Archive for Maret, 2014

h1

Saatnya Kapten Utama Turun di La Liga

Maret 28, 2014

Pekan keempat Maret 2014 bukanlah waktu yang bersahabat dengan Real Madrid. Menjamu Barcelona di Santiago Bernabeu pada Minggu (23/3), Los Blancos takluk 3-4. Dua gol Karim Benzema dan satu gol Cristiano Ronaldo menjadi tidak berarti karena sebuah gol yang dicetak Andres Iniesta serta hattrick Lionel Messi. Sergio Ramos yang menjadi kapten Madrid justru mendapat kartu merah dan membuatnya tercatat tiga kali diusir wasit dalam laga el clasico. Hasil jornada 29 membuat tim besutan Carlo Ancelotti menderita kekalahan ketiga dan turun ke posisi kedua klasemen Liga Spanyol 2013/14.

Madrid-VS-Barcelona-3-4-Penuh-Kontroversi

Tiga hari kemudian, CR7 dkk mesti kembali menelan pil pahit. Bermain tandang menghadapi Sevilla pada Rabu (26/3), Madrid kalah 1-2. Gol tunggal Cristiano mampu dibalas dengan dua gol Carlos Bacca. Los Blancos pun sudah empat kali kalah dan membuat kedudukannya di klasemen melorot di nomor tiga pada jornada 30. Atletico Madrid yang sementara memimpin Primera Division diikuti Barcelona.

Melewati dua kekalahan beruntun, tampaknya Don Carletto perlu mempertimbangkan diturunkannya Iker Casillas di La Liga. Bukan berarti Diego Lopez bermain buruk, meski nyatanya ia memang kebobolan 6 gol dalam dua laga terakhir. Tapi tampaknya para pemain memerlukan spirit baru dan Casillas sebagai kapten utama Los Blancos jelas memiliki kapasitas mengangkat moral rekan-rekannya. Sergio Ramos sudah membuktikan dirinya belum layak memimpin timnya saat melawan tim kuat seperti Atletico dan Barcelona. Sementara Casillas justru telah menunjukkan kualitasnya di Copa del Rey dan Liga Champion musim ini.

iker-casillas-clean-sheet-record-for-real-madrid

Madrid akan menjalani el clasico ketiga di final Copa del Rey (16/4), setelah sukses mengandaskan Atletico di semifinal. Hebatnya, gawang Santo Iker tidak sekali pun kebobolan sebelum sampai partai puncak. Selain itu, Casillas dkk akan menghadapi Borussia Dortmund dalam perempat final Liga Champion (2/4 dan 8/4). Ketika musim lalu Madrid disingkirkan Dortmund pada semifinal Liga Champion, kebetulan Lopez yang menjadi kiper. Tiba momentumnya bagi Casillas memimpin rekan-rekannya menundukkan tim besutan Juergen Klopp musim ini. Jadi mengapa Ancelotti tak kunjung mempercayai kiper nomor satu Spanyol itu sebagai kiper utama Madrid kembali di liga lokal?

h1

Milan Bisa Menang Lagi

Maret 27, 2014

Sesudah menderita empat kali kekalahan beruntun dan sekali hasil imbang, akhirnya AC Milan mampu meraih kemenangan 2-0 saat bertandang melawan Fiorentina pada Rabu (26/3). Phillipe Mexes dan Mario Balotelli menjadi pencetak gol Rossoneri untuk membawa pulang tiga poin dari Artemio Franchi. Hasil itu menjadi kejutan yang menyenangkan bagi Milanisti, mengingat sebelumnya Tim Ungu lebih diunggulkan memenangkan laga kandangnya menjamu Tim Merah-Hitam.

Kendati hasil tersebut masih menempatkan Milan di nomor 12 klasemen Serie A 2013/14, namun setidaknya posisi Clarence Seedorf masih cukup aman sebagai arsitek Rossoneri. Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa Seedorf akan langsung dipecat jika meraih hasil buruk saat Milan berhadapan dengan Lazio (23/3) dan Fiorentina. Ternyata hasilnya adalah imbang 1-1 dan menang 2-0. Empat poin dapat diraih anak-anak Milan dalam dua pertandingan.

Fiorentina-0-2-Milan-Serie-A

Uniknya, hasil laga dan poin yang dikumpulkan Milan sama dengan Torino (11) dan Genoa (12). Ketiga tim sama-sama telah bermain 30 kali, dengan hasil menang 10 kali, imbang 9 kali, dan kalah 11 kali. Poin yang dikumpulkan ketiganya adalah 39. Torino hanya unggul selisih gol (43-39) ketimbang Milan (44-43) dan Genoa (34-36).

Mudah-mudahan Kaka dkk terus meraih hasil positif dalam delapan pertandingan Serie A yang tersisa musim ini. Tiket ke Liga Europa masih terbuka untuk diraih, meski cukup berat karena Fiorentina, Inter, dan Parma memiliki peluang lebih baik. Yang jelas, waktu yang dimiliki Seedorf selama ini memang terlalu sempit agar ide-idenya yang brilian mampu diterjemahkan dengan baik oleh tim asuhannya. Masa pramusim adalah waktu yang tepat agar Milan bisa tampil jauh lebih apik musim 2014/15 mendatang. Perombakan pemain pun tampaknya menjadi hal yang wajar terjadi.

h1

Manchester United Paling Inggris

Maret 20, 2014

Adakalanya roda nasib cepat sekali berputarnya. Baru pada Minggu lalu (16/3) Manchester United takluk 0-3 dari Liverpool di Old Trafford dalam laga ke-29 Liga Premier. Wayne Rooney dkk pun kian terpuruk di klasemen liga dalam negeri. Ternyata tiga hari berselang, pada Rabu (19/3) United justru mampu menang 3-0 atas Olympiakos di depan pendukungnya, tepatnya dalam leg kedua babak 16 besar Liga Champion. Keajaiban hadir di saat tepat bagi tim besutan David Moyes. Berbekal kekalahan 0-2 ketika melawat ke Yunani sebulan silam, United berhasil membalikkan keadaan. Robin van Persie menjadi pahlawan bagi timnya dengan memborong seluruh gol. Tim Setan Merah pun berhak lolos ke babak perempat final dengan skor agregat 3-2. Tak hanya RvP yang mencetak hattrick, hampir semua pemain yang diturunkan Moyes tampil cemerlang, termasuk kiper David de Gea dan pemain paling senior Ryan Giggs.

Soccer - UEFA Champions League - Round of 16 - Second Leg - Manchester United v Olympiakos - Old Trafford

Ada satu hal yang menjadi faktor pembeda MU dengan klub Inggris lainnya ketika tampil di perdelapan final Liga Champion. Manchester Merah menurunkan lebih banyak pemain Inggris sebagai pemain inti ketimbang Arsenal, Manchester City, maupun Chelsea. Terdapat lima pemain lokal di starting line-up United, yaitu : Rio Ferdinand, Phil Jones, Michael Carrick, Wayne Rooney, dan Danny Welbeck. Arsenal hanya memainkan satu pesepak bola Inggris (Alex Oxlade-Chamberlain), sedangkan terdapat masing-masing tiga pemain Inggris di City (Joe Hart, Joleon Lescott, dan James Milner) dan Chelsea (John Terry, Gary Cahill, dan Frank Lampard). Arsenal dan City telah kandas, sementara United dan Chelsea berhasil melangkah ke perempat final. Mungkin Red Devils bisa dikatakan sebagai wakil Liga Inggris yang paling beraroma Inggris.

* Opini ini dimuat di Harian BOLA Sabtu-Minggu, 22-23 Maret 2014.

h1

Setan Merah yang Merana

Maret 19, 2014

Dua tim yang memiliki julukan “Setan Merah” meraih hasil buruk yang identik pada laga yang berlangsung Minggu, 16 Maret 2014. Bermain di kandang sendiri, baik Manchester United maupun AC Milan justru ditaklukkan tamunya. United kalah 0-3 dari Liverpool di Old Trafford, sementara Milan versus Parma berakhir 2-4 di San Siro.

Danny Welbeck Robin van Persie Wayne Rooney Manchester United

Anehnya, kedua tim kandas dalam kondisi seorang pemainnya diusir wasit dan tim lawan dihadiahi penalti. The Red Devils kehilangan Nemanja Vidic pada menit ke-77, sementara Il Diavolo Rosso tak lagi diperkuat Christian Abbiati sejak menit ke-8. Dua dari tiga gol Liverpool dicetak Steven Gerrard dari titik penalti, sementara satu gol lagi disumbang Luis Suarez. Dua gol Parma diborong Antonio Cassano (salah satunya gol penalti), sementara Amauri dan Jonathan Biabiany menggenapkan kemenangan timnya. Jika pemain United tak bisa mencetak gol sama sekali, pemain Milan sempat membobol gawang Parma melalui Mario Balotelli dan Adil Rami.

Kekalahan tersebut tentu saja semakin mengecewakan para pendukung kedua tim yang sudah berkali-kali mendapat kejutan tidak menyenangkan musim ini. David Moyes telah membawa timnya mengalami kekalahan ke-9 di liga lokal. United terpaku di peringkat ke-7 pada pekan ke-29 EPL 2013/14. Sementara itu, Clarence Seedorf melewati empat kekalahan beruntun selama menangani Rossoneri, tiga kali di antaranya di Serie A. Milan pun sudah menderita 11 kali kekalahan dan berada pada posisi ke-11 pada pekan ke-28 Serie A 2013/14.

balotelli kaka pazzini

EPL tinggal menyisakan sembilan laga, sedangkan Serie A masih ada 10 pekan lagi. Menjadi harapan suporter agar United dan Milan masih dapat memperoleh tiket ke Eropa musim depan, setidaknya ke Liga Europa. Hal itu jelas bukan sesuatu yang mudah untuk diwujudkan saat ini. Entah apa lagi yang bisa dilakukan Moyes dan Seedorf agar tidak membuat Setan Merah kian merana.

* Opini ini dimuat di Mingguan BOLA Edisi 2.554/2014.

h1

Harapan Perubahan di Era Alfred Riedl

Maret 18, 2014

Kekalahan 0-1 dari Arab Saudi dalam pertandingan terakhir Grup C Kualifikasi Piala Asia 2015 pada 5 Maret 2014 lalu menjadi debut Alfred Riedl dalam periode keduanya menangani timnas senior Indonesia. Kendati Hamka Hamzah dkk sudah bertahan habis-habisan dan Kurnia Meiga mampu mementahkan sejumlah peluang emas tim tuan rumah, tapi Fahad Al-Muwallad masih bisa satu kali membobol gawang Skuat Garuda di menit ke-86. Walau akhirnya gagal membawa pulang poin dari kota Dammam, namun tidak kalah telak dari juara Grup C Kualifikasi Piala Asia 2015 merupakan hasil lumayan.

Berada satu grup dengan Arab Saudi, Irak, dan Cina memang hasil undian yang tidak menyenangkan untuk Indonesia. Ketiga tim tersebut merupakan tim papan atas Asia. Apalagi pada awal kualifikasi, konflik internal yang terjadi di PSSI membuat timnas tidak bisa tampil dengan materi pemain terbaiknya.

Tim Merah-Putih melewati enam laga kualifikasi Piala Asia di bawah tiga pelatih yang berbeda. Materi pemain yang diandalkan pun mesti berkali-kali mengalami perubahan. Ketika dilatih Nilmaizar dan duet Rahmad Darmawan-Jacksen F Tiago, timnas masing-masing sekali kalah dari Irak (0-1) dan Arab Saudi (1-2). Satu-satunya hasil imbang diraih ketika Indonesia menjamu Cina (1-1) di bawah JFT. Selanjutnya timnas besutan pelatih Brasil itu dua kali kalah dari Cina (0-1) dan Irak (0-2). Laga tandang menghadapi Arab Saudi -di bawah Riedl- memungkasi perjalanan Indonesia di kualifikasi Piala Asia 2015. Indonesia menjadi juru kunci grup dengan hasil sekali imbang dan lima kali kalah. Boaz Solossa memborong dua gol timnas, sementara delapan gol bersarang di gawang Indonesia yang bergantian dijaga oleh Endra Prasetya, Kurnia Meiga, dan Made Wirawan.

Meski memanggil sejumlah pemain baru yang belum pernah memperkuat timnas senior, tapi Alfred masih menurunkan para pemain senior ketika melawan Arab Saudi. Mungkin dipandang riskan menurunkan pemain debutan pada laga resmi menghadapi sebuah tim yang di atas kertas jelas memiliki kekuatan lebih baik ketimbang Indonesia. Hasilnya pun hanya kalah tipis. Dalam awal periode keduanya bersama Skuat Garuda, Alfred cenderung memakai formasi 4-3-3. Berbeda dengan periode pertamanya tempo hari (2010-2011), pelatih asal Austria itu fanatik dengan formasi 4-4-2. Formasi yang juga sering dipakai di tim-tim yang pernah ditukanginya macam Vietnam serta Laos.

Sesudah gagal tampil di Piala Asia 2015, kini saatnya timnas menatap ke depan, yakni menjalani proses berikutnya menuju target menjuarai Piala AFF 2014.

Berharap Darah Muda
Dalam sejumlah laga uji coba nanti, pelatih akan mencoba pemain-pemain pilihannya hingga tersusun komposisi tim yang terbaik. Perubahan formasi juga bukan merupakan hal yang mustahil. Kita pun layak berharap nama-nama seperti Alfin Tuasalamony, Manahati Lestusen, Irsyad Maulana, Bayu Gatra, atau bahkan Evan Dimas bakal menjadi pemain andalan timnas senior selanjutnya dan mereka mampu mempersembahkan gelar juara bagi Indonesia.

Pelatnas di masa libur kompetisi seiring pelaksanaan Pemilu Legislatif menjadi awal bagi Alfred membangun kekuatan timnas buat keperluan Piala AFF 2014. Banyak waktu bagi pelatih asal Austria itu mencoba kemampuan sebanyak mungkin pemain.

Biarpun sedikit terlambat, saya mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-30 untuk BOLA. Semoga kian berjaya dan tetap setia mengawal dunia olah raga Indonesia berproses menuju ke arah yang lebih baik.

* Opini ini dimuat di Opini Publik Harian BOLA Selasa, 18 Maret 2014.

h1

Tepat Sebulan Silam dan Hari Ini

Maret 14, 2014

Tepat sebulan silam -Jumat, 14 Februari 2014- terjadi sesuatu yang tidak biasa terjadi di kota kita. Hujan abu dari Kelud membuat hari itu begitu berbeda. Dan apa yang kita rasakan hari ini, kala matahari terang bersinar sejak pagi, langit biru disertai awan putih yang berarak tenang, dengan angin sejuk bertiup tak kencang?
Syukur kita pada-Nya memang layak terungkap setiap masa.

h1

Berkat Kerabat

Maret 13, 2014

Kehadiran sejumlah kerabat dari desa di rumah kami -pada Senin (10/3) kemarin- ternyata menjadi berkah tersendiri, karena anak cucu mendiang Bapak dan Ibu (para kakak dan keponakan saya) jadi menyempatkan waktu mendatangi rumah orangtua kami lagi yang rada jarang mereka kunjungi, terutama sejak Ibu tutup usia tujuh tahun silam.
Meski pada sisi yang lain, adakalanya kami masih tetap berjumpa dan bercengkrama bersama di tempat berbeda. Yang penting, pertalian kasih sayang dalam keluarga tetap terjaga senantiasa.