h1

Sehabis Medali Perak Kedua SEA Games

Desember 30, 2013

Tim sepak bola sebatas menyumbang medali perak untuk kontingen Indonesia di SEA Games 2013 Myanmar. Penantian panjang meraih medali emas -sesudah tahun 1991- tertunda lagi dan entah kapan berakhirnya. Kendati pencapaian timnas U-23 tahun ini sama dengan dua tahun silam, namun prosesnya berbeda dalam menuju laga final.

Pada SEA Games 2011 di depan publik sendiri, tim asuhan Rahmad Darmawan tampil perkasa sejak babak penyisihan. Mengalahkan Kamboja (6-0), Singapura (2-0), dan Thailand (3-1), Egi Melgiansyah dkk hanya sekali kalah 0-1 dari Malaysia. Pada semifinal, Indonesia menang atas Vietnam 2-0. Sayangnya, Tim Merah Putih bertekuk lutut dari Malaysia lewat adu penalti (3-4) sesudah bermain imbang 1-1 dalam 120 menit laga. Dewi fortuna tampaknya tak sudi berpihak pada kita. Meskipun demikian, aksi timnas U-23 sepanjang turnamen cukup menjanjikan. Dari enam laga yang dijalani, 14 gol tercipta ke gawang lawan dan hanya kebobolan 3 gol.

Konflik PSSI
Jika kondisi berlangsung normal, mayoritas anggota timnas SEA Games 2011 layak naik kelas ke timnas senior. Namun kita tentu masih ingat, konflik internal PSSI justru bertambah parah dan sungguh mengacaukan sepak bola nasional sepanjang tahun 2012. Timnas pun hanya bisa bermain dengan materi pemain ala kadarnya. KLB PSSI pada Maret 2013 menjadi babak baru yang mengakhiri perselisihan, kendati efek negatifnya mungkin masih ada hingga kini. Dualisme liga disepakati telah berakhir dan tahun 2014 akan berlangsung Liga Indonesia unifikasi. Timnas senior telah kembali bersatu dan diperkuat para pemain terbaiknya, meski gagal bersinar di Kualifikasi Piala Asia 2015. Timnas U-19 membawa kesegaran dengan prestasinya menjuarai Piala AFF U-19 2013 dan Kualifikasi Grup G Piala AFC 2014. Sementara itu timnas U-23 ditargetkan merebut medali emas SEA Games 2013 dengan kembali ditangani Rahmad Darmawan. Hasilnya, Kurnia Meiga dkk kembali gagal di partai puncak, kali ini kalah 0-1 dari Thailand.

Indonesia-Vs-Thailand

Berbeda dengan dua tahun silam, Skuat Garuda Muda tampil terseok-seok di babak penyisihan. Hanya menang 1-0 atas Kamboja, kalah 1-4 dari Thailand, bermain imbang dengan Timor Leste, dan akhirnya menang 1-0 atas Myanmar. Performa Indonesia membaik dengan menaklukkan Malaysia lewat adu penalti di semifinal (skornya sama dengan dua tahun lalu). Sayangnya, kendati sudah tampil lebih bagus, Ramdani Lestaluhu dkk hanya kembali mengalungi medali perak.

Tampil di Final
Tapi harapan harus terus dinyalakan. Kondisi PSSI kini relatif sudah kondusif. Beberapa anggota timnas U-23 telah pantas memperkuat timnas senior pada 2014. Mereka mungkin bakal menjalani debutnya di bawah Alfred Riedl, selain sejumlah nama yang telah memiliki caps seperti Kurnia Meiga, Diego Michiels, dan Andik Vermansah. Selain itu, masih ada delapan pemain yang masih bisa berlaga di SEA Games 2015. Mereka adalah Alfin Tuasalamony, Rony Beroperay, Manahati Lestusen, M.Syaifuddin, Syahrizal, Rizky Pellu, Ferinando Pahabol, dan Yandi Sofyan. Selain itu, dua tahun mendatang Evan Dimas dkk yang saat ini menjadi andalan timnas U-19 diharapkan sudah kian berkembang permainannya. Mereka berpotensi dipadukan menjadi timnas U-23 yang lebih baik ketimbang tahun ini. Paling tidak, PSSI kudu melanjutkan tradisi tampil di final SEA Games. Apa pun hasilnya nanti, lebih baik kita jangan terlalu terbebani dengan sejarah yang ada.

indo U23 perak

Tahun 2014 sebenarnya ada Asian Games yang merupakan tempat berlaga bagi tim U-23 seluruh Asia. Apakah PSSI tidak tertarik memanfaatkan ajang tersebut, sebagai sarana timnas U-23 menimba pengalaman dan mengukur kekuatan? Dua medali perak SEA Games (2011 dan 2013) selayaknya dapat menjadi modal kepercayaan diri bagi PSSI agar menjadi bagian dari kontingen Indonesia di Asian Games mendatang. Apalagi sejumlah negara Asia Tenggara pesaing kita sudah terbiasa mengirimkan tim sepak bolanya pula. Lantas bagaimana dengan PSSI?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: