h1

Kisah Kostum Nomor 11 Milan

Oktober 13, 2012

Sebelum Zlatan Ibrahimovic mengenakan kostum nomor 11 klub AC Milan pada tahun 2010- 2012, terdapat mitos bahwa nomor itu selalu membawa kesialan bagi pemakainya. Sejumlah pemain memang telah membuktikannya, yaitu : Jose Mari (2000-2001), Rivaldo (2002-2003), Hernan Crespo (2004-2005), Alberto Gilardino (2006-2008), Marco Borriello (2008-2009), dan Klaas-Jan Huntelaar (2009-2010). Padahal mereka semua adalah penyerang papan atas Eropa, baik sebelum datang maupun selepas pergi dari San Siro. Gilardino memang ikut merasakan juara Liga Champion Eropa 2007, tapi ia tetap dipandang kurang bersinar semasa memperkuat Tim Merah-Hitam. Borriello pernah berinisiatif mengganti nomor 11 dengan 22, ternyata penampilannya menjadi lebih baik, namun ia kemudian hijrah dari Milan.

Ketika Zlatan Ibrahimovic bergabung dengan Milan di awal musim 2010/11 dan memilih nomor 11, publik pun tersentak dan penasaran menunggu nasib pemain Swedia itu. Ternyata Ibra sukses memupus mitos kesialan yang sudah berlangsung lama. Buktinya ia justru mampu mengantar Rossoneri meraih scudetto musim 2010/11 dan menjadi pencetak gol terbanyak Serie A musim 2011/12 dengan 28 gol. Ibra merupakan pemain yang memiliki kontribusi sangat besar di skuad asuhan Massimiliano Allegri selama dua musim terakhir, bahkan sampai muncul istilah Ibra-dependencia. Hengkangnya striker bertubuh raksasa itu ke Paris Saint-Germain sangat disayangkan Milanisti dan menyembulkan kekhawatiran, bisa apa Milan tanpa Ibra?

Gambar

Pihak manajemen Milan akhirnya merekrut penyerang anyar menghadapi musim 2012/13. Giampaolo Pazzini dari Inter Milan ditukar dengan Antonio Cassano. Pazzini memilih nomor 11 yang pernah dipakai Ibra. Banyak pihak mempertanyakan keputusan Milan merekrut mantan striker Fiorentina dan Sampdoria, yang tidak terpilih dalam skuad Italia di Euro 2012 itu. Namun Pazzini langsung menjawab keraguan tersebut dengan mencetak tiga gol, yang membawa Milan menang 3-1 atas Bologna pada pekan kedua Serie A. Aksi Pazzo mengingatkan sebagian orang pada sosok Filippo Inzaghi, yang pernah menjadi bintang Milan selama sekian tahun. Pelatih Italia Cesare Prandelli rupanya cukup terkesan hingga memanggil Pazzini ke skuad Azzuri menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2014 pada bulan September 2012.

Para pencinta Rossoneri boleh berharap bahwa klub kesayangannya masih cukup kompetitif untuk bersaing, baik di Liga Italia maupun Liga Champion Eropa. Pazzini dengan kostum nomor 11 siap meneruskan kiprah cemerlang Ibrahimovic bersama Associazone Calcio Milan dan bukan tak mungkin malah bisa lebih baik lagi. Semoga. 

* Opini ini dimuat di BolaVaganza No.132 – Oktober 2012.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: