h1

Pemain Muda Terbaik Indonesia

Mei 18, 2013

Kemelut berkepanjangan persepakbolaan Indonesia memang mengacaukan banyak hal dan membuat situasi kondisi menjadi abnormal. Prestasi timnas sangat buruk sepanjang tahun 2012, antara lain karena para pemain klub Liga Super Indonesia terhalang untuk membela nama negaranya. Para pemain muda pun seperti tidak terlihat kiprahnya karena terjadinya dualisme kompetisi.

Hal itu ternyata berpengaruh pula pada FourFourTwo Indonesia yang tidak lagi melanjutkan ajang pemilihan Pemain Muda Terbaik Indonesia. Padahal selama ini sudah dua kali FFT Indonesia memberikan apresiasi bagi 10 pemain yang maksimal berusia 23 tahun, yang memiliki performa menonjol sepanjang tahun, dan potensial menjadi bintang masa depan Tim Merah-Putih. Pada 2010 Oktovianus Maniani menempati urutan pertama, dengan antara lain mengalahkan Kurnia Meiga, Dendi Santoso, Yongki Aribowo, dan Irfan Bachdim. Selanjutnya pada 2011 giliran Titus Bonai menjadi yang terbaik, di atas Kurnia Meiga, Lukas Mandowen, Andik Vermansah, Yongki Aribowo, dan sejumlah nama lainnya.

okto+tibo

KLB PSSI 17 Maret 2013 telah menghasilkan sejumlah keputusan positif.
Momentum yang baik bagi PSSI untuk kembali bersatu memperbaiki berbagai kerusakan yang ada dan bersama-sama membangun kejayaan persepakbolaan di negeri ini. Jika suasana kembali kondusif, maka para pemain muda akan kembali muncul ke permukaan. Dan semoga tahun depan FFT Indonesia kembali memberi penghargaan atas kiprah mereka.

* Opini ini dimuat di FFT Indonesia 52/Mei 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: