Archive for Juli, 2013

h1

Indonesia XI Tampil Lebih Baik Melawan Liverpool

Juli 22, 2013

Indonesia XI

Kekhawatiran bahwa gawang Kurnia Meiga akan kembali kebobolan banyak gol ternyata tidak terjadi dalam laga Indonesia XI versus Liverpool pada Sabtu (20/7) di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta. Setelah Arsenal memborong tujuh gol, maka Liverpool hanya mampu mencetak dua gol dalam rangkaian uji coba timnas Indonesia menghadapi klub-klub Inggris.

article-2371454-1AE834EC000005DC-24_634x503

Tim asuhan Jacksen F. Tiago telah mendapat banyak pelajaran ketika kalah dari Arsenal dan bisa memperbaiki kinerja tim secara keseluruhan. Perubahan formasi dan susunan pemain yang dilakukan pelatih menghadirkan perubahan di atas lapangan ketika M.Roby dkk meladeni permainan Steven Gerrard dkk. Kehadiran pemain baru dan masa latihan yang lebih lama tampaknya membuat kerja sama tim juga meningkat.

uploads--1--2013--07--liverpool-vs-indonesia-xi-aulia-rachman06

Kuartet pertahanan Kipuw, Roby, Igbonefo, dan Sanadi tampil lebih disiplin di depan Meiga. Trio gelandang Taufiq, Bustomi, Maitimo lebih berani serta mampu menguasai bola lebih lama. Mofu menjadi penghubung lini tengah dan depan yang efektif membantu bertahan maupun menyerang. Duet striker Tibo dan Sergio beberapa kali mengancam pertahanan lawan. Boaz yang turun menggantikan Sergio di babak kedua membentuk trio striker Papua (Mofu, Tibo, Boaz) yang lebih eksplosif, tapi sayangnya belum mampu membobol gawang tim tamu.

215191_liverpool-vs-indonesia-xi_663_382

Bisa jadi kostum serba merah (dengan sponsor lokal Ultras Malang) yang dipakai Indonesia XI memberikan motivasi tersendiri bagi para pemain hingga dapat tampil lebih percaya diri.

Football - Liverpool FC Preseason Tour 2013 - Indonesia XI v Liverpool FC

Dua gol Liverpool dicetak oleh Philipe Coutinho (menit ke-10) dan Raheem Sterling (menit ke-88). Mungkin aksi tim asuhan Brendan Rodgers memang tidak sebaik The Gunners, tapi timnas tidak mengalami banjir gol lagi sudah merupakan perbaikan dari laga sebelumnya. Apresiasi tetap layak diberikan untuk Indonesia XI.

liverpool_match_3

Jacksen mengakui bahwa timnya mengalami perubahan, baik secara teknis, psikologis, maupun mental. Ada sejumlah hal baru yang diperoleh timnya agar terus berbenah menjadi lebih baik. Pada Agustus nanti, timnas direncanakan menjalani uji coba menghadapi tim yang sepadan, kemungkinan Filipina. Semoga rencana itu benar kesampaian dan terjadi peningkatan permainan kembali dari Tim Merah Putih.

indonesia_xi_3

Susunan pemain Indonesia XI melawan Liverpool :
1.Kurnia Meiga; 13.Hasyim Kipuw/18.Yustinus Pae, 5.Victor Igbonefo, 16.M.Roby (K)/10.Ferdinand Sinaga, 2.Ruben Sanadi; 8.Raphael Maitimo, 11.M.Taufiq, 19.A.Bustomi/15.A.Jufrianto; 17.Vendry Mofu/23.Rizky Pellu; 9.Sergio van Dijk/7.Boaz Solossa, 20.Titus Bonai.

h1

Harapan Menghadapi Liverpool, Sehabis Takluk dari Arsenal

Juli 18, 2013

Setelah Indonesia Dream Team kalah telak dari Arsenal (14/7), timnas asuhan Jacksen F. Tiago yang menggunakan nama Indonesia XI akan menjamu Liverpool (20/7). Tentu kita berharap tidak terjadi lagi pesta gol dari tim tamu seperti laga sebelumnya. Waktu latihan Boaz Solossa dkk yang lebih panjang diharapkan mampu meningkatkan kerja sama dan saling mengerti di antara para pemain. Secara teknik dan fisik, para pemain Indonesia memang berada di bawah Steven Gerrard dkk. Maka pelatih Jacksen mesti menerapkan strategi yang tepat agar para pemainnya mampu tampil jauh lebih baik dan disiplin menghadapi tim asuhan Brendan Rodgers.

214221_arsenal-vs-indonesia-dream-team_663_382

Pil pahit dari Arsenal mudah-mudahan mampu menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki penampilan timnas menghadapi Liverpool maupun Chelsea (25/7). Tapi mesti tetap diingat bahwa pertandingan melawan klub-klub Inggris sebatas uji coba. Masih ada laga yang jauh lebih penting dalam menghadapi lanjutan Kualifikasi Piala Asia sekian bulan mendatang. Tentu lebih baik kalah dalam uji coba ketimbang dalam pertandingan sesungguhnya, tapi jangan kalah terus-menerus pula.

214224_arsenal-vs-indonesia-dream-team_663_382

Susunan pemain Indonesia Dream Team melawan Arsenal :
Kurnia Meiga; Hasyim Kipuw, Victor Igbonefo, M. Roby/Ngurah Wahyu, Ruben Sanadi/Rizky Ripora; Raphael Maitimo, Immanuel Wanggai/Tony Sucipto, Ahmad Jufrianto/Rizky Pellu; Ian Louis Kabes/Vendry Mofu, Boaz Solossa (k), Sergio van Dijk/Titus Bonai.

h1

Belajar Menang dan Kalah

Juli 18, 2013

Saya belajar bagaimana meraih kemenangan dan merayakannya tanpa berlebihan. Saya belajar bagaimana menerima kekalahan yang tentu menyakitkan. Tidak ada gunanya beralasan. Bila kalah, maka itu adalah tanggung jawab saya, begitu juga ketika semua berjalan tidak sesuai rencana. (Josep Guardiola)

h1

Pemimpin Boneka

Juli 6, 2013

Puluhan tahun sudah aku berkiprah di berbagai bidang. Tentu banyak nian yang kudapatkan. Beragam jabatan pernah kududuki, harta berkecukupan bisa kumiliki. Rumah besar serta mobil mewah mampu kubeli, anak-anak pun dapat kusekolahkan ke luar negeri. Namun ada sesuatu yang rasanya masih kurang dalam perjalanan hidupku. Aku belum menjadi orang yang memiliki kekuasaan besar dan dikenal di seluruh penjuru negeri. Meski ada beberapa orang yang menghormatiku, tapi jumlahnya jelas tidak signifikan karena mereka hanya berada di tempat tertentu. Masih belum kupahami benar bagaimana caranya agar menjadi figur publik, yang tindak tanduknya dan kata-katanya menjadi perhatian khayalak ramai, tapi tanpa harus menjadi artis. Aku malah terobsesi menjelma sebagai seorang pahlawan yang berjasa besar bagi negeri ini, kendati konteksnya tentu berbeda dengan masa lampau yang berjuang melawan penjajahan bangsa asing.

Kemudian serta merta hadirlah tawaran yang bagaikan sebuah rezeki tak terduga bagiku. Aku diajak untuk terlibat dalam sebuah pertempuran. Sesungguhnya aku cinta damai, jadi semula enggan mesti maju perang, demi sesuatu yang belum kutahu pasti seluk beluknya. Namun orang yang kuhormati berhasil mengiming-imingi diriku dengan hal-hal yang justru berhubungan erat dengan impianku. Aku malah diberi kesempatan untuk mengejawantahkannya dengan dukungan sepenuhnya dari beliau.

”Sudah, pokoknya Anda tinggal bilang ’saya bersedia’, maka Anda pasti akan menguasai organisasi tersebut. Saya punya tim sukses yang bekerja profesional dan sangat berpengalaman. Mereka tak mungkin gagal kali ini,” kata beliau berupaya meyakinkanku.
”Tapi, bukankah saya tidak punya cukup modal untuk berkuasa?” tanyaku sarat keraguan.
”Soal itu, Anda tak usah khawatir. Saya sudah siapkan modal besar berupa dana tak terbatas maupun sumber daya manusia berkualitas. Kita akan membuat perubahan signifikan di negeri ini. Dan Andalah yang menjadi pemimpinnya.”

Aku mulai tergiur dengan ucapan orang yang -kutahu- memiliki kekuasaan luar biasa atas sejumlah pihak di berbagai sudut negeri. Tampaknya inilah kesempatan emasku agar bisa menjadi penguasa yang terpandang. Memimpin organisasi besar itu dengan mengusung tema perubahan, pastilah peluangku kian nyata mewujudkannya.

”Anda tahu kan, kenapa pemimpin yang lama amat berat melepas kursinya? Lantaran ada begitu banyak keuntungan yang diperolehnya selama ini. Dia tinggal bisa gigit jari belaka kini. Sudah saatnya giliran kita meraih keuntungan besar itu. Andalah yang terpilih untuk memimpin kita meraih kejayaan. Jadi, bagaimana keputusan Anda?”
”Baiklah, saya bersedia maju dalam pemilihan itu. Saya percaya, Bapak pasti akan mendukung saya sepenuhnya.”

Tanpa kesulitan berarti, akhirnya aku terpilih menjadi pemimpin utama. Ternyata tak perlu terjadi pertempuran habis-habisan sebagaimana yang kubayangkan sebelumnya. Tidak sekadar senang, aku pun bangganya luar biasa dapat meraih kedudukan itu. Bayang-bayang kejayaan sudah berada tepat di depan mata. Menjadi pemimpin yang berkuasa atas nasib banyak orang, jelas membuatku bakal tenar di mata masyarakat. Tentu pundi-pundi kekayaanku dipastikan akan bertambah jumlahnya, barangkali malah bisa menjadi bekal untuk anak cucuku sampai keturunan kesekian nanti.

***
”Jadi, langkah pertama apa yang harus saya ambil, Pak?” tanyaku kepada orang yang telah mendorongku untuk tampil.
”Pertama, singkirkan segera orang-orang lama yang masih bercokol di organisasi. Jangan sampai mereka punya peluang untuk bangkit dan melawan kita.”
”Maaf, Pak. Apakah hal itu tidak malah membahayakan kita? Apakah posisi saya bakal aman sampai empat tahun ke depan?”
”Anda tak perlu khawatir. Kita punya pasukan yang hebat untuk membentengi kekuasaan Anda. Percayalah, mereka tak bakal berkutik.”
”Oh, begitu. Baiklah, saya akan selalu menuruti apa saran Bapak saja.”
”Hahaha… Saya memang tak salah memberi Anda kepercayaan.”

Maka aku mulai membuat keputusan-keputusan penting untuk organisasi, sesuai dengan petunjuk beliau yang merupakan junjunganku. Aku senantiasa menuruti apa kata beliau tanpa kompromi. Sudah semestinya aku melakukan hal itu. Beliau adalah orang yang sangat berjasa menempatkanku pada posisi istimewa saat ini. Anehnya, selalu terjadi kontroversi yang mengiringi setiap keputusanku. Bahkan lambat laun semakin banyak pihak yang memusuhiku. Kekacauan malah menjadi-jadi, stabilitas organisasi sudah tiada lagi. Aku jelas tak bisa melaksanakan tugasku dengan penuh konsentrasi. Tidak bisa tidak, aku harus bertanya kembali kepada beliau yang kuhormati.

”Bagaimana ini, Pak? Kursi saya kok terus bertambah panas? Perlawanan mereka semakin nyatadan mengancam kekuasaan kita.”
”Nah, inilah saatnya bagi Anda menunjukkan kualitas sejati kepemimpinan Anda. Saya sudah memberi jalan lebar untuk Anda melangkah jauh. Silakan, Anda mau berbuat apa, terserah sajalah. Pokoknya, mulai sekarang saya hanya mau tahu beresnya saja.”

Sungguh, aku bagaikan tersesat di padang gersang kini. Sosok yang selama ini menjadi penunjuk jalanku malah memintaku mencari jalan sendiri. Jadi, ke arah mana mesti kuayunkan langkah? Siapa gerangan sekarang yang sanggup menolongku? Sudah tibakah saatnya bagiku mengibarkan bendera putih saja?

Yogyakarta, 31 Januari 2013

TAMAT

# Cerpen ini dimuat di Kedaulatan Rakyat Minggu, 23 Juni 2013.

h1

Keberanian Bertahan Hidup

Juli 6, 2013

Sebenarnya diperlukan lebih banyak keberanian untuk bertahan hidup ketimbang untuk mengakhiri hidup. (Albert Camus)

h1

Brasil vs Spanyol : Reuni Sejumlah Pemain

Juli 1, 2013

Final idaman itu akhirnya terpampang nyata di Stadion Maracana, Rio de Janeiro. Pertemuan Brasil dan Spanyol selama ini memang jarang terjadi. Sebelum berlaga dalam final Piala Konfederasi Brasil 2013, terakhir kali kedua tim berjumpa dalam sebuah uji coba pada tahun 1999. Meskipun demikian, di antara para pemain Brasil dan Spanyol sebenarnya sudah banyak yang saling mengenal karena mereka bermain di klub-klub Eropa yang sama. Mereka bagaikan bereuni ketika tim nasional negaranya berhadapan dalam partai puncak turnamen resmi FIFA.

brasil-foto-bareng

David Luiz dan Oscar (Brasil) bersama Cesar Azpilicueta, Juan Mata dan Fernando Torres (Spanyol) merupakan pemain Chelsea. Dante dan Luis Gustavo (Brasil) dengan Javi Martinez (Spanyol) bermain di Bayern Muenchen. Marcelo (Brasil), Iker Casillas, Alvaro Arbeloa, Sergio Ramos, dan Raul Albiol (Spanyol) terbiasa bahu-membahu di Real Madrid. Sementara itu, bek kanan Brasil Dani Alves mesti menghadapi mayoritas rekan-rekan Spanyolnya di Barcelona, di antaranya : Jordi Alba, Gerard Pique, Sergio Busquets, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Cesc Fabregas, dan Pedro Rodriguez. Barca menyumbang total 11 nama pemain di final Piala Konfederasi 2013. Masih ada Neymar (Brasil) yang baru bergabung musim depan, lalu ada Victor Valdes dan David Villa (Spanyol) yang mungkin berada di bangku cadangan.

FBL-WC2014-CONFED-ESP-URU-SQUAD