h1

Pesan Foppe de Haan dan Tom Byer untuk Sepak Bola Indonesia

Januari 19, 2013

PSSI di bawah Djohar Arifin Husin memang tidak bisa belajar dari pengalaman. Untuk memersiapkan timnas U-23 yang berlaga di SEA Games 2013, pada tahun 2012 mereka sempat berencana mengirim tim asuhan Aji Santoso berlatih di Barcelona Spanyol. Tapi di awal 2013, rencana itu tak pernah terdengar lagi. Fakta sejarah sebenarnya telah membuktikan bahwa pengiriman tim ke luar negeri di waktu lalu senantiasa berakhir dengan kegagalan.

Timnas U-23 di masa PSSI Nurdin Halid pernah dikirim ke Belanda untuk menghadapi kualifikasi Asian Games 2006. Foppe de Haan yang sukses membawa Belanda dua kali juara Piala Eropa U-21 dipercaya untuk menangani Ahmad Bustomi dkk, namun hasilnya nol besar. Jauh sebelum itu pernah ada pula program pengiriman timnas ke luar negeri, seperti PSSI Garuda, PSSI Primavera maupun Baretti yang tidak bisa dibilang berhasil. Masalah utamanya dari masa ke masa sama saja sebenarnya, yaitu pembinaan pemain muda di negeri ini yang tidak pernah ditangani secara serius dan berkesinambungan.

Sejumlah kritik dan saran pernah dilontarkan oleh Foppe de Haan. Menurutnya, membangun infrastruktur pelatihan serta menciptakan kompetisi yang baik jauh lebih efektif ketimbang melakukan pelatnas di luar negeri yang jelas menghabiskan dana besar. Indonesia harus membangun dasar pelatihan usia muda yang baik. Caranya adalah dengan membangun fasilitas pelatihan yang memadai, kompetisi mapan, dan pelatih yang mumpuni. De Haan mengaku pernah membicarakan hal itu dengan seorang tokoh sepak bola di Indonesia, namun rencana tersebut hanya sebatas wacana. Demikianlah kutipan wawancara pelatih asal Belanda tersebut dengan Nederland Wereldomrope.

Tom Byer, orang Amerika Serikat yang berperan besar mengajarkan dasar-dasar bermain sepak bola di Jepang pernah datang ke Indonesia. Ia pun siap membantu proses pembinaan pemain muda di negara kita, seperti yang dikatakannya kepada FourFourTwo Indonesia edisi Januari 2012. Selama 20 tahun bekerja di Jepang, hasil konsep pembinaan Byer terhadap pemain mudanya telah membuahkan prestasi yang tidak main-main. Setidaknya Jepang sudah rutin tampil di Piala Dunia (1998-2010) dan menjadi juara Piala Asia (1992, 2000, 2004, 2011). Terakhir, Jepang berhasil melaju hingga babak semifinal sepak bola Olimpiade 2012 di London. Shinji Kagawa (Manchester United) dan Keisuke Honda (CSKA Moskow) yang merupakan pemain bintang Jepang masa kini pernah merasakan tangan dingin Byer di masa mudanya.

Byer berpesan bahwa tidak ada jalan pintas untuk membangun kekuatan sepak bola. Kita mesti lebih dahulu membangun fondasi yang kuat. Indonesia memiliki kekuatan besar pada jumlah 65 juta anak-anak berusia 0 sampai 14 tahun. Sangat penting bagi para pemain muda untuk belajar teknik dasar yang benar sejak usia dini. Hal itu akan membuat mereka menjadi pemain sepak bola yang komplit. Byer tahu persis bahwa bangsa ini memiliki gairah yang tinggi dan sangat mencintai sepak bola. Oleh karena itulah ia sangat ingin bekerja di Indonesia. Namun apa mau dikata, pembicaraannya dengan PSSI tidak menghasilkan sesuatu yang nyata. Padahal ia yakin bahwa Indonesia bisa lebih cepat berkembang ketimbang Jepang karena kegairahannya yang tinggi terhadap sepak bola. Berbeda dengan saat ia memulai pekerjaannya di Jepang, ketika itu sepak bola belum populer di sana.

Satu hal penting yang dikatakan Byer, banyak orang berpikir untuk mengalokasikan dananya di sepak bola Indonesia hanya untuk tingkat atas, seperti untuk para pemain dan klub elite di kompetisi profesional. Paradigma tersebut harus diubah. Sponsor-sponsor harus diarahkan ke akar rumput dan bukan hanya ke sepak bola level senior. Saat ini federasi sepak bola Jepang berada di posisi pertama dalam menginvestasikan dana untuk sepak bola yang lebih baik dan kita tahu bagaimana hasilnya.

Lantas bagaimana nasib potensi besar sepak bola di negeri ini, apakah akan terus disia-siakan begitu saja, ketika PSSI sendiri masih terjebak dalam kekisruhan yang bagaikan sinetron belum jelas kapan episode terakhirnya itu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: