h1

Sepak Bola Indonesia Mesti Belajar dari Sukses Spanyol

Agustus 7, 2012

Spanyol mencatat rekor mengagumkan dengan merebut tiga trofi utama kejuaraan Eropa dan dunia secara berurutan : Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012. Tim Matador menjadi tim pertama yang pernah melakukannya, termasuk mengakhiri mitos bahwa tidak ada juara bertahan Piala Eropa yang mampu mempertahankan gelarnya. Banyak hal yang dapat kita pelajari dari kesuksesan Spanyol meraih prestasi cemerlangnya. Soal materi pemain, dari dahulu silih berganti bintang-bintang penuh bakat dimiliki Spanyol, seperti : Emilio Butragueno, Andoni Zubizaretta, Pep Guardiola, Luis Enrique, hingga Raul Gonzales. Namun gelar juara tidak kunjung diraih setelah Piala Eropa 1960. Jadi mengapa baru pada saat generasi Iker Cassilas, Sergio Ramos, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan kawan-kawan, kesebelasan Spanyol mampu meraih kejayaan? Kunci rahasianya, Spanyol memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh kesebelasan mana pun, yaitu spirit/roh/semangat kebersamaan. Luis Aragones yang pertama kali berjasa menumbuhkan spirit yang dalam satu dekade tahun terakhir makin menguat dan kian menyatukan para pemain dari latar belakang daerah yang berbeda-beda, seperti : Madrid, Catalan, Basque, dan Andalusia. Aragones merupakan pelatih Spanyol ketika meraih trofi Piala Eropa 2008. Pergantian pelatih ke tangan Vicente del Bosque ternyata tidak menggoyahkan kekuatan La Furia Roja. Justru gelar juara Piala Dunia untuk pertama kalinya direbut Spanyol di Afrika Selatan 2010 dan Piala Eropa berhasil dipertahankan di Polandia- Ukraina 2012. Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) telah melakukan pemilihan orang-orang yang tepat untuk menangani generasi emas pemain Spanyol. Menurut Del Bosque, bola sarat dengan rasa yang membuat anak asuhnya bermain baik. Rasa itu membentuk spirit kebersamaan dan perjuangan yang akhirnya menghasilkan buah manis bagi segenap bangsa maupun negara Spanyol. Del Bosque berharap bahwa sukses Tim Matador bisa diteruskan kepada masyarakat. Hal itu akan menjadi sesuatu yang luar biasa bagi negara Spanyol yang tengah mengalami kesulitan ekonomi.

Spirit Kebersamaan Komite Bersama
Dan apa kabarnya dengan sepak bola Indonesia? Suksesi kepemimpinan PSSI sejak Juli 2011 -hingga setahun kemudian kini- tidak menunjukkan tanda-tanda kemajuan. Spirit kebersamaan justru makin tercabik-cabik dengan terjadinya dualisme klub, dualisme kompetisi, hingga dualisme PSSI. Nasib buruk tak hanya menimpa para pemain, namun juga para pendukung ada yang sampai kehilangan nyawanya. Belum lagi hasil terburuk yang pernah dicapai oleh tim nasional Indonesia sepanjang sejarah, buah pahit kebijakan diskriminatif dari PSSI pimpinan Profesor Djohar Arifin Husin. Pengurus PSSI baru terbukti tidak berhasil mengemban amanat dari para pemilihnya.
Kita mesti bersyukur bahwa FIFA masih menunda pemberian sanksi kepada PSSI dan menugaskan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk membantu mencarikan jalan keluar bagi kemelut berkepanjangan yang terjadi dalam sepak bola Indonesia. AFC akhirnya mesti turun tangan dengan membentuk Joint Commitee atau Komite Bersama. Menjadi asa kita semua bahwa spirit kebersamaan menyertai Komite Bersama dalam bekerja. Demi persatuan Indonesia, semoga musyawarah dapat menjadi jalan Komite Bersama untuk bermufakat menentukan langkah-langkah nyata demi menyelesaikan berbagai permasalahan kompleks yang ada saat ini. Kongres PSSI akan menjadi wahana untuk menyatukan segala perbedaan. Kita tidak hanya bisa belajar dari spirit kebersamaan Spanyol, namun juga mesti mengingat kembali filosofi bangsa kita sendiri yang selama ini cenderung dilupakan. Dengan doa tulus, niat baik, dan usaha yang maksimal, semoga para pelaku sepak bola Indonesia dapat melangkah bersama memajukan olah raga kecintaan bangsa ini. Dan semoga tak ada lagi yang menyia-nyiakan potensi hebat anak bangsa yang tersebar di bumi pertiwi ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: