Archive for Februari, 2014

h1

Madrid Memimpin dan Angka Tiga

Februari 25, 2014

Sesudah dua pekan berurutan La Liga musim 2013/14 memiliki trio penguasa kembar yang memiliki poin sama, maka perubahan terjadi setelah pekan ke-25. Real Madrid menang, sedangkan Barcelona dan Atletico Madrid justru kalah. Los Blancos pun sendirian memuncaki Primera Division meninggalkan Blaugrana dan Los Rojiblancos. Yang menarik, Los Merengues tampil tanpa sejumlah pemain intinya. Selain Cristiano Ronaldo yang absen untuk ketiga kalinya, Madrid juga tidak diperkuat oleh Sergio Ramos, Marcelo, dan Luca Modric. Hal itu menunjukkan kedalaman skuat Carlo Ancelotti menjalani musim ini. Tiada kesenjangan berarti antara pemain inti dan pemain cadangan. Ketergantungan terhadap sejumlah pemain tertentu pun bisa dihindari.

Real-Madrid-v-Elche-640x360

Keberhasilan Los Blancos memimpin klasemen jornada 25 –uniknya- banyak berhubungan dengan angka tiga. Madrid mengalahkan Elche 3-0 di Santiago Bernabeu pada Sabtu (22/2). Tiga gol diciptakan oleh tiga pemain, yaitu : Gareth Bale, Asier Illarramendi, dan Isco. Sementara itu, Barca kalah 1-3 dari Real Sociedad dan Atletico kalah 0-3 dari Osasuna. Hasil itu membuat Blaugrana dan Los Rojiblancos mengalami kekalahan ketiganya di La Liga musim ini. Tim besutan Don Carletto pun mengoleksi nilai 63 dan berselisih tiga poin dengan kedua musuh besarnya. Madrid pun mampu tiga kali meraih poin tiga, meski tanpa CR7 yang menjalani hukuman. Pada laga ke-25 kemarin, Los Merengues dikapteni oleh Pepe yang menggunakan kostum nomor tiga. Dan terakhir, persaingan ketiga tim terbaik Spanyol masih akan berlanjut pada bulan ketiga mendatang hingga tiga bulan lagi kompetisi pun berakhir.

* Opini ini dimuat di Mingguan BOLA Edisi 2.551/2014.

Iklan
h1

Kemenangan 2-0 United dan Milan

Februari 25, 2014

372089hp2

Manchester United dan AC Milan meraih hasil yang sama pada pertandingan pekan keempat Februari 2014. United dan Milan menang dengan skor 2-0 ketika bermain tandang di liga lokal masing-masing. Kedua tim pun telah menderita delapan kali kekalahan sejauh ini. Tim besutan David Moyes mengandaskan Crystal Palace pada laga ke-27 EPL di hari Sabtu (22/2). Robin van Persie dan Wayne Rooney masing-masing menyumbang satu gol. Sementara itu, anak asuh Clarence Seedorf menundukkan Sampdoria pada laga ke-25 Serie A di hari Minggu (23/2). Adel Taarabt dan Adil Rami membuat gol kemenangan timnya.

Para pencetak gol kedua tim ternyata memiliki benang merah. Van Persie mengenakan kostum nomor 20 dan Rooney bernomor 10. Taarabt menggunakan kostum nomor 23 dan Rami bernomor 13. Apakah persamaannya? Ada selisih angka 10 di antara nomor kostum RvP dan Wazza maupun kedua pemain baru Milan yang sama-sama berdarah Maroko.

milangetty

Kemenangan itu membuat penggemar kedua klub kembali tersenyum. Laga terakhir United sebelumnya adalah bermain imbang 2-2 dengan Fulham (9/2), padahal Rooney dkk sudah sempat unggul selama 90 menit. Sedangkan Rossoneri kalah 0-1 dari Atletico Madrid di Liga Champion pertengahan pekan lalu (19/2). Tren positif Red Devils maupun Rossoneri diharapkan terus berlanjut pada laga-laga berikutnya. Fans di seluruh dunia pasti ingin kembali ceria menyaksikan performa tim kesayangannya.

h1

Kontradiksi Rossoneri

Februari 16, 2014

AC Milan belum mampu bangkit dari keterpurukan di Serie A. Sesudah menang atas Atalanta 3-0 (6/1), Ricardo Kaka dkk mesti menelan pil pahit kembali dengan kalah 3-4 dari Sassuolo. Posisi Rossoneri ada di nomor 11 pada pekan ke-19 (paruh musim pertama) berselisih 30 poin dengan Juventus sebagai pemuncak klasemen dan 20 poin di bawah Napoli yang duduk di peringkat ketiga Serie A (zona Liga Champion). Kesabaran pihak manajemen telah habis, Massimiliano Allegri pun resmi dipecat pada pertengahan musim 2013/14. Clarence Seedorf telah ditunjuk sebagai pelatih baru, meski mantan pemain Tim Merah-Hitam tersebut masih nihil pengalaman manajerial. Sebelum Seedorf resmi bertugas di San Siro, Mauro Tasssoti sebagai pelatih sementara membawa timnya menang 3-1 atas Spezia (15/1) dan lolos ke 8 besar Coppa Italia. Keisuke Honda mencetak gol pertamanya untuk Milan. Giampaolo Pazzini yang baru pulih dari cederanya pun mampu kembali membuat gol. Sebuah sinyal bagus menyambut kehadiran pelatih baru tentunya.

acmilan_tassoti_seedorf

Melihat posisi Rossoneri yang bagaikan tim semenjana di Liga Italia musim ini menjadi sebuah kontradiksi kala melihat kiprahnya di Eropa. Ketika masih ditangani Allegri, Milan justru mampu menyelamatkan muka sepak bola Italia dengan menjadi wakil tunggal Serie A di babak 16 Besar Liga Champion Eropa 2013/14. Milan menjadi runner-up Grup H di bawah Barcelona.
Juventus yang begitu perkasa di dalam negeri dan siap mencetak hattrick meraih scudetto musim ini ternyata tak kuasa lolos dari persaingan Grup B. Real Madrid dan Galatasaray menjadi tim yang lolos dari grup tersebut. Sementara itu, Napoli boleh dibilang tidak beruntung karena mesti tersisih, padahal memiliki poin yang sama dengan Borussia Dortmund dan Arsenal sebagai wakil Grup F.

Milan akan berjumpa dengan Atletico Madrid di babak 16 Besar Liga Champion yang berlangsung pada 19 Februari dan 19 Maret 2014. Di atas kertas, tim besutan Diego Simeone lebih pantas dijagokan menang. Atletico merupakan tim yang diprediksi mampu mengakhiri dominasi Barcelona dan Madrid dengan menjadi jawara La Liga musim ini. Posisi di paruh musim telah menunjukkan kehebatan Diego Costa dkk. Simeone pun terbukti bertangan dingin dengan membawa timnya memenangkan Liga Europa 2011/12, Piala Super Eropa 2012, dan Copa del Rey 2012/13. Sementara itu, Rossoneri justru ditangani oleh Seedorf yang masih hijau sebagai pelatih. Namun siapa tahu, pengalaman lelaki Belanda itu sebagai pemain bermental juara bisa ditularkan kepada anak asuhnya. Apalagi Milan sendiri memiliki tradisi bagus saban berlaga di ajang antarklub Eropa. Jadi, siapa pun masih mungkin lolos ke babak selanjutnya. Hasil di lapangan jelas bisa berbeda dengan prediksi di atas kertas.

* Opini ini dimuat di BolaVaganza No.148 – Februari 2014.

h1

Sebuah Hari yang Tidak Biasa

Februari 14, 2014

Sebuah hari yang tidak biasa. Bukan hanya bagi mereka yang tinggal di Kelud dan sekitarnya, melainkan juga bagi kita yang mendapat kiriman hujan abu.

Gunung Kelud di Jawa Timur pada Kamis malam (13/2) mengeluarkan isi perutnya. Warga yang tinggal di sekitar gunung itu pun mesti mengungsi, meninggalkan sementara tempat tinggal dan harta benda yang dimilikinya. Dan sejak Jumat dini hari, sebagian benda yang dikeluarkan Kelud kembali ke bumi, dalam wujud hujan abu yang sampai di Yogyakarta. Matahari seperti bersembunyi entah di mana ketika pagi tiba.

1798469_814396415243453_1374461617_n

Anak-anak diliburkan sekolahnya, orangtuanya pun mungkin sebagian tidak berangkat bekerja. Meskipun pasti tetap ada yang dengan ikhlas meninggalkan rumahnya demi melaksanakan tugasnya meringankan beban orang lain.

Akhirnya hujan abu pun berhenti. Terang pun datang Jumat ini, kendati jalan besar menjadi gelap oleh abu debu beterbangan.

Semoga erupsi Kelud lekas berhenti, hujan abu tak turun lagi, dan kerinduan kami pada air yang turun dari langit -hujan sewajarnya belaka- lekas mendapat jawaban.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan berkah perlindungan untuk kita semua di mana saja. Amin…

h1

Mencuri Dengar dari Langit

Februari 11, 2014

Lumrah belaka sejatinya bahwa menjalani hidup kadang kala diwarnai hal-hal yang mengejutkan. Ketika kejutan itu menyenangkan, syukurlah jika demikian. Namun ketika kejutan itu sangat mengecewakan, mesti bersabarlah kita menghadapinya. Apa yang belum lama ini terjadi pada ayahku termasuk kejutan kategori kedua. Dan ternyata memang tidaklah mudah mempraktikkan apa yang sudah kita pahami teorinya ketika hal itu terjadi pada diri sendiri. Begitulah yang tengah kualami.

Betapa aku merasa sedih, marah, kecewa, dan terhina saat mengetahui Bapak ditangkap oleh aparat penegak hukum dengan tuduhan korupsi. Laksana badai tsunami tiba-tiba menerjang kehidupan keluargaku, menjadikannya berantakan, terobrak-abrik tak karuan. Sama sekali tak kuduga, ayahku yang dalam kesehariannya begitu bersahaja dan tak pernah silau harta kebendaan, ternyata justru tersangkut kasus yang melukai hati bangsa sendiri. Segala kebaikan dan keteladanan yang pernah dicatat Bapak sepanjang hidupnya serta merta sirna, tak ada artinya apa-apa bagi sesiapa.

Silakan media maupun publik di seluruh penjuru negeri menilai para tersangka koruptor pada umumnya tetap tersenyum ceria, tak merasa berdosa, dan malah terkesan bangga kala kasusnya menjadi pusat perhatian banyak orang. Apalagi biasanya mereka hanya mendapat hukuman ringan atau malah bebas dari hukuman karena tak terbukti bersalah di pengadilan. Namun tidaklah demikian yang terjadi dengan ayahku. Aku tahu persis hal itu.

Hancur lebur sanubari Bapak menghadapi kenyataan bahwa apa yang menurut beliau telah dikerjakannya secara profesional ternyata dianggap mengandung kesalahan yang signifikan. Bapak disangka memperkaya dirinya secara tidak sah lewat jabatannya. Sesuatu yang jelas melenceng jauh dari jati diri beliau, yang selalu menjunjung tinggi nilai kejujuran maupun kerja keras serta bersukacita menjalani hidup sederhana apa adanya. Dan lebih remuk redam lagi hati Bapak, begitu menyadari telah secara langsung mengoyak kehidupan istri dan anak-anaknya sendiri yang selama ini sudah relatif bahagia, tenteram, dan sejahtera.

Ibu tampak menangis tak berkesudahan, kendati kakak sulungku berusaha menenangkan hatinya. Aku sendiri tak mengerti mesti berbuat apa, bergeming di rumah belaka. Tak bisa kubayangan apa yang terjadi esok hari ketika bertemu lagi dengan kawan-kawanku di kampus. Yang jelas, aku tak sudi menonton televisi maupun berselancar di dunia maya. Semua alat komunikasi pun kumatikan sementara. Semula aku merasa seluruh dunia pasti bakal memusuhiku dan keluargaku. Namun kemudian terlihat ada tetangga dekat maupun sejumlah kerabat yang memberikan dukungan bagi kami sekeluarga. Mereka datang menemui atau sekadar menelepon Ibu. Mereka berharap kami tegar dan ikhlas menghadapi kejutan tak menyenangkan dalam hidup kami. Aku tak mengerti, apakah mereka tulus menyatakannya atau sebatas basa-basi. Hal itu bukanlah urusanku. Cuma aku merasa tetap perlu berterima kasih atas simpati mereka.

Beberapa kawan dekatku pun akhirnya menemuiku karena seluruh kontak personalku tak bisa dihubungi. Mereka membesarkan hatiku dan mengajakku bercanda tawa bagaikan tidak terjadi prahara dalam keluargaku. Yah, aku jadi teringat sebuah nasihat bahwa Tuhan senantiasa membagikan soal ujian yang sesuai dengan kapasitas hamba-Nya masing-masing. Kucoba meyakininya, entah apakah ayahku sebenarnya memang bersalah atau menjadi korban fitnah semata.

Namun ada satu hal yang serta merta mengusik pikiran dan perasaanku tentang sebuah peristiwa tempo hari. Bagaikan sebuah firasat belaka. Jika waktu itu Bapak bersedia mendengarkan pesan tersebut dan sudi mengikutinya, barangkali tidak bakal menjadi kacau balau begini situasinya. Ada seseorang yang sudah pernah mengingatkan ayahku agar tak usah menerima jabatan yang ditawarkan kepadanya karena hanya akan mengancam keselamatan hidup beliau selanjutnya. Namun Bapak mengabaikannya dan tetap bergeming dengan sikapnya.

“Apa untungnya buat Bapak mendengarkan kata-katanya? Bapak bahkan tidak mengenal siapa orang itu sebenarnya. Apalagi jika dia ternyata seorang dukun peramal atau cenayang, kita justru dilarang mempercayai mereka.” Begitulah alasan Bapak yang membuatku tak mampu memberi argumentasi lagi, setelah sebelumnya kusarankan agar memerhatikan apa katanya.

Sebenarnya Ibu sempat pula memikirkan apa yang diucapkan orang itu, namun Bapak berhasil meyakinkannya agar tak usah menganggapnya ada belaka.

“Ibu pasti tahu kan, dari mana mereka punya kemampuan meramalkan nasib orang lain? Ada jin atau iblis yang mencuri dengar dari langit, lalu memberitahunya dengan disertai dusta di sana sini. Mereka saja tidak bisa meramalkan nasibnya sendiri, kenapa jadi merasa tahu apa yang bakal terjadi pada orang lain? Ibu masih mau percaya kepada mereka?”

“Iyalah, Pak. Ibu percaya apa kata Bapak saja.”

“Ingatlah bahwa setiap pekerjaan apa pun pasti memiliki risiko tersendiri. Demikian pula ketika Bapak memutuskan menerima jabatan ini. Pokoknya Ibu dan anak-anak tenang saja, Bapak selalu bekerja secara profesional dan tidak bakal neka-neka.

Yogyakarta, Agustus 2013.

# Cerpen ini dimuat di Kedaulatan Rakyat Minggu, 9 Februari 2014.

h1

Anugerah Kekuatan dan Bakat

Februari 11, 2014

Setiap manusia dikaruniai dua anugerah : kekuatan dan bakat. Kekuatan mengarahkan kita menuju takdir kita. Bakat mewajibkan kita untuk berbagi unsur-unsur terbaik dalam diri kita dengan orang-orang lain.
(Paulo Coelho)

h1

Sisi Manusiawi Cristiano Ronaldo

Februari 7, 2014

Cristiano Ronaldo adalah pemain sepak bola terbaik dunia saat ini dengan FIFA Ballon d’Or 2013 yang disandangnya sejak 13 Januari 2014. Kendati drama kontroversi mengiringi kemenangannya, namun bagaimanapun CR7 telah resmi menjadi yang terpilih. Cristiano terharu ketika memberi kata sambutan seusai menerima penghargaan di Zurich. Hal itu menunjukkan sisi manusiawi sang kapten Portugal. Kendati kerap dikesankan sebagai sosok arogan, bintang Real Madrid itu mampu mengeluarkan sisi kelembutannya di depan publik.

Cristiano-Ronaldo-Crying-Ballon-dOr

Namun pada saat Madrid ditahan imbang Athletic Bilbao 1-1 pada pekan ke-22 La Liga (2/2), CR7 menunjukkan sisi kemanusiaannya yang lain. Pada menit ke-75 Ronaldo diusir wasit karena bereaksi berlebihan terhadap seorang pemain tim lawan, yang efeknya memancing amarah para pemain Bilbao lainnya. Keharusan memenangkan Madrid, setelah Barcelona kalah dan Atletico memuncaki klasemen, membuat CR7 berada dalam tekanan dan tak mampu mengendalikan amarahnya yang berbuah kartu merah. Hal itu menunjukkan bahwa seorang pemain hebat bernama Cristiano Ronaldo tetaplah manusia biasa. Adakalanya ia bersikap lembut, tapi bisa pula berbuat kasar pada masa berbeda. Dengan segenap kelebihannya, ia tetap memiliki kekurangan selayaknya manusia lainnya.

real-madrid-vs-athletic-bilbao-01

Namun mengingat peranannya yang sangat signifikan dalam tim, baik Madrid maupun Portugal, Ronaldo mestinya bisa lebih dewasa dan lihai mengontrol emosinya. Ketidakhadirannya jelas menjadi kerugian tersendiri bagi tim yang diperkuatnya. Apalagi ia pun merupakan figur publik yang memiliki banyak penggemar di seluruh dunia. Semoga CR7 mampu memetik pelajaran berharga dari hal buruk yang telah dilakukannya. Real Madrid dan Portugal masih berpeluang menggapai prestasi bersama pemain terbaik dunia yang dimilikinya.

* Opini ini dimuat di Mingguan BOLA Edisi 2.548/2014.