h1

Ironi Timnas Senior Indonesia

November 2, 2013

Timnas_Starting-XI

Timnas senior Indonesia meraih hasil positif setelah menang telak 4-0 atas Kirgistan dalam laga ujicoba internasional pada Jumat (1/11) di SUGBK Jakarta. Pertandingan tersebut merupakan bagian dari persiapan Tim Merah Putih menghadapi laga lanjutan Kualifikasi Piala Asia 2015 Grup C, yaitu bertandang ke Cina (15/11) dan menjamu Irak (19/11) nanti.

Ketika melawan Kirgistan, Jacksen F Tiago (JFT) membuat kejutan dengan memainkan tim inti yang berbeda dengan saat menjamu Cina (15/10). Perubahan terjadi di sektor tengah dan depan. Ahmad Jufrianto dipasang menemani Ahmad Bustomi, M.Taufiq, dan Raphael Maitimo sebagai kuartet gelandang. Di depan, Samsul Arif dan Zulham Zamrun dijadikan andalan. Boaz Solossa dan Titus Bonai berada di bangku cadangan, sementara Sergio van Dijk dan Greg Nwokolo tidak dipanggil karena masih cedera.

pasca gol pertama

Ternyata duet striker yang tidak biasanya diturunkan itu justru menghadirkan kejutan. Zulham mencetak dua gol di babak pertama yang merupakan umpan dari Samsul. Bagi kedua pemain tersebut, penampilan mereka kali ini juga merupakan debut di bawah pelatih JFT. Tibo yang menggantikan Samsul mencetak gol ketiga, sementara Jufrianto membuat gol keempat sekaligus gol penutup kemenangan Indonesia atas tim pecahan Uni Sovyet tersebut.

Namun ada hal yang ironis dalam laga Indonesia versus Kirgistan kemarin. Ketika di atas lapangan terjadi keriuhrendahan dengan empat gol yang diciptakan oleh anggota Skuat Garuda, ternyata hanya segelintir penonton yang datang langsung menyaksikan di stadion. Entah kenapa, sepertinya timnas senior saat ini kurang lagi dicintai setelah kesuksesan timnas U-19 pada September-Oktober lalu.

zulhamzamruni

Padahal, pada laga sebelumnya Indonesia sempat bermain imbang 1-1 dengan Cina pada Selasa (15/10) dalam Kualifikasi Piala Asia 2015 di SUGBK. Boaz mencetak gol tunggal yang membuat timnas terhindar dari kekalahan sekaligus meraih poin pertamanya dalam babak penyisihan grup. Cina, seperti halnya Arab Saudi dan Irak, termasuk tim papan atas di Asia. Hasil tersebut cukup baik mengingat Boaz dkk mesti tampil tanpa penonton karena adanya sanksi dari AFC atas pelanggaran yang dilakukan oleh suporter Indonesia. Indonesia pun masih berpeluang lolos ke putaran final Piala Asia 2015, tapi syaratnya wajib memenangi tiga laga sisa. Hal positif lainnya, peringkat FIFA tim asuhan Jacksen F Tiago naik peringkat, dari posisi 170 menjadi posisi 162.

Hasil gemilang yang dibuat oleh timnas Indonesia U-19 memang sangat sensasional. Tidak hanya lantaran gelar juara Piala AFF U-19 2013 dan tiket Piala AFC U-19 2014 berhasil diraih, tapi permainan atraktif Evan Dimas dkk layak membuat pencinta sepak bola Indonesia terpesona. Hal itu membuat kita akhirnya berharap timnas U-23 dan timnas senior pun bisa mengikuti jejak adik-adiknya, yaitu selalu tampil bagus dan meraih kemenangan. Hasil imbang timnas U-23 melawan Timor Leste di Sleman pada Rabu (30/10) dan hasil imbang timnas senior melawan Cina di Jakarta jadi terasa cukup mengecewakan bagi sebagian penonton, meski sebenarnya tidak adil jika ketiga timnas dalam level yang berbeda terus-menerus dikomparasikan.

Timnas_Bustomi_Tibo_Ruben

Satu hal lain yang menjadi ironi adalah nasib JFT bersama timnas Indonesia. Pelatih asal Brasil yang sukses membesut Persipura itu dikabarkan segera mengakhiri tugasnya hingga 19 November 2013, tepatnya setelah Indonesia melawan Irak. Yang menjadi pertanyaan, mengapa PSSI tidak berusaha mempertahankan posisinya, yaitu dengan mengontraknya secara resmi sebagai pelatih timnas senior Indonesia?

Meski baru beberapa bulan menangani Skuat Garuda, sudah mulai terlihat perkembangan positif dalam permainan timnas. JFT layak diberi kesempatan lebih baik dalam menangani para pemain terbaik di tanah air menjadi tim bermental juara yang disegani tim lawan. Sebenarnya ia sudah berada di tempat yang tepat, meski tentu harus mendapat dukungan positif dari PSSI, misalnya dengan menggelar laga ujicoba rutin untuk timnas yang sesuai dengan jadwal FIFA. Jadi mengapa PSSI rela melepas begitu saja Bung Jacksen dan mesti susah payah mencari-cari lagi siapa arsitek baru timnas berikutnya?

jacksen-tiago-ahmad-bustomi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: