Archive for Juni, 2013

h1

Spanyol Pesta Gol, Dominasi Bintang Liga Inggris

Juni 21, 2013

Spanyol pesta gol ketika mengandaskan Tahiti dengan angka 10-0 dalam pertandingan kedua Grup B Piala Konfederasi 2013 pada Kamis (20/6) malam waktu Brasil. Sempat kesulitan membobol gawang lawan dan hanya membuat empat gol pada babak pertama, akhirnya La Furia Roja sukses membakukan kemenangan terbesar dalam sejarah Piala Konfederasi. Ketika mencatat rekor tersebut, Spanyol tampil berbeda karena tidak didominasi para pemain Barcelona dan Real Madrid seperti biasanya. Pelatih Vicente del Bosque mengganti hampir semua materi tim inti yang mengalahkan Uruguay 2-1 dalam laga sebelumnya.

0341105-spanyol-vs-tahiti-620X310

Para pemain Spanyol yang bermain di English Premier League (EPL) atau Liga Premier Inggris mendominasi tim inti menghadapi Tahiti. Mereka berjumlah tujuh orang, yaitu : Pepe Reina (Liverpool), Cesar Azpilicueta (Chelesa), Nacho Monreal (Arsenal), Santi Cazorla (Arsenal), Juan Mata (Chelsea), David Silva (Manchester City), dan Fernando Torres (Chelsea). Di luar mereka menyisakan Sergio Ramos, Raul Albiol (Real Madrid), Javi Martinez (Bayern Muenchen), dan David Villa (Barcelona). Dari sepuluh gol yang bersarang di gawang Tahiti, tujuh gol di antaranya ternyata disumbang oleh para bintang Liga Inggris. Torres (sebagai kapten tim di babak kedua) memborong empat gol, Silva dua gol, dan Mata satu gol. Sedangkan tiga gol lainnya dibuat Villa, pemain Barca.

Sementara itu, di luar Spanyol ada pula sejumlah pemain EPL lainnya yang telah mencetak gol di Piala Konfederasi 2013. Mereka di antaranya adalah Javier Hernandez (Meksiko/Manchester United), Luis Suarez (Uruguay/Liverpool), dan Shinji Kagawa (Jepang/Manchester United). Mesti diingat pula bahwa sejumlah pemain inti Brasil pun bermain di Liga Inggris, seperti Julio Cesar (QPR), David Luiz, dan Oscar (Chelsea). Nigeria pun memiliki John Obi Mikel (Chelsea). Jadi biarpun prestasi tim nasional Inggris jauh dari mentereng, namun para pemain (asing) Liga Inggris tetap mampu menebarkan pesona ketika membela negaranya masing-masing dalam turnamen resmi FIFA, seperti pada Piala Konfederasi 2013 di Brasil.

Iklan
h1

Striker Kejutan di Piala Konfederasi 2013 Brasil

Juni 19, 2013

Seluruh peserta Piala Konfederasi 2013 telah melewati laga perdananya. Tim-tim unggulan : Brasil, Italia, dan Spanyol berhasil mengalahkan lawan-lawannya, seakan menjadi bukti awal bahwa mereka memang layak dijagokan juara. Para penyerang top pun telah mencetak gol bagi timnya, sebutlah Neymar (Brasil), Mario Balotelli (Italia), Luis Suarez (Uruguay), dan Roberto Soldado (Spanyol). Mereka masing-masing baru membuat satu gol.

Namun yang mengejutkan, striker yang berhasil mencetak hattrick pertama di Brasil justru bukanlah pemain yang cukup kondang. Dialah Nnamdi Oduamadi (Nigeria) yang membuat tiga gol ketika timnya menang 6-1 atas Tahiti di Grup B. Pemain yang bermain di Varese, klub Serie B Liga Italia (dipinjam dari AC Milan) tersebut untuk sementara menjadi pencetak gol terbanyak turnamen dan membawa timnya memimpin klasemen Grup B. Mengingat lawan Nigeria berikutnya adalah Uruguay dan Spanyol, apakah Oduamadi akan mampu menambah koleksi golnya?

oduamadi-360x251

Yang jelas, Neymar, Balotelli dan striker papan atas dunia lainnya yang hadir di Brasil pasti kini penasaran ingin segera membakukan gol-gol berikutnya menyusul catatan rekor Oduamadi. Selain ingin membawa timnya meraih trofi, mereka pun layak memiliki ambisi menjadi pencetak gol terbanyak Piala Konfederasi 2013.

neymar_300_no.10

h1

Belajar dari Kesabaran Robben

Juni 11, 2013

Tersebutlah seorang pemain sepak bola terkenal dunia yang mengalami kesialan tak berkesudahan pada tahun 2012. Setelah bersama klub Bayern Muenchen mengalami tiga kali kegagalan merebut trofi juara Bundesliga, Piala Jerman, dan Liga Champion Eropa, ia pun mengalami kegagalan selanjutnya bersama tim nasional Belanda di Euro 2012. Secara mengejutkan, Tim Oranye mengalami tiga kali kekalahan dari Denmark, Jerman, dan Portugal dengan tanpa meraih poin satu pun. Keberuntungan ternyata tidak kunjung menghampiri pemain sayap nan lincah tersebut setahun silam. Catatan buruk tersebut masih bisa diperpanjang dengan kekalahan Bayern Muenchen dari Inter Milan di final Liga Champion 2009/2010 dan kekalahan Belanda dari Spanyol di final Piala Dunia 2010.

Namun pemain tersebut akhirnya mampu menebus segala kekecewaannya di masa silam pada tahun ini. Arjen Robben, bintang Bayern Muenchen asal Belanda tersebut menjadi aktor penting keberhasilan Die Roten meraih gelar ”treble winners” musim 2012/13. Tiga trofi yang gagal diraih musim lalu sukses diborong oleh tim asuhan Jupp Heynckes. Gelar juara Bundesliga digapai dengan sejumlah rekor, di antaranya dengan menjadi tim yang tercepat memastikan gelar kampiun sepanjang sejarah Bundesliga. Bayern pun unggul 25 poin (total poin 91) atas Borussia Dortmund yang menempati peringkat kedua. Trofi Liga Champion sukses direbut FC Holywood setelah menang 2-1 atas Dortmund di Stadion Wembley pada Sabtu, 25 Mei 2013. Robben mencetak sebuah gol dan sebuah umpan untuk Mario Mandzukic demi memenangkan timnya. Gelar ketiga Muenchen musim ini adalah Piala Jerman (DFB Pokal) yang diraih setelah mengandaskan VFB Stuttgart 3-2 di Olympia Stadium Berlin pada Sabtu, 1 Juni 2013.
Sesudah rangkaian kegagalan musim lalu, pastilah Arjen Robben terus bekerja keras meningkatkan kualitas permainannya bersama rekan-rekan satu tim maupun pelatihnya. Ambisinya untuk menjadi yang terbaik tak pernah pupus dengan kegagalan.

ay_110800862

Buah Kerja Keras
Apa yang ditunjukkan Robben bersama Bayern menjadi bukti bahwa sebuah kerja keras yang disertai kesabaran akhirnya berbuah manis. Salah satu prestasi fenomenal Die Roten sebelum memenangi Liga Champion adalah menundukkan Barcelona di babak semifinal dengan skor agregat 7-0. Klub Jerman itu menang 4-0 di Muenchen dan 3-0 di Barcelona. Robben mencetak masing-masing satu gol dalam kedua laga semifinal tersebut. Dan beruntunglah publik sepak bola Indonesia yang mampu menyaksikan langsung kehebatan Arjen Robben yang menjadi kapten Belanda (di babak kedua) saat mengalahkan Indonesia pada Sabtu, 7 Juni 2013, di SUGBK Jakarta. Robben mencetak gol indah berkualitas tinggi untuk menggenapkan kemenangan 3-0 Tim Oranye atas Tim Garuda. Indonesia pun memiliki persamaan dengan Barcelona pada tahun 2013, yaitu pernah dikalahkan di kandang sendiri oleh tim yang diperkuat oleh Arjen Robben dan kebobolan satu gol pula oleh penyerang sayap tersebut.

Selain itu, seandainya bulan Juni ini diselenggarakan pemilihan Pemain Terbaik Dunia tahun 2013, Robben sangat layak menjadi pemenangnya. Yang jelas, seluruh komponen sepak bola Indonesia bisa belajar banyak dari perjalanan karier Robben selama ini, menjadi inspirasi dan motivasi untuk menjalani proses panjang yang mampu menghasilkan sesuatu yang baik di masa depan.

arjen-robben-21-saling-berebut-bolaga-persahabatan-_130607231016-421

Kegagalan demi kegagalan yang dirasakan Robben tak membuat mentalnya rapuh, justru sebaliknya mampu memotivasi dirinya untuk berbuat lebih baik bagi klub dan timnas negaranya. Robben menunjukkan kepada dunia ia memiliki mental pemenang.

Timnas Indonesia mungkin saat ini belum bisa mencetak prestasi internasional yang membanggakan. Namun dengan kerja keras dan semangat memperbaiki diri, cepat atau lambat dahaga gelar juara publik sepak bola tanah air bisa berakhir.
Tinggal kembali kepada para pemain sendiri serta para pemangku kepentingan sepak bola nasional. Lelah berjuang menjadi yang terbaik atau tetap menjaga semangat dan terus melakukan perbaikan buat target yang akan dicapai pada masa depan. Bagaimana, PSSI?

* Opini ini (versi revisi) dimuat di Opini Publik Harian BOLA Selasa, 11 Juni 2013.

h1

Menelaah Perjumpaan Indonesia dan Belanda

Juni 10, 2013

Perjumpaan Indonesia dan Belanda dalam pertandingan persahabatan internasional yang berlangsung di SUGBK Jakarta pada Jumat, 7 Juni 2013, merupakan sejarah baru bagi persepakbolaan Indonesia. Media massa pun melakukan liputan yang tidak biasa ketimbang laga timnas sebelumnya. Bagaimanapun, dalam sejarah bangsa kita akan selalu tercatat bahwa Indonesia pernah dijajah begitu lama oleh Belanda. Namun tidak boleh dilupakan pula bahwa orang Indonesia mengenal sepak bola dari orang Belanda. Dan mesti diakui, sepak bola merupakan olah raga yang paling banyak penggemarnya di negara kita. Pertemuan Tim Garuda dan Tim Oranye pun menjadi istimewa karena baru pertama kali terjadi sejak Indonesia merdeka pada 1945. Menjadi kian menarik karena timnas Indonesia saat ini diperkuat oleh sejumlah pemain naturalisasi asal Belanda, yaitu Raphael Maitimo dan Sergio van Dijk.

8634ae3c-4b0b-4385-8e5d-ba26f9551a5a_Indonesia-vs-Belanda2_ismar_patrizki

Memang tidak salah jika perbandingan antara Tim Garuda dengan Tim Oranye ibarat bumi dan langit. Dari peringkat FIFA terakhir (Mei 2013), Indonesia berada di peringkat 170, sementara Belanda merupakan tim nomor sembilan dunia. Materi pemain yang dimiliki Belanda saat ini merupakan pemain-pemain papan atas tingkat dunia, seperti : John Heitinga, Wesley Sneijder, Arjen Robben, dan Robin van Persie. Robben merupakan salah pemain kunci Bayern Muenchen mencetak prestasi “treble winner” di Eropa, sementara Van Persie membawa Manchester United menjuarai Liga Premier Inggris sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak liga musim 2012/13.

b62fccf5-6390-4b03-bc84-ad40dd13eb90_Indonesia-vs-Belanda5_ismar_patrizki

Pertandingan Indonesia versus Belanda merupakan debut pelatih Jacksen F. Tiago menangani timnas. Bukan hal yang mudah bagi Jacksen untuk meraih hasil bagus ketika dalam tugas perdananya mesti langsung menghadapi tim yang diasuh oleh Louis van Gaal. Kita mengerti benar reputasi Van Gaal yang pernah menangani tim-tim besar Eropa, seperti : Ajax Amsterdam, Barcelona, dan Bayern Muenchen. Ia pernah meraih juara Liga Champion bersama Ajax dan saat ini merupakan kesempatan keduanya melatih Tim Oranye. Van Gaal kembali ditunjuk sebagai pelatih Belanda setelah kegagalan tim asuhan Bert van Marwijk di Euro 2012.

f87e2507-2a22-4c8d-a44e-967583401186_000_Del6222820

Ketika akhirnya Indonesia kalah 0-3 dari Belanda, tampaknya bukan hasil yang terlalu buruk mengingat perbedaan kelas kedua tim. Apalagi masa persiapan Boaz dkk hanya berlangsung kurang dari sepekan. Gawang Tim Garuda memang sempat perawan pada babak pertama, namun akhirnya kebobolan juga pada babak kedua. Van Persie yang bertindak sebagai kapten dan Sneijder tidak mampu menaklukkan Kurnia Meiga, namun akhirnya Siem de Jong yang baru turun pada menit ke-46 sukses mencetak dua gol sundulan. Robben yang menjadi kapten -menggantikan Van Persie- menyempurnakan keunggulan Tim Oranye lewat sebuah gol indah. Namun bagaimanapun, apresiasi tetap layak diberikan kepada para pemain Indonesia dan debut Jacksen bersama timnas –meski kalah- tidaklah terlalu mengecewakan.

f3605f93-8234-4f48-b41c-353abc8f3f48_Indonesia-vs-Belanda7_ismar_patrizki

Timnas Indonesia -yang mengenakan kostum putih hijau- pasti mendapat banyak pelajaran berharga dari Belanda, tidak sekadar puas mendapat kenang-kenangan berupa kaos berwarna oranye. Pengalaman menghadapi tim papan atas dunia akan berguna ketika Tim Garuda menjalani pertandingan-pertandingan berikutnya, terutama dalam lanjutan Pra-Piala Asia 2015. Masih ada waktu bagi Jacksen dan para asistennya untuk memoles anak asuhnya agar tampil lebih baik di masa mendatang. Mungkin waktu latihan menjelang laga selanjutnya bisa lebih lama dibandingkan kemarin agar adaptasi antar-pemain dapat lebih solid dan rapi.

51b22aaf068a5

Materi Indonesia saat menghadapi Belanda (7/6) :
1.Kurnia Meiga; 4.Ricardo Salampessy/3.Zulkifli, 5.Victor Igbonefo, 16.M.Roby, 6.Toni Sucipto/18.Hendro Siswanto; 8.Raphael Maitimo, 15.A.Jufriyanto/2.Ruben Sanadi, 14.Manu Wanggai/19.A.Bustomi; 7.Boaz Solossa (k), 9.Sergio van Dijk/13.Ian Kabes, 10.Greg Nwokolo/21.Andik Vermansah.

laga indonesia-vs-belanda

h1

Menceritakan Sesuatu

Juni 9, 2013

Menceritakan sesuatu bukan sekadar soal berbagi atau memberi, tetapi lebih esensial ketimbang hal itu, yakni soal mengembalikan/memulangkan cerita, pengetahuan, dan informasi pada ingatan kolektif manusia. (Rene Suhardono)