Archive for Desember, 2013

h1

Persaingan Tiga Kota di Liga Inggris

Desember 31, 2013

Liga Premier Inggris 2013/14 mengakhiri tahun 2013 bertepatan dengan separuh musim. Arsenal memimpin klasemen setelah menjalani 19 pertandingan dengan 42 poin. Manchester City (41) dan Chelsea (40) menempati nomor 2 dan 3. Everton (37), Liverpool (36), Manchester United (34), Tottenham Hotspur (34), dan Newcastle United (33) menempati posisi 4 sampai dengan 8. Melihat komposisi penghuni papan atas klasemen, terlihat bahwa persaingan merebut gelar juara di Inggris nyaris hanya melibatkan klub-klub yang berasal dari tiga kota. Tujuh dari delapan tim zona bergengsi berasal dari London, Manchester, dan Liverpool. Hanya Newcastle United yang tidak berasal dari ketiga kota tersebut.

London diwakili oleh Arsenal, Chelsea, dan Hotspur. Manchester -sebagaimana biasanya- ada City dan United. Liverpool kini juga turut berpartisipasi melalui Everton dan Liverpool.

Aaron Ramsey Arsenal vs Liverpool Barclays Premier League 2013

Tim-tim dari London dan Liverpool mengalami kebangkitan musim ini serta berkesempatan besar mengakhiri dominasi duo Manchester yang menguasai EPL dalam tiga musim terakhir (2010-2013). Chelsea menjadi tim London terakhir yang menjuarai Liga Inggris pada musim 2009/10. Liverpool jauh lebih lama menanti karena terakhir kali The Reds meraih trofi pada musim 1989/90, ketika Liga Inggris bahkan belum bernama English Premier League.

Jadi berbeda dengan musim lalu, musim ini perebutan gelar juara di negeri Ratu Elizabeth bakal jauh lebih ketat dan sulit diduga. Peluang tujuh tim dari tiga kota tampaknya cukup berimbang. Meskipun mendekati akhir musim nanti, akhirnya mengerucut pada tiga atau empat tim belaka yang berpeluang juara. Tapi perebutan zona Liga Champion pun tetap menjadi sesuatu yang seru dan menarik disimak.

Tottenham Hotspur's Paulinho challenges Manchester United's Rooney during their English Premier League soccer match at White Hart Lane in London

Pensiunnya Sir Alex Ferguson dari kursi pelatih Manchester United akhir musim lalu bagaikan menjadi momentum lahirnya juara baru musim ini. David Moyes yang menggantikan Fergie terjerat masalah adaptasi karena materi pemain Red Devils relatif tidak berubah dari musim lalu, saat United menjadi kampiun.

Pada laga awal tahun 2014, Manchester United bakal menjamu Tottenham Hotspur di Old Trafford pada hari Rabu (1/1). Kedua tim tidak hanya mengoleksi poin yang sama, tapi juga memiliki hasil pertandingan yang sama pula : 10 kali menang, 4 kali seri, dan 5 kali kalah. United hanya unggul selisih gol (32-22) ketimbang Spurs (22-24). Keduanya jelas berusaha meraih poin penuh agar dapat memperbaiki kedudukan di klasemen.

Iklan
h1

Sehabis Medali Perak Kedua SEA Games

Desember 30, 2013

Tim sepak bola sebatas menyumbang medali perak untuk kontingen Indonesia di SEA Games 2013 Myanmar. Penantian panjang meraih medali emas -sesudah tahun 1991- tertunda lagi dan entah kapan berakhirnya. Kendati pencapaian timnas U-23 tahun ini sama dengan dua tahun silam, namun prosesnya berbeda dalam menuju laga final.

Pada SEA Games 2011 di depan publik sendiri, tim asuhan Rahmad Darmawan tampil perkasa sejak babak penyisihan. Mengalahkan Kamboja (6-0), Singapura (2-0), dan Thailand (3-1), Egi Melgiansyah dkk hanya sekali kalah 0-1 dari Malaysia. Pada semifinal, Indonesia menang atas Vietnam 2-0. Sayangnya, Tim Merah Putih bertekuk lutut dari Malaysia lewat adu penalti (3-4) sesudah bermain imbang 1-1 dalam 120 menit laga. Dewi fortuna tampaknya tak sudi berpihak pada kita. Meskipun demikian, aksi timnas U-23 sepanjang turnamen cukup menjanjikan. Dari enam laga yang dijalani, 14 gol tercipta ke gawang lawan dan hanya kebobolan 3 gol.

Konflik PSSI
Jika kondisi berlangsung normal, mayoritas anggota timnas SEA Games 2011 layak naik kelas ke timnas senior. Namun kita tentu masih ingat, konflik internal PSSI justru bertambah parah dan sungguh mengacaukan sepak bola nasional sepanjang tahun 2012. Timnas pun hanya bisa bermain dengan materi pemain ala kadarnya. KLB PSSI pada Maret 2013 menjadi babak baru yang mengakhiri perselisihan, kendati efek negatifnya mungkin masih ada hingga kini. Dualisme liga disepakati telah berakhir dan tahun 2014 akan berlangsung Liga Indonesia unifikasi. Timnas senior telah kembali bersatu dan diperkuat para pemain terbaiknya, meski gagal bersinar di Kualifikasi Piala Asia 2015. Timnas U-19 membawa kesegaran dengan prestasinya menjuarai Piala AFF U-19 2013 dan Kualifikasi Grup G Piala AFC 2014. Sementara itu timnas U-23 ditargetkan merebut medali emas SEA Games 2013 dengan kembali ditangani Rahmad Darmawan. Hasilnya, Kurnia Meiga dkk kembali gagal di partai puncak, kali ini kalah 0-1 dari Thailand.

Indonesia-Vs-Thailand

Berbeda dengan dua tahun silam, Skuat Garuda Muda tampil terseok-seok di babak penyisihan. Hanya menang 1-0 atas Kamboja, kalah 1-4 dari Thailand, bermain imbang dengan Timor Leste, dan akhirnya menang 1-0 atas Myanmar. Performa Indonesia membaik dengan menaklukkan Malaysia lewat adu penalti di semifinal (skornya sama dengan dua tahun lalu). Sayangnya, kendati sudah tampil lebih bagus, Ramdani Lestaluhu dkk hanya kembali mengalungi medali perak.

Tampil di Final
Tapi harapan harus terus dinyalakan. Kondisi PSSI kini relatif sudah kondusif. Beberapa anggota timnas U-23 telah pantas memperkuat timnas senior pada 2014. Mereka mungkin bakal menjalani debutnya di bawah Alfred Riedl, selain sejumlah nama yang telah memiliki caps seperti Kurnia Meiga, Diego Michiels, dan Andik Vermansah. Selain itu, masih ada delapan pemain yang masih bisa berlaga di SEA Games 2015. Mereka adalah Alfin Tuasalamony, Rony Beroperay, Manahati Lestusen, M.Syaifuddin, Syahrizal, Rizky Pellu, Ferinando Pahabol, dan Yandi Sofyan. Selain itu, dua tahun mendatang Evan Dimas dkk yang saat ini menjadi andalan timnas U-19 diharapkan sudah kian berkembang permainannya. Mereka berpotensi dipadukan menjadi timnas U-23 yang lebih baik ketimbang tahun ini. Paling tidak, PSSI kudu melanjutkan tradisi tampil di final SEA Games. Apa pun hasilnya nanti, lebih baik kita jangan terlalu terbebani dengan sejarah yang ada.

indo U23 perak

Tahun 2014 sebenarnya ada Asian Games yang merupakan tempat berlaga bagi tim U-23 seluruh Asia. Apakah PSSI tidak tertarik memanfaatkan ajang tersebut, sebagai sarana timnas U-23 menimba pengalaman dan mengukur kekuatan? Dua medali perak SEA Games (2011 dan 2013) selayaknya dapat menjadi modal kepercayaan diri bagi PSSI agar menjadi bagian dari kontingen Indonesia di Asian Games mendatang. Apalagi sejumlah negara Asia Tenggara pesaing kita sudah terbiasa mengirimkan tim sepak bolanya pula. Lantas bagaimana dengan PSSI?

h1

Milan dan Angka 13

Desember 24, 2013

Kekalahan AC Milan 0-1 dari tim sekota Internazionale pada Minggu (22/12) di Giuseppe Meazza menambah keterpurukan tim besutan Massimiliano Allegri. Hasil laga tersebut membuat posisi I Rossoneri kian melorot di klasemen. Uniknya, tercatat sejumlah koneksi antara Milan dan angka 13, yang kerap disebut sebagai angka sial.

Tim Merah-Hitam resmi mengakhiri tahun 2013 dengan menempati posisi 13 pada pekan ke-17 Serie A 2013/14. Riccardo Montolivo dkk pun gagal menang sebanyak 13 kali, yakni 7 kali imbang dan 6 kali kalah. Hanya 4 kali kemenangan yang mampu diraih dalam 17 pertandingan. Dengan jumlah poin 19, Milan tertinggal 27 poin dari Juventus yang memimpin klasemen dan hanya berjarak 5 poin dari Sassuolo yang berada di zona degradasi. Ironisnya, musim ini menjadi periode terburuk klub di bawah kepemilikan Silvio Berlusconi sejak 1986.

ricardo-kaka-milan-kapten

Namun kompetisi Serie A masih lebih separuh jalan. Jika tak mau terperosok lebih dalam di tahun depan, Allegri mesti bekerja lebih keras lagi membenahi performa anak asuhnya. Kehadiran pemain baru seperti Adil Rami dan Keisuke Honda diharapkan membawa kesegaran bagi tim. Para pemain yang selama ini terhadang cedera akan kembali pulih dan membuat Milan tampil dengan kekuatan terbaiknya. Semoga badai cedera tak terulang kembali nanti.

Untuk bisa meraih posisi 3 sebagaimana pada akhir musim 2012/13 memang berat sekali bagi I Rossoneri. Namun Ricardo Kaka dkk minimal bisa lolos dari degradasi dan tetap bertahan di Serie A musim depan. Selain itu, Milan masih berpeluang mendapatkan trofi di Piala Italia. Sementara dalam 16 Besar Liga Champion, Tim Merah-Hitam bakal berjumpa dengan Atletico Madrid. Meski tim asuhan Diego Simeone itu sedang melejit dan bersaing ketat dengan Barcelona maupun Real Madrid di Liga Primera, namun Milan biasanya memiliki tradisi bagus saban tampil di Eropa. Maka lolos ke perempat final bukanlah hal mustahil.

Semoga pihak manajemen pun lebih kompak dalam mendukung proses kebangkitan tim kebanggaan Milanisti dari keterpurukan. Forza Milan!

* Opini ini dimuat di Mingguan BOLA Edisi 2.543/2014.

h1

Uniknya Klasemen Sementara Liga Spanyol dan Inggris

Desember 24, 2013

Ada persamaan yang unik ketika kita menyimak klasemen sementara Liga Spanyol dan Liga Inggris pada pekan ke-17. Pemuncak klasemen La Liga (Barcelona) dan penghuni nomor dua (Atletico Madrid) memiliki nilai yang sama : 46. Demikian pula yang terjadi di Premier League, Liverpool dan Arsenal kompak mengumpulkan nilai 36.

Anehnya lagi, Barca dan Atletico melewati hasil pertandingan yang identik pula : 15 kali menang, sekali imbang, dan sekali kalah. Tim asuhan Gerardo Martino hanya unggul dalam statistik gol ketimbang tim asuhan Diego Simeone. Hal serupa terjadi pula pada Liverpool dan Arsenal. Kedua tim 11 kali menang, tiga kali imbang, dan tiga kali kalah pula. Tim Brendan Rodgers lebih produktif dibandingkan tim Arsene Wenger.

Klasemen sementara La Liga tidak akan berubah hingga pergantian tahun karena kompetisi diliburkan dan baru kembali berputar pada 4 Januari 2014. Sementara itu, klasemen Premier League bakal segera berubah dengan adanya tradisi lama khas Liga Inggris ’Boxing Day’ pada 26 Desember 2013.

Klasemen Sementara La Liga 2013/14
1. Barcelona 17 15 1 1 (49-12) 46
2. Atletico Madrid 17 15 1 1 (46-10) 46

Klasemen Sementara Premier League 2013/14
1. Liverpool 17 11 3 3 (42-19) 36
2. Arsenal 17 11 3 3 (33-17) 36

h1

Casillas Lebih Baik Bertahan

Desember 23, 2013

casillas cs_634x529

Pergantian pelatih Real Madrid dari Jose Mourinho ke Carlo Ancelotti ternyata tidak mengubah nasib Iker Casillas. Posisinya sebagai kapten dan kiper utama Los Blancos tidak lagi ditempatinya pada musim 2013/14, meski ia sudah sepenuhnya pulih dari cedera tangannya tempo hari. Diego Lopez, yang didatangkan ke Santiago Bernabeu sejak pertengahan musim 2012/13, tak tergoyahkan dan telah mantap menggantikan dirinya sebagai kiper utama Madrid, terutama di ajang La Liga.

Ancelotti untuk sementara ini hanya menurunkan Casillas ketika Los Merengues berlaga di Liga Champion Eropa. Dengan Casillas di bawah mistar, tim asuhan Don Carletto telah memastikan lolos ke 16 Besar pada laga keempat Grup B tanpa sekali pun kalah. Namun aksi cemerlang Casillas di ajang antarklub Eropa tak kunjung menjadikannya pilihan utama kembali di La Liga. Padahal di timnas Spanyol saja, ia masih dipercaya menjadi kapten dan kiper utama oleh pelatih Vicente del Bosque.

Tak heran jika Casillas pernah mengungkapkan hasratnya untuk hijrah dari Madrid pada jendela transfer musim dingin mendatang. Tentu saja banyak klub yang berminat merekrutnya, seperti Manchester City atau AC Milan.

Namun sebaiknya ia mengurungkan keinginannya tersebut. Musim ini Madrid memiliki potensi besar merengkuh gelar ke-10 Piala/Liga Champion atau La Decima. Casillas pun berpeluang menjadi kapten tim juara Piala Eropa dan Piala Dunia yang kemudian berhasil mengangkat trofi Liga Champion Eropa. Hal itu hanya akan menjadi kenyataan jika ia masih menjadi pemain Madrid. Oleh karena itu, Casillas lebih baik bertahan bersama Cristiano Ronaldo dkk agar bisa mengukir sejarah baru yang manis dalam hidupnya. Tetap sabar dan tekun berlatih, Iker! Semoga nasib bagus kembali berpihak kepadamu pada saat yang tepat nanti.

* Opini ini dimuat di BolaVaganza No.146 – Desember 2013.

h1

Juara Tinggal Selangkah Lagi

Desember 20, 2013

Indonesia mampu memperbaiki catatan pertemuan dengan Malaysia setelah menang lewat adu penalti 5-4 (1-1) dalam semifinal SEA Games 2013 pada Kamis (19/12). Bayang-bayang kekalahan di final SEA Games 2011 otomatis terhapus kini. Hampir seluruh pemain yang dimainkan Rahmad Darmawan bermain apik. Ada semangat pantang menyerah dan kerja sama antarlini pun terlihat makin baik. Bayu Gatra lebih dahulu mencetak gol di babak pertama, tapi Thamil Arasu mampu menyamakan kedudukan menjelang menit ke-90. Beruntung, Kurnia Meiga mampu menggagalkan dua tendangan pemain Malaysia dalam adu penalti. Alfin Tuasalamony, Diego Michiels, Yandi Sofyan, dan Ferinando Pahabol melaksanakan tugasnya dengan baik. Hanya Manahati Lestusen yang gagal dalam adu penalti. Tapi segenap anggota timnas layak mendapat ucapan selamat dan apresiasi tentunya.

352224hp2

Pada partai final yang berlangsung Sabtu (21/12), Indonesia berhadapan kembali dengan Thailand. Dalam laga kedua Grup B, Tim Gajah Putih pernah menang 4-1 atas Skuat Garuda. Namun Kurnia Meiga dkk telah belajar banyak dari kekalahan tersebut hingga akhirnya mampu tampil dalam perebutan medali emas. Pelatih Rahmad Darmawan pasti memahami pula bahwa mesti ada strategi berbeda agar tim asuhannya dapat menundukkan tim asuhan Kiatisuk Senamuang. Sikap bermain tanpa beban tampaknya menjadi salah satu resep mujarab agar punggawa timnas mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya, seperti halnya saat menghadapi Myanmar dan Malaysia. Kerja sama sebagai sebuah tim yang kompak juga mesti dapat ditingkatkan.

inamalisi

Tinggal selangkah lagi Indonesia meraih medali emas sepak bola di Myanmar. Semoga hal itu bakal diwujudkan menjadi nyata. Desember pun menjadi bulan ceria kita. Doa segenap bangsa senantiasa menyertai perjuangan para pemain di atas lapangan. Ayo, Indonesia bisa!

Prediksi tim inti Indonesia saat menghadapi Thailand pada Sabtu (21/12) :
1.Kurnia Meiga (k); 26.Alfin Tuasalamony, 29.M.Syaifuddin, 13.Manahati Lestusen, 24.Diego Michiels; 4.Rizky Pellu, 11.Dedi Kusnandar/8.Egi Melgiansyah, 7.Ramdani Lestaluhu/17.Ferinando Pahabol, 23.Bayu Gatra; 9.Yandi Sofyan, 22.Fandi Eko.

h1

Timnas Bersatu untuk Sejarah Baru

Desember 18, 2013

Sebelum mengalahkan Myanmar 1-0 pada Senin (16/12), penampilan timnas U-23 Indonesia terbilang mengecewakan. Menang tipis 1-0 atas Kamboja (9/12), kalah telak 1-4 dari Thailand (12/12), dan hanya imbang 0-0 dengan Timor Leste (14/12). Anak-anak asuhan Rahmad Darmawan tidak bermain dalam performa terbaiknya dan mengesankan terdapat masalah di dalam tim. Kesan tersebut terjawab sesudah membaca laporan Bung Ario Josia di Harian BOLA Senin (16/12), bahwa ternyata ada ketidakkompakan di antara para pemain. Hal itu tentu sangat disayangkan.

timnas-u-23-indonesia-yang-berlaga-di-sea-games-2013-myanmar-_131213074857-575

Namun permainan Ramdani Lestaluhu dkk pada laga terakhir Grup B memperlihatkan perubahan positif. Para pemain bermain tanpa beban dan tampak bekerja sama lebih baik, meski akhirnya hanya satu gol penalti dari Alfin Tuasalamony yang tercipta. Syukurlah, Indonesia berhasil lolos ke babak empat besar.

Laga selanjutnya adalah semifinal melawan Malaysia pada Kamis (19/12). Kita berharap Tim Merah-Putih benar-benar sudah menyatu dan mampu melupakan segala sekat perbedaan. Ingatlah semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”. Timnas mesti bersatu padu agar dapat menundukkan Malaysia. Tak perlu terbebani kekalahan di final SEA Games 2011 dan ambisi balas dendam. Bermainlah sewajarnya dengan penuh semangat dan mengedepankan kekompakan tim. Manfaatkanlah segala peluang emas yang tercipta. Lebih baik berniatlah untuk mencatat sejarah baru di Myanmar demi mengharumkan nama bangsa pada akhir tahun 2013.

0926498seagames780x390

Sekadar usul bagi Bung Rahmad, tampaknya Ramdani Lestaluhu lebih layak menjadi kapten utama timnas hingga akhir turnamen. Ia mampu menjadi penghubung yang baik di antara perbedaan rekan-rekannya. Dan ketika Ramdani menjadi kapten Indonesia melawan Myanmar, timnas pun meraih hasil positif. Semoga dua kali kemenangan mampu diwujudkan dan medali emas sepak bola SEA Games 2013 bisa berada dalam genggaman. Doa kami senantiasa menyertai perjuangan Skuat Garuda Muda di Myanmar.