Archive for Agustus, 2013

h1

Milan Kalah di Serie A dan Lolos ke Liga Champion

Agustus 29, 2013

hi-res-178278255_crop_north

AC Milan telah menjalani tiga pertandingan resminya pada musim 2013/14, yaitu dua pertandingan play-off Liga Champion dan pertandingan pekan pertama Liga Italia Serie A. Uniknya, hasil yang diraih tim besutan Massimiliano Allegri adalah sekali menang, sekali seri, dan sekali kalah.

Milan lebih dulu bertandang menghadapi PSV Eindhoven pada Selasa (20/8) dalam pertandingan leg I babak play-off Liga Champion. Stephan El Shaarawy mencetak satu gol dan hasil imbang 1-1 menjadi keuntungan bagi Tim Merah-Hitam. Selanjutnya, Milan kalah 1-2 dari Hellas Verona dalam laga perdana Serie A pada Sabtu (24/8). Andrea Poli lebih dulu mencetak gol bagi timnya, namun dua gol dari Luca Toni akhirnya memenangkan Verona yang merupakan tim promosi dari Serie B. Kekalahan tersebut memperpanjang rekor buruk Rossoneri dalam mengawali Liga Italia dan cukup mencemaskan Milanisti di seluruh dunia.

Syukurlah, Milan akhirnya meraih hasil positif dengan menang 3-0 atas PSV dalam pertandingan leg II babak play-off Liga Champion di San Siro pada Rabu (28/8). Kemenangan tersebut membawa Riccardo Montolivo dkk lolos ke babak utama Liga Champion untuk bisa bersaing dengan klub-klub terpilih Eropa demi menjadi yang terbaik di Benua Biru. Kevin-Prince Boateng membuat dua gol, sementara Mario Balotelli menyumbang satu gol.

Stephan+El+Shaarawy+AC+Milan+v+PSV+Eindhoven+KkQvjbHgZMWl

Yang menarik, trio striker utama Milan telah mencetak gol (El Sharaawy-Prince-Balotelli), demikian pula seorang gelandang anyar dari Sampdoria (Poli). Yang juga layak diperhatikan, ternyata ketika El Sharaawy dan Balotell bermain bersama mampu menghasilkan kemenangan, meski mereka mungkin belum sama-sama mencetak gol ataupun saling mengumpan.

Yang juga unik, ketika Milan menjamu PSV, kostum yang digunakannya merupakan kostum kedua yang berwarna putih-putih, meski tim tamu juga menggunakan kostum keduanya yang berwarna biru-biru. Entah apa alasannya.
Semoga permainan Nigel De Jong dkk terus membaik dalam laga-laga berikutnya. Forza Milan!

Kevin-Prince-Boateng-640x360

* Opini ini dimuat di Harian BOLA Senin, 2 September 2013 dengan judul ’Performa AC Milan’.

h1

Awal Bagus Pelatih Baru

Agustus 22, 2013

Liga Premier Inggris dan La Liga Primera Spanyol telah menjalani sepak mula pertamanya di musim 2012/13 pada 17-19 Agustus 2013. Para pelatih baru di sejumlah tim besar ternyata mampu menjalani debutnya dengan hasil gemilang. Di Liga Inggris, David Moyes membawa Manchester United mengalahkan Swansea City 4-1 dalam laga tandangnya. Robin van Persie dan Danny Welbeck mencetak masing-masing dua gol, sementara Wayne Rooney membuat dua umpan. Jose Mourinho membuat publik Stamford Bridge bersorak gembira ketika Chelsea menang 2-0 atas Hull City. Sementara itu Manuel Pellegrini membuat Manchester City menguasai klasemen sementara pekan perdana setelah timnya menang 4-0 atas Newcastle United. Chelsea kemudian berganti memimpin klasemen setelah menang 2-1 dalam laga keduanya melawan Aston Villa pada Rabu (21/8).

mu-swansea-130818b

Di Liga Spanyol, Gerardo Martino –yang menggantikan Tito Villanova yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan- sukses memimpin Barcelona berpesta gol 7-0 ke gawang Levante. Lionel Messi dan Pedro menyumbang masing-masing dua gol bagi Blaugranas. Carlo Ancelotti pun membawa Real Madrid menang 2-1 atas Real Betis meski dengan susah payah. Dua gol diciptakan Karim Benzema dan Isco, yang merupakan debutan di Los Blancos.

real-madrid-vs-real-betis-2-1

Keberhasilan para pelatih anyar dalam debutnya menjadi awal yang sempurna bagi mereka menghadapi laga-laga selanjutnya demi memperebutkan berbagai trofi yang tersedia. Pasti bakal banyak aral menghadang dalam perjalanan mengarungi kompetisi. Pemimpin terbaik yang kelak akan membawa timnya berjaya menjadi yang terbaik, meski kadang didukung keberuntungan pula untuk meraihnya.

* Opini ini (versi revisi) dimuat di Harian BOLA Sabtu, 24 Agustus 2013.

h1

Kiprah Pelatih Anyar Klub Besar

Agustus 21, 2013

Ada hal yang berbeda menjelang berputarnya kompetisi liga sepak bola musim 2013/14 di sejumlah negara utama Eropa. Beberapa klub besar di Benua Biru bakal dibesut oleh pelatih anyar. Transformasi figur penting di balik layar tim tersebut melibatkan nama-nama kondang. Perubahan paling ekstrim terjadi di Liga Inggris. Tiga tim penghuni posisi empat besar Liga Primer Inggris musim lalu berganti manajer. David Moyes akan memulai petualangan barunya bersama Manchester United, setelah berakhirnya era Sir Alex Ferguson selama lebih dari dua dekade. Sebuah tugas berat bagi mantan pelatih Everton tersebut mengingat begitu berkilaunya prestasi Red Devils semasa ditangani Fergie.

David-Moyes-MU

Manuel Pellegrini bersedia menjawab kepercayaan petinggi Manchester City agar dapat kembali ke jalur juara. Pelatih sebelumnya, Roberto Mancini dipecat menjelang musim 2012/13 berakhir lantaran gagal memberikan satu pun trofi. Keberhasilan Pellegrini membawa Malaga sebagai tim kuda hitam di Liga Spanyol dan Liga Champion menjadi alasan City merekrutnya. Jose Mourinho kembali ke Chelsea, klub yang menurutnya senantiasa mencintainya sekaligus dia cintai. Sesudah frustrasi di Real Madrid karena terjadinya konflik internal, Mourinho mencoba mengulangi kejayaannya di masa lalu bersama The Blues sejak musim depan.

Carlo Ancelotti akhirnya bersedia hijrah dari PSG menuju Madrid menggantikan Mourinho. Ancelotti sudah pernah sukses menjadi kampiun bersama AC Milan, Chelsea, dan PSG. Bos Madrid, Florentino Perez tentu sangat berharap Don Carlo mampu memberikan trofi ke-10 Liga Champion bagi Los Blancos dan kembali menumbangkan dominasi Barcelona di La Liga.

Pep-Guardiola B Muenchen

Josep ‘Pep’ Guardiola melatih tim luar negeri pertamanya, Bayern Muenchen yang baru saja meraih prestasi fantastis bersama Jupp Heynckes musim kemarin. Pep mempertaruhkan prestasi fenomenalnya bersama Barcelona tempo hari di klub raksasa Bundesliga tersebut.

Rafael Benitez kembali ke Italia untuk menangani Napoli. Sekian tahun silam pelatih asal Spanyol tersebut pernah menangani Inter dan memberikan trofi Piala Dunia Klub, namun dipecat sehabis itu. Musim lalu Benitez sukses meraih Piala Europa bersama Chelsea.

Walter Mazzari berupaya mengangkat kembali Inter Milan yang babak belur musim lalu. Da datang dengan bekal prestasi membawa Napoli menempati peringkat kedua Serie A 2012/13.

Sangat menarik untuk menyaksikan kiprah para pelatih tersebut bersama klub barunya. Adakah di antara mereka yang sukses mempersembahkan gelar juara pada musim pertamanya? Moyes, Pellegrini, Mourinho, Ancelotti, Guardiola, Benitez, dan Mazzari akan menjawabnya pada pengujung musim mendatang.

* Opini ini ditulis pada awal Juli 2013 (sebelum Barcelona akhirnya memilih pelatih baru pula) dan dimuat di BolaVaganza No.142 – Agustus 2013.

h1

Kemenangan Itu Akhirnya Tiba Jua

Agustus 15, 2013

Setelah lama dinantikan hadirnya, timnas Indonesia akhirnya mampu kembali meraih kemenangan dengan mengalahkan Filipina 2-0. Pertandingan persahabatan antara sesama negara Asia Tenggara tersebut berlangsung pada Rabu, 14 Agustus 2013 di Stadion Manahan Solo. Terakhir kali Tim Merah Putih menang adalah saat menundukkan Singapura 1-0 pada Piala AFF 2012 pada 28 November 2012. Lima pertandingan resmi berikutnya selalu berakhir dengan kekalahan, baik saat timnas dilatih oleh Nilmaizar (tiga laga), Rahmad Darmawan (satu laga), maupun Jacksen F. Tiago (satu laga). Selain itu ada pula tiga pertandingan tidak resmi ketika menjamu klub-klub Liga Inggris yang juga tak pernah bisa dimenangi pada Juli 2013.

indonesia menang

Kemenangan Pertama
Kemenangan Indonesia atas Filipina mencatatkan sejumlah sejarah. Laga tersebut menjadi kemenangan pertama Jacksen saat menangani timnas Indonesia, sekaligus kemenangan pertama Skuat Garuda pada tahun 2013. Pertandingan di Solo juga menjadi debut yang manis bagi Stefano Lilipaly, pemain naturalisasi asal Belanda. Dalam pertandingan perdananya, Fano bermain cukup impresif dan memberikan umpan cantik bagi Greg Nwokolo yang menghasilkan gol pada menit ke-31. Gol kedua diciptakan lewat sundulan Muhammad Roby memanfaatkan tendangan sudut dari Ahmad Bustomi pada menit ke-66. Greg dan Roby sukses menyumbang gol pertamanya bagi timnas. Menghadapi tim lawan dengan kualitas yang tidak jauh berbeda membuat permainan anak asuhan Jacksen lebih berkembang. Mudah-mudahan peringkat Indonesia di FIFA (169) bulan depan bisa meningkat karena mampu mengalahkan Filipina (141) yang posisinya lebih baik di klasemen negara anggota FIFA edisi September 2013 mendatang.

Momentum Lebaran dan Hari Kemerdekaan
Hanya sekitar sepekan sehabis umat Islam di Indonesia merayakan Lebaran yang identik dengan hari kemenangan, timnas pun merayakan kemenangan pertamanya setelah berpuasa -tidak mampu meraih kemenangan- selama lima pertandingan (plus tiga laga tak resmi) berurutan. Publik pencinta sepak bola di tanah air pastilah menyambut gembira kemenangan tersebut. Apalagi Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-68 pun ada di depan mata. Kemenangan Tim Merah Putih menjadi kado yang indah untuk segenap bangsa Indonesia. Kepercayaan diri Boaz Solossa dkk diharapkan dapat meningkat seiring hasil positif tersebut. Semoga pada pertandingan selanjutnya performa timnas kian membaik, baik dalam uji coba maupun dalam Kualifikasi Piala Asia 2015 yang merupakan target utama sesungguhnya.

Lokasi Pertandingan
Hanya sayangnya, lokasi pertandingan Indonesia versus Filipina memiliki kualitas lapangan yang kurang bagus. Kendati pada sisi yang lain, dukungan suporter Merah Putih yang memadati Stadion Manahan memang mesti diacungi jempol dengan berbagai atraksinya yang menarik. Masih banyak stadion sepak bola di negeri ini yang sesungguhnya memiliki kualitas lapangan lebih baik ketimbang di Solo. Jadi, lain kali timnas mungkin bisa dijadwalkan bertanding di Stadion Maguwoharjo Sleman, Si Jalak Harupat Soreang, Jakabaring Palembang, Aji Imbut Tenggarong, atau stadion lainnya, sehingga tidak hanya warga Jakarta dan sekitarnya yang memiliki kesempatan mendukung langsung penampilan Skuat Garuda di dalam stadion.

Indonesia-Vs-Filipina

Susunan pemain Indonesia ketika menghadapi Filipina (14/8) :
I Made Wirawan; Hasim Kipuw/Yustinus Pae, Victor Igbonefo, M.Roby, Ruben Sanadi; M.Taufiq/Andik Vermansah, Raphael Maitimo, Stefano Lilipaly/Slamet Nurcahyo, Ahmad Bustomi/Vendry Mofu; Boaz Solossa (k)/Patrich Wanggai, Greg Nwokolo/Titus Bonai.

h1

Faktor Non-Teknis Kekalahan Telak Indonesia

Agustus 1, 2013

Begitu banyak hal yang bisa dibicarakan sesudah timnas Indonesia –dengan tiga nama berbeda- menjamu tiga klub raksasa Liga Premier Inggris sepanjang Juli 2013. Tim asuhan Jacksen F. Tiago kalah telak 0-7 dari Arsenal (14/7) dan hanya kalah 0-2 dari Liverpool (20/7). Sementara itu tim asuhan Rahmad Darmawan dihabisi 1-8 oleh Chelsea (25/7). Sudah sangat beragam komentar diberikan oleh para pakar, jurnalis, dan pemerhati sepak bola nasional pada umumnya jika dilihat dari faktor kualitas teknis. Demikian pula jika dihubungkan dengan faktor ekonomis-bisnis yang menjadi alasan kehadiran klub-klub itu di Jakarta. Namun ada sejumlah hal non-teknis lainnya yang mungkin lolos dari perhatian kita, yang mewarnai tiga hasil laga yang tidak menyenangkan tersebut.

bni indo as vs chelsea

Pertama adalah soal nama yang dipakai oleh timnas Indonesia. Label tambahan ‘dream team’ dan ‘all stars’ ketika menghadapi Arsenal dan Chelsea tampaknya terlalu berat ditanggung oleh para pemain timnas. Frasa tersebut memang terasa rada berlebihan. Maka Indonesia Dream Team dan BNI Indonesia All Stars pun mesti menanggung malu mengalami kekalahan dengan skor besar yang dideritanya. Nah, ketika Indonesia XI tampil melawan Liverpool ternyata angka kekalahannya tidak terlalu mencolok. Para pemain pun bisa sedikit percaya diri dan publik juga tidak terlalu kecewa dengan hasil tersebut.

Kedua, kostum warna putih yang dikenakan oleh M. Roby dkk sepertinya cenderung membawa ketidakberuntungan. Indonesia Dream Team menggunakan kaos putih dan celana merah. BNI Indonesia All Stars memakai kaos dan celana putih. Hasilnya adalah dua kekalahan telak. Sedangkan saat Indonesia XI mengenakan kostum serba merah, para pemain bagaikan memiliki semangat dan motivasi tambahan, maka Liverpool hanya mampu mencetak dua gol ke gawang Kurnia Meiga.

indonesia_xi-300x336

Lantas kehadiran sejumlah tokoh politik di tribun VIP penonton -yang bisa dicurigai sebagai kampanye terselubung- ketika Arsenal dan Chelsea berlaga rupanya menghadirkan dampak negatif. Berbeda ketika mereka tak ada, penampilan timnas nyatanya bisa lebih baik.

Khusus dalam laga menghadapi Chelsea, perseteruan BNI dengan pihak My Events yang masih mengganjal bagi kedua pihak seolah menambah aura negatif pula ketika tim asuhan Rahmad Darmawan tampil.

Namun bagaimanapun, semua hal yang terungkap di sini barangkali kebetulan belaka.

indonesia_all_star_vs_chelsea-20130725-002-bola.net

Secara teknis, Arsenal dan Chelsea tampaknya memang lebih baik ketimbang Liverpool, baik dilihat dari materi pemainnya maupun sosok pelatihnya. Arsene Wenger dan Jose Mourinho merupakan pelatih dengan segudang pengalaman menjadi juara, sementara Brendan Rodgers adalah pelatih muda yang baru semusim menangani klub bernama besar seperti The Reds. Jadi layak saja The Gunners dan The Blues bisa berpesta gol di depan penggemarnya di Indonesia.

Di masa depan, PSSI mesti lebih cermat menerima tawaran pihak promotor yang ingin menghadapkan timnas dengan klub-klub besar dari Eropa. Jadwal laga yang terlalu dekat diakui oleh Jacksen F. Tiago sangat berat bagi tim asuhannya dan hasilnya memang membuat hati tak nyaman. Semoga pada pertandingan selanjutnya Boaz Solossa dkk bisa menghadapi timnas yang tak jauh berbeda kualitasnya dan meraih hasil yang lebih apik. Pada sisi yang lain, pembinaan pemain muda mutlak menjadi perhatian serius bagi PSSI agar menjadi tidak sia-sia berkah melimpahnya talenta pesepak bola muda di negeri ini.