipis dalam pertandingan normal, perpanjangan waktu, atau malah adu penalti.
Secara teknis di atas kertas, La Furia Roja mungkin lebih diunggulkan. Namun jika melihat fakta sejarah yang sebagian sudah menjadi mitos, Gli Azzuri justru lebih berpeluang untuk menang. Bicara masalah mitos, sudah banyak yang mengulasnya untuk Italia. Ternyata sebenarnya Spanyol pun disertai sejumlah mitos yang mungkin menjadi faktor non-teknis mengenai siapa yang akhirnya meraih trofi.

Mitos yang Mendukung Italia
Satu hal yang sudah disebut-sebut sebelum turnamen berlangsung adalah fakta bahwa ketika terjadi skandal dalam sepak bola Italia, maka tim nasionalnya justu menjadi juara. Hal itu telah terjadi dua kali di ajang Piala Dunia 1982 dan 2006. Menjelang tim asuhan Cesare Prandelli berlaga di Euro 2012 pun terjadi skandal pengaturan skor yang melibatkan sejumlah mantan pemain maupun pemain Italia. Kenyataannya kini Gianluigi Buffon dkk sudah sampai di partai puncak dan tinggal selangkah lagi untuk mengulangi mitos yang ada.
Selanjutnya kita melihat sejarah Gli Azzuri di turnamen besar yang dijuarainya. Italia terakhir kali menjadi kampiun Piala Dunia 2006 dalam rentang waktu 12 tahun setelah gagal di partai final Piala Dunia 1994. Nah, kita pasti ingat bahwa 12 tahun lalu Italia kalah dari Prancis dalam final Piala Eropa 2000. Maka bisa jadi kini saatnya Italia mengulangi sukses merengkuh Piala Dunia di Euro 2012.
Mitos berikutnya berhubungan dengan siapa yang menjadi juara UEFA Champions League. Dalam dua turnamen Piala Eropa terakhir, tim juaranya ternyata memiliki warna kostum yang sama dengan juara Liga Champion Eropa tahun tersebut. Pada tahun 2004, FC Porto yang warna kostumnya putih-biru menjadi juara Liga Champion. Yunani pun sukses mengangkat trofi Piala Eropa dengan kostum utama warna putih dengan garis biru. Pada tahun 2008, Manchester United dengan kostum merahnya berhasil meraih trofi Liga Champion. Spanyol berjaya di Piala Eropa dengan kostum merahnya pula. Pada tahun 2012, Chelsea yang warna kostumnya biru menjadi juara Liga Champion. Tidak mustahil Italia bakal mengikuti para pendahulunya dengan menjadi jawara juga.
Mitos terakhir adalah fakta bahwa tidak ada juara bertahan Piala Eropa yang berhasil mempertahankan gelarnya. Hal itu pun mendukung Italia yang akan menantang Spanyol yang merupakan juara bertahan Piala Eropa.

Mitos yang Mendukung Spanyol
Selama ini tim juara Piala Eropa didominasi oleh tim yang disponsori oleh Adidas, termasuk Spanyol. Sejak tahun 1996 hingga 2008 atau sudah empat kali berturut-turut, tim Adidas menguasai Eropa bersama Jerman (1996), Prancis (2000), Yunani (2004), dan Spanyol (2008). Bahkan sebelum Piala Eropa 1992 yang dimenangi oleh Denmark (sponsornya Hummel), Jerman Barat (1972 dan 1980), Cekoslovakia (1976), Prancis (1984), dan Belanda (1988) pun mengenakan kostum Adidas pula. Spanyol diharapkan meneruskan hegemoni Adidas untuk tetap menguasai turnamen antarnegara Eropa.
Mitos selanjutnya berhubungan dengan kiprah Barcelona di Liga Champion Eropa. Hal ini sudah pernah dibahas di Kompasiana. Ketika Spanyol menjadi juara Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010, Barcelona gagal menjadi juara Liga Champion. Tahun 2012 ini Barca sudah kandas di semifinal Liga Champion, maka menjadi kesempatan Xavi Hernadez dkk berjaya kembali bersama tim nasional Spanyol di bawah pelatih Vicente del Bosque.
Namun Spanyol mesti berjuang keras untuk mengakhiri mitos bahwa tidak ada juara bertahan Piala Eropa yang sanggup mempertahankan gelarnya.

Apa pun mitos yang ada, hasil akhirnya yang pasti tentunya baru kita ketahui bersama setelah Italia dan Spanyol menyelesaikan pertandingannya di Stadion Olympic Kiev, Ukraina. Selamat menyaksikan laga seru final Euro 2012 di awal bulan Juli!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: