h1

Belajar dari Kesabaran Robben

Juni 11, 2013

Tersebutlah seorang pemain sepak bola terkenal dunia yang mengalami kesialan tak berkesudahan pada tahun 2012. Setelah bersama klub Bayern Muenchen mengalami tiga kali kegagalan merebut trofi juara Bundesliga, Piala Jerman, dan Liga Champion Eropa, ia pun mengalami kegagalan selanjutnya bersama tim nasional Belanda di Euro 2012. Secara mengejutkan, Tim Oranye mengalami tiga kali kekalahan dari Denmark, Jerman, dan Portugal dengan tanpa meraih poin satu pun. Keberuntungan ternyata tidak kunjung menghampiri pemain sayap nan lincah tersebut setahun silam. Catatan buruk tersebut masih bisa diperpanjang dengan kekalahan Bayern Muenchen dari Inter Milan di final Liga Champion 2009/2010 dan kekalahan Belanda dari Spanyol di final Piala Dunia 2010.

Namun pemain tersebut akhirnya mampu menebus segala kekecewaannya di masa silam pada tahun ini. Arjen Robben, bintang Bayern Muenchen asal Belanda tersebut menjadi aktor penting keberhasilan Die Roten meraih gelar ”treble winners” musim 2012/13. Tiga trofi yang gagal diraih musim lalu sukses diborong oleh tim asuhan Jupp Heynckes. Gelar juara Bundesliga digapai dengan sejumlah rekor, di antaranya dengan menjadi tim yang tercepat memastikan gelar kampiun sepanjang sejarah Bundesliga. Bayern pun unggul 25 poin (total poin 91) atas Borussia Dortmund yang menempati peringkat kedua. Trofi Liga Champion sukses direbut FC Holywood setelah menang 2-1 atas Dortmund di Stadion Wembley pada Sabtu, 25 Mei 2013. Robben mencetak sebuah gol dan sebuah umpan untuk Mario Mandzukic demi memenangkan timnya. Gelar ketiga Muenchen musim ini adalah Piala Jerman (DFB Pokal) yang diraih setelah mengandaskan VFB Stuttgart 3-2 di Olympia Stadium Berlin pada Sabtu, 1 Juni 2013.
Sesudah rangkaian kegagalan musim lalu, pastilah Arjen Robben terus bekerja keras meningkatkan kualitas permainannya bersama rekan-rekan satu tim maupun pelatihnya. Ambisinya untuk menjadi yang terbaik tak pernah pupus dengan kegagalan.

ay_110800862

Buah Kerja Keras
Apa yang ditunjukkan Robben bersama Bayern menjadi bukti bahwa sebuah kerja keras yang disertai kesabaran akhirnya berbuah manis. Salah satu prestasi fenomenal Die Roten sebelum memenangi Liga Champion adalah menundukkan Barcelona di babak semifinal dengan skor agregat 7-0. Klub Jerman itu menang 4-0 di Muenchen dan 3-0 di Barcelona. Robben mencetak masing-masing satu gol dalam kedua laga semifinal tersebut. Dan beruntunglah publik sepak bola Indonesia yang mampu menyaksikan langsung kehebatan Arjen Robben yang menjadi kapten Belanda (di babak kedua) saat mengalahkan Indonesia pada Sabtu, 7 Juni 2013, di SUGBK Jakarta. Robben mencetak gol indah berkualitas tinggi untuk menggenapkan kemenangan 3-0 Tim Oranye atas Tim Garuda. Indonesia pun memiliki persamaan dengan Barcelona pada tahun 2013, yaitu pernah dikalahkan di kandang sendiri oleh tim yang diperkuat oleh Arjen Robben dan kebobolan satu gol pula oleh penyerang sayap tersebut.

Selain itu, seandainya bulan Juni ini diselenggarakan pemilihan Pemain Terbaik Dunia tahun 2013, Robben sangat layak menjadi pemenangnya. Yang jelas, seluruh komponen sepak bola Indonesia bisa belajar banyak dari perjalanan karier Robben selama ini, menjadi inspirasi dan motivasi untuk menjalani proses panjang yang mampu menghasilkan sesuatu yang baik di masa depan.

arjen-robben-21-saling-berebut-bolaga-persahabatan-_130607231016-421

Kegagalan demi kegagalan yang dirasakan Robben tak membuat mentalnya rapuh, justru sebaliknya mampu memotivasi dirinya untuk berbuat lebih baik bagi klub dan timnas negaranya. Robben menunjukkan kepada dunia ia memiliki mental pemenang.

Timnas Indonesia mungkin saat ini belum bisa mencetak prestasi internasional yang membanggakan. Namun dengan kerja keras dan semangat memperbaiki diri, cepat atau lambat dahaga gelar juara publik sepak bola tanah air bisa berakhir.
Tinggal kembali kepada para pemain sendiri serta para pemangku kepentingan sepak bola nasional. Lelah berjuang menjadi yang terbaik atau tetap menjaga semangat dan terus melakukan perbaikan buat target yang akan dicapai pada masa depan. Bagaimana, PSSI?

* Opini ini (versi revisi) dimuat di Opini Publik Harian BOLA Selasa, 11 Juni 2013.

2 komentar

  1. Mau nanya gan. Setelah tulisan agan dimuat di opini publik harian Bola ada honornya ga? Tulisan saya pernah dimuat dua kali waktu Bola masih terbit dua kali seminggu, di rubrik Oposan, dan ada homornya. Tapi setelah jaman harian bola, tulisan saya yang dimuat di Opini Publik tidak dapat honor.

    Btw, tetap berkarya. Ini blog saya, http://membacaarahbola.blogspot.com

    Regards


    • Dari sejumlah tulisan saya yg dimuat di opini publik hampir semua ada honornya, biasanya ditransfer sebulan sesudah dimuat. Cuma ada satu yg dimuat oktober 2013 yg entahlah tidak ada transfer honornya, meski saya pernah menanyakannya ke redaksi ybs.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: