Archive for Januari, 2013

h1

Sponsor Kostum Lokal Dominan

Januari 28, 2013

Ada hal yang menarik ketika kita menaruh perhatian pada kostum tim peserta Indonesia Super League atau Liga Super Indonesia (LSI) 2013. Ternyata ada lebih banyak sponsor apparel yang merupakan produk perusahaan lokal ketimbang merek dari luar negeri.

barito vs arema

Tersebutlah nama Specs, League, Ultras, dan Bold. Specs menyediakan kostum untuk Persipura, Persiba, dan Barito Putera. League dipakai oleh Persija dan Persib. Ultras digunakan oleh Arema dan Persiwa. Bold menjadi sponsor Persisam. Selain itu, ada pula kostum produk dalam negeri tanpa merek, seperti yang dikenakan oleh Mitra Kukar, Persidafon, dan Persiram.

persib-vs-persipura

Merek apparel internasional di LSI menyisakan nama Joma (Sriwijaya FC, PSPS, Pelita Bandung Raya, Gresik United, dan Persepam MU), Mitre (Persita), dan Diadora (Persela). Semoga ada lebih banyak perusahaan nasional yang mendukung berlangsungnya LSI, tidak sekadar menjadi sponsor kostum tim pesertanya.

Harapan kita untuk LSI adalah lebih banyak menghasilkan pemain lokal berbakat yang dapat menjadi andalan timnas Indonesia. Dan semoga di masa mendatang tidak ada lagi PSSI yang menyia-nyiakan potensi besar sepak bola di negeri ini, sebagaimana yang sudah dilakukan oleh Djohar Arifin dkk.

* Opini ini dimuat di BOLA Edisi 2.460/2013.

Iklan
h1

Pazzini Menggantikan El Shaarawy

Januari 25, 2013

Sepanjang paruh musim pertama Serie A musim 2012/13, Stephan El Shaarawy menjadi penyerang paling tajam AC Milan. Koleksi 14 gol pemuda keturunan Mesir itu sempat menjadikannya pencetak gol terbanyak sementara Serie A. Namun memasuki tahun 2013, El Sharawy belum mampu mencetak gol lagi di Serie A, kecuali satu gol ke gawang Juventus di Coppa Italia.

Beruntunglah Milan karena masih ada Giampaolo Pazzini yang kembali bersinar. Striker bernomor 11 itu telah mencetak tiga gol dalam tiga pertandingan Milan di Serie A bulan Januari ini. Pada giornata 21 di San Siro pada Minggu (20/1), Pazzini memborong dua gol Milan ke gawang Bologna (2-1) dan untuk sementara sudah mengumpulkan total 10 gol di Serie A.

pazzini el shaarawy

Jadi seraya menunggu kembalinya ketajaman El Sha, biarlah kini Pazzo menggantikannya sebagai tukang gedor utama Milan ke gawang lawan. Semoga nantinya kedua striker tersebut justru akan beradu ketajaman dalam membawa Tim Merah-Hitam meraih kemenangan-kemenangan berikutnya.

h1

Pentingnya Hal Sederhana

Januari 25, 2013

Untuk melakukan sesuatu yang besar atau ingin mendapatkan hal-hal yang besar, jangan lupakan hal-hal yang sederhana. (Hitam Putih)

h1

Mbah Jon Kangen Mati

Januari 22, 2013

Entah sudah berapa banyak orang saja, yang akrab dikenalnya, telah meninggalkan lelaki tua itu untuk selamanya. Mereka adalah orang-orang yang dicintainya. Ada istri pertama dan keduanya, anak pertama dan ketiganya, adik-adiknya, sejumlah keponakannya, juga mayoritas sahabatnya. Menurut perkiraannya sendiri, usianya sudah sembilan puluh enam tahun. Jelas sebuah usia yang sangat lanjut. Dan sudah semestinya orang akan bersyukur sekali dikaruniai kesempatan hidup di dunia yang begitu panjang. Namun tidak demikian yang terjadi pada lelaki tua bernama Karjono atau yang akrab dipanggil oleh khalayak dengan nama Mbah Jon.

“Aku sebetulnya sudah bosan hidup. Rasanya, aku sudah mendapatkan semuanya di dunia ini. Lha, orang-orang yang kukenal juga sudah terus berkurang. Termasuk mbah kakungmu saja sudah ndak ada lagi toh?” cetus Mbah Jon kepada Anto, salah satu cicitnya yang sebentar lagi menikah.
“Wah, Mbah Buyut Kakung itu harusnya ya bangga, dong! Saya yang cicitnya Mbah saja sebentar lagi menikah dan masih bisa dimenangi sama Mbah Buyut. Saya jelas senang dan bangga sekali, walaupun Mbah Kakung saya sendiri malah sudah lama wafat. Kita semua mesti bersyukur masih ada Mbah Buyut Kakung yang panjang umur dan sehat begini.”
“Ya, bukannya aku terus ndak bersyukur. Cuma aku kok rasanya sudah tambah kangen pengen merasakan mati toh?” kata Mbah Jon menerawang.
Anto hanya bisa diam, mencoba mengerti, namun ia tak kunjung memahami hasrat hati kakek buyutnya.

***
“Nuwun sewu, Mbah Jon ini kok lucu ya? Di mana-mana orang itu punya cita-cita panjang umur dan sehat terus, Mbah. Lha, panjenengan sudah diparingi itu semua, kok malah inginnya mati saja?” ujar Pak Jarwo, Ketua RT tempat Mbah Jon tinggal.
Kepada setiap orang yang sempat diajaknya bicara, Mbah Jon memang selalu mengungkapkan kerinduannya terhadap kematian. Termasuk saat ia melayat salah seorang tetangganya yang meninggal, lantas bertemu dengan Pak Jarwo maupun warga lainnya.

“Iya, Mbah Jon. Saya juga pengen banget bisa seperti Mbah yang sudah 90-an tahun umurnya, tapi masih bugar dan gagah begini,” tambah Pak Didin, tetangga Mbah Jon yang lain.
“Yah, kadang-kadang orang cuma bisa melihat yang lain, terus komentarnya, kok enak ya bisa begitu? Padahal kalau sudah dirasakan sendiri, ya ndak mesti senikmat yang dibayangkan sebelumnya,” sahut Mbah Jon sendu.
“Iya juga sih, Mbah. Tapi berapa banyak orang yang sudah tua dan sakit-sakitan? Pasti jumlahnya tidak sedikit. Seperti juga Eyang Roes ini, lebih dari lima tahun beliau hanya bisa berbaring sejak kena stroke, baru akhirnya dikersakke Gusti Allah meninggal sekarang,” ujar Pak Jarwo.
“Itulah, Pak RT. Saya terus terang malah iri sama Pak Roes. Lha, waktunya untuk saya itu terus kapan? Saya itu bakal seneng banget kalau bisa mati secepatnya.”
“Sudahlah, wong memang belum waktunya Mbah Jon meninggal dan masih bisa merasakan hidup di dunia. Jadi, nikmati dan santai sajalah, Mbah,” hibur Pak Didin.

Begitu dalam keinginan Mbah Jon untuk sampai pada peristiwa kematiannya sendiri, bahkan mungkin sudah menjadi semacam obsesi. Namun tentunya masih ada alasan yang tak selalu bisa kita pahami, andaikata Tuhan memang masih menghendakinya bernapas di atas buana. Mbah Jon justru merasa sudah tak mempunyai cukup alasan untuk hidup lebih lama. Semua hal yang bersifat kebendaan toh telah diperolehnya, sementara sudah tiada lagi hasratnya memiliki apa-apa di muka bumi. Yang pokok baginya, ia sudah ingin sekali merasakan mati, lantas bisa kembali bertemu dengan orang-orang tercintanya. Merekalah yang menjadi tujuan kerinduan dan pengobar semangat hidup Mbah Jon di dunia selama ini.

***
Betapa terobsesinya Mbah Jon untuk mendekatkan dirinya dengan kematian, hingga suatu kali ia membuat sebuah kehebohan. Malam itu kampung tempat tinggalnya geger, ketika anak cucu Mbah Jon tidak menemukan dirinya di seluruh penjuru tempat tinggalnya. Mbah Jon hilang dari rumahnya! Warga pun segera dikumpulkan oleh Ketua RT.

“Terus terang kami khawatir jika Mbah Kakung mengambil jalan pintas. Beliau itu soalnya sudah ingin sekali meninggal. Apa bapak-bapak bisa menduga, kira-kira Mbah Kakung ada di mana?” tanya Banu, salah satu cucu Mbah Jon di depan warga.
“Apa kita coba saja mulai mencarinya dari kuburan? Siapa tahu Mbah Jon ada di sana?” usul Pak Jarwo.
“Ide yang bagus, Pak RT! Kuburan kan tempat tinggalnya orang mati, mungkin sekali Mbah Jon ada di sana!” seru seorang warga yang disambut suara-suara setuju.

Maka beberapa anggota keluarga Mbah Jon beserta sejumlah warga beranjak menuju makam terdekat. Ternyata dugaan itu benar adanya. Mereka menemukannya tengah pulas terlelap di keranda yang terletak di sebuah sudut kuburan. Anak cucu Mbah Jon membangunkannya, lantas mengajaknya pulang untuk tidur di rumah saja. Dengan berat hati, lelaki tua tersebut menuruti apa kata mereka.

“Mbah Jon itu kok ada-ada saja ya? Padahal di luar negeri itu ada terapi baru, tidur di tempat semacam keranda itu justru untuk kesehatan. Katanya tidur di situ lebih tenang dan malah bisa memperpanjang umur. Begitu yang kemarin sempat saya lihat di televisi,” ungkap Pak Nadir, salah satu warga saat melihat proses pemulangan Mbah Jon.

“Wah, Mbah Jon pasti tidak tahu hal itu. Jangan-jangan, beliau malah umurnya tambah panjang setelah tidur di keranda,” komentar Pak Didin yang disambut senyuman orang-orang yang mendengarnya.

Sejak peristiwa malam itu, keluarga Mbah Jon berusaha benar menjaganya untuk tidak sampai melakukan hal-hal aneh lainnya, karena keberadaannya masih sangat berharga dalam keluarga. Hingga suatu hari ada tetangga Mbah Jon yang kesripahan lagi. Ruli, anak perempuan Pak Didin yang baru berusia tiga puluh tahun meninggal dunia terkena serangan jantung.

“Walah, bahagianya ya Nak Ruli ini. Masih muda sekali sudah merasakan mati,” celetuk Mbah Jon saat datang melayat.
“Sst, Mbah Kakung jangan ngendika seperti itu toh! Pak Didin dan keluarganya pasti sedih sekali dengan kematian Ruli,” ujar Banu yang mengantar kakeknya.
“Le, aku itu cuma bicara sendiri kok. Aku nanti pasti juga bakal ngomong ikut bela sungkawa sama Pak Didin dan keluarganya,” sahut Mbah Jon rada tersinggung.

***
Sepulangnya ke rumah, Mbah Jon kembali kepikiran dengan niatnya ingin segera mati. Sepertinya ia tidak sudi lagi untuk terus menanti, sudah habislah kesabarannya selama ini. Orang-orang tercintanya yang telah tiada seakan terus merayunya untuk segera bergabung dengan mereka di alam sana. Mbah Jon pun mantap memutuskan mengakhiri hidup dengan menggantung tubuhnya pada sebuah pohon besar di halaman belakang rumahnya. Dengan kondisi fisik yang masih baik, ia bisa mempersiapkan segala sesuatunya seorang diri. Hal itu dilakukannya menjelang siang, ketika orang-orang serumahnya tengah sibuk dan tidak ada yang sempat memerhatikan dirinya. Maka terwujudlah kerinduan Mbah Jon pada kematian dengan suatu jalan pintas. Sebuah obsesi pun akhirnya telah tuntas.

TAMAT

# Cerpen ini dimuat di Radar Surabaya Minggu, 20 Januari 2013.

h1

Mendengarkan adalah Inspirasi

Januari 22, 2013

Salah satu inspirasi membuat cerpen, puisi, dan lirik lagu adalah dengan mendengarkan secara seksama ketika ada orang sedang bercerita soal apa saja.

h1

Pesan Foppe de Haan dan Tom Byer untuk Sepak Bola Indonesia

Januari 19, 2013

PSSI di bawah Djohar Arifin Husin memang tidak bisa belajar dari pengalaman. Untuk memersiapkan timnas U-23 yang berlaga di SEA Games 2013, pada tahun 2012 mereka sempat berencana mengirim tim asuhan Aji Santoso berlatih di Barcelona Spanyol. Tapi di awal 2013, rencana itu tak pernah terdengar lagi. Fakta sejarah sebenarnya telah membuktikan bahwa pengiriman tim ke luar negeri di waktu lalu senantiasa berakhir dengan kegagalan.

Timnas U-23 di masa PSSI Nurdin Halid pernah dikirim ke Belanda untuk menghadapi kualifikasi Asian Games 2006. Foppe de Haan yang sukses membawa Belanda dua kali juara Piala Eropa U-21 dipercaya untuk menangani Ahmad Bustomi dkk, namun hasilnya nol besar. Jauh sebelum itu pernah ada pula program pengiriman timnas ke luar negeri, seperti PSSI Garuda, PSSI Primavera maupun Baretti yang tidak bisa dibilang berhasil. Masalah utamanya dari masa ke masa sama saja sebenarnya, yaitu pembinaan pemain muda di negeri ini yang tidak pernah ditangani secara serius dan berkesinambungan.

Sejumlah kritik dan saran pernah dilontarkan oleh Foppe de Haan. Menurutnya, membangun infrastruktur pelatihan serta menciptakan kompetisi yang baik jauh lebih efektif ketimbang melakukan pelatnas di luar negeri yang jelas menghabiskan dana besar. Indonesia harus membangun dasar pelatihan usia muda yang baik. Caranya adalah dengan membangun fasilitas pelatihan yang memadai, kompetisi mapan, dan pelatih yang mumpuni. De Haan mengaku pernah membicarakan hal itu dengan seorang tokoh sepak bola di Indonesia, namun rencana tersebut hanya sebatas wacana. Demikianlah kutipan wawancara pelatih asal Belanda tersebut dengan Nederland Wereldomrope.

Tom Byer, orang Amerika Serikat yang berperan besar mengajarkan dasar-dasar bermain sepak bola di Jepang pernah datang ke Indonesia. Ia pun siap membantu proses pembinaan pemain muda di negara kita, seperti yang dikatakannya kepada FourFourTwo Indonesia edisi Januari 2012. Selama 20 tahun bekerja di Jepang, hasil konsep pembinaan Byer terhadap pemain mudanya telah membuahkan prestasi yang tidak main-main. Setidaknya Jepang sudah rutin tampil di Piala Dunia (1998-2010) dan menjadi juara Piala Asia (1992, 2000, 2004, 2011). Terakhir, Jepang berhasil melaju hingga babak semifinal sepak bola Olimpiade 2012 di London. Shinji Kagawa (Manchester United) dan Keisuke Honda (CSKA Moskow) yang merupakan pemain bintang Jepang masa kini pernah merasakan tangan dingin Byer di masa mudanya.

Byer berpesan bahwa tidak ada jalan pintas untuk membangun kekuatan sepak bola. Kita mesti lebih dahulu membangun fondasi yang kuat. Indonesia memiliki kekuatan besar pada jumlah 65 juta anak-anak berusia 0 sampai 14 tahun. Sangat penting bagi para pemain muda untuk belajar teknik dasar yang benar sejak usia dini. Hal itu akan membuat mereka menjadi pemain sepak bola yang komplit. Byer tahu persis bahwa bangsa ini memiliki gairah yang tinggi dan sangat mencintai sepak bola. Oleh karena itulah ia sangat ingin bekerja di Indonesia. Namun apa mau dikata, pembicaraannya dengan PSSI tidak menghasilkan sesuatu yang nyata. Padahal ia yakin bahwa Indonesia bisa lebih cepat berkembang ketimbang Jepang karena kegairahannya yang tinggi terhadap sepak bola. Berbeda dengan saat ia memulai pekerjaannya di Jepang, ketika itu sepak bola belum populer di sana.

Satu hal penting yang dikatakan Byer, banyak orang berpikir untuk mengalokasikan dananya di sepak bola Indonesia hanya untuk tingkat atas, seperti untuk para pemain dan klub elite di kompetisi profesional. Paradigma tersebut harus diubah. Sponsor-sponsor harus diarahkan ke akar rumput dan bukan hanya ke sepak bola level senior. Saat ini federasi sepak bola Jepang berada di posisi pertama dalam menginvestasikan dana untuk sepak bola yang lebih baik dan kita tahu bagaimana hasilnya.

Lantas bagaimana nasib potensi besar sepak bola di negeri ini, apakah akan terus disia-siakan begitu saja, ketika PSSI sendiri masih terjebak dalam kekisruhan yang bagaikan sinetron belum jelas kapan episode terakhirnya itu?

h1

Serba-Serbi Madrid vs Sociedad

Januari 8, 2013

Pertandingan Real Madrid menghadapi Real Sociedad yang berlangsung Minggu (6/1) di Santiago Bernabeu berlangsung dramatis. Los Blancos, yang sejak awal babak pertama tampil dengan 10 pemain, justru mampu menang 4-3 atas tamunya. Karim Benzema dan Sami Khedira mencetak gol di babak pertama, sementara Cristiano Ronaldo memborong dua gol di babak kedua sekaligus menjadi penentu kemenangan Madrid. Di pihak Sociedad, Xabi Prieto sebagai kapten tim memborong tiga gol.

Real Madrid 4-3 Real Sociedad
Debut CR7 Sebagai Kapten Madrid
Pertandingan tersebut bagi CR7 merupakan debutnya sebagai kapten Real Madrid di La Liga musim 2012/13. Iker Casillas sebagai kapten utama menjadi pemain cadangan, demikian pula Kaka sebagai salah satu wakil kapten. Sementara itu wakil kapten lainnya (Sergio Ramos dan Marcelo) berhalangan tampil. Casillas akhirnya terpaksa turun menggantikan Jose Callejon karena kiper Antonio Adan dihadiahi wasit kartu merah. Dua gol Ronaldo dalam laga melawan Sociedad membuatnya telah mengoleksi total 172 gol untuk Los Galacticos.

Real-Madrid-vs-Real-Sociedad-640x426
Di tengah pertandingan sempat ada kejadian menarik. Ketika gawang Madrid sedang terancam di babak kedua, Ronaldo sempat akan melepas ban kaptennya kepada Casillas. Tapi sang kiper meminta penyerang sayap itu untuk tetap memakainya. Mungkin CR7 merasa rada rikuh memimpin rekan-rekannya ketika pemimpin sejatinya hadir di lapangan.

Tiga Pasang Pemain dari Tiga Negara
Jose Mourinho menurunkan materi pemain yang cukup menarik ketika Madrid menjamu Sociedad. Selain lebih memilih Adan ketimbang Casillas di bawah mistar, terdapat nama-nama yang jarang diturunkan di tim inti. Hal itu menjadikan skuad Los Blancos diperkuat oleh tiga pasang pemain dari negara yang sama, yaitu : Carvalho dan Ronaldo (Portugal), Varane dan Benzema (Prancis), serta Khedira dan Oezil (Jerman). Selain itu, ada empat pemain Spanyol (Adan, Arbeloa, Alonso, dan Callejon) dan seorang pemain Ghana (Essien).

Real-Madrid-vs-Sociedad-2-2
Real Madrid (4-2-3-1): 13-Adan; 15-M. Essien, 2-R. Varane, 11-R. Carvalho, 17-Arbeloa; 14-Xabi Alonso, 6-S. Khedira; 10-M. Oezil (19-Modric ’85), 21-Jose Callejon (1-Iker Casillas ’8), 7-Cristiano Ronaldo; 9-K. Benzema