Archive for April, 2014

h1

Kejutan Besar Los Blancos di Muenchen

April 30, 2014

Real Madrid benar-benar membuat kejutan besar ketika bertandang ke Fussball Arena pada Selasa (29/4). Tuan rumah Bayern Muenchen, yang diperkirakan mampu membalas kekalahan 0-1 pada semifinal pertama, justru kalah 0-4 dan mesti menanggung malu di depan publiknya sendiri.

Tampaknya kepercayaan diri dan optimisme berlebihan membuat tim besutan Pep Guardiola cenderung meremehkan tim asuhan Carlo Ancelotti. Bisa jadi Pep terbuai catatan gemilangnya saat menukangi Barcelona menghadapi Madrid. Dia lupa kini menangani Muenchen, lalu ada pula sosok Don Carletto di Los Merengues musim ini. Mantan pelatih AC Milan dan Chelsea itu terkenal jago strategi sebagaimana pelatih top Italia lainnya, apalagi ada sosok Zinedine Zidane yang menemaninya di bangku cadangan. Alhasil, Sergio Ramos dan Cristiano Ronaldo mencetak masing-masing dua gol serta berhasil menghukum Phillip Lahm dkk.

Sergio_Ramos_2896259b

Los Blancos berhasil lolos ke final Liga Champion pertamanya sejak 2002 (terakhir kali juara) dan kian dekat mengejawantahkan La Decima. Sementara itu Die Roten dipastikan gagal memertahankan trofinya di Eropa dan mustahil mengulangi prestasi treble winner musim lalu.

Dengan sepasang golnya ke gawang Manuel Neuer, CR7 sukses mengukir rekor sebagai pencetak gol terbanyak Liga Champion 2013/14 dengan 16 gol hingga semifinal. Sementara itu Ramos mencatat rekor unik pula. Ketika Madrid menang 4-0 atas Osasuna pada laga Liga Spanyol Sabtu (26/4), bek Spanyol itu pun menyumbang satu gol.

CR7 vs Neuer-13_634x445

Sebelum sampai di partai puncak yang berlangsung di Lisabon Portugal pada Mei mendatang, El Real sukses menyisihkan tiga klub Jerman, yaitu Schalke 04 (perdelapan final), Borussia Dortmund (perempat final), dan Bayern Muenchen (semifinal). Dortmund dan Muenchen merupakan tim yang menghentikan langkah Madrid di semifinal dalam dua musim kemarin. Kemenangan atas kedua tim itu musim ini merupakan pembalasan yang manis dari Los Galacticos.

Real Madrid masih menyisakan satu partai terpentingnya musim ini demi meraih trofi Liga Champion ke-10. Mudah-mudahan kemenangan besar atas Bayern bukanlah penampilan klimaks CR7 dkk karena Si Kuping Besar belum pasti berada di tangan kapten Iker Casillas. Buena suerte, Los Blancos!

selebrasi madrid 2-4

* Opini ini dimuat di Harian BOLA Jumat, 2 Mei 2014.

Iklan
h1

Sepertinya Mustahil Bisa Terjadi

April 30, 2014

Selalu ada hal-hal yang sepertinya mustahil di dunia ini, tapi nyatanya bisa terjadi juga. Hal itu bisa bersifat positif maupun negatif.

h1

Ibu Tiri

April 29, 2014

Alia sungguh berharap kedua orangtuanya tidak akan terkejut dengan keterusterangan yang disampaikannya, kendati barangkali mereka tidak serta merta menyetujui pilihannya. Tujuan utama kepulangannya kali ini memang merundingkan rencana masa depannya bersama Santoso di hadapan bapak ibunya. Setelah sampai di rumah dan sejenak beristirahat di kamarnya, Alia lantas menghadap kedua orangtuanya yang tengah bersantai di serambi rumah, Minggu pagi itu.

“Bapak dan Ibu, Alia ingin mengatakan sebuah hal penting,” ujar Alia.
“Silakan saja, Bapak dan Ibu siap mendengarkan,” sahut bapaknya sambil menaruh koran yang baru dibacanya. Ibu yang sedang membaca sebuah majalah pun menganggukkan kepalanya seraya menatap lembut wajah putri terkasihnya.
“Seperti yang Bapak dan Ibu tahu, saya kan sudah beberapa bulan ini dekat dengan Mas Santoso. Nah, kami sudah bersepakat untuk melangkah lebih jauh. Mas Santoso berniat akan segera melamar saya. Bagaimana menurut Bapak dan Ibu?”
”Ya, kalau kau sendiri sudah mantap dengan pilihanmu, tinggal dicari saja waktu yang tepat, supaya orangtua Santoso bisa datang kemari,” ucap Bapak.

”Mmm… Mas Santoso sudah tidak punya orangtua, Pak. Dan ada satu hal lagi yang belum pernah saya haturkan kepada Bapak dan Ibu,” kata Alia lagi.
”Apa itu, Nak?” tanya Ibu dengan mengernyitkan dahi.
”Mas Santoso adalah duda dengan tiga orang putri. Dan usia Mas Santoso dua puluh tahun lebih tua ketimbang saya”
”Hah, jadi pacarmu itu sudah cukup berumur dan punya anak?” komentar Bapak cukup kaget. Ibu pun tampak sedikit terperanjat, tapi dapat lekas menguasai diri.
”Iya, Pak. Memang kenapa jika demikian?” Alia ingin lekas tahu pendapat orangtuanya.

”Buat Ibu sih, terserah kau saja, siapa yang sungguh kau cintai dan kau anggap baik. Tapi apa kau sudah siap menjadi seorang ibu tiri, Alia? Ibu sih percaya, putri kesayangan Ibu pasti bisa menjadi ibu yang baik. Ibu kenal sekali karaktermu seperti apa. Namun pasti tak mudah bagimu menjadi ibu tiri yang baik, Nak,” tutur Ibu yang sedikit khawatir dengan masa depan putrinya.
”Insya Allah, saya akan berusaha benar untuk itu. Terima kasih ya, Bu. Jika ada doa restu dari Ibu dan Bapak, saya pasti sanggup menjalaninya,” jawab Alia.

”Memang Bapak terus terang rada kaget dengan yang kau ucapkan baru saja. Bapak setuju apa kata ibumu. Yang terpenting, tetap kau sendiri yang akan menjalaninya. Hanya lebih baik biarkan Santoso ketemu kami lebih dahulu, sebelum keluarganya nanti resmi datang melamarmu. Bapak ingin kenal betul dengan calon menantu Bapak,” ucap Bapak bijak.

Alia lega sekali, kedua orangtuanya ternyata tidak keberatan menerima lelaki yang dicintainya adalah seseorang yang telah berkeluarga. Ia ingat, Nora kakaknya sempat ditentang habis-habisan ketika memilih Wayne Rogers, seorang lelaki Inggris, menjadi pasangan hidupnya. Apalagi Nora malah kemudian hijrah ke negeri Ratu Elizabeth mengikuti suaminya.

”Sebetulnya Bapak lebih suka mendengar calon suamimu itu perjaka yang usianya tak beda jauh denganmu, Alia. Tapi Bapak sudah belajar dari pengalaman kakakmu dulu, jadi tidak ada gunanya lagi menghalangi keinginan putri kami sendiri,” lanjut Bapak kepada Alia.
”Mungkin memang begitulah nasib putri-putri kita, Pak. Dulu Nora dipersunting orang Inggris dan pindah ke sana, sementara sekarang Alia akan menikah dengan duda beranak tiga,” komentar Ibu yang tersenyum seraya mengelus-elus rambut putrinya.

”Terima kasih ya, Bapak dan Ibu. Alia sangat bersyukur memiliki orangtua yang memahami keinginan anaknya,” sahut Alia dengan mata berkaca-kaca.
”Kami juga bersyukur punya anak sebaik dirimu. Bapak yakin, Tuhan akan memberikan jalan terbaik sepanjang hidupmu, apa pun yang kau pilih nanti,” ucap Bapak yang tampak terharu pula bersama Ibu.
”Alia, apakah putri-putri Mas Santoso sudah mau menerimamu sebagai calon ibu baru bagi mereka?” tanya Ibu seusai mengusap air matanya dengan sapu tangan.
”Sebetulnya, selama ini saya sudah berhubungan cukup dekat dengan mereka bertiga, Bu. Tapi anehnya, begitu tahu Mas Santoso mau menikahi saya, si sulung yang bernama Andara tampaknya keberatan. Dia kemudian malah mengambil jarak dengan saya. Sementara adik-adiknya, Devina dan Elvara, justru senang sekali. Mereka berdua jadi lebih akrab dengan saya akhir-akhir ini.”

”Lalu, apa yang sudah kalian lakukan menghadapi sikap Andara?” tanya Bapak.
”Mas Santoso sedang berusaha meyakinkan putrinya bahwa saya mampu menjadi ibu yang baik bagi Andara dan kedua adiknya. Saya sendiri akan mengajaknya bicara dari hati ke hati dan mencoba membuatnya percaya kepada saya.”
”Semoga upaya kalian berhasil, Nak. Yang jelas, Ibu dan Bapak di sini pasti akan menerima serta menyayangi Andara dan adik-adiknya sebagaimana cucu kandung kami sendiri. Lihat saja, jika kami bertemu dengan mereka nanti,” ujar Ibu memberi jaminan.
”Iya Bu, sekali lagi terima kasih. Saya mesti yakin, kami kelak bisa menikah dengan restu seluruh putri Mas Santoso,” kata Alia dengan suara bergetar.

***

Santoso kemudian bertandang ke rumah orangtua Alia dengan membawa ketiga putrinya. Ketulusan sikap dan perhatian dari seluruh keluarga Alia saat menerimanya, membuat Santoso yakin bahwa Alia adalah perempuan terbaik yang mampu menjadi istrinya dan ibu baru untuk anak-anaknya. Andara yang semula masih memasang wajah tegang kala datang pun mulai mencair sikapnya melihat Devina dan Elvara cepat akrab dengan orangtua maupun adik-adik dari Alia. Tampaknya, kecemasannya akan memiliki seorang ibu tiri yang jahat mesti segera disirnakannya dari hati.

Sekian pekan berselang, Santoso dengan diantarkan oleh kerabatnya secara resmi datang melamar Alia. Yang unik, orang yang menggantikan posisi orangtua Santoso adalah mantan mertuanya, bapak dari almarhumah istri pertamanya yang telah tutup usia.

”Sepeninggal putri kami, Nak Santoso sudah seperti anak kandung kami sendiri. Oleh karena itu, justru saya yang sekarang datang melamar untuk dirinya. Sekiranya nanti Nak Alia menjadi istri Nak Santoso, dia menjadi seperti pengganti putri kami,” ujar mantan bapak mertua Santoso di hadapan keluarga Alia.
“Bapak, kami semakin percaya bahwa Saudara Santoso merupakan lelaki yang mulia hatinya. Baru kali ini, kami menemui ada seorang mantan mertua yang bersedia datang melamar untuk suami putrinya yang telah tiada. Kami sekarang tinggal menyerahkan semuanya kepada Alia agar bisa menjawabnya,” sahut salah satu paman Alia mewakili keluarga besarnya.

Tentu saja, Alia tak lagi berpikir panjang dan menerima lamaran Santoso. Dua bulan kemudian, mereka berdua jadi bersanding di pelaminan. Andara, gadis berusia empat belas tahun itu, sudah menerima pilihan bapaknya serta berjanji akan menerima dengan baik Alia sebagai ibu barunya.

***

Kehidupan rumah tangga baru Alia dan Santoso telah berlangsung sekian bulan. Alia tiba-tiba merasa sangat gelisah. Sebuah film baru yang bertajuk ’Ratapan Anak Tiri’ sedang menjadi buah bibir di seluruh penjuru negeri dan sebentar lagi kabarnya akan diputar di bioskop yang ada di kota tempat tinggalnya. Ia kemudian mencurahkan kegundahan hatinya kepada sang suami, sepulang mereka berdua dari bekerja.

”Mas Santoso sudah tahu, ada film judulnya ’Ratapan Anak Tiri’ yang sebentar lagi diputar di sini?” tanya Alia tanpa menyembunyikan kecemasannya.
”Iya, saya sudah dengar. Tapi apa ceritanya, saya belum tahu persis.”
”Ceritanya tentang anak yang lahir batinnya menderita karena memiliki seorang ibu tiri yang jahat, Mas.”
”Hah, begitu ceritanya? Sangat klise. Siapa sih yang membuat film itu, apa dia tidak pernah mengerti, di alam nyata ini, seorang ibu tiri pun bisa baik hatinya?” kata Santoso sedikit sewot.
”Ya, dia mungkin memang tidak tahu. Saya sebetulnya khawatir, anak-anak bakal terpengaruh dengan film itu, Mas. Walaupun sejauh ini rasanya saya tidak pernah berbuat jahat terhadap Dara, Vina, maupun Vara,” ucap Alia sembari berusaha menahan air matanya supaya tak sampai tumpah. Santoso yang memahami kesedihan istrinya pun lekas memeluk perempuan yang sungguh dicintainya.
”Tidak, Dik Alia. Saya yakin, anak-anak tidak akan percaya dengan isi film tidak bermutu itu. Andara dan adik-adiknya sudah tahu persis, Dik Alia adalah ibu yang baik bagi mereka. Sudahlah, mending kita tak perlu terlalu khawatir dengan film itu, apalagi sampai menontonnya.”

”Mas, bagaimana jika kita ajak saja anak-anak menonton film itu?” ujar Alia serta merta, yang membuat Santoso tentu saja sangat terperanjat.
”Hah, apa aku tidak salah dengar? Bagaimana dengan kecemasanmu tadi?”
”Justru itu, aku ingin membuktikan apa kata Mas Santoso. Jika anak-anak percaya bahwa aku merupakan ibu tiri yang baik bagi mereka, pasti mereka tidak akan terpengaruh dengan apa pun materi film itu kan, Mas?” ucap Alia yang jadi bersemangat.
”Dik Alia, aku memang tak salah memilihmu sebagai pendamping hidupku. Cara berpikirmu itu luar biasa! Aku setuju dan mendukung gagasanmu. Mari kita ajak anak-anak menonton ’Ratapan Anak Tiri’ dan biarkan mereka justru bersyukur karena kenyataan yang mereka hadapi tidak seperti yang digambarkan film itu.”

Maka ketika film yang ramai dibicarakan khalayak tersebut jadi diputar di bioskop, Santoso pun mengajak Alia bersama ketiga putrinya menyaksikannya beramai-ramai. Mereka memang sempat terharu melihat nasib malang si anak karena ulah ibu tirinya yang sangat jahat dalam cerita film tersebut. Lantas, apa kata ketiga putri Santoso setelah film usai?

”Itu sih salah bapaknya, kenapa dia memilih wanita jahat sebagai istrinya?” ucap Devina, si anak kedua yang berusia dua belas tahun.
”Iya, betul itu, Kak. Orang gadis yang baik masih banyak, kenapa dia mesti memilih wanita itu?” komentar Elvara, sang bungsu yang baru berumur sembilan tahun.
Santoso dan Alia sebatas tersenyum mendengarkan komentar mereka. Andara yang semula hanya diam, akhirnya ikut bersuara sambil matanya melirik ke arah Alia.
”Yang paling penting, kenyataannya kita bertiga hanya punya seorang ibu yang baik hati. Tidak ada itu, ibu tiri yang jahat dalam hidup kita. Dan bukankah kita sangat senang menjalani hidup seperti ini, adik-adikku?”
”Iya, kami setuju!” teriak Devina serta Elvara nyaris berbarengan. Ketiga gadis muda tersebut saling memandang, lalu sama-sama menatap Alia dengan senyuman.
”Kami semua sayang sama Ibu,” kata Andara, Devina, dan Elvara secara spontan, sambil tiba-tiba memeluk Alia dengan hangat.

Sempat terpana belaka Alia mendapat perlakuan serupa itu. Ia begitu bersukacita, maka dibiarkannya saja air mata haru membasahi wajah cantiknya dalam pelukan tulus ketiga putrinya. Memilih Santoso sebagai suaminya serta menjadi ibu tiri bagi Andara, Devina, dan Elvara ternyata sebuah karunia yang indahnya luar biasa. Sementara itu, Santoso tersenyum dengan mata berkaca-kaca memerhatikan apa yang terjadi. Sekali lagi, ia merasa sungguh beruntung telah dipertemukan dengan gadis berhati mulia yang akhirnya menjadi istri terkasihnya.

TAMAT

# Cerpen ini (versi yang sudah disunting redaktur) dimuat di Inilah Koran Minggu, 27 April 2014. Judul aslinya adalah “Memilih Menjadi Ibu Tiri”.

h1

Menghargai

April 29, 2014

Hargai apa yang Anda punya. Anda tak pernah tahu kapan waktu Anda habis. (Tito Vilanova – wafat pada 25 April 2014)

h1

Dua Laga Berakhir 4-0 dalam Semalam

April 29, 2014

Manchester United dan Real Madrid kembali mencatat kemenangan dengan skor 4-0 pada malam yang sama, Sabtu (26/4). United mengandaskan Norwich City dan El Real menundukkan Osasuna. Ternyata tiga pekan sebelumnya, kedua tim pernah meraih hasil serupa : menang 4-0. Red Devils mengalahkan Newcastle United dan Los Blancos membuat terpuruk Real Sociedad pada Sabtu (5/4).

Manchester-United-vs-Norwich-City

Debut Manis Giggs
Namun revolusi telah terjadi di Manchester United. David Moyes, yang tiga pekan lalu membawa timnya menang telak, sudah digantikan oleh Ryan Giggs yang menjadi manajer sementara Setan Merah hingga akhir musim 2013/14. Kemenangan United dengan skor besar atas Norwich di Old Trafford menjadi debut manis untuk Giggs, yang didampingi tiga rekan terbaiknya dari Class of ’92 (Phil Neville, Paul Scholes, dan Nicky Butt) sebagai asistennya.

Giggs MU Manager Interim

Giggs menurunkan formasi 4-4-2 seperti saat Sir Alex masih berkuasa. David de Gea tetap sebagai kiper. Trio bek senior (Nemanja Vidic, Rio Ferdinand, dan Patrice Evra) kembali menjadi andalan bersama Phil Jones. Tom Cleverly -yang jarang dimainkan Moyes- dipasang bersama Antonio Valencia, Michael Carrick, dan Shinji Kagawa di sektor tengah. Wayne Rooney-Danny Welbeck menjadi duet striker. Rooney mencetak dua gol (satu penalti), sedangkan Juan Mata -yang menggantikan Welbeck- menyumbang dwigol pula. Tiga pekan silam, Mata juga membuat sepasang gol ketika timnya unggul 4-0.

Real-Madrid-4-0-Osasuna-La-Liga

Tren Positif Madrid
Real Madrid melanjutkan tren positifnya setelah mengalahkan Barcelona 2-1 di final Piala Raja (16/4) dan Bayern Muenchen 1-0 di leg pertama semifinal Liga Champion (23/4). Kendati Carlo Ancelotti menyimpan sejumlah pemain intinya, tapi Cristiano Ronaldo dkk masih mampu menang besar. Ronaldo membuat dua gol, sementara Sergio Ramos dan Dani Carvajal mencetak sisanya. Yang menarik, Don Carletto menurunkan enam pemain Spanyol sebagai starter, yaitu : Lopez, Nacho, Ramos, Illarramendi, Isco, dan Morata. Dua dari tiga pemain pengganti pun pemain Spanyol : Alonso dan Carvajal. Pemain non-Spanyol yang turun hanya Varane, Marcelo, Modric, Di Maria, CR7, dan Casemiro (cadangan). Bahkan saat laga berakhir, terdapat delapan pemain Spanyol di skuat Los Blancos.

h1

Moyes, Everton, dan Angka 11

April 24, 2014

Menjelang ulang tahunnya ke-51 pada 25 April 2014, David Moyes justru mendapat kado terpahit. Pria Skotlandia itu dicopot jabatannya sebagai manajer Manchester United setelah 10 bulan berkiprah di Old Trafford. Padahal ia dikontrak selama enam tahun sejak Juli 2013 untuk menggantikan Sir Alex Ferguson yang pensiun setelah 26 tahun berjaya bersama Red Devils.

Tapi memang terlalu banyak catatan buruk yang sudah diukir Moyes bagi juara EPL musim 2012/13 tersebut. United sudah dipastikan tidak mendapat trofi apa pun, gagal masuk empat besar Liga Premier musim ini, dan absen dari Liga Champion musim depan. Terakhir kali Setan Merah tidak lolos ke Liga Champion terjadi 18 musim lalu. Kejutan tak menyenangkan telah berkali-kali dihadirkan MU di bawah Moyes sepanjang 10 bulan terakhir.

moyes giggs 11

Uniknya, riwayat singkat David Moyes bersama United ternyata tak bisa dilepaskan dari Everton dan angka 11 (sebelas). Sir Alex merekomendasikan rekan senegaranya untuk menangani Wayne Rooney dkk sesudah Moyes melatih Everton selama 11 tahun (2002-2013). Kemudian Moyes pun dipecat sehabis United takluk 0-2 dari Everton pada Minggu (20/4), yang merupakan kekalahan ke-11 di Liga Inggris musim ini. Dan kebetulan sekali, Ryan Giggs yang ditunjuk sebagai pelatih sementara pengganti Moyes merupakan pemain bintang Setan Merah yang kondang menggunakan kostum nomor 11.

Lebih dari seperempat abad lalu Fergie masih mendapat kesempatan menangani United, meski gagal memenangkan trofi apa pun dalam sekian musim. Hasilnya, Red Devils mengalami era kejayaannya di bawah pria Skotlandia tersebut. Namun masa-masa ketika kesabaran menjalani proses masih dihargai sepertinya sudah tidak relevan saat ini. Maka meski satu musim belum tuntas, Moyes mesti angkat kaki dan tak lagi punya waktu memperbaiki diri di Old Trafford.

* Opini ini dimuat di Mingguan BOLA Edisi 2.560/2014.

h1

Fenomena Atletico Madrid

April 23, 2014

Di antara keempat semifinalis Liga Champion Eropa 2013/14, Atletico Madrid menjadi fenomena tersendiri. Ada sejumlah hal yang membedakannya dengan ketiga tim lainnya. Los Colchoneros adalah satu-satunya klub yang belum pernah menjuarai Liga Champion. Chelsea yang menjadi lawan tim besutan Diego Simeone di empat besar pernah sekali menjadi kampiun dua musim silam. Real Madrid telah mengoleksi sembilan trofi Eropa dan sedang berambisi mewujudkan juara ke-10 kalinya alias la decima. Sementara Bayern Muenchen merupakan juara bertahan dan total mengoleksi lima trofi Liga Champion.

atletico madrid squad

Dibandingkan pelatih lainnya, Diego Simeone menjadi satu-satunya yang belum pernah membawa timnya berjaya di Liga Champion. Jose Mourinho (Chelsea) pernah dua kali merasakannya bersama FC Porto (2004) dan Inter Milan (2010). Carlo Ancelotti (Madrid) dan Pep Guardiola (Bayern) juga pernah dua kali membawa timnya menguasai Eropa. Don Carletto mewujudkannya bersama AC Milan (2003 dan 2007), sedangkan Pep bersama Barcelona (2009 dan 2011). Jadi jika Simeone tengah memburu trofi pertamanya, maka ketiga manajer lainnya justru berusaha mencatatkan hattrick di Liga Champion. Tapi Simeone sendiri sebelumnya pernah pula membawa Atletico menjadi juara Liga Europa, Piala Super Eropa, dan Copa del Rey. Andaikata Atletico Madrid juara Liga Champion Mei nanti, maka akan menjadi gelar perdana bagi klub maupun sang pelatih.

Satu hal yang membedakan Atletico dengan ketiga tim lainnya adalah sponsor apparel-nya. Los Colchoneros menjadi satu-satunya yang mengenakan kostum Nike, sementara The Blues, Los Blancos, dan Die Roten menggunakan kostum Adidas.

* Opini ini dimuat di Mingguan BOLA Edisi 2.558/2014.