Archive for September, 2013

h1

Final ISG Jadi Modal Timnas U-23 Juara SEA Games

September 30, 2013

Timnas Indonesia U-23 tampil dalam partai puncak Islamic Solidarity Games (ISG) di Palembang pada Minggu malam, 29 September 2013. Lawan yang dihadapi di final adalah Maroko yang pernah dikalahkan 1-0 pada laga pertama penyisihan Grup B. Stadion Jakabaring yang begitu sepi pengunjung dalam pertandingan sebelumnya, mendadak kembali dipenuhi ribuan penonton yang siap mendukung perjuangan Tim Merah Putih. Alfin Tuasalamony berhasil membuat Indonesia lebih dahulu unggul 1-0 lewat titik penalti pada awal babak pertama. Sayangnya, tim lawan berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak dua gol di babak kedua dan akhirnya Maroko menang 2-1.

indo-maroko-2-130929c

Secara teknis, Maroko yang diwakili oleh timnas U-20-nya memang masih berada di atas timnas U-23 kita. Buktinya, mereka mampu mendominasi permainan sepanjang 90 menit pertandingan. Setelah babak pertama laga berlangsung nyaris seimbang, pada babak kedua Indonesia justru ditekan habis-habisan oleh Maroko. Permainan tim tuan rumah pun tak bisa berkembang.

Secara non-teknis, pergantian celana tampaknya membawa keberuntungan tersendiri bagi tim asal Afrika itu. Sesudah babak pertama tampil dengan kostum serba putih, di babak kedua Maroko ternyata mengganti celana putihnya dengan warna hijau. Secara kebetulan, pada 45 menit kedualah mereka baru bisa membuat gol yang menghasilkan medali emas cabang sepak bola ISG 2013.

indo-maroko andik v

Gagal di babak final ISG dan hanya mengantungi medali perak memang mengecewakan. Prestasi juara yang diukir timnas U-19 di Piala AFF sepekan sebelumnya gagal dilanjutkan oleh timnas U-23. Bulan September pun tidak sepenuhnya ceria.

Namun mesti diingat bahwa ajang sesungguhnya bagi tim asuhan Rahmad Darmawan adalah SEA Games yang berlangsung bulan Desember 2013 nanti di Myanmar. Mengikuti ISG dengan menghadapi tim-tim semacam Maroko, Palestina, dan Turki justru menjadi pengalaman yang diharapkan menjadi modal berharga bagi Kurnia Meiga dkk ketika melawan Malaysia, Thailand, dan tim Asia Tenggara lainnya di SEA Games mendatang. Tidak hanya memperoleh pengalaman mengikuti turnamen, tapi timnas pun dapat merasakan atmosfir pertandingan tanpa dukungan penonton, sebagaimana yang terjadi dalam dua pertandingan grup dan laga semifinal ISG. Kemenangan lewat adu penalti dalam babak semifinal saat menghadapi Turki juga dapat menguatkan mental timnas saat berlaga di Myanmar.

Sejumlah laga uji coba masih diperlukan dalam dua bulan ke depan dan diharapkan makin mematangkan permainan Andik Vermansah dkk demi menghadapi turnamen yang sesungguhnya dengan target juara. Semoga saja Skuat Garuda Muda kembali berlaga di partai puncak dan nasib baik memihak kita, sehingga medali emas SEA Games 2013 Myanmar berada dalam genggaman para pemain Indonesia.

Materi timnas Indonesia U-23 sepanjang ISG 2013
Penyisihan Grup B
Vs Maroko (19/9) 1-0 (gol : Fandi Eko Utomo)
Kurnia Meiga (k); Alfin Tuasalamony, Andri Ibo, Manahati Lestusen, Diego Michiels; Dedi Kusnandar, David Laly; Ramdani Lestaluhu, Syamsir Alam/Andik Vermansah, Bayu Gatra/Seftia Hadi; Aldaer Makatindu/Fandi Eko Utomo

Vs Palestina (25/9) 1-2 (gol : Sunarto/penalti)
Andritany (k); Alfin Tuasalamony, Manahati Lestusen, Syahrizal, Alfarizi; Syahroni, Rasyid Bakri/Dedi Kusnandar; Sunarto, Fandi Eko Utomo, Okto Maniani/Andik Vermansah; Agung Supriyanto

Semifinal
Vs Turki (27/9) 7-6 (adu penalti : Alam, Diego, Lestusen, Alfin, Fandi, Bayu, Dedi  masuk; Sunarto  gagal)
Kurnia Meiga (k); Alfin Tuasalamony, Andri Ibo, Manahati Lestusen, Diego Michiels; Dedi Kusnandar, David Laly/Syahroni; Andik Vermansah/Sunarto, Ramdani Lestaluhu/Fandi Eko Utomo, Bayu Gatra; Syamsir Alam

Final
Vs Maroko (29/9) 1-2 (gol : Alfin Tuasalamony/penalti)
Kurnia Meiga (k); Alfin Tuasalamony, Andri Ibo, Manahati Lestusen, Diego Michiels; Dedi Kusnandar, Rasyid Bakri/Okto Maniani; Andik Vermansah, Ramdani Lestaluhu/Agung Supriyanto, Bayu Gatra; Sunarto/Fandi Eko Utomo

h1

Makna Keberhasilan Garuda Muda

September 23, 2013

para-pemain-timnas-indonesia-u-19-merayakan-gelar-juara-piala-_130922235636-227

Gelar juara sepak bola yang begitu lama dirindukan oleh rakyat Indonesia akhirnya tiba jua. Kerinduan itu telah mendapat jawaban nyata. Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada Minggu malam, 22 September 2013, merupakan lokasi sekaligus saksi sejarah kesuksesan Tim Merah Putih menjadi juara Piala AFF U-19 2013, sesudah 22 tahun mengalami masa paceklik meraih trofi. Indonesia secara dramatis mampu mengalahkan Vietnam melalui adu penalti dengan skor 7-6. Keberhasilan tim asuhan Indra Sjafri memiliki sejumlah makna tersendiri dalam perkembangan sepak bola nasional.

timnas-indonesia-u-19-merah

Mitos selalu kalah di laga final dalam sejumlah turnamen resmi sejak SEA Games 1991 akhirnya pupus kini. Evan Dimas dkk telah membuat catatan prestasi baru dalam riwayat persepakbolaan di tanah air. Indonesia akhirnya dapat meraih Piala AFF, meski baru pada tingkat junior. Selama kurun masa 22 tahun berlalu (1991-2013), sebenarnya timnas bisa beberapa kali tampil di pertandingan puncak, tapi senantiasa gagal menjadi kampiun.

Dalam empat tahun terakhir saja, Indonesia kandas di laga pamungkas Piala AFF 2010 (senior), SEA Games 2011 (U-23), dan Piala AFF U-16 2013. Ironisnya, dalam tiga kali kesempatan itu, tim kebanggaan kita selalu takluk dari Malaysia. Di Piala AFF U-19 2013 yang berlangsung di Jawa Timur (Sidoarjo dan Gresik), barulah Pasukan Garuda Muda mampu menghentikan langkah Malaysia sekaligus Thailand –yang kerap menggagalkan Indonesia pula di final pada masa silam- di babak penyisihan grup.

timnas u-19 ilham dinan

Sebagian materi timnas U-19 ternyata telah bermain bersama di bawah pelatih Indra Sjafri sejak timnas U-16 beberapa tahun silam. Mereka bahkan pernah menjuarai sejumlah turnamen junior, seperti HKFA International Youth Football Invitation di Hongkong pada tahun 2012 dan 2013. Mental juara tampaknya memang mampu ditanamkan sang pelatih kepada anak-anak asuhannya.

Timnas U-19 kemudian lebih berkonsentrasi menjalani pemusatan latihan selama sekitar dua bulan di Yogyakarta, termasuk menjalani uji coba dengan tim-tim lokal. Seluruh anggota tim bahkan tidak bisa pulang saat lebaran tempo hari dan mereka bersama-sama merayakan Idul Fitri di Yogyakarta. Sehabis itu mereka melanjutkan pelatnas di Jawa Timur yang merupakan lokasi Piala AFF U-19 2013. Kerja keras dan pengorbanan mereka memang layak berbuah manis.

Ternyata tidak perlu menjalani pelatnas jangka panjang di luar negeri, seperti Italia atau Uruguay, untuk mendapatkan sebuah trofi demi mengharumkan nama tanah air tercinta. Mungkin yang lebih diperlukan adalah pelatih berkualitas yang jeli memilih pemain berkualitas dan proses pelatnas yang berkualitas pula.

pemain-timnas-indonesia-u-19-merayakan-kemenangan_663_382

Ravi Murdianto, Hansamu Yama Pranata, Evan Dimas, Ilham Udin Armayn, Maldini Pali, Muchlis Hadi, dan kawan-kawan telah menjadi idola baru pencinta sepak bola di seluruh penjuru negeri. Mereka pantas mengemban harapan kita bahwa timnas bakal bisa berprestasi lebih apik di masa mendatang.

Menjadi tugas PSSI agar tunas-tunas muda yang mulai bersemi itu tidak layu sebelum berkembang di tengah jalan. Kita sebagai penonton setia timnas pastinya bakal mendukung dan mengawal apa pun langkah PSSI dalam proses pengembangan pemain muda yang lebih baik di semua wilayah Nusantara. Upaya maksimal yang baik kiranya akan membuahkan hasil yang bagus jua nantinya. Semoga.

Akhirnya, selamat untuk Evan Dimas dkk, semoga semakin panjang jejak prestasi kalian tapaki demi harumnya nama Indonesia di masa depan. Terima kasih karena telah membahagiakan dan membanggakan kami sebagai sebuah bangsa.

timnas u-19 juara

Materi pemain timnas Indonesia di Piala AFF U-19 2013
Kiper : Ravi Murdianto, Rully Desrian
Belakang : Putu Gede Juni Antara, Hansamu Yama Pranata, M.Sahrul Kurniawan, Febly Gushendra, M. Fatchu Rochman, Dimas Sumantri, Mahdi Fahri Albar
Tengah : M. Hargianto, Zulfiandi, Hendra Sandi Gunawan, Alqomar Tehupelasury, Evan Dimas Darmono, Paolo Oktavianus Sitanggang, Ilham Udin Armayn, Maldini Pali
Depan : M.Dimas Drajad, Muchlis Hadi Ning Syaifulloh, Dinan Yahdian Javier

h1

Meski Compang-camping, Milan Bisa Menang

September 19, 2013

Absennya sejumlah pemain penting AC Milan karena didera badai cedera membuat langkah kaki Tim Merah-Hitam rada pincang. Terdapat para pemain yang tidak bisa diturunkan dalam semua posisi. Mereka di antaranya adalah Ignazio Abate, Mattia de Sciglio (belakang), Riccardo Montolivo, Kaka (tengah), Giampaolo Pazzini, dan Stephan El Shaarawy (depan). Massimiliano Allegri mesti berpikir lebih keras lagi agar tim asuhannya tidak mengalami degradasi kualitas yang drastis dengan materi pemain yang tersisa.

318696hp2

Maka menjamu Glasgow Celtic dalam pertandingan pertama Liga Champion Rabu (18/9), Milan bermain tidak dengan 100% kekuatan sejatinya. Celtic sendiri tidak bisa dipandang sebelah mata, musim lalu mereka pernah mengalahkan Barcelona dan Juventus. Namun ternyata mental juara masih dimiliki oleh Mario Balotelli dkk, terutama ketika bermain di ajang antarklub Eropa.

Meski compang-camping, Milan masih bisa menang 2-0 atas Celtic di depan pendukungnya sendiri. Gol pertama merupakan gol bunuh diri Emilio Izaguirre (bek Celtic) yang memantulkan tendangan Cristian Zapata pada menit ke-82 ke gawangnya sendiri. Sementara gol kedua dibuat oleh Sulley Muntari pada menit ke-86 memanfaatkan umpan dari Balotelli yang membentur mistar gawang. Muntari juga mencetak sebuah gol ketika Milan bermain imbang dengan Torino (2-2) pada pertandingan Serie A pekan lalu.

balotelli robinho

Perjalanan Rossoneri masihlah panjang. Barcelona dan Ajax Amsterdam merupakan lawan berat berikutnya di Grup H. Semoga Kaka dkk lekas pulih dari cederanya dan mampu memberikan hal positif bagi permainan Milan dalam laga-laga yang akan datang, baik di Serie A maupun Liga Champion Eropa.

AC Milan : Abbiatti; Zaccardo, Zapata, Mexes, Constant/Robinho; Nocerino, De Jong, Muntari; Birsa/Emanuelson; Matri/Robinho, Balotelli.

h1

Kecemerlangan Ronaldo dan Rooney di Laga Perdana Eropa

September 18, 2013

Laga perdana babak penyisihan grup Liga Champion Eropa 2013/14 sebagian telah berlangsung pada hari Selasa (17/9) di berbagai kota. Sejumlah tim unggulan mampu meraih kemenangan, seperti Real Madrid, Manchester United, Bayern Muenchen, Manchester City, dan PSG.

Galatasaray AS v Real Madrid CF - UEFA Champions League

Trigol Cristiano Ronaldo di Turki
Real Madrid yang bermain tandang sukses mengandaskan Galatasaray dengan skor telak 6-1. Cristiano Ronaldo memborong tiga gol, Karim Benzema menyumbang dua gol, dan Isco membuat satu gol. Los Blancos memperbaiki penampilan sebelumnya di Stadion Sami Ali Yen Istanbul Turki. Beberapa bulan silam pada musim 2012/13, tepatnya pada 9 April 2013, Madrid takluk 2-3 dari Galatasaray di ajang yang sama. CR7 seakan langsung membuktikan dirinya sebagai pemain termahal di dunia saat ini. Pada Minggu lalu (15/9) Ronaldo baru saja menandatangani kontrak baru dengan Madrid yang menjadikannya sebagai pemain dengan gaji tertinggi sejagad raya.
Gareth Bale yang menjalani debutnya di Eropa bersama Los Galacticos tampil sejak babak kedua dan berperan besar dalam proses terciptanya dua gol Madrid dari Ronaldo dan Benzema.
Dengan trigol-nya pada pertandingan pembuka, Ronaldo langsung memimpin daftar pencetak gol terbanyak sementara Liga Champion musim ini.
Kemenangan besar Madrid menjadi awal yang sangat baik untuk menghadapi laga-laga selanjutnya. Juventus merupakan pesaing utama Madrid di Grup B.

rooney_united beat leverkusen

Dwigol Rooney dan Debut Moyes
Wayne Rooney tampaknya sudah tepat memilih tetap bertahan bersama Manchester United musim ini. Kontribusinya bagi tim semakin nyata, biarpun ada cedera di dahinya yang membuatnya memakai pelindung kepala khusus. Hal itu terbukti dengan dua gol plus satu umpan yang dicetaknya ketika United menang 4-2 atas Bayer Leverkusen di Old Trafford. Dwigol Wazza menjadikan koleksi golnya untuk Red Devils menjadi 200 buah, sungguh sebuah prestasi yang luar biasa. David Moyes sebagai pelatih United pun tak segan memujinya sebagai pemain kelas dunia. Bagi Moyes sendiri, kemenangan timnya atas tim asuhan Sami Hyypia menjadi debut yang manis dalam kiprahnya di babak utama Liga Champion Eropa. Pengganti Sir Alex Ferguson tersebut bakal lebih percaya diri memimpin Nemanja Vidic dkk dalam laga-laga berikutnya. Sementara itu, dua gol kemenangan United lainnya dicetak oleh Robin van Persie dan Antonio Valencia.

ronaldo n sir alex

Senyuman Sir Alex
Kecemerlangan Ronaldo dan Rooney dalam pertandingan pertama mereka di ajang antarklub Eropa musim ini tampaknya layak ditangapi dengan senyuman kegembiraan dan kebanggaan dari seorang kakek, yang sekian bulan berselang menyatakan diri pensiun dari pekerjaannya selama lebih 26 tahun di satu klub. Dia adalah Sir Alex Ferguson, lelaki yang berjasa besar mengangkat karier dua remaja berbakat -Cristiano dan Wayne- menjadi bintang yang bersinar terang hingga sekarang.

h1

Debut Sejumlah Nama Tenar di Klub Anyar

September 18, 2013

Sejumlah pemain bintang yang hijrah pada hari terakhir jendela transfer telah menjalani debutnya bersama tim barunya pada hari Sabtu, 14 September 2013. Kaka (AC Milan), Gareth Bale (Real Madrid), dan Mesut Oezil (Arsenal) turun sejak menit pertama, sementara Marouane Fellaini (Manchester United) bermain sebagai pemain pengganti.

ac-milan-ricardo-kaka

Kaka, yang dipercaya menjadi pemain inti Rossoneri, bermain kurang mengesankan. Bermain selama sekitar 70 menit, gelandang asal Brasil tersebut memang sempat menjadi kapten timnya ketika Riccardo Montolivo (kapten utama Milan) ditarik keluar karena cedera. Sayangnya, Kaka sendiri ternyata menderita cedera pula dan mesti beristirahat selama beberapa pekan ke depan. Laga Torino versus Milan di Stadion Olimpico itu berakhir imbang 2-2. Gol Tim Merah-Hitam dicetak oleh Sulley Muntari dan Mario Balotelli.

villarreal-cf-v-real-madrid-20130914-210717-347

Gareth Bale, pemain termahal dunia saat ini, mencetak gol pertamanya bagi Los Blancos dalam laga Villareal versus Madrid. Laga yang berlangsung di Stadion El Madrigal tersebut berakhir seri 2-2. Pemain bernomor 11 itu tampil selama 60 menit dan digantikan oleh Angel Di Maria. Cristiano Ronaldo mencetak gol kedua untuk Madrid.

Mesut Oezil, yang kepindahannya sangat mengejutkan, sukses membawa Arsenal menang 3-1 atas Sunderland dalam pertandingan tandangnya. Oezil yang sedang kurang sehat masih mampu bermain 80 menit dan membuat sebuah umpan yang menghasilkan gol.

Marouane Fellaini, yang sangat khas dengan rambut kribonya, turun menggantikan Anderson pada menit ke-62 saat United mengalahkan Crystal Palace 2-0 di Stadion Old Trafford. Kontribusi gelandang asal Belgia itu memang belum terlihat nyata, tapi aksinya dinilai cukup menjanjikan. Robin van Persie dan Wayne Rooney menjadi pencetak gol bagi Red Devils.

fellaini debut mu

Selain nama-nama tersebut di atas, terdapat nama Gareth Barry (Everton), Samuel Eto’o (Chelsea), Cristian Eriksen, dan Erik Lamela (Tottenham Hotspur) yang juga menjalani debutnya.

* Opini ini (versi revisi) dimuat di Mingguan BOLA Edisi 2.528/2013 dengan judul ‘Debut Nama Tenar’.

h1

Harapan untuk Jacksen F. Tiago

September 11, 2013

Jika di Indonesia ada seorang Brasil yang sangat kondang namanya, dia pasti adalah Jacksen Fereira Tiago, pelatih timnas Indonesia yang terbaru. Nama Jacksen sudah sangat akrab bagi pencinta sepak bola di tanah air. Prestasinya sebagai pemain, antara lain membawa Persebaya menjadi juara Liga Indonesia (1994/95). Sebagai pelatih, Jacksen sukses pula mempersembahkan trofi bagi Persebaya (juara LI 2003/04) dan Persipura (juara LSI 2008/09, 2010/11, dan 2012/13). Musim ini, Persipura telah memastikan gelar juara Liga Super Indonesia beberapa pekan sebelum kompetisi usai dengan perbedaan poin yang cukup jauh. Penunjukan Jacksen sebagai pelatih timnas (meski tetap merangkap sebagai pelatih Persipura) sudah tepat mengingat reputasinya sebagai pelatih, juga pemahaman dan kecintaannya terhadap sepak bola Indonesia.

Awal perjalanan Jacksen sebagai pelatih Tim Merah Putih memang tidak mudah. Indonesia versus Belanda (7/6) di Jakarta menjadi debutnya. Kekalahan 0-3 cukup wajar mengingat perbedaan kualitas Tim Garuda dan Tim Oranye. Masalahnya, jadwal selanjutnya adalah menghadapi Arsenal dan Liverpool, kendati timnas tampil dengan nama berbeda. Klub Liga Premier Inggris tersebut setali tiga uang dengan Belanda. Posisi mereka jauh berada di atas Indonesia, baik secara kualitas teknik, fisik, strategi permainan, maupun pengalaman. Boaz Solossa dkk telah kembali menelan pil pahit, kalah 0-7 dari Arsenal (14/7) dan kalah 0-2 dari Liverpool (21/7) di Jakarta. PSSI berdalih bahwa laga melawan tim-tim kuat menjadi wahana uji coba sebelum timnas menghadapi China dalam Pra-Piala Asia bulan Oktober nanti. Tapi jika hasilnya selalu mengecewakan, tentu tidak baik bagi mental pemain.

jacksen pelatih indonesia

Syukurlah, akhirnya kemenangan pertama berhasil diraih ketika Indonesia mengalahkan Filipina 2-0 di Solo (14/8). Hasil laga tersebut dipastikan mengangkat mental, moral, dan kepercayaan diri anggota skuat timnas menghadapi pertandingan selanjutnya. Publik di tanah air pun menyambut gembira kemenangan Stefano Lilipay dkk yang terjadi sepekan setelah Lebaran dan menjelang ulang tahun Kemerdekaan RI tersebut.

Kita layak menaruh harapan kepada Jacksen F. Tiago sebagai pelatih timnas, namun PSSI mesti mendukung kinerjanya secara maksimal agar penampilan Tim Merah-Putih bisa membaik. Alangkah idealnya jika status Jacksen sebagai pelatih timnas senior Indonesia dipermanenkan oleh PSSI sampai beberapa tahun ke depan, tanpa rangkap jabatan seperti selama ini lagi. Dengan fokus perhatian pelatih hanya pada satu tim, maka diharapkan terjadi peningkatan yang lebih signifikan dari permainan timnas di atas lapangan pertandingan, siapa pun lawan yang dihadapinya.

* Opini ini dimuat di BolaVaganza No.143 – September 2013.

h1

Kejutan Transfer Awal September

September 4, 2013

FBL-ESP-GBR-REALMADRID-BALE

Proses jendela transfer antarpemain liga-liga Eropa telah resmi ditutup pada 2 September 2013. Gareth Bale jadi bergabung ke Real Madrid, sebagaimana yang sudah diperkirakan sebelumnya. Nilai transfer Bale dari Tottenham Hotspur masih menjadi bahan perdebatan di media massa Spanyol dan Inggris, antara 91 juta atau 100 juta euro. Jika benar sampai 100 juta euro berarti telah memecahkan rekor transfer Cristiano Ronaldo sebesar 94 juta euro dari Manchester United menuju Madrid pada tahun 2009.

kaka back to milan

Namun selain itu, terdapat sejumlah perpindahan pemain yang terbilang mengejutkan. Kehadiran Bale ternyata diikuti dengan kepergian dua gelandang andalan Madrid, Mesut Oezil dan Ricardo Kaka. Oezil dijual ke Arsenal seharga 50 juta euro atau 44 juta pound, yang merupakan rekor pembelian tertinggi The Gunners sepanjang masa. Sementara itu Kaka kembali ke klub lamanya AC Milan tanpa biaya. Sebelum mendatangkan Kaka, Rossoneri telah menjual Kevin-Prince Boateng ke Schalke 04 dan membeli Alessandro Matri dari Juventus.

fellaini manutd

Kejutan lainnya adalah keberhasilan Manchester United merekrut Marouane Fellaini dengan harga 28 juta pound. Gelandang kribo asal Belgia itu pun kembali bekerja sama dengan David Moyes, mantan pelatihnya di Everton yang kini menangani United. Everton sendiri membeli James McCarthy (Wigan) serta meminjam Gareth Barry (Manchester City) dan Romelu Lukaku (Chelsea). Sebelumnya, Chelsea telah merekrut Willian (Shaktar Donetsk) dan Samuel Eto’o (Anzhi Makachkala) menjelang penutupan jendela transfer. Liverpool, yang menjadi pemuncak klasemen Liga Primer Inggris pada pekan ketiga dengan rekor kemenangan 100% tanpa kebobolan, kedatangan sejumlah pemain baru seperti Mamadou Sakho (PSG) dan Victor Moses (Chelsea), kemudian melepas antara lain Fabio Borini (Sunderland).

Sementara itu, dua nama superstar yang disebut-sebut sudah tidak kerasan dan sempat ingin hijrah, Wayne Rooney (Manchester United) dan Luis Suarez (Liverpool), ternyata akhirnya memilih tetap tinggal bersama klubnya masing-masing.

Mayoritas pemain baru tersebut mesti bersabar dan belum akan segera bermain untuk klub barunya karena minggu kedua September 2013 merupakan jadwal resmi FIFA untuk laga antarnegara. Namun akhir pekan lalu, Kevin-Prince telah bermain cemerlang saat Schalke mengalahkan Leverkusen 2-0 (31/8) dan Matri sempat turun sebagai pemain pengganti ketika Milan menang atas Cagliari 3-1 (1/9). Kita masih menantikan debut pemain anyar lainnya pada pekan mendatang.