Archive for Oktober, 2012

h1

Berpikir Sebelum Bicara

Oktober 22, 2012

Di dunia online, Anda berpotensi berbicara kepada lebih banyak orang ketimbang di media tradisional. Persoalannya, Anda tidak sekadar berbicara dengan teman sendiri. Anda harus berpikir dulu sebelum menulis. (Arsene Wenger)

h1

Arti PSSI Saat Ini

Oktober 18, 2012

Apakah PSSI pada saat ini masih merupakan kepanjangan dari Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia? Apa gerangan yang akan menjadi jawaban Djohar Arifin Husin dan para pengikutnya jika mendapatkan pertanyaan tersebut? Arti PSSI sudah berubah sama sekali dari makna sesungguhnya sejak Djohar berkuasa. Yang terjadi justru perpecahan di tubuh PSSI. Kekacauan yang terjadi dalam dunia sepak bola nasional cenderung kian masif.
Upaya dari pihak luar (AFC/FIFA dan KONI) untuk kembali menyatukan PSSI dan anggotanya yang bertentangan (KPSI) seperti menemui jalan buntu. Perjanjian sudah ditandatangani, Komite Bersama pun sudah dibentuk, namun pihak PSSI Djohar tampaknya tetap ingin unjuk kekuasaan dan enggan bekerja sama. Padahal pihak KPSI sudah berkali-kali menawarkan solusi positif, termasuk untuk menyatukan timnas, namun tanggapannya selalu negatif. Upaya KONI mempertemukan kedua pihak (merespons upaya AFC/FIFA menyelesaikan konflik) pun dianggap angin lalu oleh Djohar Arifin dkk.
Sudah bosan sekali rasanya kita berharap perubahan positif bakal terjadi, apalagi ketika salah satu pihak ternyata tetap tak mau sepak bola Indonesia kembali bersatu. Maka siap-siap saja kita kecewa melihat timnas Indonesia dengan materi pemain seadanya bermain buruk di Piala AFF 2012 dan menjadi bulan-bulanan tim lawan di Malaysia. Selamat mempermalukan nama bangsa kembali untuk sang profesor dan para pengikutnya.

* Opini ini dimuat di BOLA Edisi 2.416/2012.

h1

Pasangan Unik di Antara Pemain Milan

Oktober 15, 2012

Kekalahan AC Milan 0-1 dari Internazionale dalam ‘derby della Madonnina’ pada Minggu (7/10) terasa sangat menyesakkan bagi kubu Rossoneri dan Milanisti di seluruh dunia. Tampil dominan dengan penguasaan bola 66% menghadapi lawan yang tampil dengan 10 pemain sejak awal babak kedua, tim asuhan Massimiliano Allegri tidak berhasil mencetak satu gol pun. Beberapa keputusan wasit Paolo Valeri pun beberapa kali merugikan pihak Tim Merah-Hitam. Terlepas dari apa yang terjadi dalam 2 x 45 menit pertandingan, ada sejumlah hal menarik melihat komposisi pemain yang diturunkan oleh Mister Allegri. Secara berpasangan mereka memiliki hal-hal unik yang menjadi benang merah.

Pertama, posisi bek tengah dihuni oleh dua pemain yang bernama belakang hampir sama : Mario Yepes dan Phillipe Mexes. Kiper utama dan bek kanan pengganti pun demikian, yaitu : Christian Abbiati dan Ignazio Abate. Selanjutnya, dua pemain muda yang bermain sejak menit pertama ternyata sama-sama lahir pada bulan Oktober 1992 : Mattia De Sciglio (20/10) dan Stephan El Sharaawy (27/10). Di antara pemain inti, terdapat pula dua pemain Belanda yang pernah bermain di Ajax Amsterdam : Nigel De Jong dan Urby Emanuelson.

Gambar

Selain itu, ada dua pemain berdarah Afrika-Eropa, yaitu : Kevin-Prince Boateng (Ghana-Jerman) dan El Shaarawy (Mesir-Italia). Ada pula dua pemain yang memiliki garis keturunan dua negara Eropa : Riccardo Montolivo (Italia-Jerman) dan Bojan Krkic (Serbia-Spanyol). Uniknya lagi, jika Kevin-Prince (Ghana) dan Montolivo (Italia) mengikuti kewarganegaraan ayahnya, maka El Shaarawy (Italia) maupun Bojan (Spanyol) mengikuti kewarganegaraan ibunya dan sesuai dengan tempat kelahiran mereka. 

h1

Kisah Kostum Nomor 11 Milan

Oktober 13, 2012

Sebelum Zlatan Ibrahimovic mengenakan kostum nomor 11 klub AC Milan pada tahun 2010- 2012, terdapat mitos bahwa nomor itu selalu membawa kesialan bagi pemakainya. Sejumlah pemain memang telah membuktikannya, yaitu : Jose Mari (2000-2001), Rivaldo (2002-2003), Hernan Crespo (2004-2005), Alberto Gilardino (2006-2008), Marco Borriello (2008-2009), dan Klaas-Jan Huntelaar (2009-2010). Padahal mereka semua adalah penyerang papan atas Eropa, baik sebelum datang maupun selepas pergi dari San Siro. Gilardino memang ikut merasakan juara Liga Champion Eropa 2007, tapi ia tetap dipandang kurang bersinar semasa memperkuat Tim Merah-Hitam. Borriello pernah berinisiatif mengganti nomor 11 dengan 22, ternyata penampilannya menjadi lebih baik, namun ia kemudian hijrah dari Milan.

Ketika Zlatan Ibrahimovic bergabung dengan Milan di awal musim 2010/11 dan memilih nomor 11, publik pun tersentak dan penasaran menunggu nasib pemain Swedia itu. Ternyata Ibra sukses memupus mitos kesialan yang sudah berlangsung lama. Buktinya ia justru mampu mengantar Rossoneri meraih scudetto musim 2010/11 dan menjadi pencetak gol terbanyak Serie A musim 2011/12 dengan 28 gol. Ibra merupakan pemain yang memiliki kontribusi sangat besar di skuad asuhan Massimiliano Allegri selama dua musim terakhir, bahkan sampai muncul istilah Ibra-dependencia. Hengkangnya striker bertubuh raksasa itu ke Paris Saint-Germain sangat disayangkan Milanisti dan menyembulkan kekhawatiran, bisa apa Milan tanpa Ibra?

Gambar

Pihak manajemen Milan akhirnya merekrut penyerang anyar menghadapi musim 2012/13. Giampaolo Pazzini dari Inter Milan ditukar dengan Antonio Cassano. Pazzini memilih nomor 11 yang pernah dipakai Ibra. Banyak pihak mempertanyakan keputusan Milan merekrut mantan striker Fiorentina dan Sampdoria, yang tidak terpilih dalam skuad Italia di Euro 2012 itu. Namun Pazzini langsung menjawab keraguan tersebut dengan mencetak tiga gol, yang membawa Milan menang 3-1 atas Bologna pada pekan kedua Serie A. Aksi Pazzo mengingatkan sebagian orang pada sosok Filippo Inzaghi, yang pernah menjadi bintang Milan selama sekian tahun. Pelatih Italia Cesare Prandelli rupanya cukup terkesan hingga memanggil Pazzini ke skuad Azzuri menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2014 pada bulan September 2012.

Para pencinta Rossoneri boleh berharap bahwa klub kesayangannya masih cukup kompetitif untuk bersaing, baik di Liga Italia maupun Liga Champion Eropa. Pazzini dengan kostum nomor 11 siap meneruskan kiprah cemerlang Ibrahimovic bersama Associazone Calcio Milan dan bukan tak mungkin malah bisa lebih baik lagi. Semoga. 

* Opini ini dimuat di BolaVaganza No.132 – Oktober 2012.

h1

Kesombongan Lambang Kebodohan

Oktober 12, 2012

Kesombongan dan keangkuhan bukanlah batasan dari harga diri, melainkan lambang dari kebodohan emosi manusia.(Humania)

h1

Teka-Teki PSSI Djohar

Oktober 11, 2012

Piala AFF 2012 telah di depan mata, namun dualisme timnas Indonesia
masih tetap terjadi. Kita sebagai pencinta sepak bola nasional hanya
bisa berharap cemas, bagaimana nasib Skuad Garuda di Malaysia nanti?
PSSI di bawah Djohar Arifin tetap menunjukkan sikap mau menangnya
sendiri, padahal sudah ada Komite Bersama untuk mengakomodasi dua
timnas yang ada agar menjadi satu. PSSI Djohar pun hanya memanggil 8
pemain dari klub ISL dari total 31 pemain. Hal itu membuktikan bahwa
klub ISL tetap dipandang sebelah mata. Tentu saja wajar jika klub-klub ISL yang tergabung dalam KPSI menolaknya.
Seandainya yang dipanggil oleh PSSI Djohar adalah seluruh pemain timnas dari klub ISL yang sedang menjalani pelatnas di Batu Malang, lengkap bersama pelatih Alfred Riedl dan seluruh ofisial timnya, maka resistensi mungkin tidak terjadi. Artinya langkah menuju satu timnas Indonesia yang sejati mendekati kenyataan. Dua timnas yang ada bisa berlatih bersama di bawah pelatih Alfred Riedl dan Nil Maizar. Mereka yang akan menyeleksi seluruh pemain hingga terpilih skuad terbaik yang layak mewakili Indonesia di Piala AFF 2012.
Namun Djohar Arifin dkk tampaknya ingin terus memberikan teka-teki kepada kita yang tak mengerti jawabannya berada di mana. Mereka rupanya lebih suka kita mengalami kegalauan massal ketimbang gembira melihat Tim Merah Putih dengan kekuatan terbaiknya beraksi gemilang.

* Opini ini dimuat di BOLA Edisi 2.413/2012.